Ibu dan Anak
Kolitis pada Anak, Waspadai Gejalanya Sebelum Terlambat

Table of Contents
Kolitis pada anak adalah kondisi peradangan pada usus besar yang dapat menimbulkan berbagai gejala, mulai dari diare berkepanjangan, nyeri perut, hingga penurunan berat badan. Penyebabnya beragam, seperti infeksi, alergi makanan, hingga penyakit radang usus kronis.
Apabila tidak ditangani dengan tepat, kolitis dapat memengaruhi pertumbuhan serta kesehatan anak secara keseluruhan. Mari pahami lebih lanjut mengenai penyebab, gejala, serta langkah penanganan kolitis pada anak melalui ulasan di bawah ini.
Apa Itu Kolitis pada Anak?
Kolitis pada anak adalah salah satu jenis penyakit radang usus (inflammatory bowel disease) kronis yang menyerang anak-anak. Kondisi ini menyebabkan peradangan pada usus besar dan rektum, serta paling sering terjadi pada anak-anak berusia 13 tahun ke atas. Namun, tidak menutup kemungkinan juga dialami oleh anak yang berusia lebih muda.
Penelitian dalam Journal of Gastroenterology and Hepatology (2023) menyebutkan bahwa kondisi usus pada anak yang menderita kolitis biasanya sudah cukup berat saat pertama kali terdiagnosis. Jika penyakit masih aktif, kondisi ini bisa menghambat pertumbuhan dan perkembangan anak, serta memengaruhi kesehatan mental dan sosialnya. Sebagai informasi, sebagian besar kasus kolitis biasanya terdeteksi saat pasien remaja atau di awal masa dewasa.
Penyebab Kolitis pada Anak
Belum diketahui secara pasti apa penyebab kolitis pada anak. Penyakit ini diyakini terjadi akibat interaksi kompleks antara faktor genetik, respons imun yang tidak normal, perubahan keseimbangan mikrobiota usus (dysbiosis), dan faktor lingkungan seperti diet.
Dalam hal ini, diet menjadi fokus penting lantaran kemampuannya memodulasi interaksi antara mikroba usus, metabolisme tubuh pasien, dan sistem imun. Salah satu contohnya, serat dari makanan akan diurai oleh bakteri usus menjadi asam lemak rantai pendek (short-chain fatty acids atau SCFAs) yang berperan besar dalam menjaga kesehatan dan kestabilan lingkungan di usus.
Di samping itu, beberapa faktor yang diketahui dapat meningkatkan risiko kolitis pada anak adalah sebagai berikut:
-
Riwayat kolitis ulseratif dalam keluarga.
-
Mengonsumsi obat antiinflamasi nonsteroid (faktor ini juga bisa memperburuk gejala yang sudah ada).
-
Pola makan tinggi makanan olahan dan lemak.
Gejala Kolitis pada Anak
Kolitis pada anak dapat menimbulkan gejala yang bervariasi, mulai dari sedang hingga berat. Secara umum, gejala yang ditimbulkan berupa:
-
Diare yang disertai darah atau lendir.
-
Nyeri perut.
-
Meningkatnya frekuensi dan dorongan untuk buang air besar.
-
Kehilangan nafsu makan.
-
Kelelahan.
-
Penurunan berat badan tanpa sebab.
Anak dengan kolitis ulseratif sering mengalami fase naik-turun penyakit. Ada kalanya penderita tidak menunjukkan gejala sama sekali, lalu mengalami flare-up dengan gejala yang lebih parah. Anak juga dapat mengalami gejala yang tidak berhubungan langsung dengan saluran pencernaan, seperti:
-
Nyeri atau pembengkakan sendi.
-
Rambut rontok.
-
Masalah pada mulut, seperti sariawan, gusi bengkak, atau bibir pecah-pecah.
-
Ruam kulit.
-
Peradangan, iritasi, atau kemerahan pada mata.
-
Pertumbuhan terhambat atau pubertas tertunda.
Diagnosis Kolitis pada Anak
Sebelum menegakkan diagnosis, dokter akan memulai dengan anamnesis (wawancara medis) mengenai gejala anak dan riwayat kesehatan anak serta keluarga. Kemudian, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh, terutama pada bagian perut (abdomen).
Selanjutnya, dokter dapat melakukan beberapa pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis atau menyingkirkan kemungkinan penyebab gejala lainnya. Tes yang mungkin dilakukan meliputi:
-
Laboratorium darah.
-
Pemeriksaan sampel feses.
-
Pemeriksaan pencitraan, seperti X-ray, CT enterography, atau MRI enterography.
-
Endoskopi saluran cerna bagian atas.
-
Biopsi jaringan yang terkena.
Pengobatan Kolitis pada Anak
Perawatan kolitis ulseratif pada anak dapat mencakup pemberian obat-obatan, dukungan diet dan nutrisi, serta tindakan operasi. Berikut uraian selengkapnya:
-
Obat-obatan: Dokter dapat merekomendasikan beberapa jenis obat untuk menangani kolitis pada anak. Obat tersebut meliputi:
-
Obat antiinflamasi seperti steroid.
-
H2 blocker untuk mengatasi iritasi dan ulkus pada saluran cerna yang mungkin muncul.
-
Antibiotik untuk menangani komplikasi seperti abses atau fistula.
-
Diet dan asupan nutrisi: Dukungan diet dan nutrisi meliputi penyesuaian pola makan anak untuk membantu mengelola gejala kolitis ulseratif. Dokter mungkin menyarankan anak menghindari makanan yang dapat meningkatkan peradangan, seperti:
-
Makanan yang digoreng.
-
Daging olahan.
-
Roti putih atau bentuk karbohidrat olahan lainnya.
-
Minuman manis, seperti soda.
-
Operasi: Sebagian besar kasus kolitis pada anak tidak memerlukan tindakan operasi. Namun, jika gejala tidak membaik dengan pengobatan lain, dokter dapat merekomendasikan tindakan operasi, seperti:
-
Proktokolektomi dengan ileostomi: Prosedur ini dilakukan dengan mengangkat seluruh usus besar dan rektum, kemudian membuat ileostomi.
-
Anastomosis ileoanal: Prosedur ini dilakukan dengan menghubungkan ileum ke anus setelah mengangkat usus besar.
Sebagai informasi, penyebab serta gejala yang disebutkan di atas tidak spesifik mewakili kondisi kolitis pada anak. Dengan kata lain, tanda dan gejala tersebut bisa serupa dengan kondisi medis lainnya, sehingga penting untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Pediatrik Subspesialis Gastrohepatologi di Siloam Hospitals terdekat agar mendapatkan diagnosis yang akurat.
Namun, tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang Anda jalani terkait kondisi ini mungkin berbeda di satu fasilitas kesehatan dengan yang lain. Tenaga medis akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang tepat sesuai dengan kondisi medis setiap pasien.
Untuk membuat janji temu dengan Dokter Spesialis Pediatrik, Anda bisa memanfaatkan fitur yang tersedia di aplikasi MySiloam. Melalui aplikasi ini, Anda juga dapat melihat riwayat kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.
Sumber
Journal of Gastroenterology and Hepatology. Clinical outcomes in pediatric inflammatory bowel disease patients: a systematic review of prospective studies. Diakses pada 2025 | Stanford Medicine. Ulcerative Colitis in Children. Diakses pada 2025 | Healthline. Ulcerative Colitis in Children: What You Should Know. diakses pada 2025 | Medical News Today. What is pediatric ulcerative colitis? Everything to know. Diakses pada 2025 | DMR. Paediatric IBD: the host, diet & microbes in pathogenesis & treatment: a narrative review. Diakses pada 2025 |
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Sriwijaya Palembang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Ifo Faujiah Sihite, M.Ked (Ped), SpA
Pediatrik (Anak)
Spesialis Ilmu Kesehatan Anak
Siloam Hospitals Jambi
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Anggun Kusumasari, SpA, MSc, AIFO-K
Pediatrik (Anak)
Spesialis Ilmu Kesehatan Anak
Siloam Hospitals Balikpapan
Tersedia :
Tersedia hari ini






