Kesehatan Tubuh
Bahaya Meningitis Tuberkulosis Jika Tidak Segera Ditangani

Table of Contents
Meningitis tuberkulosis atau meningitis TB adalah kondisi yang terjadi karena adanya infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis pada selaput meninges (selaput yang melindungi otak dan saraf tulang belakang). Kondisi ini perlu segera ditangani dengan tepat karena berisiko menyebabkan berbagai komplikasi meningitis TB, seperti kejang, kehilangan fungsi pendengaran, hidrosefalus, sepsis, dan lain-lain.
Mari pahami bahaya dan komplikasi meningitis TB selengkapnya melalui pembahasan berikut.
Komplikasi Meningitis TB yang Perlu Diwaspadai
Meningitis TB adalah peradangan pada lapisan meninges akibat infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. Kondisi ini biasanya terjadi karena menyebarnya infeksi TB atau tuberkulosis dari paru-paru menuju otak melalui aliran darah.
Apabila tidak segera ditangani dengan tepat, terdapat berbagai komplikasi meningitis TB yang perlu diwaspadai, di antaranya adalah:
1. Gangguan Fungsi Pendengaran
Gangguan fungsi pendengaran merupakan salah satu komplikasi meningitis TB yang umum terjadi. Pasalnya, meningitis terjadi di sekitar area lobus temporal otak yang merupakan pusat fungsi auditori atau pendengaran.
Kondisi ini lebih sering terjadi pada salah satu telinga, namun tidak menutup kemungkinan komplikasi tersebut juga memengaruhi kedua telinga sekaligus. Bahkan, pada kasus yang parah, meningitis tuberkulosis dapat menyebabkan penderitanya kehilangan fungsi pendengaran secara permanen.
2. Gangguan Penglihatan
Penyakit meningitis TB yang menyebar ke saraf optik dapat memicu terjadinya gangguan penglihatan. Infeksi tersebut dapat menyebabkan penderitanya memiliki penglihatan ganda, penglihatan kabur sementara, hingga kebutaan permanen.
3. Gangguan Fungsi Kognitif
Meningitis TB yang tidak segera ditangani dapat memengaruhi kemampuan fungsi kognitif penderitanya, seperti gangguan daya ingat, kemampuan berpikir, dan kemampuan dalam memecahkan masalah. Pada kebanyakan kasus, komplikasi meningitis TB ini hanya bersifat sementara dan dapat membaik seiring dengan berjalannya waktu.
Namun, jika terjadi dalam jangka panjang, gangguan fungsi kognitif akibat meningitis TB juga bisa memicu perubahan emosional dan perilaku penderitanya.
4. Kejang
Meningitis TB dapat menyebabkan penderitanya mengalami kejang apabila infeksi bakteri penyebab kondisi tersebut telah mengganggu fungsi normal otak. Kejang sendiri merupakan kondisi yang disebabkan oleh gangguan aktivitas listrik pada otak yang terjadi secara tiba-tiba dan tidak terkendali. Kondisi ini membuat otot tubuh berkontraksi dan relaksasi dengan cepat dan berulang.
Jika aktivitas listrik abnormal pada otak tersebut terjadi secara berulang kali, kondisi ini dapat disebut sebagai epilepsi dan berpotensi memicu kerusakan sel otak permanen.
5. Hidrosefalus
Salah satu komplikasi meningitis TB yang perlu diwaspadai adalah hidrosefalus. Komplikasi ini dapat terjadi apabila peradangan pada selaput meninges telah menghalangi aliran cairan serebrospinal (cairan yang berfungsi untuk melindungi otak dan sumsum tulang belakang dari benturan, menjaga otak dan sumsum tulang belakang tetap berada di posisinya, serta mengantar nutrisi ke otak dan sumsum tulang belakang).
Hidrosefalus dapat meningkatkan tekanan dalam otak. Apabila dibiarkan tanpa mendapatkan penanganan yang tepat dan segera, hidrosefalus berisiko menyebabkan kerusakan otak permanen hingga mengancam nyawa.
6. Ensefalitis
Ensefalitis atau radang otak adalah salah satu komplikasi meningitis TB yang terjadi karena menyebarnya infeksi pada selaput meninges ke jaringan otak. Ensefalitis termasuk kondisi yang serius karena bisa menyebabkan kerusakan otak permanen dan gangguan saraf jangka panjang, seperti gangguan berbicara dan bahasa, gangguan penglihatan, kejang, penurunan kesadaran, hingga amnesia.
7. Sepsis
Komplikasi meningitis TB yang perlu diwaspadai berikutnya adalah sepsis, yaitu reaksi peradangan pada tubuh yang terjadi karena menyebarnya infeksi bakteri ke dalam aliran darah. Sepsis adalah komplikasi meningitis tuberkulosis yang berbahaya karena bisa menyebabkan penurunan tekanan darah, kerusakan (disfungsi) organ tubuh secara permanen, hingga kematian.
Deteksi Dini Meningitis Tuberkulosis untuk Cegah Komplikasi
Agar terhindar dari berbagai komplikasi yang dapat membahayakan kesehatan tubuh, penting untuk mendapatkan diagnosis meningitis TB sedini mungkin. Salah satu caranya adalah dengan melakukan pemeriksaan meningitis TB melalui skrining darah dan pungsi lumbal di Siloam Hospitals.
Tak perlu khawatir, Siloam Hospitals telah dilengkapi dengan fasilitas medis dan peralatan laboratorium berteknologi canggih sehingga mampu memberikan hasil pemeriksaan yang komprehensif dan akurat.
Siloam Hospitals menyediakan dua pilihan paket skrining darah yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan, yaitu paket Hematologi Lengkap dan Hematologi Rutin.
-
Paket Hematologi Lengkap: Paket skrining darah yang mencakup pemeriksaan complete blood count (CBC), laju endap darah (LED), dan hitung jenis leukosit (eosinofil, monosit, neutrofil, basofil, dan limfosit). Pemeriksaan ini dapat dilakukan untuk mendeteksi kelainan darah, infeksi, dan peradangan di dalam tubuh secara menyeluruh.
-
Paket Hematologi Rutin: Paket pemeriksaan darah lengkap (complete blood count) dengan mengukur kadar dari komponen-komponen sel darah, seperti eritrosit, hemoglobin, trombosit, hematokrit, leukosit, dan nilai-nilai MC (mean corpuscular). Prosedur pemeriksaan ini kerap dilakukan untuk mengevaluasi kesehatan secara menyeluruh, mendeteksi infeksi, serta untuk skrining dan menegakkan diagnosis kelainan darah.
Praktis, pemesanan paket tersebut dapat dilakukan melalui aplikasi MySiloam dan tidak memerlukan rujukan dari dokter. Selain itu, Anda juga dapat memantau hasil pemeriksaan dengan mudah melalui fitur Patient Portal yang tersedia pada MySiloam.
Jangan ragu untuk memesan paket skrining darah dari Siloam Hospitals sebagai upaya deteksi dini meningitis TB. Dengan melakukan deteksi dini, Anda dapat memperoleh penanganan yang tepat sehingga terhindar dari risiko komplikasi seperti ulasan di atas.
Selain itu, untuk menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh, dapatkan juga informasi seputar saran perawatan, interpretasi hasil pemeriksaan, hingga langkah pencegahan berbagai gangguan kesehatan dengan mengakses laman artikel kesehatan pada situs web Siloam Hospitals.
Namun, jika Anda mengeluhkan gejala tidak biasa terkait dengan kondisi tubuh, mengunjungi Siloam Hospitals terdekat merupakan langkah awal yang dapat dilakukan untuk memperoleh diagnosis dan tindakan medis yang tepat dari dokter kami. Jadwalkan terlebih dahulu pertemuan Anda dengan dokter melalui fitur Cari Dokter atau menggunakan aplikasi MySiloam. Mari jaga selalu kesehatan Anda #BersamaSiloam!
Artikel Terkait
Dokter Kami
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Kelvin Yuwanda, SpN, CIPS, AIFO-K
Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)
Spesialis Neurologi
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Jerry Hartawan Saputra, SpN, M.Si.Med
Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)
Spesialis Neurologi
Siloam Hospitals Putera Bahagia
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Dorothea Fortuna Meita Caturwulan, M.Kes, Sp.N, F.MIN, CIPS, FIPP
Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)
Spesialis Neurologi
Siloam Hospitals Purwakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini







