Penyakit Jantung Koroner vs. Sindrom Koroner Akut, Lebih Bahaya Mana?
Kesehatan Tubuh

Penyakit Jantung Koroner vs. Sindrom Koroner Akut, Lebih Bahaya Mana?

02 Mei 2025 5 menit waktu baca
Perbedaan penyakit jantung koroner dan sindrom koroner akut

 

Penyakit jantung koroner dan sindrom koroner akut adalah jenis gangguan jantung yang kerap menjadi perhatian utama karena dampak seriusnya pada kesehatan yang dapat mengancam nyawa. Sebenarnya, penyakit jantung koroner dan sindrom koroner akut berkaitan erat. Namun, keduanya memiliki perbedaan dalam definisi, penyebab, hingga gejalanya. Simak penjelasan selengkapnya mengenai perbedaan penyakit jantung koroner dan sindrom koroner akut di bawah ini.

 

Perbedaan Penyakit Jantung Koroner dan Sindrom Koroner Akut

 

Penyakit jantung koroner dan sindrom koroner akut adalah dua kondisi yang sama-sama disebabkan oleh berkurangnya aliran darah ke otot jantung akibat penyumbatan pembuluh darah arteri. Perbedaan penyakit jantung koroner dan sindrom koroner akut dapat dilihat dari definisi, penyebab, hingga gejalanya. Berikut uraian selengkapnya.

 

1. Definisi

 

Penyakit jantung koroner adalah jenis penyakit jantung yang umum terjadi. Penyakit ini menyerang pembuluh darah utama yang memasok darah ke jantung, yaitu pembuluh darah arteri koroner. Pada penyakit jantung koroner ini, terjadi penurunan aliran darah ke otot jantung yang disebabkan oleh aterosklerosis. Bila kondisi ini dibiarkan tanpa penanganan atau penyumbatan semakin parah, maka bisa berujung pada serangan jantung.

 

Di sisi lain, sindrom koroner akut adalah istilah yang menggambarkan berbagai kondisi yang berhubungan dengan berkurangnya aliran darah ke jantung secara tiba-tiba atau akut. Kondisi ini meliputi serangan jantung (infark miokard) dan angina tidak stabil. Baik penyakit jantung koroner atau sindrom koroner akut adalah kondisi yang termasuk dalam kegawatdaruratan medis sehingga perlu mendapatkan penanganan segera.

 

2. Penyebab

 

Penyakit jantung koroner disebabkan oleh penumpukan plak (tersusun dari lemak, kolesterol, dan zat-zat lainnya) secara bertahap di dinding pembuluh darah arteri sehingga menyebabkan pengerasan dan penyempitan pembuluh darah arteri (aterosklerosis). Adapun beberapa faktor yang diketahui dapat meningkatkan risiko terjadinya aterosklerosis dan penyakit jantung koroner adalah:

 

  • Diabetes.

  • Tekanan darah tinggi.

  • Kolesterol tinggi.

  • Kurangnya olahraga atau aktivitas fisik.

  • Kebiasaan merokok.

  • Obesitas.

  • Penyakit ginjal kronis.

  • Stres berlebihan.

  • Pola makan yang tidak sehat (tinggi lemak jenuh, lemak trans, garam, dan gula).

  • Konsumsi alkohol secara berlebihan.

  • Kurang tidur.

  • Riwayat penyakit jantung dalam keluarga.

  • Peningkatan usia.

  • Jenis kelamin (pria umumnya memiliki risiko lebih besar terkena penyakit jantung koroner. Namun, risiko pada wanita meningkat setelah menopause).

 

Sementara itu, sindrom koroner akut terjadi akibat penyumbatan pembuluh darah arteri koroner yang berfungsi mengalirkan darah kaya oksigen dan nutrisi ke otot jantung. Penyebabnya adalah penumpukan plak pada dinding arteri. Ketika timbunan plak pecah, gumpalan atau bekuan darah terbentuk, menghalangi aliran darah ke otot jantung. Kurangnya suplai darah kaya oksigen dapat menyebabkan kerusakan dan kematian otot jantung, yang dikenal sebagai serangan jantung (infark miokard).

 

Bahkan ketika tidak sampai terjadi kerusakan atau kematian otot jantung, penurunan suplai darah kaya oksigen ke jantung tetap mengakibatkan otot jantung tidak dapat bekerja sebagaimana mestinya. Ketika sindrom koroner akut belum mengakibatkan kematian atau kerusakan permanen pada otot jantung, maka kondisi ini disebut angina tidak stabil. Angina tidak stabil dapat berujung pada serangan jantung jika pembuluh darah arteri koroner terus menyempit atau tersumbat total.

 

3. Gejala

 

Perbedaan penyakit jantung koroner dan sindrom koroner akut berikutnya terletak pada gejalanya. Penyakit jantung koroner bisa saja tidak menimbulkan gejala atau penderita tidak menyadari gejalanya. Penyakit jantung koroner biasanya baru menimbulkan gejala ketika jantung penderita tidak mendapatkan darah kaya oksigen yang cukup. Secara umum, gejala penyakit jantung koroner dapat meliputi:

 

  • Nyeri atau ketidaknyaman di bagian dada, bisa di bagian tengah atau sisi kiri dada. 

  • Nyeri dada dapat menjalar ke leher, bahu kiri, rahang, lengan, serta tangan dan punggung.

  • Sensasi seperti adanya tekanan berat, remasan, terbakar, atau tertusuk di dada.

  • Keringat dingin disertai mual, muntah, lemas, pusing, hingga pingsan.

 

Sindrom koroner akut selalu bersifat simptomatik (bergejala). Gejala sindrom koroner akut juga meliputi nyeri dada atau dada terasa seperti ditimpa benda berat, nyeri dada yang dapat menjalar ke leher, bahu kiri, rahang, lengan, serta punggung, rasa tidak nyaman pada epigastrium (bagian tengah atas perut), dispnea (sesak napas), pingsan, keringat dingin, dan mual. Rasa nyeri dada akibat sindrom koroner akut ini biasanya tidak hilang dengan istirahat. 

 

Penyakit jantung koroner adalah penyebab mendasar dari sindrom koroner akut sehingga kedua kondisi tersebut saling berkaitan. Penyakit jantung koroner dapat berlangsung selama bertahun-tahun sebelum akhirnya berkembang menjadi sindrom koroner akut.

 

Hal yang Harus Dilakukan Penderita Penyakit Jantung

 

Memahami kondisi tubuh dan melakukan perubahan gaya hidup dapat membantu meningkatkan kesehatan jantung. Menjaga kesehatan jantung dapat menurunkan risiko mengalami masalah jantung di masa mendatang atau mencegah masalah jantung yang sudah ada semakin berkembang parah. Beberapa hal yang perlu dilakukan oleh penderita penyakit jantung adalah:

 

  • Berpartisipasi dalam program rehabilitasi jantung untuk pemulihan kondisi jantung setelah terkena serangan jantung, mengalami gagal jantung, atau baru saja menjalani operasi jantung.

  • Mengonsumsi obat-obatan yang telah diinstruksikan oleh dokter secara rutin.

  • Menerapkan pola makan sehat untuk jantung, seperti mengurangi konsumsi makanan tinggi lemak, gula, dan garam, serta memperbanyak asupan buah dan sayur.

  • Berhenti merokok.

  • Membatasi konsumsi minuman beralkohol.

  • Rutin melakukan olahraga yang baik untuk kesehatan jantung.

  • Mengelola stres.

 

Demikian penjelasan mengenai perbedaan penyakit jantung koroner dan sindrom koroner akut yang perlu Anda ketahui. Namun, penting untuk dipahami bahwa informasi dalam artikel ini hanya bersifat edukatif sehingga tidak dapat menggantikan diagnosis maupun saran perawatan dari dokter secara langsung.

 

Apabila Anda atau kerabat Anda mengalami sejumlah gejala yang mengarah pada gangguan jantung, jangan ragu untuk segera mengunjungi Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di Siloam Hospitals terdekat agar mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

 

Penting pula untuk dicatat bahwa proses pemeriksaan dan pengobatan di setiap rumah sakit bisa berbeda-beda, tergantung dari fasilitas kesehatan yang disediakan. Namun, tenaga medis tentu akan memastikan bahwa tahapan pemeriksaan dan pengobatan sesuai dengan kondisi masing-masing pasien.

 

Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk melihat jadwal praktik dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, serta memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

Sumber

Jurnal Kesehatan Masyarakat. 339254PJK (Penyakit Jantung Koroner) dan SKA (Sindrome Koroner Akut) dari Prespektif Epidemiologi. Diakses pada 2024 | Mayo Clinic. Coronary artery disease. Diakses pada 2024 | Mayo Clinic. Acute coronary syndrome. Diakses pada 2024 | Healthline. Coronary Artery Disease vs. Acute Coronary Syndrome. Diakses pada 2024 | BetterHealth. Living with a heart condition. Diakses pada 2024 |

Dokter Kami
dr-kadek-satrya-kurnia-suratna-spjp

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Kadek Satrya Kurnia Suratna, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ronald-a-ulaan

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Rinaldi Agustinus Ulaan, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Rumah Sakit Umum Siloam Lippo Village

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-magma-purnawan-putra-spjp

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Magma Purnawan Putra, SpJP (K), FIHA, FESC

Kardiologi (Jantung)

Subspesialis Kardiologi Intervensi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail