Kesehatan Tubuh
Kekakuan Sendi - Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

Table of Contents
Kekakuan sendi adalah kondisi ketika seseorang tidak bisa menggerakkan sendinya dengan lancar. Kondisi ini bisa terjadi di bagian sendi mana saja dan sering kali terasa menyakitkan. Kekakuan sendi biasanya disertai dengan ketegangan otot yang semakin membatasi rentang gerak penderitanya. Simak ulasan di bawah ini untuk memahami lebih lanjut tentang penyebab hingga pengobatan kekakuan sendi.
Apa itu Kekakuan Sendi (Joint Stiffness)?
Kekakuan sendi didefinisikan sebagai sensasi ketegangan dan keterbatasan dalam menggerakkan sendi yang dirasakan pada satu atau beberapa sendi setelah beberapa lama tidak aktif. Kekakuan sendi merupakan adalah kondisi yang cukup umum terjadi dan pada banyak kasus akan hilang sendiri.
Sendi membutuhkan cairan sinovial (pelumas sendi) agar dapat bergerak dengan lancar. Cairan ini berada pada ruang di antara tulang. Ketika sendi bergerak, cairan sinovial akan bersirkulasi. Sedangkan ketika sendi tidak digerakkan, misalnya ketika seseorang sedang beristirahat lama atau tidur, cairan tersebut akan mengental dan tidak bergerak.
Ketika sendi kembali digerakkan setelah lama beristirahat tersebut, cairan sinovial masih akan mengental atau terlokalisasi di satu tempat pada sendi tersebut, sehingga inilah yang menyebabkan sendi sulit digerakkan dan kadang terasa nyeri. Setelah beberapa menit hingga satu jam, cairan sinovial akan mulai terdistribusi pada celah sendi, kemudian sendi dapat kembali bergerak dengan lancar.
Penyebab Kekakuan Sendi
Bertambahnya usia atau penuaan menjadi faktor utama terjadinya kekakuan sendi. Namun, sebenarnya penyebab kekakuan sendi bukan hanya usia. Ada banyak kondisi yang bisa memicu terjadinya gangguan pada sendi tubuh, mulai dari gaya hidup hingga kondisi medis tertentu. Berikut uraian selengkapnya.
1. Kurang Aktif Bergerak
Kekakuan sendi paling umum disebabkan oleh kurangnya gerakan atau bertahan dalam posisi yang sama dalam jangka waktu yang lama, misalnya terlalu lama tidur, berbaring, atau duduk. Orang dengan gaya hidup sedentari berisiko lebih tinggi mengalami kekakuan sendi.
2. Cedera
Cedera pada sendi, tulang, tulang rawan, tendon, ligamen, serta otot dapat menyebabkan pembengkakan sehingga cairan akan terakumulasi di sekitar sendi. Hal ini bisa mengakibatkan sendi terasa kaku hingga tidak bisa digerakkan secara bebas sesuai rentang gerak keseluruhan.
3. Ankylosing Spondylitis (AS)
Ankylosing spondylitis adalah kondisi autoimun yang menyebabkan peradangan pada tulang belakang. Kondisi ini biasanya ditandai dengan rasa nyeri di punggung bawah dan kelelahan. AS dapat terjadi pada lutut, pinggul, dan bahu sehingga sendi di sekitarnya bengkak, terasa nyeri dan kaku.
4. Osteoarthritis
Osteoarthritis (OA) adalah peradangan pada tulang rawan di dalam persendian akibat keausan pada sendi yang menyebabkan sendi menjadi kaku, nyeri dan bengkak. Kondisi ini paling sering terjadi pada lutut, pinggul, tulang belakang, tangan dan jari-jari, bahu, dan leher.
OA banyak terjadi pada usia tua, overweight (kelebihan berat badan), dan pada orang dengan riwayat melakukan kegiatan repetitif sehingga sendi menjadi overused (digunakan secara berlebihan).
5. Rheumatoid Arthritis (RA)
Rheumatoid arthritis adalah penyakit autoimun yang membuat sistem imun menyerang sel-sel sehat di persendian hingga menyebabkan peradangan. Kondisi ini dapat menimbulkan gejala berupa nyeri, kemerahan, kekakuan, dan bengkak pada sendi. RA paling sering menyerang sendi kedua tangan, pergelangan tangan, serta lutut.
6. Fibromyalgia
Fibromyalgia adalah kondisi kronis yang dapat menyebabkan nyeri pada sendi dan otot. Tidak diketahui secara pasti apa penyebab fibromyalgia. Namun, terdapat dugaan bahwa otak menerima rasa sakit yang normal tetapi membuatnya menjadi lebih buruk. Kendati demikian, kondisi ini biasanya tidak menyebabkan kerusakan pada sendi.
6. Gout
Gout adalah peradangan yang disebabkan oleh meningkatnya kadar asam urat dalam darah. Kondisi ini dapat menyebabkan penumpukan kristal di dalam persendian sehingga bisa memicu timbulnya nyeri, bengkak, dan kaku pada sendi.
7. Bursitis
Bursitis adalah peradangan pada bursa (kantong kecil di sekitar sendi yang berisi cairan) yang berfungsi melindungi tulang, ligamen, dan otot persendian. Kondisi ini dapat menyebabkan kekakuan dan nyeri pada sendi yang terdampak. Bursitis bisa terjadi pada bagian sendi mana pun, tetapi paling sering menyerang siku, bahu, dan pinggul.
Gejala Kekakuan Sendi
Kekakuan sendi ditandai dengan kesulitan untuk menggerakkan sendi hingga rentang gerak maksimal. Gejala yang menyertainya bisa berbeda-beda, tergantung dari penyebab yang mendasari. Namun, secara umum, beberapa gejala lain yang bisa menyertai joint stiffness adalah:
-
Nyeri.
-
Peningkatan tekanan dalam sendi.
-
Pembengkakan.
-
Bunyi retak, ‘klik’, atau letupan (krepitasi) saat sendi digerakkan.
Diagnosis Kekakuan Sendi
Untuk mendiagnosis kekakuan sendi, dokter akan melakukan anamnesis (wawancara medis)
mengenai gejala dan riwayat kesehatan pasien. Kemudian, dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik untuk mengevaluasi kondisi sendi dan kemampuannya dalam bergerak.
Jika diperlukan, dokter bisa menggunakan tes penunjang, seperti X-ray dan MRI untuk memeriksa struktur tulang dan sendi dari dalam. Dokter juga dapat melakukan tes darah untuk memeriksa kadar asam urat dan kondisi autoimun yang mendasari kekakuan sendi. Bila mendapati pembengkakan yang signifikan, dokter biasanya juga melakukan prosedur arthrocentesis (menyedot cairan dari sendi).
Pengobatan Kekakuan Sendi
Pengobatan untuk joint stiffness bisa berbeda-beda, tergantung dari penyebab yang mendasarinya. Berikut adalah beberapa pilihan perawatan medis untuk mengatasi kekakuan sendi berdasarkan masing-masing penyebabnya:
-
Meningkatkan aktivitas fisik dan olahraga jika disebabkan oleh kurangnya gerakan atau osteoarthritis. Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter untuk mengetahui jenis olahraga yang tepat untuk disesuaikan dengan lokasi osteoarthritis.
-
Fisioterapi dan latihan fisik jika disebabkan oleh cedera. Fisioterapi dapat membantu meningkatkan kemampuan pasien dalam menggerakkan sendi lebih cepat.
-
Obat pereda nyeri untuk meredakan nyeri dan kortikosteroid guna mengurangi peradangan.
-
Obat DMARD (disease modifying antirheumatic drugs) atau biologis untuk mengurangi respons autoimun.
-
Obat-obatan lain, seperti kolkisin, jika disebabkan oleh kadar asam urat yang tinggi.
Tanda dan gejala yang disebutkan di atas tidak semerta-merta mewakili bahu terkilir. Dengan kata lain, gejala-gejala tersebut mungkin saja mengarah pada kondisi medis lain. Jadi, penting untuk mendapatkan diagnosis yang tepat dari Dokter Spesialis Ortopedi yang bisa Anda temui di Siloam Hospitals terdekat.
Perbedaan dalam proses pemeriksaan dan pengobatan di setiap rumah sakit adalah hal yang wajar, mengingat fasilitas kesehatan yang disediakan pun mungkin tidak sama. Namun, tenaga medis tentu akan memastikan bahwa tahapan pemeriksaan dan pengobatan sesuai dengan kondisi masing-masing pasien.
Untuk membuat janji temu dengan Dokter Spesialis Ortopedi, Anda bisa memanfaatkan fitur yang tersedia di aplikasi MySiloam. Melalui aplikasi ini, Anda juga dapat melihat riwayat kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.
Sumber
Heathline. Stiff Joints: Why It Happens and How to Find Relief. Diakses pada 2024 | Verywell Health. Joint Stiffness. Diakses pada 2024 | Webmd. Why Are My Joints So Stiff? What Can I Do?. Diakses pada 2024 | NCBI. Joint stiffness. Diakses pada 2024 | Cleveland Clinic. Why You Wake Up With Stiff Joints. Diakses pada 2024 |
Artikel Terkait
Dokter Kami
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Made Oka Mahendra, SpOT, M.Biomed
Ortopedi (Tulang)
Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Su Djie To Rante, M. Biomed., SpOT, Subsp. P.L(K)
Ortopedi (Tulang)
Subspesialis Panggul dan Lutut
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Henry Tanzil, M. Kes, SpOT (K), FICS
Ortopedi (Tulang)
Subspesialis Panggul dan Lutut
Siloam Hospitals Makassar
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
Fisioterapi (1x kunjungan) - Homecare
Rehabilitasi Medis Homecare
Rp399.000
TERPOPULER
Fisioterapi (6x kunjungan) - Homecare
Rehabilitasi Medis Homecare
Rp3.300.000
Fisioterapi Silver ASRI - Homecare
Rp1.200.000
Fisioterapi & Chest Therapy (1x kunjungan) - Homecare
Rehabilitasi Medis Homecare
Rp1.072.000






