3 Jenis Kanker Darah yang Perlu Diwaspadai, Kenali Gejalanya
Kesehatan Tubuh

3 Jenis Kanker Darah yang Perlu Diwaspadai, Kenali Gejalanya

03 September 2025 5 menit waktu baca
jenis kanker darah

 

Kanker darah adalah kondisi ketika sel darah tumbuh secara abnormal dan tidak terkendali karena terjadi mutasi DNA di dalam sel darah. Hal ini menyebabkan sel-sel darah tidak dapat berfungsi dengan baik serta mengganggu produksi sel darah lainnya. Terdapat tiga jenis kanker darah, termasuk leukemia, limfoma, dan myeloma. Mari simak lebih lanjut mengenai jenis-jenis kanker darah melalui artikel berikut ini.

 

Jenis-Jenis Kanker Darah

 

Kanker darah adalah penyakit yang memengaruhi kerja sistem dan fungsi sel darah. Kanker ini biasanya dimulai dari sumsum tulang. Berdasarkan asal sel kankernya, kanker darah terbagi menjadi tiga jenis, yaitu leukemia, limfoma, dan myeloma. Berikut uraian selengkapnya.

 

1. Leukemia

 

Leukemia adalah jenis kanker darah yang berasal dari sel darah putih. Pada kondisi ini, sel darah putih yang belum matang membelah diri lebih cepat daripada seharusnya, namun tidak berubah menjadi sel matang. Semakin lama, jumlah sel yang belum matang tersebut semakin banyak hingga menumpuk di dalam sumsum tulang belakang.

 

Hal tersebut menyebabkan produksi sel darah oleh sumsum tulang menjadi tidak normal atau terganggu. Leukemia diklasifikasikan berdasarkan dua jenis, yang pertama adalah berdasarkan progresivitas penyakit, yaitu kronik (progresivitas lambat) dan akut (progresivitas cepat atau lebih agresif), sementara yang kedua adalah berdasarkan tipe sel leukemia, yaitu sel limfoid atau myeloid. Berikut tipe-tipenya:

 

A. Leukemia limfoblastik akut (acute lymphoblastic/lymphocytic leukemia/ALL)

 

Merupakan jenis leukemia yang paling sering ditemui. Biasanya terjadi pada anak-anak, namun bisa juga terjadi pada orang dewasa. Leukemia ini melibatkan sel darah putih jenis limfoblas. Sel kanker tersebut dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya, seperti hati, limpa, testis (pada pria), kelenjar getah bening, dan sistem saraf pusat.

 

B. Leukemia limfositik kronis (chronic lymphocytic leukemia/CLL) 

 

Jenis leukemia yang terjadi saat sumsum tulang memproduksi limfosit abnormal secara berlebihan. Kondisi ini biasanya berkembang dengan lambat, bahkan terkadang tidak menimbulkan gejala apa pun di tahun-tahun awal. Jenis leukemia ini adalah tipe slow-growing leukemia yang paling sering terjadi. Umumnya, leukemia limfositik kronis terjadi pada orang dewasa.

 

C. Leukemia mieloblastik akut (acute myeloblastic/myeloid leukemia/AML) 

 

Jenis leukemia ini merupakan jenis leukemia ganas yang paling sering terjadi pada orang dewasa, namun juga bisa menyerang anak-anak. Leukemia ini melibatkan myeloblast (sel mieloid). AML memiliki karakteristik khas, yaitu berkembang secara cepat, agresif, dan berpotensi tinggi menyebar ke organ tubuh lainnya.

 

D. Leukemia mielositik kronis (chronic myelogenous/myeloid leukemia/CML) 

 

CML merupakan jenis leukemia yang menyerang myeloblast seperti AML, namun perkembangannya cenderung perlahan dan berlangsung dalam jangka waktu yang lama hingga tahunan.

 

Setiap jenis leukemia dapat menimbulkan gejala yang berbeda-beda. Namun, beberapa gejala umum leukemia adalah sebagai berikut:

 

  • Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.

  • Gejala anemia, yang meliputi lemas, pusing, pucat, hingga sesak napas.

  • Gangguan pembekuan darah, misalnya mudah memar, keluarnya darah menstruasi yang banyak, mudah berdarah (sering kali pada gusi), dan BAB berdarah.

  • Pembengkakan pada kelenjar getah bening.

  • Pembesaran pada organ hati dan limpa.

  • Sering terserang infeksi, demam, dan berkeringat di malam hari.

 

2. Limfoma

 

Limfoma adalah sebutan untuk jenis kanker darah yang berasal dari sistem limfatik (kelenjar getah bening, limpa, tonsil, sumsum tulang, dan kelenjar timus). Fungsi dari sistem limfatik yaitu membawa cairan getah bening yang mengandung sel darah putih (limfosit) dan berperan sebagai pertahanan tubuh dalam melawan infeksi.

 

Limfoma terjadi ketika jumlah sel darah putih abnormal berlipat ganda dan berkembang pada limfosit. Akibatnya, terjadi pembesaran pada kelenjar getah bening. Limfoma sendiri terbagi menjadi dua jenis, di antaranya limfoma Hodgkin dan limfoma non-Hodgkin.

 

Adapun beberapa gejala umum yang biasanya ditimbulkan oleh limfoma adalah sebagai berikut:

 

  • Pembesaran kelenjar getah bening, terutama di ketiak, selangkangan, dan leher.

  • Sering lemas dan mudah lelah.

  • Demam.

  • Sesak napas.

  • Gatal.

  • Berkeringat di malam hari.

  • Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.

  • Bengkak pada area perut.

  • Kehilangan nafsu makan.

 

3. Myeloma

 

Myeloma atau disebut juga multiple myeloma adalah jenis kanker darah yang menyerang sel plasma di sumsum tulang. Peran sel plasma dalam tubuh yaitu memproduksi protein antibodi (imunoglobulin) yang berfungsi untuk melawan infeksi. Akibat tumbuhnya kanker dalam sel plasma, antibodi yang diproduksi menjadi tidak normal sehingga tidak dapat melawan infeksi dengan baik.

 

Selain itu, sumsum tulang yang seharusnya juga memproduksi sel darah merah, trombosit, dan sel darah putih lainnya akan turut terganggu karena produksinya diambil alih oleh sel plasma abnormal. Dari sumsum tulang, sel kanker myeloma dapat menyebar ke seluruh tubuh. Beberapa tipenya adalah sebagai berikut:

 

  • Multiple myeloma yaitu tipe paling umum dari tumor sel plasma yang berasal dari sumsum tulang dan menyebar ke seluruh tubuh.

  • Solitary plasmacytoma yaitu tumor sel plasma yang terjadi di satu bagian tubuh, sering kali pada tulang.

  • Extramedullary plasmacytoma yaitu tumor sel plasma yang terjadi di luar tulang, terutama di jaringan lunak, seperti di paru dan tenggorokan.

 

Kondisi ini sering kali tidak menunjukkan gejala yang signifikan pada tahap awal. Namun, seiring dengan perkembangan penyakit, jenis kanker darah ini dapat menimbulkan sejumlah gejala, seperti:

 

  • Tulang mudah patah.

  • Nyeri tulang, terutama di punggung atau rusuk.

  • Mudah terkena infeksi.

  • Kesemutan.

  • Pucat dan lemas akibat anemia.

  • Mudah mengalami memar dan perdarahan.

  • Gangguan ginjal.

  • Kadar kalsium dalam darah meningkat akibat adanya kerusakan tulang.

  • Sulit bernapas.

  • Sering demam tanpa alasan.

  • Kelemahan tungkai dan lengan.

 

Gejala kanker darah

 

Penting untuk digarisbawahi bahwa informasi di atas bertujuan untuk edukasi semata dan tidak dapat menggantikan diagnosis resmi serta saran perawatan dari tenaga medis profesional. Sejumlah gejala yang disebutkan pada artikel ini pun tidak secara spesifik mewakili kondisi kanker darah mengingat gejala-gejala tersebut juga dapat mengindikasi kondisi medis lainnya.

 

Lantas, kapan harus ke dokter? Apabila Anda mengalami penurunan berat badan secara tiba-tiba, demam tanpa sebab yang jelas, dan sering muncul memar tanpa penyebab yang jelas, segera kunjungi Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Hematologi Onkologi Medik di Siloam Hospitals terdekat untuk memperoleh diagnosis yang akurat.

 

Sebagai informasi, tahapan pemeriksaan dan tindakan medis yang dijalani terkait kondisi ini akan disesuaikan dengan ketersediaan fasilitas kesehatan sehingga bisa saja berbeda di setiap rumah sakit. Tenaga medis profesional akan memastikan seluruh tahapan pemeriksaan dan pengobatan telah sesuai dengan kondisi medis pasien.

 

Gunakan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai fitur kesehatan dengan mudah, mulai dari melihat jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam dan nikmati berbagai fitur yang mempermudah perjalanan kesehatan Anda.

 

Digital Booking Radiologi

message

ArticleDetail