Iliotibial Band Syndrome, Nyeri Bagian Luar Lutut pada Atlet
Kesehatan Tubuh

Iliotibial Band Syndrome, Nyeri Bagian Luar Lutut pada Atlet

04 Juni 2025 5 menit waktu baca
 Iliotibial band syndrome

 

Iliotibial band syndrome adalah kondisi yang ditandai dengan rasa nyeri di bagian luar lutut. Jenis cedera yang biasanya terjadi pada atlet ini sering kali disebabkan oleh kebiasaan menekuk lutut secara berulang kali, utamanya dalam aktivitas berlari, berjalan jauh, bersepeda, dan mendaki gunung. Mari kenali penyebab hingga pengobatan iliotibial band syndrome (ITBS) melalui penjelasan di bawah ini.

 

Apa itu Iliotibial Band Syndrome?

 

Iliotibial band syndrome adalah kondisi medis yang menyebabkan rasa nyeri yang tajam di lutut bagian luar. Pita iliotibialis sendiri merupakan jaringan ikat tebal di luar kaki yang membentang dari bagian atas tulang panggul ke lutut. Jaringan ini bisa bergesekan dengan tulang panggul atau lutut apabila terlalu tegang sehingga menyebabkan iritasi atau pembengkakan.

 

Ketika seseorang menekuk dan meregangkan kaki, pita iliotibialis bergerak di atas tepi luar bagian bawah tulang paha. Gerakan menekuk dan meregangkan lutut secara berulang dapat mengiritasi jaringan di sekitarnya sehingga bisa membengkak dan menimbulkan rasa nyeri di sekitar lutut.

 

ITBS paling banyak ditemukan pada atlet, utamanya pelari jauh, atau orang yang baru memulai olahraga secara rutin. Kondisi ini dapat dialami pada salah satu kaki atau kedua kaki (bilateral iliotibial band syndrome). Perlu dicatat bahwa orang yang rutin berolahraga lebih berisiko terkena ITBS. Adapun beberapa atlet yang memiliki risiko tinggi mengalami iliotibial band syndrome adalah:

 

  • Atlet lari.

  • Atlet bersepeda.

  • Atlet basket.

  • Pemain sepak bola.

  • Pemain hoki.

  • Pemain ski.

 

Selain atlet, orang yang menderita kondisi medis tertentu juga dapat berisiko mengalami ITBS. Beberapa di antaranya adalah:

 

  • Satu kaki lebih panjang dari kaki lainnya.

  • Bentuk kaki O (bow legs).

  • Artritis lutut.

  • Memutar pergelangan kaki, tungkai, atau kaki ke dalam ketika berjalan atau berlari.

  • Otot pinggul, bokong, atau abdomen yang lemah.

 

Penyebab Iliotibial Band Syndrome

 

Ahli medis masih menyelidiki penyebab iliotibial band syndrome secara pasti. Namun, pita iliotibialis dapat teriritasi dan mengalami pembengkakan apabila meregang terlalu kencang dan bergesekan dengan tulang.

 

Pada keadaan normal, kantung berisi cairan (bursa) membantu pita iliotibial meluncur dengan mulus di atas lutut saat seseorang melakukan gerakan menekuk dan meluruskan kaki. Akan tetapi, apabila pita iliotibial terlalu tegang, gerakan seperti menekuk lutut dapat menimbulkan gesekan. Pita iliotibial dan bursa dapat membengkak yang akhirnya menimbulkan rasa nyeri. Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya ITBS adalah:

 

  • Tidak melakukan pemanasan, peregangan, atau pendinginan sebelum berolahraga.

  • Kurang beristirahat di sela-sela latihan.

  • Berolahraga terlalu keras.

  • Sepatu olahraga sudah terlalu lama atau tidak layak lagi dipakai.

  • Berlari menuruni bukit.

  • Berlari di permukaan yang miring atau melengkung.

  • Berlari di permukaan yang menanjak.

 

Gejala Iliotibial Band Syndrome

 

Salah satu gejala iliotibial band syndrome yang paling utama adalah rasa sakit di luar lutut, tepatnya di atas sendi. Awalnya, rasa nyeri dapat hilang dengan sendirinya setelah pemanasan. Namun, seiring waktu, nyeri dapat menjadi semakin parah ketika berolahraga. Selain nyeri di area lutut, beberapa gejala lain dari ITBS adalah:

 

  • Bunyi klik, menyerupai bunyi patah atau letupan di bagian luar lutut.

  • Nyeri pinggul.

  • Nyeri lutut.

  • Rasa hangat dan warna kemerahan di bagian luar lutut.

 

Rasa nyeri akibat ITBS cenderung memburuk segera setelah menginjakkan kaki. Apabila kondisinya memburuk, rasa nyeri bisa muncul lebih awal dan terus berlanjut hingga latihan olahraga selesai. Selain berolahraga, aktivitas lain yang dapat memperburuk rasa nyeri akibat ITBS adalah naik turun tangga.

 

Diagnosis Iliotibial Band Syndrome

 

Dalam proses penegakan diagnosis, dokter akan melakukan anamnesis (wawancara medis) untuk mengetahui tentang gejala yang dialami dan riwayat medis pasien. Setelahnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik. Kemudian, dokter dapat melakukan Noble and Ober test dengan langkah-langkah sebagai berikut:

 

  • Merasakan epikondilus femur lateral (bagian menonjol pada sisi bawah tulang paha) di bagian luar lutut untuk memastikan asal nyeri.

  • Menggerakkan pinggul menjauh dari tubuh sambil menopang lutut. Pada tahap ini, pasien mungkin merasakan nyeri dan tidak bisa menggerakkan pinggul secara bebas.

  • Menggerakkan lutut pada sudut yang berbeda untuk mengetahui asal nyeri.

 

Agar mendapatkan diagnosis yang tepat, dokter juga bisa merekomendasikan beberapa tes pencitraan, termasuk rontgen, ultrasonografi, dan MRI. USG dapat menunjukkan bagaimana pita iliotibial bergerak ketika pasien menekuk dan meluruskan pinggul atau lutut. 

 

Sementara itu, MRI bisa dilakukan untuk membantu mengonfirmasi diagnosis apabila hasil dari pemeriksaan penunjang lainnya masih tidak jelas. MRI juga dapat membantu dokter menyingkirkan diagnosis cedera lainnya, seperti cedera meniskus atau cedera ligamen kolateral lateral (lateral collateral ligament injury).

 

Pengobatan Iliotibial Band Syndrome

 

Untuk mengobati iliotibial band syndrome, dokter biasanya merekomendasikan perawatan secara mandiri sebagai berikut:

 

  • Menghindari aktivitas yang dapat memicu nyeri pada lutut.

  • Mengonsumsi obat antiinflamasi atau obat pereda nyeri sesuai dengan instruksi dokter.

  • Mengompres bagian luar lutut dengan es yang dibalut handuk selama 10–15 menit setiap kali.

 

Di samping penanganan secara mandiri, dokter juga bisa merekomendasikan beberapa metode penanganan sebagai berikut:

 

  • Terapi fisik yang dilakukan oleh ahli terapi untuk mengajari pasien cara peregangan, penguatan, dan perawatan lain yang dapat membantu meringankan nyeri pinggul dan lutut.

  • Terapi manual, yaitu menggunakan roller busa untuk memijat tubuh.

  • Posture training dengan cara memperhatikan postur tubuh ketika beraktivitas sehari-hari, berolahraga, atau sebaliknya.

  • Suntikan atau injeksi steroid untuk meredakan peradangan pada pita iliotibial sesuai dengan instruksi dokter.

  • Pembedahan, apabila obat-obatan dan terapi fisik tidak efektif dalam menangani kondisi.

 

Iliotibial band syndrome merupakan kondisi yang sering kali ditemukan pada atlet atau orang yang rutin berolahraga. Akan tetapi, nyeri pada lutut saja tidak semata-mata hanya mengindikasikan kondisi tersebut. Anda bisa berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Ortopedi di Siloam Hospitals terdekat untuk mendapatkan diagnosis yang akurat apabila mengalami gejala-gejala, seperti bunyi klik di bagian luar lutut yang disertai dengan nyeri hingga pinggul.

 

Perlu diketahui bahwa informasi dalam artikel ini hanya bertujuan untuk edukasi dan tidak dapat digunakan untuk menggantikan diagnosis ataupun saran penanganan dari dokter. Dokter akan memeriksa dan memberikan penanganan sesuai dengan kondisi setiap pasien sehingga tahapannya bisa berbeda antara satu pasien dan lainnya. Prosedur diagnosis dan pengobatan pun akan disesuaikan dengan ketersediaan fasilitas kesehatan yang tersedia di masing-masing rumah sakit.

 

Jika ingin membuat janji temu dengan dokter secara mudah, Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam. Aplikasi ini memungkinkan Anda untuk mengecek jadwal dokter, menjadwalkan konsultasi dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam dan manfaatkan berbagai fiturnya untuk memudahkan perjalanan kesehatan Anda sekarang.

Sumber

WebMD. What Is Iliotibial Band Syndrome?. Diakses pada 2024 | Johns Hopkins Medicine. Iliotibial Band Syndrome. Diakses pada 2024 | Cleveland Clinic. Iliotibial Band Syndrome. Diakses pada 2024 |

Dokter Kami
dr-made-o-mahendra-spot-mbiomed

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Made Oka Mahendra, SpOT, M.Biomed

Ortopedi (Tulang)

Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-su-djie-to-rante-m-biomed-spot

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Su Djie To Rante, M. Biomed., SpOT, Subsp. P.L(K)

Ortopedi (Tulang)

Subspesialis Panggul dan Lutut


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-henry-tanzil-spotk

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Henry Tanzil, M. Kes, SpOT (K), FICS

Ortopedi (Tulang)

Subspesialis Panggul dan Lutut


Siloam Hospitals Makassar

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail