Kesehatan Tubuh
Mengenal Macam-Macam Kelainan Bentuk Penis dan Penanganannya

Table of Contents
Memiliki bentuk penis tidak normal tentu dapat memengaruhi kualitas hidup penderitanya. Pasalnya, kondisi ini bisa menurunkan kepercayaan diri seorang pria untuk melakukan hubungan seksual atau bahkan menyebabkan terjadinya berbagai masalah kesehatan.
Maka dari itu, penting bagi setiap individu untuk mengenali macam-macam kelainan bentuk penis yang umum terjadi. Untuk mengenali beragam jenis kelainan bentuk penis selengkapnya, mari simak pembahasan di bawah ini sampai tuntas.
Macam-Macam Kelainan Bentuk Penis
Pada dasarnya, bentuk penis normal pada setiap pria bisa berbeda-beda. Jika penis hanya sedikit membengkok saat ereksi, hal tersebut masih tergolong wajar dan bukan termasuk kelainan bentuk penis. Namun, apabila bentuk penis terlalu bengkok, terlalu kecil, atau lubang kencing tidak berada di tempat seharusnya, hal tersebut perlu mendapatkan penanganan dari dokter.
Secara umum, kelainan bentuk penis dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, di antaranya adalah sebagai berikut:
1. Penyakit Peyronie
Jenis kelainan bentuk penis yang pertama adalah penyakit Peyronie. Kondisi ini dapat terjadi karena adanya jaringan parut di dalam penis, sehingga membuat penis terlihat sangat melengkung saat ereksi. Selain itu, penyakit Peyronie juga bisa menimbulkan rasa nyeri saat ereksi, penis menjadi lebih pendek, munculnya benjolan keras atau area yang menebal di batang penis, serta penis terlihat berbentuk seperti jam pasir.
Pada kasus yang lebih parah, penyakit Peyronie bisa menyebabkan penis melengkung tajam, sehingga membuat penderitanya kesulitan untuk melakukan hubungan seksual hingga mengalami disfungsi ereksi. Belum diketahui secara pasti apa penyebab terjadinya penyakit Peyronie.
Namun, terdapat dugaan bahwa kondisi ini bisa dipicu oleh cedera berulang pada penis. Di samping itu, penyakit Peyronie bisa dialami oleh pria pada usia berapa pun, namun lebih sering terjadi pada pria berusia di atas 40 tahun.
2. Fimosis
Fimosis adalah kondisi medis ketika preputium atau kulup atau kulit yang menyelimuti bagian ujung penis melekat erat dengan kepala penis. Secara umum, kondisi ini cenderung normal terjadi pada bayi dan anak-anak serta tidak menimbulkan rasa nyeri.
Namun, apabila dialami oleh pria dewasa, fimosis bisa menimbulkan sejumlah gejala, seperti nyeri saat buang air kecil dan berhubungan seksual. Fimosis pada pria dewasa biasanya disebabkan oleh infeksi di bagian bawah kulup penis (balanitis), kebersihan penis yang kurang terjaga, eksim, hingga komplikasi diabetes melitus.
3. Parafimosis
Parafimosis adalah kelainan bentuk penis yang terjadi ketika kulup tersangkut dan tidak bisa kembali ke posisi semula setelah ditarik ke belakang. Kondisi ini dapat menyebabkan nyeri, bengkak, dan kemerahan pada penis, sulit buang air kecil, hingga penyumbatan aliran darah ke kepala penis.
Prognosis parafimosis biasanya sangat baik jika didiagnosis dan diobati segera. Apabila tidak segera ditangani dengan tepat, penyumbatan aliran darah tersebut berisiko mengakibatkan iskemia (kerusakan jaringan) hingga nekrosis (kematian jaringan).
4. Mikropenis
Mikropenis atau micropenis adalah kondisi ketika penis berukuran lebih kecil daripada ukuran penis pada umumnya. Secara umum, mikropenis ditandai dengan panjang penis kurang dari 1,9 cm pada bayi, kurang dari 3,8 cm pada anak-anak, dan kurang dari 9,3 cm pada pria dewasa.
Mikropenis merupakan jenis kelainan bentuk penis yang cenderung jarang terjadi. Di samping itu, terdapat sejumlah faktor yang diduga bisa menyebabkan terjadinya mikropenis, yatu rendahnya produksi hormon human chorionic gonadotropin (hCG) pada awal masa kehamilan serta kelainan kromosom.
5. Hipospadia
Salah satu kelainan bentuk penis yang perlu diwaspadai adalah hipospadia. Kondisi ini merupakan kelainan bawaan yang menyebabkan lubang kencing tidak berada pada bagian ujung penis, melainkan terletak di bagian bawah penis.
Hipospadia dapat menyebabkan penis melengkung ke bawah, serta aliran urine yang tidak normal saat buang air kecil. Hipospadia yang tidak segera ditangani dengan tepat bisa membuat penderitanya kesulitan untuk buang air kecil hingga gangguan ejakulasi saat berhubungan intim.
6. Epispadia
Pada dasarnya, epispadia merupakan kondisi yang mirip dengan hipospadia, yaitu kelainan bawaan di mana lubang kencing berada di posisi yang tidak seharusnya. Namun, bedanya, epispadia membuat lubang kencing terletak di bagian atas penis. Kondisi ini juga dapat menyebabkan penis melebar, memendek, atau melengkung ke atas.
7. Kurvatura Penis Kongenital
Kurvatura penis kongenital atau chordee adalah kondisi ketika penis terlihat melengkung sejak lahir. Penyebab utama kurvatura penis kongenital adalah kelainan proses pembentukan dan perkembangan penis saat berada di dalam kandungan. Pada kasus yang parah, kurvatura penis kongenital perlu ditangani melalui prosedur pembedahan.
Pembedahan tersebut dilakukan dengan membuat insisi atau sayatan lalu menjahit sudut yang lebih besar. Atau, pembedahan bisa juga dilakukan dengan menjahit sudut penis yang lebih besar tanpa membuat insisi.
Pengobatan Kelainan Bentuk Penis
Perlu diketahui bahwa pengobatan kelainan bentuk penis dapat dilakukan sesuai dengan penyebab yang mendasarinya. Namun, secara umum, beberapa metode yang dapat dilakukan oleh dokter untuk menangani kelainan bentuk penis adalah sebagai berikut:
-
Injeksi obat ke penis untuk membantu melunakkan jaringan parut, mengurangi rasa nyeri, dan memperbaiki bentuk penis penderita penyakit Peyronie.
-
Terapi peregangan dengan alat yang dipasang di penis. Hal ini dilakukan untuk memperbaiki bentuk dan ukuran penis penderita penyakit Peyronie.
-
Terapi hormon melalui injeksi atau penggunaan salep testosteron untuk merangsang pertumbuhan penis yang sangat kecil (mikropenis).
-
Penggunaan salep kortikosteroid untuk melenturkan kulup penis yang mengalami fimosis. Dengan begitu, kulup dapat ditarik kembali ke posisi semula.
-
Sunat atau sirkumsisi, terutama pada kasus parafimosis, kulit menempel pada kepala penis dengan sangat ketat, atau terdapat peradangan di kulup atau kepala penis (balanitis).
-
Tindakan operasi untuk menangani kelainan bentuk penis bawaan. Atau, tindakan operasi juga bisa dilakukan jika pengobatan lain tidak efektif menangani kelainan bentuk penis.
Meski tidak selalu berbahaya, kelainan bentuk penis tetap memerlukan tindakan medis yang tepat agar tidak berdampak pada kualitas hidup penderitanya. Oleh karena itu, kami menyarankan Anda untuk segera berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Urologi di Siloam Hospitals jika mengalami tanda-tanda kelainan pada bentuk penis. Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk membuat janji temu dengan dokter terkait.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Ambon
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
Abdomen AP (BNO) / Rontgen Perut
Rontgen / X-Ray
Rp214.000
TERPOPULER
CT Whole ABD Non-CNTRS / CT Scan Perut
CT Scan
Rp2.495.000
TERPOPULER
CT Lower ABD Non-CNTRS / CT Scan Perut Bawah
CT Scan
Rp2.079.000
TERPOPULER
CT Urography Non-CNTRS / CT Scan Saluran Kemih
CT Scan
Rp2.553.000
1.5T MRI Urography Non Contrast
MRI / MRA
Rp3.192.000







