Pola Hidup Sehat
Makanan yang Harus Dihindari saat Berbuka Puasa, Apa Saja?

Table of Contents
Buka puasa menjadi momen yang ditunggu-tunggu untuk menghilangkan lapar dan haus setelah menahannya selama beberapa jam. Meski begitu, sangat penting untuk memperhatikan jenis minuman dan makanan yang dikonsumsi saat berbuka puasa. Sebetulnya, apa saja minuman dan makanan yang harus dihindari saat berbuka puasa? Untuk mengetahuinya, mari simak pembahasan berikut ini hingga tuntas.
Berbagai Jenis Minuman dan Makanan yang Harus Dihindari saat Berbuka Puasa
Mengonsumsi makanan dan minuman saat berbuka tentu dapat menghilangkan rasa lapar serta haus setelah puasa dalam jangka waktu tertentu. Hal ini kerap membuat sebagian orang cenderung mengonsumsi makanan dan minuman tanpa memperhatikan kandungan nutrisinya.
Sebagai informasi, pada dasarnya, boleh saja jika ingin mengonsumsi makanan dan minuman yang akan dijelaskan di bawah ini saat berbuka puasa. Namun, pastikan untuk tidak langsung mengonsumsinya tepat di waktu buka puasa dan membatasi asupannya agar tidak berlebihan.
Berikut adalah daftar lengkap mengenai jenis minuman dan makanan yang harus dihindari saat berbuka puasa.
1. Gorengan dan Makanan Berlemak
Jenis makanan pertama yang harus dihindari saat berbuka puasa adalah gorengan dan makanan berlemak. Pasalnya, kandungan minyak dan lemak yang tinggi dalam makanan tersebut berisiko merelaksasi sfingter esofagus bagian bawah dan/atau memperlambat pengosongan lambung, sehingga bisa menyebabkan isi lambung yang sudah bercampur dengan asam lambung dapat naik kembali ke esofagus.
Hal ini bisa memicu munculnya gejala GERD (gastroesophageal reflux disease), seperti heartburn (rasa terbakar pada dada), mual, perut kembung, regurgitasi (makanan dikeluarkan kembali ke mulut), dan lain-lain.
Makanan berminyak juga dapat menyebabkan penyumbatan di pembuluh darah, sehingga aliran oksigen menjadi berkurang dan bisa mengakibatkan mengantuk pada siang hari. Konsumsi makanan berminyak dan berlemak secara berlebihan juga bisa meningkatkan risiko terjadinya obesitas hingga penyakit jantung.
2. Makanan Tinggi Gula
Sebetulnya, boleh saja jika ingin mengonsumsi makanan tinggi gula saat berbuka puasa untuk membantu mengembalikan gula darah dan energi yang hilang dalam waktu singkat. Namun, pastikan untuk tidak mengonsumsinya secara berlebihan.
Pasalnya, mengonsumsi makanan manis secara berlebihan, terutama yang mengandung pemanis buatan dapat memicu peningkatan signifikan kadar gula darah di dalam tubuh dalam waktu singkat.
Makanan tinggi gula juga menyebabkan seseorang menjadi lebih mudah lapar dan sulit kenyang, sehingga berisiko untuk makan dalam porsi banyak. Hal ini bisa meningkatkan risiko terjadinya berbagai masalah kesehatan, seperti obesitas dan diabetes.
Contoh makanan tinggi gula yang biasa dikonsumsi saat buka puasa adalah kue, es buah, donat, cokelat, maupun roti. Jenis makanan tinggi gula ini biasanya minim nutrisi, seperti protein, serat, dan vitamin, sehingga tidak dianjurkan untuk dikonsumsi dalam jumlah banyak.
Apabila ingin mengonsumsi makanan manis untuk berbuka puasa, pilihlah makanan yang mengandung pemanis alami, seperti kurma, pisang, pepaya, mangga, dan lain sebagainya.
3. Makanan yang Terlalu Pedas dan Asam
Hindari pula makanan yang terlalu pedas dan asam untuk dikonsumsi tepat saat berbuka puasa. Pasalnya, hal ini dapat mengiritasi lapisan mukosa lambung sehingga berisiko memperburuk gejala sakit maag atau dispepsia.
Makanan yang terlalu pedas juga berisiko menyebabkan diare. Jika ingin mengonsumsi makanan tersebut, disarankan untuk makan makanan lain terlebih dahulu. Pastikan juga untuk tidak mengonsumsi makanan yang terlalu pedas dan asam secara berlebihan.
4. Makanan Kaleng
Makanan yang harus dihindari saat berbuka puasa berikutnya adalah makanan kaleng. Hal ini dikarenakan makanan kaleng memiliki kandungan nutrisi yang tergolong rendah dan mengandung berbagai zat kimia tambahan, seperti pengawet, serta memiliki kandungan garam yang tinggi sehingga tidak baik untuk kesehatan tubuh apabila dikonsumsi berlebihan.
5. Makanan Tinggi Garam
Dalam menyediakan makanan untuk berbuka puasa, sebaiknya hindari makanan tinggi garam dalam jumlah banyak, seperti mi instan, daging serta ikan yang telah diproses atau diasinkan, dan lain sebagainya. Selain meningkatkan risiko hipertensi, mengonsumsi makanan tinggi garam saat berbuka puasa juga bisa menyebabkan dehidrasi.
6. Makanan Tinggi Serat
Pada dasarnya, makanan tinggi serat merupakan jenis makanan yang disarankan untuk dikonsumsi dalam menu sahur karena dapat membuat tubuh merasa kenyang lebih lama. Namun, saat berbuka puasa, sebaiknya batasi konsumsi beberapa jenis makanan tinggi serat, seperti kol, kacang-kacangan, gandum, dan tauge.
Sebab, makanan tinggi serat dapat memicu peningkatan kadar gas di dalam sistem pencernaan yang bisa menyebabkan perut kembung dan begah.
7. Minuman Berkafein dan Bersoda
Minuman berkafein dan bersoda diketahui dapat memicu produksi asam lambung secara drastis hingga rentan menimbulkan berbagai gejala penyakit asam lambung, seperti heartburn, mual, perut begah, dan lain-lain. Selain itu, minuman berkafein dan bersoda juga dapat menyebabkan sulit tidur dan menimbun banyak lemak.
Adapun beberapa contoh makanan dan minuman berkafein adalah teh, kopi, soda, cokelat, dan minuman berenergi.
Boleh saja jika ingin mengonsumsi makanan tersebut selama masih dalam batas wajar atau tidak berlebihan. Namun, akan lebih baik jika mengonsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang saat berbuka puasa guna membantu memenuhi asupan nutrisi tubuh dengan baik.
Untuk mengetahui saran atau rekomendasi terkait asupan makanan dan minuman yang tepat selama berpuasa, Anda bisa berkonsultasi langsung dengan Dokter Spesialis Gizi Klinik di Siloam Hospitals terdekat.
Saat ini, Siloam Hospitals menyediakan paket Catering Sehat dari layanan Siloam at Home yang dapat Anda manfaatkan sebagai langkah memperbaiki pola makan selama menjalani ibadah puasa. Tenang saja, paket katering ini juga akan disesuaikan oleh ahli gizi kami berdasarkan kebutuhan gizi atau pantangan yang perlu Anda terapkan.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals TB Simatupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
Dr. dr. Samuel Oetoro, MS, SpGK (K)
Gizi Klinik
Subspesialis Nutrisi pada Kelainan Metabolisme Gizi
MRCCC Siloam Hospitals Semanggi
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals TB Simatupang
Tersedia :
Tersedia hari ini








