Psoriasis Artritis - Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya
Kesehatan Tubuh

Psoriasis Artritis - Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

24 April 2025 4 menit waktu baca
psoriasis arthritis adalah

Psoriatic arthritis atau psoriasis artritis adalah salah satu jenis radang sendi (artritis) yang kerap dialami oleh penderita psoriasis. Sebagai informasi, psoriasis adalah gangguan autoimun yang menimbulkan peradangan pada kulit, sehingga menyebabkan kulit menebal, bersisik, gatal, dan mudah terkelupas. Simak penjelasan lengkap mengenai psoriasis artritis selengkapnya dalam artikel berikut ini.

 

Apa itu Psoriasis Artritis?

 

Seperti yang telah dijelaskan bahwa psoriasis artritis adalah jenis artritis yang terjadi pada penderita psoriasis. Psoriasis adalah peradangan kronis pada kulit yang mempengaruhi pertumbuhan sel kulit. Penyakit ini erat kaitannya dengan gangguan sistem kekebalan tubuh dan faktor autoimun.

 

Terdapat berbagai jenis psoriasis, salah satunya adalah psoriasis artritis. Sebagian besar kasus psoriasis artritis dapat terjadi pada beberapa tahun setelah seseorang didiagnosis menderita psoriasis. Namun, kondisi ini juga bisa dialami oleh seseorang sebelum munculnya gejala psoriasis.

 

Penyebab Psoriasis Artritis

 

Pada dasarnya, psoriasis artritis terjadi ketika sistem imun tubuh secara keliru menyerang sel-sel dan jaringan yang sehat. Hal inilah yang dapat menyebabkan terjadinya peradangan di persendian sekaligus produksi sel kulit secara berlebihan.

 

Belum diketahui secara pasti apa penyebab sistem imun tubuh menyerang jaringan yang sehat tersebut. Penyakit ini melibatkan interaksi kompleks antara faktor genetik dan lingkungan, sehingga dapat mengakibatkan peradangan yang dimediasi sistem kekebalan dengan melibatkan kulit, sendi, dan organ lainnya.

 

Di samping itu, para ahli juga menduga bahwa kondisi ini dapat dipicu oleh beberapa faktor, di antaranya sebagai berikut:

 

  • Menderita psoriasis.

  • Terdapat keluarga kandung dengan riwayat psoriasis atau psoriasis artritis.

  • Berusia 30–55 tahun.

  • Terinfeksi virus atau bakteri tertentu.

 

Gejala Psoriasis Artritis

 

Psoriasis artritis adalah jenis radang sendi yang dapat terjadi pada bagian tubuh mana saja, termasuk jari-jari tangan, tulang belakang, lutut, pergelangan tangan, leher, dan lain-lain. Gejala psoriasis artritis biasanya dapat datang dan pergi, serta bisa memburuk seiring dengan berjalannya waktu. Tingkat keparahannya pun cenderung beragam, mulai dari ringan hingga parah.

 

Psoriasis artritis juga sering kali sulit dibedakan dengan rheumatoid arthritis. Pasalnya, kedua kondisi tersebut dapat menunjukkan gejala utama yang sama, yaitu nyeri, kaku, dan pembengkakan pada sendi. Selain itu, beberapa gejala umum dari psoriasis artritis adalah sebagai berikut:

 

  • Menyerang banyak sendi terutama sendi pada jari-jari tangan dan telapak tangan.

  • Jari tangan dan kaki membengkak.

  • Kaki terasa nyeri.

  • Nyeri punggung bagian bawah (lower back pain).

  • Kerusakan pada kuku jari tangan dan kaki.

  • Peradangan mata. Kondisi ini bisa menyebabkan mata merah dan pandangan kabur.

  • Beberapa orang mungkin juga mengalami gejala psoriasis, seperti kulit kering bersisik yang mudah pecah dan berdarah, bercak merah pada kulit yang disertai nanah, rasa gatal pada kulit yang intens.

 

Diagnosis Psoriasis Artritis

 

Dalam menegakkan diagnosis psoriasis artritis, dokter dapat melakukan wawancara medis (anamnesis) dengan pasien untuk mengetahui keluhan, dan riwayat kesehatan pasien serta keluarga. Kemudian, dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik untuk mengevaluasi kondisi pasien secara keseluruhan terutama pada bagian sendi.

 

Sebenarnya tidak ada tes laboratorium khusus untuk psoriasis artritis. Namun, beberapa pemeriksaan penunjang dapat dilakukan untuk menyingkirkan kemungkinan penyakit lain (seperti asam urat atau rheumatoid arthritis) dan membantu mengonfirmasi diagnosis psoriasis artritis. Beberapa pemeriksaan penunjang tersebut, di antaranya:

 

  • Tes pencitraan, seperti foto rontgen atau MRI.

  • Tes darah untuk memeriksa kadar asam urat, antibodi (rheumatoid factor), penanda radang, seperti C-reactive protein (CRP), laju endap darah (LED), dan lain-lain.

  • Pemeriksaan cairan sendi.

 

Pengobatan Psoriasis Artritis

 

Tujuan dari pengobatan psoriasis artritis adalah untuk mengatasi peradangan yang menimbulkan rasa nyeri dan bengkak pada sendi, serta mencegah risiko terjadinya kelumpuhan. Adapun beberapa metode yang dapat dilakukan untuk menangani psoriasis artritis adalah:

 

  • Penggunaan obat-obatan. Beberapa jenis obat yang umum digunakan, di antaranya:

    • Obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS), seperti naproxen dan ibuprofen untuk meredakan nyeri dan peradangan.

    • Kortikosteroid, seperti dexamethasone atau methylprednisolone untuk meredakan peradangan.

    • Obat imunosupresan, seperti cyclosporin dan azathioprine untuk menekan respons sistem imun tubuh yang berlebihan.

    • Antirematik, seperti sulfasalazine dan methotrexate untuk memperlambat perkembangan psoriasis artritis serta mencegah terjadinya kerusakan permanen pada sendi.

    • Penghambat TNF-alpha untuk meredakan nyeri dan mengurangi pembengkakan pada sendi.

  • Operasi penggantian sendi. Melalui tindakan ini, dokter dapat mengganti sendi yang rusak dengan sendi buatan dari logam.

  • Terapi, seperti fisioterapi dan terapi okupasi untuk membantu meredakan nyeri serta memudahkan pasien dalam melakukan aktivitas sehari-hari.

 

Komplikasi Psoriasis Artritis

 

Dalam beberapa kasus, psoriasis artritis dapat menimbulkan komplikasi berupa arthritis mutilans, yaitu jenis radang sendi yang parah dan melumpuhkan. Seiring berjalannya waktu, arthritis mutilans bisa menghancurkan tulang-tulang kecil di sekitar sendi yang terdampak, terutama di jari tangan dan kaki. Di samping itu, penderita psoriasis artritis juga lebih rentan mengalami beberapa kondisi berikut ini:

 

 

Pencegahan Psoriasis Artritis

 

Guna meminimalkan risiko terjadinya radang sendi ini, penderita psoriasis disarankan untuk menjalani pengobatan sesuai dengan anjuran dokter. Selain itu, penderita psoriasis juga dapat melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin, setidaknya 1 tahun sekali.

 

Agar tidak memengaruhi kualitas hidup secara keseluruhan, penting untuk segera menangani psoriasis artritis dengan tepat. Jika Anda atau kerabat mengalami gejala yang mengarah pada psoriasis artritis, sebaiknya segera kunjungi Dokter Spesialis Penyakit Dalam untuk memperoleh diagnosis dan tindakan medis yang sesuai dengan kondisi tubuh.


Psoriasis artritis juga kerap berdampak pada kemampuan fisik dan pergerakan penderitanya. Jika dokter merekomendasikan untuk melakukan fisioterapi, Anda dapat memesan paket Fisioterapi yang disediakan oleh Siloam at Home. Dengan memesan layanan ini, Anda bisa memperoleh perawatan dan terapi dari ahli medis profesional langsung di rumah Anda.

 

Siloam at Home

Dokter Kami
dr-made-o-mahendra-spot-mbiomed

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Made Oka Mahendra, SpOT, M.Biomed

Ortopedi (Tulang)

Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-su-djie-to-rante-m-biomed-spot

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Su Djie To Rante, M. Biomed., SpOT, Subsp. P.L(K)

Ortopedi (Tulang)

Subspesialis Panggul dan Lutut


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-henry-tanzil-spotk

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Henry Tanzil, M. Kes, SpOT (K), FICS

Ortopedi (Tulang)

Subspesialis Panggul dan Lutut


Siloam Hospitals Makassar

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail