6 Manfaat Asparagus untuk Kesehatan dan Efek Sampingnya
Pola Hidup Sehat

6 Manfaat Asparagus untuk Kesehatan dan Efek Sampingnya

27 Desember 2024 3 menit waktu baca
manfaat asparagus

 

Asparagus merupakan jenis sayuran yang bisa dikonsumsi mentah atau dimasak. Biasanya, asparagus dijadikan bahan utama pada menu sup dan salad. Pemanfaatan asparagus dalam sajian kuliner bukanlah tanpa alasan. Konsumsi asparagus dapat memberikan efek positif untuk kesehatan tubuh. Lantas, apa saja manfaat asparagus? Mari simak pembahasannya secara komprehensif di bawah ini.

 

Kandungan Asparagus

 

Asparagus dikenal sebagai sayuran yang kaya nutrisi, namun rendah garam. Sebagian besar kandungan asparagus adalah air. Selebihnya, asparagus diketahui memiliki kandungan beberapa nutrisi berikut:

 

  • Betakaroten.

  • Kalori.

  • Lemak baik.

  • Kalsium.

  • Magnesium.

  • Tembaga.

  • Zink.

  • Mangan.

  • Selenium.

  • Protein.

  • Serat.

  • Vitamin B6, C, A, E, dan K.

  • Kromium.

  • Riboflavin.

  • Niasin.

  • Asam folat.

  • Fosfor.

  • Thiamin.

 

Manfaat Asparagus

 

Berasal dari bahasa Yunani, asparagus berarti muncul. Sayuran ini merupakan sayuran hijau pertama yang tumbuh setelah musim dingin berakhir. Pertama kali dihidangkan sebagai makanan di Mediterania ribuan tahun yang lalu, asparagus kini menjadi sayuran yang populer untuk menu diet karena rasanya lembut dan bisa disajikan menjadi berbagai macam hidangan. Berikut adalah beberapa manfaat asparagus untuk kesehatan tubuh:

1. Membantu Menurunkan Kolesterol dan Tekanan Darah

 

Berdasarkan artikel pada Journal of Functional Foods (2020), konsumsi asparagus diketahui dapat membantu mengontrol kadar kolesterol. Asparagus dapat meningkatkan kapasitas pengikatan asam empedu selama proses pencernaan. Kemampuan mengikat asam empedu asparagus lebih kuat jika dibandingkan jenis sayuran lain, seperti brokoli, wortel, terong, dan kacang hijau.

 

Selain itu, kandungan kalium dalam asparagus juga mampu membantu menurunkan kolesterol dan mengatur detak jantung. Asparagus yang memiliki kandungan serat tidak larut juga dapat mengikat kolesterol dalam sistem pencernaan dan membantu mengeluarkannya sebelum diserap oleh tubuh.

 

2. Membantu Menjaga Kesehatan Pencernaan

 

Asparagus mengandung serat yang dapat membantu fungsi perut dan usus. Menurut artikel pada jurnal Food Research International (2023), bagian-bagian dari tanaman asparagus kaya dengan mineral penting, antioksidan, dan probiotik alami yang dapat memicu pertumbuhan bakteri baik. Serat dalam asparagus dapat menjadi makanan bakteri baik dan membantu tubuh mencerna makanan serta menyerap nutrisi penting. 

 

3. Membantu Meningkatkan Imunitas

 

Asparagus mengandung agen antioksidan dan antiradang. Selain itu, artikel pada jurnal Journal of Functional Foods (2020) menunjukkan bahwa ekstrak asparagus dapat meningkatkan imunitas dengan berbagai cara, seperti mengoptimalkan aktivitas sel darah merah atau putih dan produksi antibodi.

 

4. Membantu Mendukung Kesehatan Reproduksi

 

Kandungan saponin dalam asparagus tergolong tinggi sehingga memberikan rasa pahit yang khas. Berdasarkan review pada jurnal Phytomedicine (2021), asparagus mengandung saponin protodioscin yang dapat menjaga kesehatan ovarium, meningkatkan libido pascamenopause, serta membantu melawan sel-sel kanker ovarium.

 

5. Membantu Meningkatkan Kesehatan Ibu Hamil

 

Artikel pada jurnal Metabolites (2020) menyatakan bahwa kandungan folat yang tinggi pada pucuk asparagus memiliki manfaat kesehatan tambahan bagi ibu hamil. Hal ini dikarenakan folat dapat membantu tubuh membentuk sel-sel baru dan membantu mencegah terjadinya cacat otak atau sumsum tulang belakang pada janin.

 

6. Memberikan Perlindungan Terhadap Kanker

 

Seperti yang disebutkan pada poin sebelumnya, asparagus memiliki kandungan yang bersifat antikanker. Berdasarkan artikel pada jurnal Anticancer Research (2022), sayuran asparagus dan ekstraknya juga diketahui dapat membantu mengatasi kanker pankreas dengan cara menghambat proliferasi sel kanker. 

 

Risiko Efek Samping Asparagus

 

Asparagus umumnya termasuk sebagai sayuran yang aman dikonsumsi. Namun, konsumsi asparagus dapat mengubah warna dan bau urine. Asparagus mengandung asam asparagus, yaitu senyawa yang mengandung sulfur. Bau menyengat urine setelah mengonsumsi asparagus merupakan efek dari pemecahan sulfur tersebut. Namun, hal ini tidak membahayakan kesehatan.

 

Sebagai catatan, asparagus disarankan untuk tidak dikonsumsi dalam jumlah berlebihan, terlebih bagi seseorang yang menjalani pengobatan dengan mengonsumsi obat antikoagulan (pengencer darah). Asparagus yang kaya dengan vitamin K dapat menghambat kerja obat antikoagulan sehingga membuatnya kurang efektif.

 

Meski asparagus memiliki sejumlah manfaat, Anda tetap disarankan untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Gizi Klinik di Siloam Hospitals terdekat terlebih dahulu untuk mengetahui takaran asupan asparagus yang tepat dan aman sesuai kondisi tubuh.

 

Dokter akan melakukan diagnosis dan memberikan rekomendasi diet sesuai dengan kebutuhan nutrisi setiap pasien. Dokter juga akan memastikan prosedur diagnosis dapat dilakukan sesuai dengan ketersediaan fasilitas kesehatan di masing-masing rumah sakit sehingga tahapannya bisa berbeda-beda.

 

Jika ingin berkonsultasi seputar program diet dengan lebih mudah, Anda bisa menggunakan fitur Telekonsultasi di aplikasi MySiloam. Gunakan juga fitur-fitur lain yang tersedia di MySiloam, seperti fitur untuk mengetahui jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, dan mengecek hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh MySiloam sekarang untuk memanfaatkan berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

Sumber

Healthline. 7 Reasons You Should Eat More Asparagus. Diakses pada 2024 | Health. 9 Health Benefits of Asparagus. Diakses pada 2024 | MediciNet. What Happens If You Eat Asparagus Every Day?. Diakses pada 2024 | WebMD. Asparagus: Health Benefits, Nutrition Facts, and How to Prepare It. Diakses pada 2024 | ScienceDirect. The bioactive compounds and biological functions of Asparagus officinalis L. – A review. Diakses pada 2024 | ScienceDirect. Nutritional composition of green asparagus (Asparagus officinalis L.), edible part and by-products, and assessment of their effect on the growth of human gut-associated bacteria. Diakses pada 2024 | National Library of Medicine. Asparagus officinalis Exhibits Anti-Tumorigenic and Anti-Metastatic Effects in Ovarian Cancer. Diakses pada 2024 | MDPI. Green and White Asparagus (Asparagus officinalis): A Source of Developmental, Chemical and Urinary Intrigue. Diakses pada 2024 | Anticancer Research. The Effect of Asparagus Extract on Pancreatic Cancer: An Intriguing Surprise. Diakses pada 2024 | SciencDirect. Tribulus terrestris and female reproductive system health: A comprehensive review. Diakses pada 2024 |

Dokter Kami
dr-lanny-christiawati-spgk

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Lanny Christiawati, SpGK

Gizi Klinik

Spesialis Gizi Klinik


Siloam Hospitals TB Simatupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-samuel-oetoro-spgk

Kunjungi Rumah Sakit

Dr. dr. Samuel Oetoro, MS, SpGK (K)

Gizi Klinik

Subspesialis Nutrisi pada Kelainan Metabolisme Gizi


MRCCC Siloam Hospitals Semanggi

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-christopher-andrian-mgizi-spgk

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Christopher Andrian, M.Gizi, SpGK

Gizi Klinik

Spesialis Gizi Klinik


Siloam Hospitals TB Simatupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail