Mengenal Chondrosarcoma, Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya
Kesehatan Tubuh

Mengenal Chondrosarcoma, Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

26 Mei 2025 4 menit waktu baca
chondrosarcoma adalah

Chondrosarcoma adalah jenis tumor tulang ganas yang bermula dari sel-sel tulang rawan. Kondisi ini biasanya terjadi pada tulang rawan di area tulang panggul, paha, lengan, atau lutut. Chondrosarcoma juga bisa memengaruhi bagian tulang lain, seperti tulang rusuk, meski jarang terjadi.

 

Sebetulnya, apa penyebab chondrosarcoma? Bagaimana cara mengobatinya? Untuk mengetahui informasi lengkap mengenai chondrosarcoma, Anda dapat menyimak artikel berikut ini sampai tuntas.

 

Apa itu Chondrosarcoma?

 

Kanker tulang adalah kondisi medis berupa munculnya pertumbuhan sel-sel abnormal dan tidak terkendali (tumor) pada tulang. Kondisi ini dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu kanker tulang primer (kanker berasal dari jaringan tulang itu sendiri) dan kanker tulang sekunder (kanker berasal dari bagian tubuh lain yang kemudian menyebar ke tulang). 

 

Chondrosarcoma adalah jenis kanker tulang primer yang berasal dari sel tulang rawan (kartilago). Tulang rawan sendiri merupakan tulang yang tersusun dari jaringan ikat, dan bersifat fleksibel serta elastis, namun tidak kalah kokoh dengan jenis tulang lainnya. Jaringan ikat ini merupakan tempat di mana sebagian besar tulang pada tubuh manusia berkembang.

 

Kondisi ini merupakan jenis kanker tulang primer kedua yang paling umum, yaitu mencakup sekitar 20% dari seluruh tumor ganas primer pada tulang. Chondrosarcoma biasanya timbul di panggul atau tulang panjang.

 

Penyebab Chondrosarcoma

 

Belum diketahui secara pasti apa penyebab terjadinya chondrosarcoma. Namun, para ahli mengetahui bahwa kondisi ini dimulai ketika terdapat mutasi genetik yang membuat sel-sel tubuh berkembang biak dengan cepat dan tidak terkendali. Sel-sel tersebut akan terakumulasi dan membentuk tumor yang bisa menyerang dan menghancurkan jaringan yang sehat.

 

Selain itu, sejumlah faktor yang diduga bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami chondrosarcoma adalah sebagai berikut:

 

  • Pertambahan usia. Chondrosarcoma paling sering terjadi pada orang dewasa paruh baya dan lansia.

  • Jenis kelamin. Chondrosarcoma lebih sering dialami oleh laki-laki.

  • Menderita penyakit tulang lain, seperti penyakit Ollier dan sindrom Maffucci yang bisa memicu pertumbuhan tumor tulang jinak (enchondroma). Dalam beberapa kasus, enchondroma bisa berubah menjadi chondrosarcoma. Selain itu, osteochondroma (pertumbuhan tumor tulang jinak yang biasanya terjadi pada anak-anak dan remaja) juga bisa memicu terjadinya chondrosarcoma.

 

Gejala Chondrosarcoma

 

Chondrosarcoma adalah jenis kanker tulang yang biasanya berkembang secara perlahan. Karena itu, kondisi ini sering kali tidak menimbulkan gejala tertentu pada tahap awal. Namun, jika sudah semakin memburuk, chondrosarcoma bisa menimbulkan beberapa gejala yang beragam, tergantung pada lokasi tumbuhnya tumor. Beberapa gejala tersebut, di antaranya:

 

  • Munculnya benjolan bengkak berukuran besar pada area tulang yang terdampak. Lokasi yang paling sering terkena adalah tulang panggul, skapula (belikat), sternum (dada), diikuti oleh tulang femur (paha) bagian atas dan humerus (lengan) bagian atas.

  • Timbulnya sensasi seperti ditekan di sekitar benjolan.

  • Rasa nyeri yang semakin memburuk seiring berjalannya waktu, biasanya semakin parah pada malam hari. Rasa nyeri ini berlangsung selama bulanan atau tahunan. Jika tumor berada di tulang tengkorak kepala, hal tersebut dapat menyebabkan gangguan saraf atau neurologis.

  • Gangguan BAB atau BAK, terutama jika sel kanker menekan sumsum tulang belakang.

 

Diagnosis Chondrosarcoma

 

Langkah pertama yang dapat dilakukan untuk menegakkan diagnosis chondrosarcoma adalah wawancara medis (anamnesis) dengan pasien untuk mengetahui keluhan dan riwayat kesehatan pasien serta keluarga. Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk mengevaluasi kondisi tubuh pasien secara keseluruhan.

 

Lalu, beberapa pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan untuk membantu mengonfirmasi diagnosis chondrosarcoma adalah sebagai berikut:

 

 

Pengobatan Chondrosarcoma

 

Secara umum, metode pengobatan chondrosarcoma cenderung beragam. Dokter dapat menentukan metode pengobatan chondrosarcoma yang paling efektif dengan memperhatikan beberapa hal, mulai dari usia hingga preferensi pasien. Berikut uraian selengkapnya.

 

  • Usia pasien.

  • Riwayat kesehatan pasien.

  • Kondisi kesehatan pasien secara menyeluruh.

  • Jenis, tingkat keparahan, serta lokasi tumbuhnya kanker tulang.

  • Kemampuan tubuh dalam menoleransi obat-obatan hingga prosedur terapi.

  • Harapan pasien setelah menjalani pengobatan.

  • Preferensi pasien terhadap jenis pengobatan yang ingin dijalani.

 

Namun, beberapa metode yang kerap dilakukan untuk menangani chondrosarcoma adalah sebagai berikut:

 

1. Tindakan Operasi 

 

Tindakan operasi merupakan metode yang paling sering dilakukan untuk menangani chondrosarcoma. Melalui tindakan operasi, dokter dapat mengangkat tumor ganas pada tulang rawan serta jaringan di sekitarnya jika diperlukan. Dokter juga dapat melakukan limb salvage surgery untuk mengganti tulang yang terdampak dengan tulang buatan. Pada beberapa kasus yang parah, dokter mungkin akan melakukan tindakan amputasi.

 

2. Radioterapi

 

Radioterapi merupakan salah satu prosedur terapi kanker yang menggunakan teknologi radiasi untuk membunuh sel-sel kanker di dalam tubuh. Radioterapi biasanya dilakukan untuk menangani chondrosarcoma pada bagian tubuh yang sulit dijangkau, seperti bagian bawah tengkorak. Radiasi juga dapat digunakan untuk mengendalikan kanker yang menyebar ke area lain di tubuh.

 

3. Fisioterapi

 

Setelah melakukan tindakan medis di atas, dokter juga dapat merekomendasikan pasien chondrosarcoma untuk menjalani terapi fisik atau fisioterapi. Terapi ini dilakukan untuk membantu mengembalikan kekuatan dan fleksibilitas bagian tubuh yang terdampak setelah menjalani tindakan operasi.

 

Pada dasarnya, chondrosarcoma adalah kondisi medis yang perlu segera ditangani dengan tepat agar tidak menimbulkan komplikasi yang lebih serius. Bila Anda mengalami gejala-gejala chondrosarcoma seperti ulasan di atas, sebaiknya segera konsultasikan hal tersebut dengan dokter di Siloam Hospitals terdekat untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan medis yang tepat.

 

Anda juga bisa mengunjungi MRCCC Siloam Hospitals Semanggi yang menjadi pusat unggulan kanker di Indonesia. MRCCC Siloam Hospitals Semanggi didukung dengan berbagai fasilitas medis berteknologi canggih sehingga bisa memberikan deteksi dini hingga pengobatan kanker secara komprehensif.

 

Agar lebih praktis, gunakan fitur Cari Dokter atau aplikasi MySiloam untuk memudahkan Anda dalam melihat informasi jadwal praktik serta membuat appointment dengan dokter pilihan. Anda pun bisa memanfaatkan MySiloam untuk memesan paket medical check up, memeriksa hasil pemeriksaan, hingga berkonsultasi langsung dengan dokter secara virtual. Mari percayakan kesehatan Anda #BersamaSiloam!

 

Aplikasi My Siloam (1)

Dokter Kami
dr-made-o-mahendra-spot-mbiomed

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Made Oka Mahendra, SpOT, M.Biomed

Ortopedi (Tulang)

Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-su-djie-to-rante-m-biomed-spot

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Su Djie To Rante, M. Biomed., SpOT, Subsp. P.L(K)

Ortopedi (Tulang)

Subspesialis Panggul dan Lutut


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-henry-tanzil-spotk

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Henry Tanzil, M. Kes, SpOT (K), FICS

Ortopedi (Tulang)

Subspesialis Panggul dan Lutut


Siloam Hospitals Makassar

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail