Macam-Macam Pembedahan Kista Ovarium dan Prosedurnya
Kesehatan Tubuh

Macam-Macam Pembedahan Kista Ovarium dan Prosedurnya

26 Mei 2025 5 menit waktu baca
pembedahan kista ovarium

Prosedur pembedahan kista ovarium merupakan metode yang dapat dilakukan untuk mengangkat kista ovarium yang tidak kunjung menghilang, berukuran besar, berpotensi menjadi sel kanker, atau telah menimbulkan gejala tertentu, seperti nyeri di area perut. Secara umum, tindakan operasi ini dapat dilakukan melalui dua metode, yaitu dengan laparoskopi atau laparotomi.

 

Lalu, seperti apa prosedurnya, dan bagaimana persiapan serta perawatan pascaprosedur pembedahan kista ovarium? Untuk mengetahui informasi lengkap mengenai pembedahan kista ovarium, Anda dapat menyimak artikel berikut ini.

 

Mengenal Pembedahan Kista Ovarium (Ovarian Cystectomy)

 

Ovarian cystectomy atau kistektomi ovarium adalah tindakan pembedahan untuk mengangkat kista ovarium. Sebagai informasi, kista ovarium merupakan kantong abnormal di ovarium yang berisi cairan atau nanah. Pada sebagian kasus, kista ini dapat menghilang dengan sendirinya tanpa pengobatan.

 

Namun, dalam beberapa kondisi, kista ovarium bisa menetap, menimbulkan rasa nyeri, berpotensi menjadi sel kanker, atau berukuran cukup besar dan menekan organ lainnya, sehingga dokter akan menyarankan pasien untuk menjalani tindakan kistektomi.

 

Macam-Macam Pembedahan Kista Ovarium

 

Secara umum, terdapat dua metode yang kerap digunakan dalam tindakan operasi kista ovarium, yaitu kistektomi ovarium dengan laparoskopi dan kistektomi ovarium terbuka (laparotomi). Berikut adalah penjelasan dari masing-masing jenis pembedahan kista ovarium.

 

1. Kistektomi Ovarium dengan Laparoskopi

 

Pada dasarnya, laparoskopi adalah prosedur operasi minimal invasif dengan membuat sayatan kecil untuk memasukkan laparoskop, yaitu alat berbentuk tabung kecil yang dilengkapi kamera dan lampu pada bagian ujungnya. Alat ini terhubung dengan monitor sehingga dokter bisa melihat kondisi bagian dalam perut pasien.

 

Secara umum, laparoskopi kerap digunakan karena proses pemulihannya cenderung lebih cepat. Bahkan, kebanyakan pasien yang menjalani prosedur operasi ini bisa pulang ke rumah keesokan harinya.

 

2. Kistektomi Ovarium Terbuka (Laparotomi)

 

Kistektomi ovarium terbuka atau laparotomi adalah tindakan pembedahan yang dilakukan dengan membuat sayatan yang cukup besar di area perut untuk mengangkat kista ovarium. Prosedur ini biasanya direkomendasikan oleh dokter jika kista berukuran lebih besar atau ketika sel abnormal tersebut dicurigai bersifat ganas (kanker).

 

Indikasi Pembedahan Kista Ovarium

 

Kista ovarium sering kali baru terdeteksi ketika pasien menjalani pemeriksaan panggul atau tes pencitraan untuk kondisi lainnya. Dalam sebagian kasus, kista ovarium dapat menghilang dengan sendirinya. Namun, apabila kista tidak kunjung menghilang, dokter dapat menyarankan pasien untuk menjalani prosedur operasi pengangkatan kista ovarium.

 

Adapun beberapa kondisi yang dapat membuat pasien memerlukan tindakan operasi pengangkatan kista ovarium adalah:

 

  • Pasien mengeluhkan nyeri di area perut, sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari.

  • Kista ovarium berukuran besar, biasanya berdiameter lebih dari 6 cm, sehingga menekan organ lainnya.

  • Kista tersebut dicurigai bersifat ganas (kanker).

 

Persiapan Pembedahan Kista Ovarium

 

Sebelum menjalani prosedur operasi kista ovarium, dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan, seperti anamnesis (wawancara medis), untuk mengetahui jenis obat-obatan yang sedang dikonsumsi serta kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan. 

 

Dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik, terutama pada area perut. Selain itu, pemeriksaan penunjang seperti USG juga mungkin diperlukan untuk mengetahui kondisi ovarium secara lebih mendetail.

 

Di samping itu, pasien juga akan diarahkan untuk melakukan pemeriksaan penunjang sebelum operasi, seperti pengecekan hematologi rutin, rekam jantung, dan rontgen dada. Pasien juga diminta untuk berpuasa pada 6–8 jam sebelum menjalani operasi kista ovarium.

 

Prosedur Pembedahan Kista Ovarium

 

Dokter akan memberikan obat bius atau anestesi umum untuk membuat pasien tertidur selama prosedur operasi berlangsung. Obat tersebut akan dimasukkan melalui intravena ke dalam pembuluh darah. Namun, pada beberapa kasus, dokter mungkin akan mempertimbangkan anestesi spinal atau bius setengah badan bagian bawah.

 

Kemudian, jika pasien menjalani prosedur kistektomi laparoskopi, dokter akan membuat sayatan kecil, biasanya kurang dari satu sentimeter. Sayatan tersebut akan dibuat di dekat pusar untuk memasukkan laparoskop.

 

Lalu, dokter akan memasukkan selang kecil untuk menggembungkan perut pasien dengan gas karbon dioksida. Hal tersebut bertujuan memudahkan dokter untuk melihat kondisi perut pasien. Setelah itu, dokter akan membuat beberapa sayatan kecil lainnya di perut untuk memasukkan instrumen bedah.

 

Namun, apabila pasien menjalani prosedur laparotomi, dokter akan membuat sayatan yang lebih besar di area perut agar dapat melihat organ ovarium dan organ-organ perut lainnya secara langsung, serta mengangkat kista ovarium. 

 

Pada kondisi tertentu, dokter mungkin akan melakukan ooforektomi (pengangkatan ovarium), misalnya ketika terjadi perlengketan kista. Lalu, setelah kista atau ovarium diangkat, biasanya akan dianalisis di laboratorium patologi anatomi.

 

Perawatan Pascaprosedur Pembedahan Kista Ovarium

 

Setelah menjalani prosedur pembedahan kista ovarium, pasien akan dibawa ke ruang pemulihan. Ketika pengaruh anestesi sudah hilang, pasien mungkin akan merasakan sensasi tidak nyaman di area perut. Kemudian, dokter akan memantau tanda-tanda vital pasien, seperti tekanan darah, pernapasan, dan detak jantung.

 

Setelah kondisi pasien stabil, pasien akan kembali ke ruang rawat inap. Dokter akan memantau kondisi pasien, serta beberapa hal seperti perdarahan dari vagina. Dokter mungkin juga akan memberikan obat analgesik untuk membantu meredakan nyeri, apabila diperlukan.

 

Biasanya, pasien dengan metode operasi laparoskopi akan menjalani masa rawat inap yang lebih singkat dibanding laparotomi. Setelah pasien pulang, pada umumnya, pasien bisa menjalani aktivitas seperti sedia kala pada 12 minggu setelah menjalani tindakan operasi kista ovarium. 

 

Selama masa pemulihan, terutama dalam kurun waktu 6 minggu pascaoperasi, penting untuk menghindari aktivitas fisik atau olahraga berat. Hindari juga mengangkat beban yang bisa memberikan tekanan berlebih pada area perut.

 

Risiko Pembedahan Kista Ovarium

 

Secara umum, ovarian cystectomy merupakan prosedur yang jarang menimbulkan risiko. Namun, sama seperti tindakan pembedahan lainnya, prosedur ini juga memiliki beberapa risiko komplikasi. Adapun sejumlah risiko pembedahan kista ovarium adalah sebagai berikut:

 

  • Reaksi alergi terhadap obat-obatan, termasuk obat anestesi.

  • Iritasi di area bekas sayatan operasi.

  • Infeksi.

  • Perdarahan, baik ringan maupun berat.

  • Penggumpalan darah.

  • Cedera di jaringan sekitar ovarium, misalnya pada tuba falopi atau organ perut lainnya.

 

Penting untuk dipahami bahwa prosedur pembedahan kista ovarium hanya akan dilakukan ketika diagnosis pasien sudah dikonfirmasi. Keputusan tersebut dibuat berdasarkan pertimbangan dokter dan tim medis terkait terhadap kondisi kesehatan pasien guna memastikan bahwa pasien telah memenuhi persyaratan untuk menjalani tindakan ini.

 

Oleh sebab itu, apabila mengalami gejala atau keluhan yang mengarah pada abnormalitas serviks atau vagina, Anda bisa mengunjungi Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi di Siloam Hospitals Lippo Village atau MRCCC Siloam Hospitals Semanggi guna memperoleh diagnosis dan saran perawatan yang tepat.

 

Perlu dipahami juga, bahwa setiap tahapan pemeriksaan serta metode pengobatan kista ovarium bisa berbeda-beda, tergantung dari fasilitas kesehatan yang tersedia di masing-masing rumah sakit. Tenaga medis profesional akan memastikan tahapan pemeriksaan dan pengobatan disesuaikan dengan kondisi medis setiap pasien.


Manfaatkan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai fitur kesehatan yang memudahkan Anda, mulai dari melihat jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

 

Digital Booking Laboratorium

Dokter Kami
dr-lenny-khosal-spog

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Lenny Khosal, M.Kes, SpOG

Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)

Spesialis Obstetri dan Ginekologi


Siloam Hospitals Makassar

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-tia-indriana-spog

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Tia Indriana, SpOG

Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)

Spesialis Obstetri dan Ginekologi


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-danny-wiguna-spog

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Danny Wiguna, SpOG

Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)

Spesialis Obstetri dan Ginekologi


Siloam Hospitals Yogyakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail