Prosedur Artrosentesis, ini Tujuan dan Efek Sampingnya
Kesehatan Tubuh

Prosedur Artrosentesis, ini Tujuan dan Efek Sampingnya

23 April 2025 4 menit waktu baca
artrosentesis adalah

Aspirasi sendi atau artrosentesis adalah prosedur medis untuk mengeluarkan cairan sendi. Prosedur ini dapat dilakukan untuk membantu menegakkan diagnosis sekaligus menangani keluhan nyeri sendi. Mari ketahui tujuan, prosedur, hingga risiko efek samping artrosentesis selengkapnya dalam artikel berikut ini.

 

Apa itu Artrosentesis?

 

Seperti yang telah dijelaskan, artrosentesis adalah tindakan medis untuk mengeluarkan cairan sendi. Sebagai informasi, sendi adalah tempat dua tulang bertemu yang memungkinkan tubuh untuk bergerak. Adapun beberapa contoh sendi pada tubuh, di antaranya pinggul, lutut, pergelangan kaki, bahu, siku, serta ruas-ruas jari.

 

Pada dasarnya, sendi mengandung cairan sinovial yang berfungsi melumasi area tersebut, sehingga dapat memudahkan seseorang untuk bergerak. Gangguan muskuloskeletal tertentu diketahui bisa menyebabkan cairan sinovial berkurang. Akibatnya, sendi akan meradang, bengkak, dan terasa nyeri.

 

Melalui prosedur artrosentesis, dokter dapat menggunakan jarum tipis untuk mengambil cairan dari sendi yang bermasalah. Setelah itu, dokter mungkin akan menyuntikkan obat-obatan tertentu ke dalam sendi apabila diperlukan. Prosedur ini memiliki tujuan, baik menegakkan diagnosis maupun untuk memberikan terapi.

 

Tujuan Artrosentesis

 

Tujuan dari prosedur artrosentesis adalah untuk mengetahui penyebab yang mendasari gangguan pada sendi. Selain itu, prosedur ini juga bisa digunakan untuk menangani nyeri pada sendi akibat penumpukan cairan. Lebih jelasnya, beberapa tujuan dari prosedur artrosentesis adalah sebagai berikut:

 

  • Mengidentifikasi penyebab nyeri, pembengkakan, atau penumpukan cairan pada sendi.

  • Membantu meredakan nyeri sendi serta membantu sendi agar bisa bergerak dengan lebih baik.

  • Membantu menegakkan diagnosis penyebab serta jenis artritis (radang sendi).

 

Di sisi lain, beberapa kondisi medis yang dapat terdeteksi melalui prosedur artrosentesis adalah sebagai berikut:

 

 

Persiapan Artrosentesis

 

Sebelum menjalani prosedur artrosentesis, dokter akan terlebih dahulu melakukan wawancara medis (anamnesis) terkait dengan keluhan, riwayat kesehatan pasien, riwayat pengobatan pasien, serta menyingkirkan kontraindikasi dilakukannya artrosentesis.

 

Satu-satunya kontraindikasi mutlak terhadap artrosentesis adalah adanya infeksi di sekitar sendi, seperti selulitis, karena hal ini dapat meningkatkan risiko masuknya bakteri ke dalam sendi. Kontraindikasi relatif terhadap prosedur ini adalah bakterimia dan koagulopati.

 

Dalam hal ini, terdapat beberapa informasi yang perlu diberitahukan oleh pasien kepada dokter, di antaranya:

 

  • Jenis obat-obatan, termasuk obat herbal dan suplemen yang sedang dikonsumsi.

  • Riwayat alergi terhadap obat-obatan tertentu.

  • Riwayat kondisi medis tertentu, seperti gangguan pembekuan darah.

  • Menginformasikan kepada dokter jika sedang mengalami infeksi.

 

Apabila sedang menggunakan obat pengencer darah, dokter mungkin akan meminta pasien untuk berhenti mengonsumsinya terlebih dahulu. Sebab, obat tersebut dapat meningkatkan risiko terjadinya komplikasi pascaprosedur artrosentesis. Pasien pun akan diminta berpuasa atau tidak makan maupun minum selama beberapa jam sebelum menjalani prosedur artrosentesis.

 

Prosedur Artrosentesis

 

Dalam menjalani prosedur artrosentesis, pasien akan diarahkan untuk berbaring atau duduk, tergantung pada bagian sendi yang perlu ditangani. Kemudian, dokter akan membersihkan area sendi menggunakan cairan antiseptik dan menyuntikkan obat bius lokal guna menghilangkan rasa nyeri pada bagian tersebut. Namun, jika area sendi yang ingin ditangani cenderung lebih kecil, dokter mungkin hanya perlu mengoleskan krim anestesi sebelum menjalani prosedur ini.

 

Prosedur artrosentesis juga bisa dibantu dengan penggunaan USG atau sinar-X (fluoroskopi) untuk memandu dokter dalam menemukan area sendi yang tepat. Setelah itu, prosedur aspirasi sendi dapat dilakukan melalui langkah-langkah berikut ini:

 

  • Memasukkan jarum tipis ke dalam sendi.

  • Memasang syringe yang kosong ke jarum. Lalu, dokter akan menarik cairan sendi keluar menggunakan syringe. Dokter mungkin membutuhkan beberapa syringe untuk menampung cairan sendi tersebut.

  • Melepas syringe dan menggantinya dengan jarum suntik yang sudah berisi obat.

  • Menyuntikkan obat kortikosteroid ke dalam sendi guna membantu meredakan nyeri, peradangan bengkak, dan kaku pada sendi, terutama pada kondisi artritis atau tendonitis. Obat ini juga bisa memperlambat kembalinya penumpukan cairan pada sendi tersebut.

  • Terakhir, dokter akan melepas jarum dan menutup area bekas suntikan menggunakan perban.

 

Pascaprosedur Artrosentesis

 

Setelah selesai menjalani prosedur artrosentesis, pasien mungkin akan merasakan sedikit nyeri pada area tempat suntikan. Rasa nyeri tersebut biasanya dapat mereda selama beberapa jam pascaprosedur. Meski demikian, dokter mungkin akan memberikan obat analgesik tertentu untuk membantu mengurangi rasa nyeri tersebut.

 

Pasien umumnya langsung diperbolehkan pulang pada hari yang sama setelah menjalani prosedur artrosentesis. Namun, agar terhindar dari risiko komplikasi, pasien perlu menghindari mengangkat beban berat terlebih dahulu selama 48 jam pascaprosedur. Guna mengurangi pembengkakan, pasien juga bisa mengangkat area sendi dan meletakkan kompres dingin pada area bekas suntikan.

 

Penting pula untuk memantau keadaan sendi dan kondisi tubuh secara keseluruhan setelah menjalani prosedur artrosentesis. Jangan ragu untuk mengunjungi dokter jika mengalami beberapa kondisi berikut ini:

 

  • Demam dan menggigil.

  • Kemerahan, bengkak, rasa nyeri yang semakin memburuk, perdarahan, atau keluarnya cairan dari area bekas suntikan.

  • Munculnya reaksi alergi, seperti sesak napas.

 

Efek Samping Artrosentesis

 

Pada dasarnya, artrosentesis adalah prosedur yang aman dilakukan. Namun, sama seperti prosedur medis pada umumnya, artrosentesis juga bisa menimbulkan sejumlah efek samping. Beberapa efek samping artrosentesis adalah sebagai berikut:

 

  • Perdarahan.

  • Infeksi.

  • Reaksi alergi.

  • Kerusakan pada struktur maupun jaringan di sekitar sendi yang ditangani.

 

Dapat disimpulkan, artrosentesis adalah salah satu prosedur medis yang dapat digunakan untuk membantu menegakkan diagnosis nyeri sendi sekaligus meredakan keluhan yang dialami penderita. Jika Anda mengalami nyeri sendi dan merasa membutuhkan prosedur artrosentesis, sebaiknya konsultasikan hal tersebut dengan Dokter Spesialis Ortopedi dari Siloam Hospitals terlebih dahulu.

 

Untuk memudahkan Anda, manfaatkan aplikasi MySiloam yang dilengkapi dengan fitur membuat janji temu dengan dokter, check in mandiri, hingga antre secara online. Dengan begitu, Anda bisa mengakses layanan kesehatan dengan lebih cepat dan tanpa perlu berlama-lama di rumah sakit.

 

Aplikasi My Siloam (1)

 

Dokter Kami
dr-made-o-mahendra-spot-mbiomed

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Made Oka Mahendra, SpOT, M.Biomed

Ortopedi (Tulang)

Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-su-djie-to-rante-m-biomed-spot

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Su Djie To Rante, M. Biomed., SpOT, Subsp. P.L(K)

Ortopedi (Tulang)

Subspesialis Panggul dan Lutut


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-henry-tanzil-spotk

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Henry Tanzil, M. Kes, SpOT (K), FICS

Ortopedi (Tulang)

Subspesialis Panggul dan Lutut


Siloam Hospitals Makassar

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail