Mengenal 10 Jenis Mekanisme Pertahanan Diri Manusia
Kesehatan Mental

Mengenal 10 Jenis Mekanisme Pertahanan Diri Manusia

27 Oktober 2025 6 menit waktu baca
Mekanisme pertahanan diri

Dalam dunia psikologi, mekanisme pertahanan diri adalah cara seseorang untuk memberikan proteksi kepada diri sendiri terhadap hal-hal yang tidak menyenangkan. Teori mekanisme pertahanan diri, atau dalam bahasa Inggris disebut sebagai defense mechanism, digagas oleh Sigmund Freud dan Anna Freud. Kolaborasi ayah dan anak ini menghasilkan temuan tentang cara melindungi ego (ego defenses) yang hingga saat ini masih relevan.

 

Terdapat sejumlah bentuk pertahanan diri dalam teori Freud. Mari kenali selengkapnya melalui ulasan di bawah ini.

 

Apa itu Mekanisme Pertahanan Diri (Defense Mechanism)?

 

Mekanisme pertahanan diri atau defense mechanism adalah strategi proteksi yang berasal dari alam bawah sadar seseorang. Secara tidak sadar, seseorang akan melindungi dirinya sendiri agar perasaannya tidak terluka dari suatu hal atau situasi yang kurang menyenangkan dan tidak nyaman.

 

Defense mechanism bukanlah hal yang bertujuan untuk mengatasi masalah dalam bersosialisasi, melainkan reaksi yang secara spontan dilakukan oleh seseorang. Dengan kata lain, pertahanan diri seseorang akan secara otomatis aktif ketika menghadapi hal-hal yang dapat memicu perasaan negatif, seperti marah, sedih, kecewa, takut, dan malu.

 

Alih-alih bereaksi dengan emosi yang meluap-luap, seseorang akan berkompromi dengan dirinya sendiri dengan cara mengaktifkan defense mechanism atau mekanisme pertahanan diri.

 

Cara Kerja Mekanisme Pertahanan Diri

 

Mekanisme pertahanan diri adalah cara seseorang bereaksi untuk melindungi dirinya sendiri terhadap suatu situasi yang berdampak negatif secara emosional. Cara kerjanya diawali dengan identifikasi stressor oleh alam bawah sadar. Jika suatu situasi dirasa dapat melukai perasaan, maka mekanisme pertahanan diri akan diaktifkan secara otomatis.

 

Seperti yang disebutkan sebelumnya, defense mechanism adalah hal yang tidak bisa langsung diidentifikasi secara fisik. Seseorang mungkin saja terlihat normal ketika menyikapi masalah, tetapi mekanisme pertahanan dirinya sudah bekerja dengan sendirinya.

 

Meskipun cukup berguna dalam menghadapi permasalahan interaksi sosial sehari-hari, mekanisme pertahanan diri ini sebaiknya tidak diterapkan terus-menerus. Sebab, beberapa jenis defense mechanism dapat berdampak negatif dan memperburuk kondisi psikologis seseorang yang bisa dilihat dari tanda-tanda sebagai berikut:

 

  • Mudah merasa sedih atau depresi.

  • Menghindari aktivitas sehari-hari atau hal-hal yang biasanya suka dilakukan.

  • Menghindari interaksi dengan orang-orang yang awalnya dekat atau disukai. 

  • Kesulitan menjalin hubungan sehat dengan orang lain.

  • Tidak ingin bangun dari tempat tidur.

  • Mengalami masalah komunikasi yang mengganggu kehidupan sehari-hari.

 

10 Bentuk Mekanisme Pertahanan Diri

 

Terdapat beberapa jenis defense mechanism yang umumnya ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Adapun sepuluh bentuk mekanisme pertahanan diri berdasarkan teori Freud adalah:

 

1. Denial (Penyangkalan)

 

Di antara jenis-jenis mekanisme pertahanan diri manusia, denial merupakan mekanisme yang paling umum ditemui dan diketahui, serta merupakan langkah pertama dari pertahanan diri yang diaktifkan oleh alam bawah sadar manusia. Di tahap ini, seseorang akan menolak atau menyangkal suatu fakta yang ada di hadapannya. Dengan begitu, orang tersebut tidak akan merasa terluka.

 

2. Repression (Represi)

 

Dalam mekanisme pertahanan diri ini, seseorang akan memilih untuk menyembunyikan atau menghalangi masalah-masalah tersebut masuk ke dalam alam bawah sadarnya. Daripada memilih untuk menghadapi masalah di depannya, mekanisme pertahanan diri repression akan mendorong seseorang untuk melupakan atau tak mau mengakui realita tersebut sama sekali.

 

3. Regression (Regresi)

 

Regresi terjadi ketika seseorang yang merasa terancam atau gelisah secara tidak sadar melakukan reaksi pelarian dengan cara yang sama ketika seseorang tersebut masih kecil. Contoh mekanisme pertahanan diri regression adalah orang dewasa yang mengalami trauma akibat hubungan yang tidak sehat akan memeluk boneka-boneka dari masa kecilnya ketika tidur.

 

4. Projection (Proyeksi)

 

Penilaian seseorang terhadap orang lain di sekitarnya memiliki peran penting dalam bentuk mekanisme pertahanan diri projection. Seseorang akan mengaktifkan mekanisme pertahanan diri projection ketika merasa tidak nyaman dengan orang lain. 

 

Sebagai contoh, seseorang tidak menyukai teman barunya namun alih-alih menerima perasaan tersebut, seseorang memilih untuk meyakinkan dirinya sendiri bahwa teman barunya lah yang membenci dirinya. Ia akan menafsirkan segala perkataan atau perilaku teman barunya tersebut dengan cara yang sangat buruk, walaupun teman barunya itu sebenarnya tidak membencinya.

 

5. Rationalization (Rasionalisasi)

 

Rasionalisasi merupakan jenis defense mechanism di mana seseorang berusaha membenarkan kesalahan atau perasaan bersalah dirinya dengan memunculkan sebuah gagasan atau fakta yang dibuat sendiri. Dengan begitu, seseorang akan merasa lebih nyaman dengan pilihan yang diambil walaupun ia menyadari bahwa hal tersebut tidak benar.

 

Misalnya, seseorang yang menghindari perasaan bersalah akibat telat mengumpulkan berkas di luar jam kerja atau terlambat datang ke kantor. Untuk menghindari rasa bersalah atau malu tersebut, ia akan beralasan bahwa rumahnya jauh atau jalanan macet. Padahal sebenarnya alasan tersebut bisa dihindari dengan segera mengerjakan tugas atau berangkat kerja lebih awal. 

 

6. Displacement (Pengalihan)

 

Ketika menghadapi masalah dengan orang lain, defense mechanism seseorang bisa muncul dalam bentuk displacement atau pengalihan. Hal ini dilakukan dengan mencari seseorang atau sebagai tempat pelampiasan rasa emosi dan frustasi yang kuat. Contoh mekanisme pertahanan diri displacement adalah marah atau bertindak kasar kepada anggota keluarga di rumah karena stres dengan masalah kantor.

 

7. Reaction Formation (Formasi Reaksi)

 

Tipe mekanisme pertahanan diri ini ditandai dengan seseorang yang melakukan tindakan berlawanan dengan apa yang ia rasakan. Biasanya, mekanisme formasi reaksi aktif ketika seseorang bertemu dengan orang lain yang tak disukainya.  Sebagai contoh, seorang karyawan bersikap baik dan ramah secara terpaksa ketika menghadapi atasan yang kurang ia sukai.

 

8. Sublimation (Sublimasi)

 

Saat menghadapi situasi yang sulit, seseorang dengan mekanisme pertahanan diri sublimation akan mengalihkan perasaan atau emosinya ke kegiatan-kegiatan yang positif. Jenis mekanisme pertahanan diri ini dianggap sebagai strategi pertahanan yang positif dan dewasa. Sebagai contoh, mencari ketenangan dengan memainkan alat musik favorit untuk melampiaskan kemarahannya terhadap seseorang atau suatu hal.

 

9. Intellectualization (Intelektualisasi)

 

Ketika sedang menghadapi permasalahan, seseorang bisa mengabaikan semua emosi di dalam dirinya dan fokus ke hal-hal konkrit dalam realita hidup. Inilah yang disebut dengan intellectualization.

 

Contoh dari bentuk dari pertahanan diri ini bisa dilihat dari usaha seseorang dalam menelusuri dan membuat daftar lowongan kerja sesegera mungkin setelah kehilangan pekerjaan. Alih-alih berkutat dalam kesedihan, seseorang dengan intellectualization defense mechanism lebih berfokus untuk segera mencari peluang kerja yang baru.

 

10. Compartmentalization (Kompartementalisasi)

 

Seseorang dapat membagi kehidupannya ke dalam sektor-sektor yang berbeda. Sehingga, ketika terjadi masalah pada salah satu sektor, seseorang dapat melindungi sektor-sektor lainnya. Sebagai contoh, seseorang memilih untuk tidak mendiskusikan masalah pribadinya di lingkungan kerja. Hal ini dilakukan untuk menghindari rasa cemas akibat opini orang lain.

 

Sekian pembahasan tentang cara kerja mekanisme pertahanan diri dan jenis-jenisnya. Agar terhindar dari rasa cemas dan kondisi psikologis yang berpotensi mengganggu aktivitas sehari-hari, segera kunjungi Siloam Hospitals terdekat apabila Anda merasakan hal-hal yang tidak biasa terkait kesehatan mental.

 

Jangan biarkan stigma negatif tentang gangguan kesehatan mental menghentikan Anda dalam mencari perawatan yang terbaik. Sama seperti tubuh, jiwa juga butuh perhatian dan perawatan dari profesional. Untuk memudahkan Anda dalam mendapatkan bantuan psikolog atau psikiater, Anda dapat memanfaatkan fitur Telekonsultasi.


Fitur ini memungkinkan Anda untuk berkonsultasi langsung secara online dan berdiskusi virtual dengan dokter terkait. Dokter pun dapat meresepkan obat yang sesuai dengan kondisi pasien. Temukan fitur Telekonsultasi dalam aplikasi MySiloam dan manfaatkan berbagai fitur kesehatan berguna lainnya. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang dan jaga selalu kesehatan Anda #BersamaSiloam!

 

telechat

message

ArticleDetail