Empty Sella Syndrome: Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya
Kesehatan Tubuh

Empty Sella Syndrome: Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

13 Mei 2025 5 menit waktu baca
empty sella syndrome

Empty sella syndrome adalah kondisi langka ketika tempat kelenjar pituitari berada, yaitu pada sella turcica di tulang tengkorak kepala, terlihat kosong karena kelenjar pituitari menjadi rata atau menyusut akibat adanya masalah tertentu. Kondisi ini dapat menyebabkan gangguan keseimbangan hormon, nyeri kepala, hingga gangguan penglihatan. Mari kenali lebih jauh mengenai empty sella syndrome dalam artikel berikut ini.

 

Apa itu Empty Sella Syndrome?

 

Kelenjar pituitari terletak di sella turcica atau fossa hipofisis. Sella turcica merupakan suatu struktur tulang berbentuk mangkuk yang berada di dasar otak yang berfungsi untuk melindungi kelenjar pituitari. Pada kondisi otak yang normal, kelenjar pituitari biasanya hampir memenuhi sella turcica.

 

Seperti yang telah dijelaskan, empty sella syndrome (ESS) atau arachnoidocele adalah kondisi ketika kelenjar pituitari di dalam otak menyusut atau mengecil, sehingga sella turcica terlihat seperti kosong. Sebagai informasi, kelenjar pituitari adalah bagian dari sistem endokrin yang menghasilkan berbagai jenis hormon. Kelenjar ini juga berfungsi memberitahu kelenjar dalam sistem endokrin lainnya untuk melepaskan hormon. Kelenjar tersebut termasuk:

 

  • Kelenjar adrenal.

  • Kelenjar tiroid.

  • Ovarium atau testis.

 

Sebetulnya, apakah empty sella syndrome berbahaya? Dalam kebanyakan kasus, ESS biasanya tidak menyebabkan gangguan pada fungsi hormon. Namun, pada beberapa kasus lainnya, ESS bisa menyebabkan terjadinya ketidakseimbangan kadar hormon di dalam tubuh yang bisa memicu berbagai gangguan kesehatan, seperti disfungsi seksual, menstruasi tidak teratur, mudah lelah, dan lain sebagainya.

 

ESS merupakan kasus yang langka. Insidensi ESS sendiri baru meningkat akhir-akhir ini yang kemungkinan besar disebabkan oleh kemajuan dalam studi pencitraan. Namun, insiden yang pernah dilaporkan terjadi pada 6% hingga 20% kasus otopsi dan juga diperkirakan terjadi pada sekitar 38% pasien yang menjalani pemeriksaan pencitraan.

 

Penyebab Empty Sella Syndrome

 

Berdasarkan penyebabnya, empty sella syndrome dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu primer dan sekunder. Dalam kebanyakan kasus, jenis ESS yang paling sering terjadi adalah ESS sekunder. Berikut adalah penjelasan dari masing-masing jenis ESS.

 

Penyebab empty sella syndrome primer

 

Kondisi ini terjadi ketika salah satu lapisan yang menutupi bagian luar otak (arachnoid) menonjol ke dalam sella turcica dan menekan kelenjar pituitari. Belum diketahui secara pasti apa penyebab terjadinya hal tersebut. Namun, para ahli menduga bahwa kondisi ini disebabkan oleh kelainan bawaan pada jaringan yang melapisi otak, sehingga menyebabkan cairan serebrospinal (cairan yang berada di sekitar otak dan sumsum tulang belakang) masuk ke dalam sella turcica.

 

Orang dengan ESS primer mungkin memiliki kadar hormon prolaktin yang tinggi sehingga dapat mengganggu fungsi normal testis dan ovarium. ESS primer paling sering terjadi pada orang dewasa dan lebih sering ditemukan pada jenis kelamin perempuan. Kondisi ini juga sering dikaitkan dengan obesitas serta tekanan darah tinggi.

 

Penyebab empty sella syndrome sekunder

 

Empty sella syndrome sekunder terjadi ketika kelenjar pituitari atau sella turcica mengalami kerusakan akibat kondisi tertentu. Adapun sejumlah kondisi yang bisa menyebabkan kerusakan kelenjar pituitari atau sella turcica dan memicu terjadinya ESS sekunder adalah:

 

  • Tumor otak.

  • Pituitary adenomas (tumor yang berkembang pada kelenjar pituitari).

  • Idiopathic intracranial hypertension, yaitu peningkatan tekanan di dalam tengkorak akibat adanya penumpukan cairan serebrospinal di sekitar otak.

  • Efek samping terapi radiasi.

  • Trauma atau cedera di area kepala, seperti cedera otak traumatik.

