Kesehatan Tubuh
Gejala Jumper's Knee, Penyebab, Diagnosis, & Pengobatannya

Table of Contents
Jumper’s knee, atau yang sering disebut sebagai patellar tendinitis atau patellar tendinopathy, adalah kondisi di mana terdapat peradangan pada tendon patella. Dilihat dari namanya, kondisi ini umumnya ditemukan pada atlet yang berkompetisi di kategori olahraga lompat, atlet bola basket, dan atlet bola voli. Kebanyakan penderitanya adalah pria remaja dan memasuki usia dewasa.
Cedera lutut yang ditemukan pada atlet pelompat ini dapat didiagnosis dan diobati dengan terapi fisik sesuai anjuran dokter. Untuk mengetahui jumper’s knee dengan lebih baik, mari simak pembahasan di bawah ini.
Apa itu Jumper’s Knee?
Jumper’s knee adalah cedera pada area lutut yang ditandai dengan peradangan tendon patella (tendinitis). Tendon patella adalah jaringan penghubung antara tempurung lutut dan tulang kering. Penderita jumper’s knee dapat mengalami peradangan atau bahkan robekan kecil pada tendon patella akibat gerakan atletik yang berulang tanpa istirahat yang cukup di antara sesi.
Ketika tendon patella terus-menerus menahan beban berulang, kekuatannya dapat melemah secara progresif, menyebabkan kerusakan pada tingkat mikroskopis. Kerusakan ini dapat menyebabkan perubahan pada tingkat sel, dan jika dibiarkan, dapat berkembang menjadi tendinopati kronis, yaitu kerusakan tendon jangka panjang. Kondisi ini akan menyebabkan nyeri yang semakin parah, membuat penderita kesulitan untuk beraktivitas.
Penyebab Jumper’s Knee
Berbagai aktivitas yang menekan lutut, khususnya melompat berulang kali, dapat meningkatkan risiko jumper’s knee. Kebanyakan penderita kondisi ini adalah atlet yang menekuni cabang olahraga tertentu, seperti bola basket, gimnastik, lari, figure skating, bola voli, lompat tinggi, lompat jauh, dan senam.
Cedera pada tendon patella berkembang secara perlahan dan akumulatif akibat tekanan pada tendon patella atau otot quadriceps yang berulang-ulang. Beberapa aktivitas yang dapat memicu cedera tersebut adalah:
-
Berulang-ulang melompat pada dasar yang keras, sehingga saat tungkai berkontraksi dan menyentuh lantai, tendon mengalami strain (tegang).
-
Beban pada lutut yang tiba-tiba meningkat akibat frekuensi aktivitas fisik, seperti berlari, melompat, dan sontak mengubah haluan ketika berlari.
-
Kembali berpartisipasi dalam kompetisi dengan menggunakan kekuatan penuh setelah mengambil istirahat penuh dalam waktu yang lama.
Gejala Jumper’s Knee
Rasa sakit yang disebabkan oleh jumper’s knee adalah reaksi dari gejala-gejala umum akibat robekan tendon patella. Perlu dicatat bahwa gejala jumper’s knee berbeda antara satu penderita dan lainnya. Namun, tanda-tanda yang paling umum adalah sebagai berikut:
-
Rasa nyeri atau sakit pada tendon patella.
-
Rasa nyeri di bagian belakang bagian bawah tempurung lutut.
-
Terasa nyeri saat berjalan, melompat, berlari, menekuk ataupun meluruskan kaki.
-
Rasa nyeri berkelanjutan dan memburuk ketika melakukan aktivitas tertentu, seperti menuruni tangga atau melakukan squat.
-
Pembengkakan di persendian pada lutut.
-
Lutut terasa kaku.
Gejala-gejala yang disebutkan di atas dapat memburuk secara perlahan. Penderita cenderung merasakan nyeri yang tidak nyaman setelah melakukan aktivitas fisik. Seiring waktu, cedera akan memburuk hingga penderita merasakan sakit di luar aktivitas fisik yang dapat mengganggu kehidupan sehari-hari.
Diagnosis Jumper’s Knee
Untuk mendiagnosis jumper’s knee, pertama-tama dokter akan mendiagnosis kondisi pasien melalui wawancara medis (anamnesis) untuk menanyakan gejala yang dirasakan, tingkat aktivitas fisik, dan memastikan riwayat kesehatan secara menyeluruh.
Dokter kemudian akan melakukan pemeriksaan fisik, misalnya dengan menekan dan menggerakkan lutut untuk mengevaluasi rentang gerak. Dokter juga mungkin akan melakukan pemeriksaan penunjang berupa:
-
X-ray: Untuk mengeliminasi faktor penyebab rasa sakit di sekitar tempurung lutut.
-
USG dan MRI: Memeriksa kerusakan struktur jaringan lunak pada tendon patella.
Pengobatan Jumper’s Knee
Pengobatan jumper’s knee meliputi beberapa metode untuk mengurangi rasa sakit dan pembengkakan pada area lutut. Berikut cara mengatasi rasa sakit akibat jumper’s knee yang umumnya direkomendasikan oleh dokter:
-
Melakukan metode RICE, yaitu:
-
Beristirahat dari berbagai aktivitas olahraga (rest).
-
Mengompres bagian yang sakit dengan balutan handuk halus berisi es batu (ice). Hindari mengompres dengan air hangat saat lutut sedang bengkak/terasa hangat karena dapat memperparah peradangan.
-
Memakai penyangga lutut (knee support) atau dibebat (compression)..
-
Tidur atau duduk dengan posisi kaki yang cedera diluruskan, dan mengangkat kaki untuk mengurangi pembengkakan (elevation).
-
Mengonsumsi obat-obatan antinyeri, misalnya parasetamol atau ibuprofen untuk mengurangi rasa sakit dan bengkak sesuai resep dokter.
-
Mengikuti terapi fisik atau program latihan rehabilitasi di rumah sesuai dengan anjuran dokter.
Jika rasa nyeri dan keluhan tak kunjung reda setelah beristirahat, mengonsumsi obat-obatan, atau melakukan program latihan rehabilitasi, dokter mungkin akan merencanakan tindakan pembedahan (open debridement).
Pemeriksaan jumper’s knee memerlukan penanganan dan pengobatan yang tepat agar kondisinya tidak memburuk. Apabila rasa tidak nyaman akibat cedera pada bagian tendon patella terus berlanjut, kunjungi Siloam Hospitals terdekat untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga.
Tahapan pemeriksaan dan pengobatan akan disesuaikan dengan kondisi pasien. Dokter juga akan melakukan tes dan merekomendasikan pengobatan jumper’s knee sesuai dengan fasilitas kesehatan yang tersedia di masing-masing rumah sakit.
Jika perlu buat janji temu dengan cepat, Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam. Tersedia juga fitur pelayanan kesehatan lain yang bisa Anda gunakan, seperti memesan paket kesehatan dan mengecek hasil pemeriksaan secara online. Mari gunakan aplikasi MySiloam untuk memudahkan perjalanan kesehatan Anda dan keluarga.
Sumber
Santana, Javier A., Mabrouk., Sherman. Jumpers Knee. Diakses pada 2024 | Kids Health. Jumper’s Knee. Diakses pada 2024 | Cleveland Clinic. Patellar Tendonitis. Diakses pada 2024 | Hopkins Medicine. Patellar Tendonitis Jumpers Knee. Diakses pada 2024 |
Artikel Terkait
Dokter Kami
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Made Oka Mahendra, SpOT, M.Biomed
Ortopedi (Tulang)
Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Su Djie To Rante, M. Biomed., SpOT, Subsp. P.L(K)
Ortopedi (Tulang)
Subspesialis Panggul dan Lutut
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Henry Tanzil, M. Kes, SpOT (K), FICS
Ortopedi (Tulang)
Subspesialis Panggul dan Lutut
Siloam Hospitals Makassar
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
Arctic Genu / Rontgen Sendi Lutut (Uni Lateral)
Rontgen / X-Ray, Tulang/ Ortopedi
Rp289.000
TERPOPULER
Knee Joint Bilateral / Rontgen Sendi Lutut
Rontgen / X-Ray, Tulang/ Ortopedi
Rp415.000
TERPOPULER
1.5T MRI KNEE NON CONTRAST (1 SIDE)
MRI / MRA, Tulang/ Ortopedi
Rp2.870.000
TERPOPULER
3T MRI KNEE NON CONTRAST (1 SIDE)
MRI / MRA
Rp5.282.000
X-RAY KNEE UNILATERAL + SKYLINE
Rontgen / X-Ray
Rp480.000






