Keputihan saat Puasa, Benarkah Keduanya Berkaitan?
Kesehatan Tubuh

Keputihan saat Puasa, Benarkah Keduanya Berkaitan?

22 Agustus 2024 4 menit waktu baca
keputihan saat puasa

Keputihan adalah hal normal yang terjadi pada setiap wanita. Keluarnya cairan keputihan dari vagina menandakan bahwa seorang wanita sedang berada dalam siklus ovulasi, yaitu suatu proses ketika sel telur yang sudah matang dikeluarkan dari indung telur ke tuba falopi untuk dibuahi.

 

Namun, pada beberapa kasus, wanita mengeluhkan bahwa keluarnya cairan keputihan menjadi lebih sering saat sedang berpuasa. Lantas, apa penyebab keputihan saat puasa? Benarkah keduanya berkaitan? Mari simak pembahasan selengkapnya melalui ulasan di bawah ini.

 

Keputihan saat Puasa, Adakah Kaitannya?

 

Keputihan (leukorrhea) adalah kondisi keluarnya cairan dari area kewanitaan. Cairan ini bisa berwarna transparan atau putih dan tidak berbau. Karakteristik tersebut menandakan cairan keputihan yang normal. Hal ini tidak perlu dikhawatirkan karena sangat normal terjadi pada wanita akibat adanya perubahan hormon.

 

Keputihan perlu dikhawatirkan apabila cairan yang keluar berwarna cokelat atau mempunyai bau yang tajam, seperti bau busuk atau amis. Keputihan abnormal biasanya juga disertai dengan rasa nyeri, gatal, dan kemerahan di vagina. Kondisi ini sering kali berkaitan dengan infeksi bakteri.

 

Lantas, bagaimana dengan keputihan saat puasa? Apakah keputihan dan puasa saling berkaitan satu sama lain? Pada dasarnya, keputihan dan puasa tidak saling berkaitan. Keputihan saat puasa bisa terjadi karena adanya ketidakseimbangan hormon saat itu. Jadi, bukan karena puasa itu sendiri yang menyebabkan keputihan.

 

Selama keputihan masih tergolong normal, maka hal tersebut tidak perlu dikhawatirkan. Yang terpenting, tetap menjaga kebersihan vagina dan mengonsumsi makanan sehat yang bergizi seimbang selama berpuasa.

 

Namun, bila keputihan terjadi secara abnormal, sebaiknya segera konsultasikan kondisi tersebut dengan dokter. Keputihan abnormal biasanya disebabkan oleh beberapa kondisi berikut ini:

 

 

Cara Mengatasi Keputihan

 

Keputihan yang normal tidak memerlukan pengobatan. Kondisi ini biasanya dapat berhenti dengan sendirinya setelah siklus ovulasi  terlewati. Di sisi lain, keputihan abnormal perlu segera diobati. Pengobatannya pun berbeda-beda, tergantung dari penyebab yang mendasarinya.

 

Bila disebabkan oleh infeksi bakteri, maka dokter akan memberikan obat antibiotik. Jika dipicu oleh jamur, maka dokter akan meresepkan obat antijamur. Sementara itu, bila keputihan terjadi karena infeksi parasit, dokter biasanya akan memberikan obat antiprotozoal.

 

Cara Mencegah Keputihan

 

Keputihan yang normal memang tidak perlu dikhawatirkan. Namun, keputihan biasanya dapat mengganggu kenyamanan selama menjalani ibadah puasa. Jadi, ada baiknya bila dari awal Anda menerapkan beberapa upaya untuk mencegah terjadinya keputihan. Adapun sejumlah cara yang bisa dilakukan untuk mencegah keputihan saat puasa adalah sebagai berikut:

 

  • Menjaga area kewanitaan tetap kering dan bersih. Oleh karena itu, usahakan untuk selalu mengeringkan area kemaluan setelah buang air dari arah depan ke belakang.

  • Menghindari menggunakan bedak atau spray vagina karena bahan-bahan yang terkandung di dalam produk tersebut berpotensi memicu keputihan.

  • Menghindari penggunaan ‘parfum vagina’.

  • Menghindari vaginal douching (teknik membersihkan vagina yang biasanya menggunakan larutan campuran air dan cuka).

  • Menghindari membersihkan vagina dengan sabun antiseptik secara berlebihan atau setiap hari karena dapat mengganggu flora normal dan bakteri baik di vagina. Membersihkan vagina dengan sabun antiseptik hanya boleh dilakukan sesekali dan hanya di bagian luar vagina.

  • Memastikan kebutuhan cairan tubuh tetap terpenuhi selama bulan puasa agar terhindar dari dehidrasi.

  • Mengonsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang, yaitu makanan yang mengandung karbohidrat, protein, dan serat yang cukup.

  • Mengonsumsi makanan dan minuman yang kaya probiotik.

  • Mengelola stres dengan baik.

  • Segera mengganti celana dalam bila basah dan lembap.

  • Menjaga sirkulasi udara di sekitar area kewanitaan untuk mencegah kelembapan. Salah satu caranya adalah dengan mengenakan celana dalam berbahan katun. Namun, pastikan ukurannya pas serta tidak terlalu sempit untuk mencegah efek lembap dan ‘menjebak’ keringat.

  • Mengenakan pantyliner yang mengandung antiseptik alami untuk membantu menghambat pertumbuhan bakteri penyebab keputihan abnormal. Namun, usahakan untuk mengganti pantyliner secara teratur setiap 3 jam sekali.

  • Menghindari makanan yang berisiko menyebabkan keputihan, seperti makanan tinggi gula.

  • Mengonsumsi makanan yang baik untuk kesehatan vagina, di antaranya:

    • Cranberry, untuk mencegah infeksi saluran kemih. Pastikan kandungannya murni dan rendah gula.

    • Ubi jalar, mengandung beta karoten dan vitamin A untuk menjaga kesehatan mukosa vagina. Ubi jalar juga mengandung banyak serat dan dapat membantu menstabilisasi kadar hormon insulin terutama pada penderita PCOS.

    • Yoghurt atau kefir, merupakan probiotik yang dapat mencegah terjadinya infeksi bacterial vaginosis.

    • Apel, buah delima, stroberi, dan goji beri, memiliki kandungan antioksidan tinggi dan dapat meningkatkan aliran darah, serta menurunkan stres oksidatif.

    • Kacang kedelai dan alpukat, dapat membantu mengatasi vaginal dryness atau vagina kering, terutama pada wanita yang sudah menopause.

 

Pada intinya, keputihan adalah suatu kondisi yang sangat normal pada wanita. Bila mengalami keputihan saat puasa maupun di hari-hari biasa, cukup pastikan kebersihan area kewanitaan terjaga dengan baik. Vagina sendiri sangat baik dalam meregulasi dan menjaga kebersihannya sendiri, sehingga Anda hanya perlu menjaga higienitasnya tanpa menggunakan produk-produk pembersih vagina, serta mempraktikkan aktivitas seksual sehat dan tidak berisiko.

 

Namun, bila keputihan menunjukkan gejala abnormal disertai keluhan lain, seperti nyeri atau gatal pada vagina, sebaiknya segera konsultasikan hal tersebut kepada Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan di Siloam Hospitals terdekat.


Anda dapat menggunakan aplikasi MySiloam untuk menemukan jadwal dokter, booking, atau buat janji dengan dokter terkait. Anda pun bisa memanfaatkan fitur lain, seperti melakukan self check in agar memudahkan Anda check in dan antre melalui virtual queue.

 

Aplikasi My Siloam (1)

Dokter Kami
dr-marsia-rusfianti-spkk

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Marsia Rusfianti, SpKK, M.Kes

Dermatologi (Kulit)

Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika


Siloam Hospitals Lippo Cikarang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-armina-haramaini-spkk

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Armina Haramaini, SpKK

Dermatologi (Kulit)

Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-epi-panjaitan-msc-spkk

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Epi Panjaitan, MSc, SpKK

Dermatologi (Kulit)

Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail