Kesehatan Tubuh
Divertikulum Uretra - Penyebab, Gejala, & Cara Mengatasinya

Table of Contents
Divertikulum uretra (urethral diverticulum) adalah kondisi medis akibat terbentuknya kantong kecil di sepanjang uretra. Kondisi ini sebenarnya bisa dialami oleh siapa saja, namun lebih sering ditemukan pada wanita. Urethral diverticulum dapat menyebabkan nyeri saat sedang buang air kecil atau berhubungan seksual. Mari simak pembahasan selengkapnya dalam artikel berikut ini.
Apa itu Divertikulum Uretra?
Uretra adalah saluran yang menghubungkan kandung kemih dengan tempat keluarnya urine saat seseorang buang air kecil. Kondisi yang dikenal dengan divertikulum uretra terjadi ketika ada kantong yang tumbuh atau terbentuk di sepanjang uretra. Akibat lokasinya, kantong ini dapat terisi oleh urine dan nanah. Pada akhirnya, hal ini dapat menyebabkan infeksi serta masalah lainnya.
Kondisi ini tergolong cukup langka (sekitar 1–6% wanita dewasa ditemukan mengalami divertikulum uretra). Wanita berusia 40–70 tahun menjadi kelompok yang paling sering mengalami kondisi ini. Urethral diverticulum jarang atau bahkan hampir tidak pernah terjadi pada anak-anak, kecuali yang pernah menjalani operasi uretra.
Penyebab Divertikulum Uretra
Hingga kini, belum diketahui secara pasti apa penyebab divertikulum uretra. Namun, kondisi ini sering dikaitkan dengan infeksi berulang yang mengakibatkan kelemahan pada dinding uretra. Penyumbatan pada kelenjar di dekat uretra serta trauma saat melahirkan juga diketahui dapat meningkatkan risiko timbulnya urethral diverticulum. Pada pria, kondisi ini bisa disebabkan oleh kelainan bawaan lahir ataupun trauma uretra akibat pemasangan kateter urine yang tidak baik.
Gejala Divertikulum Uretra
Urethral diverticulum pada wanita sering kali menyebabkan ketidaknyamanan di daerah panggul akibat adanya massa. Gejala bisa timbul dan hilang, bahkan pada sebagian penderita kondisi ini tidak bergejala. Namun terdapat tiga gejala khas yang sering ditemukan, yaitu urine yang menetes setelah berkemih (dribbling), nyeri saat buang air kecil, dan nyeri ketika berhubungan seksual (dispareunia).
Selain gejala khas tersebut, berbagai gejala yang bisa timbul akibat divertikulum uretra, baik pada pria dan wanita adalah sebagai berikut:
-
Sering mengalami infeksi saluran kemih.
-
Nyeri pada panggul.
-
Terasa adanya benjolan pada vagina.
-
Urine berdarah (hematuria).
-
Nokturia (merasa perlu buang air kecil beberapa kali di malam hari).
-
Keputihan pada wanita.
-
Penyumbatan saluran kemih.
-
Kesulitan mengosongkan kandung kemih.
-
Inkontinensia urine (sering mengompol).
Diagnosis Divertikulum Uretra
Urethral diverticulum biasanya terdeteksi saat pemeriksaan panggul rutin atau ketika pasien menceritakan tentang gejala yang sedang dirasakannya. Setelah mendengar keluhan pasien, dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan fisik untuk mencari tahu penyebab timbulnya gejala tersebut.
Saat pemeriksaan fisik, dokter akan meraba dinding vagina (pada wanita) untuk menemukan adanya massa (benjolan) serta mengidentifikasi lokasi penyakit. Bila dokter mendeteksi adanya kantong, dokter akan menekannya dengan lembut untuk melihat apakah terdapat urine atau nanah yang keluar.
Dokter juga dapat merekomendasikan pasien untuk melakukan beberapa pemeriksaan penunjang, seperti:
-
Tes urine (urinalisis).
-
MRI (magnetic resonance imaging).
-
USG (ultrasonografi).
-
Voiding cystourethrography (VCUG).
Pengobatan Divertikulum Uretra
Pembedahan adalah cara utama dalam mengobati urethral diverticulum. Namun, tidak semua pasien dengan kondisi ini memerlukan pembedahan. Sebelum menjalani operasi, pasien biasanya memilih untuk menunggu dan melihat perkembangannya, apakah kantong bertambah besar atau gejalanya semakin parah.
Indikasi dilakukannya pembedahan adalah jika gejala yang semakin memberat, infeksi saluran kemih berulang, nyeri hebat, serta terdapat kondisi penyerta lainnyaseperti retensi urine (urine tidak dapat dikeluarkan), batu uretra, hingga keganasan.
Prosedur pembedahannya pun harus dilakukan secara hati-hati agar tidak merusak uretra. Adapun beberapa pilihan operasi adalah sebagai berikut:
-
Pemotongan ke leher kantong.
-
Membuat bukaan permanen kantong ke dalam vagina.
-
Menghilangkan kantong.
Mengingat bahwa fungsi uretra bagi tubuh cukup vital, yakni sebagai tempat keluarnya urine, sangat penting untuk menjaga kesehatannya sebaik mungkin. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Urologi di Siloam Hospitals bila mengalami keluhan yang berkaitan dengan uretra atau sistem urinaria lainnya. Anda dapat menggunakan aplikasi MySiloam untuk menemukan jadwal dokter, booking, atau buat janji dengan dokter terkait.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Ambon
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
Skrining Hidup Sehat Basic
Penawaran Spesial, Skrining Lite
11 Service/Item
Rp649.000
TERPOPULER
Complete Urinalysis (Chem & Sed) / Urine Lengkap
Infeksi, Skrining Ginjal, Urin
1 Service/Item
Rp76.500
TERPOPULER
Complete Abdomen USG / USG Perut
USG
Rp676.000
1.5T MRI Urography Non Contrast
MRI / MRA
Rp3.192.000
TERPOPULER
USG LOWER ABDOMEN
USG
Rp543.000