  • Sheehan's syndrome, yaitu kondisi ketika seseorang kehilangan darah dalam jumlah banyak saat melahirkan, sehingga mengakibatkan tubuh kekurangan oksigen. Kurangnya oksigen di dalam darah dapat menyebabkan kerusakan pada kelenjar pituitari.

 

Gejala Empty Sella Syndrome

 

Dalam beberapa kondisi, penumpukan cairan serebrospinal di dalam sella turcica tidak berdampak pada fungsi kelenjar pituitari secara keseluruhan. Hal tersebut membuat ESS tidak menimbulkan gejala tertentu. Namun, jika telah memengaruhi fungsi kelenjar pituitari, ESS dapat menimbulkan sejumlah gejala yang meliputi:

 

  • Nyeri kepala.

  • Tekanan darah tinggi.

  • Kelelahan.

  • Impotensi (pada pria).

  • Penurunan gairah seksual.

  • Gangguan siklus menstruasi.

  • Infertilitas.

  • Keluarnya cairan abnormal dari puting payudara (galactorrhea).

 

Di sisi lain, pada kasus yang jarang terjadi, ESS juga dapat memicu terjadinya beberapa gejala berikut ini:

 

  • Adanya sensasi tekanan berlebih di dalam tengkorak.

  • Kebocoran cairan serebrospinal ke rongga hidung (cerebrospinal rhinorrhea).

  • Pembengkakan diskus optikus karena peningkatan tekanan kranial (papilledema).

  • Gangguan penglihatan.

 

Diagnosis Empty Sella Syndrome

 

Dalam menegakkan diagnosis empty sella syndrome, dokter akan terlebih dahulu melakukan anamnesis (wawancara medis) terkait dengan keluhan dan riwayat kesehatan pasien. Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh untuk mengevaluasi gejala-gejala yang dialami pasien.

 

Kemudian, dokter juga bisa melakukan tes pencitraan, seperti CT scan dan MRI kepala untuk mendeteksi keberadaan empty sella (kondisi ketika sella turcica terisi cairan serebrospinal). Terkadang, untuk memeriksa kadar hormon dalam darah dan tekanan di dalam otak, dokter juga dapat menggunakan beberapa pemeriksaan penunjang berikut ini:

 

  • Tes darah, untuk memeriksa kadar hormon di dalam darah.

  • Pemeriksaan mata khususnya pada lapisan retina.

  • Pungsi lumbal.

 

Pengobatan Empty Sella Syndrome

 

Apabila dokter menemukan empty sella melalui tes pencitraan namun kelenjar pituitari masih bisa berfungsi dengan baik, pasien mungkin tidak memerlukan tindakan medis tertentu. Dokter hanya akan menyarankan pasien untuk melakukan pemeriksaan rutin guna mengevaluasi kondisi kesehatannya secara berkala. Namun, jika kondisi tersebut telah memengaruhi fungsi kelenjar pituitari, dokter dapat melakukan beberapa metode pengobatan berikut ini:

 

  • Pemberian obat-obatan tertentu, seperti obat untuk membantu menyeimbangkan kadar hormon di dalam tubuh.

  • Tindakan operasi, terutama jika cairan serebrospinal bocor ke dalam rongga hidung.

 

Itu dia penjelasan lengkap mengenai penyebab, gejala, hingga pengobatan empty sella syndrome yang penting untuk dipahami. Namun, perlu diketahui bahwa penyebab dan gejala yang disebutkan di atas tidak secara spesifik mewakili sindrom ini.

 

Dengan kata lain, penyebab dan gejala tersebut juga bisa muncul pada kondisi medis lainnya. Maka dari itu, jika mengalami gejala-gejala yang dicurigai sebagai tanda ESS, sangat penting untuk mendapatkan evaluasi, diagnosis, dan penanganan yang tepat dan akurat dengan mengunjungi Dokter Spesialis Neurologi di Siloam Hospitals terdekat.

 

Tahapan prosedur pemeriksaan dan pengobatan yang Anda jalani bisa berbeda, tergantung pada fasilitas kesehatan yang tersedia di masing-masing rumah sakit. Dalam hal ini, tenaga medis profesional akan menentukan tindakan medis yang dilakukan sesuai dengan kondisi pasien.


Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk melihat jadwal praktik dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, serta memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

 

Digital Booking Radiologi

Dokter Kami
dr-kelvin-yuwanda-spn

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Kelvin Yuwanda, SpN, CIPS, AIFO-K

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-jerry-hartawan--sps

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Jerry Hartawan Saputra, SpN, M.Si.Med

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-dorothea-fortuna-meita-caturwulan-sps

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Dorothea Fortuna Meita Caturwulan, M.Kes, Sp.N, F.MIN, CIPS, FIPP

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail