Kesehatan Tubuh
Ketahui Stadium Osteoarthritis dan Pilihan Pengobatannya

Table of Contents
Osteoarthritis adalah masalah sendi yang terjadi ketika tulang rawan (cartilage) yang berfungsi sebagai bantalan antartulang mengalami kerusakan secara perlahan. Kondisi ini sering menyerang lutut, pinggul, dan tangan, serta dapat menyebabkan nyeri, kaku, hingga keterbatasan gerak jika tidak ditangani dengan tepat.
Salah satu bagian penting dalam proses pemeriksaan kondisi ini adalah menentukan stadium osteoarthritis. Pasalnya setiap stadium memiliki gejala, hasil pemeriksaan, dan pilihan penanganan yang berbeda. Untuk memahami lebih lanjut bagaimana osteoarthritis berkembang dari tahap awal hingga lanjut, mari simak pembahasan lengkap dalam artikel ini.
Stadium Osteoarthritis
Stadium osteoarthritis umumnya dibagi menjadi lima tingkat, mulai dari stadium 0 (pra-osteoarthritis) hingga stadium 4. Pembagian ini membantu dokter menilai tingkat kerusakan sendi sekaligus menentukan terapi yang paling sesuai. Berikut masing-masing penjelasannya:
A. Stadium 0
Stadium 0 atau pra-osteoarthritis merupakan fase paling awal sebelum gangguan sendi berkembang lebih jauh. Sebenarnya, sendi sudah mulai mengalami perubahan di tingkat sel, tetapi masih belum menimbulkan gejala. Oleh karena itu, pada tahap ini belum diperlukan terapi khusus.
Upaya yang dianjurkan pada penderita lebih berfokus pada pencegahan, seperti rutin berolahraga ringan untuk menjaga kekuatan otot dan fleksibilitas sendi, menjaga berat badan ideal, menghindari tekanan berlebih pada lutut, dan menerapkan gaya hidup aktif dan seimbang.
B. Stadium 1
Pada stadium 1 (osteoarthritis ringan), perubahan struktur sendi masih bersifat ringan dan umumnya kondisi tersebut baru terdeteksi saat pasien menjalani pemeriksaan rontgen. Pada stadium ini, sendi pasien masih dapat berfungsi dengan baik sebab jarak antartulang masih dalam kondisi normal. Meski begitu, tulang rawan sudah mulai menipis dan taji tulang kecil (bone spur) dapat terbentuk.
Sebagian besar pasien pada tahap ini belum merasakan keluhan yang jelas. Jika muncul, gejala biasanya ringan, seperti rasa tidak nyaman pada sendi setelah aktivitas berat atau penggunaan sendi dalam waktu lama.
Untuk memastikan kondisi sendi secara lebih jelas, dokter akan mengevaluasi keluhan pasien dan melakukan pemeriksaan langsung pada sendi. Penanganan pada stadium ini lebih diarahkan untuk menjaga kesehatan sendi dan mencegah perburukan, bukan untuk tindakan medis khusus. Dokter dapat merekomendasikan beberapa hal berikut:
-
Olahraga low impact secara teratur untuk menjaga kekuatan otot penopang sendi. Contohnya, berenang, yoga, dan tai chi.
-
Menjaga berat badan ideal agar sendi tidak terbebani.
-
Menerapkan pola makan sehat dan seimbang.
-
Menggunakan obat pereda nyeri ringan, seperti paracetamol dan ibuprofen, bila diperlukan.
C. Stadium 2
Memasuki stadium 2, perubahan sendi mulai terlihat lebih jelas. Taji tulang tampak lebih nyata dan ruang sendi dapat sedikit menyempit, meskipun tulang rawan masih cukup dalam menjaga jarak antartulang. Pada tahap ini, keluhan mulai terasa setelah pasien beraktivitas, seperti nyeri saat berjalan jauh, kekakuan sendi setelah duduk lama, atau pembengkakan ringan.
Karena keluhan mulai terasa, penanganan pada stadium 2 bertujuan mengurangi nyeri, menjaga kestabilan sendi, dan memperlambat perkembangan osteoarthritis. Pengobatan yang dilakukan umumnya masih bersifat konservatif dengan tujuan mengurangi nyeri dan menjaga stabilitas sendi, meliputi:
-
Latihan penguatan otot sendi, seperti berenang, bersepeda, yoga, dan jalan kaki.
-
Pengaturan berat badan agar tetap ideal dengan tetap beraktivitas fisik dan memperhatikan pola makan bergizi seimbang.
-
Pembatasan aktivitas yang membebani sendi, seperti lari, basket, voli, atau aktivitas fisik lain yang melibatkan lompatan dan gerakan tiba-tiba.
-
Penggunaan brace untuk membantu mengurangi tekanan langsung pada tulang rawan.
-
Konsumsi obat pereda nyeri bebas, seperti ibuprofen, sesuai resep dari dokter.
D. Stadium 3
Stadium 3 (osteoarthritis sedang) ditandai dengan kerusakan tulang rawan yang semakin nyata dan penyempitan ruang antartulang yang lebih jelas. Taji tulang bertambah dan gerakan sendi mulai terbatas. Keluhan biasanya juga lebih konsisten, seperti nyeri saat menopang berat badan, kekakuan sendi yang sering muncul, pembengkakan, dan melemahnya otot di sekitar sendi.
Penanganan stadium 3 biasanya memerlukan kombinasi perubahan gaya hidup, terapi, dan pengobatan untuk mengendalikan nyeri serta mempertahankan fungsi sendi. Beberapa hal yang bisa dilakukan antara lain:
-
Suntikan ke dalam sendi (injection) dengan kortikosteroid atau hyaluronic acid dapat diberikan untuk meredakan nyeri sementara.
-
Brace atau alat bantu dapat dipertimbangkan guna meningkatkan stabilitas saat bergerak.
-
Penyesuaian aktivitas sehari-hari juga penting agar sendi tidak terus-menerus mendapat tekanan berlebihan.
E. Stadium 4
Stadium 4 menunjukkan kerusakan sendi yang luas. Kondisi tulang rawan pasien pada tahap ini sudah sangat menipis atau hampir habis, taji tulang membesar, dan cairan pelumas sendi berkurang sehingga nyeri dapat berlangsung secara terus-menerus dan gerakan menjadi sangat terbatas. Aktivitas sederhana, seperti berjalan atau naik tangga, pun bisa terasa sulit.
Pada kondisi ini, terapi konservatif atau nonbedah sering kali tidak lagi memadai. Dokter dapat mempertimbangkan tindakan operasi, seperti osteotomy (bone realignment surgery) untuk mengalihkan beban sendi atau arthroplasty (penggantian sendi lutut) dengan implan buatan untuk mengembalikan fungsi sendi. Namun, proses pemulihannya memerlukan waktu yang relatif lama dan biasanya disertai terapi fisik untuk mengoptimalkan fungsi sendi pascaoperasi.
Bagaimana Dokter Menentukan Stadium Osteoarthritis?
Penentuan stadium osteoarthritis diawali dengan penegakan diagnosis melalui hasil wawancara medis terkait keluhan dan riwayat kesehatan pasien, pemeriksaan fisik, dan hasil pemeriksaan penunjang. Dokter tidak hanya melihat salah satu faktor saja, tetapi menilai gambaran sendi secara menyeluruh sebelum menentukan tingkat keparahannya.
Proses evaluasi yang biasa dilakukan dokter sebelum menetapkan stadiumnya mencakup:
-
Anamnesis (wawancara medis) mendalam terhadap pasien untuk mengetahui karakter nyeri, kapan keluhan muncul, aktivitas yang memperberat gejala, dan riwayat cedera atau faktor risiko lain.
-
Pemeriksaan fisik secara langsung untuk melihat adanya pembengkakan, perubahan bentuk, nyeri sendi saat ditekan, dan keterbatasan gerak.
-
Evaluasi pola gerak, seperti kemampuan berjalan, berdiri, naik tangga, atau berdiri lama, guna menilai dampaknya pada aktivitas harian.
-
Pemeriksaan rontgen sendi sebagai alat utama untuk melihat perubahan seperti penyempitan celah sendi, pembentukan taji tulang, dan perubahan struktur tulang.
-
Pencitraan lanjutan, misalnya MRI atau CT scan bila dibutuhkan untuk mengevaluasi jaringan lunak dan tulang rawan yang tidak terlihat jelas pada rontgen.
Setelah seluruh informasi terkumpul, dokter akan menentukan stadium osteoarthritis berdasarkan kesesuaian antara keluhan, hasil pemeriksaan klinis, dan pencitraan. Penentuan stadium ini penting untuk membantu dokter merencanakan penanganan yang paling sesuai dengan kondisi dan kebutuhan pasien.
Tips Mencegah Perburukan Stadium Osteoarthritis
Meskipun osteoarthritis bersifat progresif, laju perburukannya dapat diperlambat dengan kebiasaan hidup yang tepat. Beberapa langkah sederhana berikut dapat dilakukan secara konsisten untuk membantu mengurangi tekanan pada sendi dan menjaga fungsinya.
-
Menjaga berat badan ideal untuk menghindari tekanan berlebih pada sendi penopang tubuh.
-
Mengontrol kadar gula darah agar peradangan dan kerusakan tulang rawan tidak semakin cepat.
-
Rutin beraktivitas fisik ringan guna menjaga kelenturan sendi dan kekuatan otot.
-
Menghindari gerakan berulang yang membebani sendi.
-
Menerapkan gaya hidup sehat melalui pola makan seimbang dan kebiasaan yang mendukung kesehatan sendi.
Demikian pembahasan mengenai tahapan osteoarthritis, mulai dari stadium awal hingga stadium lanjut, beserta gejala dan pilihan pengobatannya. Perlu dipahami bahwa informasi ini bersifat edukatif dan tidak dapat menggantikan pemeriksaan, diagnosis, maupun anjuran medis langsung dari dokter.
Apabila Anda mengalami keluhan seperti nyeri sendi yang semakin sering, kekakuan berkepanjangan, atau keterbatasan gerak yang mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya segera berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Orthopaedi (Tulang) dan Traumatologi di Siloam Hospitals terdekat. Dokter akan melakukan evaluasi menyeluruh untuk menentukan stadium osteoarthritis serta menyusun penanganan yang sesuai dengan kondisi sendi Anda.
Perlu diketahui bahwa proses pemeriksaan dan penatalaksanaan osteoarthritis dapat berbeda di setiap rumah sakit, tergantung pada fasilitas, tingkat keparahan penyakit, serta kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan. Meski demikian, tenaga medis akan berupaya memberikan perawatan yang aman, tepat, dan berkelanjutan untuk membantu menjaga fungsi sendi dan kualitas hidup pasien.
Untuk mempermudah akses layanan kesehatan, Anda dapat menggunakan aplikasi MySiloam. Melalui aplikasi ini, Anda dapat melihat jadwal praktik dokter, membuat janji konsultasi, serta mengakses hasil pemeriksaan medis secara online. Unduh MySiloam dan manfaatkan berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.
Sumber
Healthline. Stages of Osteoarthritis (OA) of the Knee. Diakses pada 2026 | Cleveland Clinic. Knee Osteoarthritis. Diakses pada 2026 | Verywell Health. The 4 Stages of Osteoarthritis From Early to Severe. Diakses pada 2026. Medical News Today. The four stages of osteoarthritis. Diakses pada 2026 | Osteoarthritis and Cartilage. Early-stage vs established knee osteoarthritis: A Comparative Observational Study on Prevalence dnd Changes in Pain, Function and Quality of Life After Supervised Exercise and Education Among 10,365 Patients. Diakses pada 2026 | Medicine. Recent Advances in Osteoarthritis Research: A Review of Treatment Strategies, Mechanistic Insights, and Acupuncture. Diakses pada 2026 | Arthritis Foundation. Slowing Osteoarthritis Progression. Diakses pada 2026 |
Artikel Terkait
Dokter Kami
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Made Oka Mahendra, SpOT, M.Biomed
Ortopedi (Tulang)
Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Su Djie To Rante, M. Biomed., SpOT, Subsp. P.L(K)
Ortopedi (Tulang)
Subspesialis Panggul dan Lutut
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Henry Tanzil, M. Kes, SpOT (K), FICS
Ortopedi (Tulang)
Subspesialis Panggul dan Lutut
Siloam Hospitals Makassar
Tersedia :
Tersedia hari ini






