Fraktur Patella: Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya
Kesehatan Tubuh

Fraktur Patella: Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

23 April 2025 5 menit waktu baca
fraktur patella adalah

 

Fraktur patella adalah patahnya tulang tempurung lutut yang biasanya disebabkan karena cedera traumatik. Jenis fraktur ini umum ditemukan dan sering kali dikarenakan oleh benturan langsung, seperti karena kecelakaan saat berkendara atau terjatuh. Lantas, bagaimana prosedur penanganannya? Mari cari tahu jawabannya melalui pembahasan di bawah ini.

 

Apa itu Fraktur Patella?

 

Seperti yang disebutkan sebelumnya, fraktur patella adalah patah tempurung lutut, yaitu tulang kecil berbentuk segitiga kecil yang terletak di depan sendi lutut. Disebut juga sebagai kneecap fracture, kondisi ini memiliki tingkat keparahan yang dimulai dari sederhana hingga kompleks. Pada kondisi yang parah, fraktur patella perlu dioperasi.

 

Penderita fraktur patella dapat mengalami kesulitan ketika menekuk atau meluruskan lututnya. Pada beberapa kasus, fraktur patella mungkin disertai dengan cedera pada tendon dan ligamen lutut yang disebabkan oleh benturan awal pada lutut. Tingkat kekuatan benturan yang bervariasi dapat menyebabkan cedera tempurung lutut bervariasi juga, dari retak hingga tulang patah menjadi bagian-bagian kecil.

 

Jenis fraktur patella dapat dibedakan menjadi 7 pola umum berdasarkan karakteristik patahan dan pergeseran fragmen tulangnya. Berikut penjelasannya:

 

  • Nondisplaced fracture (tidak bergeser): Pada jenis fraktur ini, tulang patella patah namun fragmen-fragmennya tetap berada di posisi yang hampir sama seperti semula, tanpa ada pergeseran signifikan. Jenis fraktur ini biasanya masih bisa diatasi dengan cara konservatif seperti imobilisasi dan tidak membutuhkan tindakan operasi.

  • Transverse with displaced fracture: Fraktur secara melintang di tulang tempurung lutut yang disertai dengan pergeseran fragmen yang cukup signifikan, sehingga tidak sejajar antara satu sama lain.jenis fraktur ini biasanya memerlukan tindakan pembedahan untuk mengembalikan pergeseran tulang ke posisi asalnya.

  • Inferior pole fracture (fraktur kutub bawah): Jenis fraktur ini terjadi pada ujung bawah (inferior) patela, biasanya di tempat tendon patella menempel.

  • Comminuted fracture without displacement (fraktur kominutif tanpa pergeseran): Tulang patella pecah menjadi beberapa fragmen kecil, tetapi tanpa adanya pergeseran dari posisi aslinya. 

  • Comminuted fracture with displacement (fraktur kominutif dengan pergeseran): Tulang patella pecah menjadi beberapa fragmen kecil, dan terjadi pergeseran fragmen tersebut dari posisi aslinya. Biasanya, jenis fraktur ini membutuhkan penanganan bedah yang cukup kompleks.

  • Vertical fracture: Fraktur yang patahnya mengikuti garis vertikal patella, membagi patella menjadi dua bagian yang lebih kecil.

  • Osteochondral fracture : Fraktur ini melibatkan kerusakan pada permukaan sendi patella.

 

Penyebab Fraktur Patella

 

Fraktur patella umumnya terjadi akibat cedera akibat benturan langsung pada lutut. Beberapa penyebabnya secara umum adalah:

 

  • Benturan langsung ke arah lutut, seperti terjatuh dengan terkena bagian lutut terlebih dahulu, terbentur dashboard saat kecelakaan mobil, atau terkena benturan benda keras seperti bola, pemukul, atau tongkat.

  • Luka tembak akibat insiden dengan senjata api.

  • Kontraksi otot paha (otot quadriceps) secara tiba-tiba dan kuat saat lutut dalam posisi fleksi (menekuk) sehingga tendon menarik patella sangat kuat, menyebabkan tulang patella gagal menahan tekanannya dan berakibat patah. 

 

Gejala Fraktur Patella

 

Patah tulang tempurung lutut ditandai dengan sejumlah gejala yang dapat menyebabkan rasa sakit dan tidak nyaman, seperti:

 

  • Memar di area lutut.

  • Nyeri di sekitar tempurung lutut atau pada bagian lutut.

  • Pembengkakan yang dapat menjadi semakin parah.

  • Perubahan bentuk pada tempurung lutut (deformitas).

  • Tidak mampu menekuk atau meluruskan lutut.

  • Tidak bisa menahan kaki tetap lurus.

  • Tulang menonjol keluar dari kulit lutut

  • Tidak mampu menahan beban, berdiri, atau berjalan.

 

Diagnosis Fraktur Patella

 

Dokter akan melakukan anamnesis (wawancara medis) untuk memastikan gejala yang diderita oleh penderita fraktur patella. Selain itu, dokter juga akan menanyakan tentang riwayat medis yang berkaitan dengan patah tulang, seperti cedera karena aktivitas olahraga atau kecelakaan.

 

Kemudian, dokter akan memeriksa cedera pada area lutut atau tempurung lutut. Tes fisik ini dilakukan dengan memeriksa gerakan lutut dan mengecek adanya kelainan bentuk (deformitas) pada area lutut. Dokter dapat melakukan beberapa tes khusus yakni pasien diminta untuk menekuk dan meluruskan kaki untuk menilai keterlibatan organ lain di sekitar area lutut.

 

Dokter juga dapat merekomendasikan pemeriksaan X-ray atau CT scan untuk mengidentifikasi fraktur dengan lebih akurat dan melihat adanya keretakan atau pecahan tulang. Di samping itu, dokter dapat mengecek luka dan tanda-tanda perdarahan pada rongga sendi (hemarthrosis) yang menyebabkan pembengkakan berlebihan.

 

Pengobatan Fraktur Patella

 

Metode pengobatan fraktur patella bervariasi tergantung pada karakteristik patahnya tulang patella, usia penderita, kondisi medis, dan faktor lainnya. Berikut beberapa pilihan opsi pengobatan yang umumnya direkomendasikan oleh dokter:

 

  • Apabila fraktur patella diikuti dengan hemarthrosis, maka dokter akan melakukan tindakan drainase sebagian darah dan cairan dari sendi untuk mengurangi pembengkakan dan rasa sakit.

  • Tindakan nonbedah biasanya disarankan untuk jenis fraktur dengan pergeseran minimal, atau fraktur patella dengan pergeseran namun memiliki kondisi medis lain yang berisiko tinggi untuk menjalani tindakan operasi. Tindakan nonbedah bisa dilakukan dengan menggunakan gips, bidai atau penyangga lutut, memberikan obat pereda nyeri, dan mengurangi aktivitas fisik selama kurang lebih 6 minggu. 

  • Tindakan pembedahan dilakukan apabila jenis fraktur tidak stabil, mengalami pergeseran yang signifikan, atau jika potongan tulang tidak bisa kembali ke posisi normal melalui tindakan nonbedah. Terdapat beberapa jenis tindakan pembedahan yang biasa dilakukan seperti Open Reduction and Internal Fixation (ORIF), partial patellectomy, maupun total patellectomy tergantung derajat patah tulang patella yang dialami.

  • Terapi fisik disarankan, baik pada pasien yang melakukan tindakan nonbedah maupun tindakan bedah, untuk mengembalikan mobilitas lutut sehingga tidak menyebabkan kekakuan dan kelemahan otot.

 

Perlu dicatat bahwa gejala-gejala yang disebutkan di atas tidak hanya mengarah pada kondisi fraktur patella, namun bisa mengindikasikan kondisi medis lainnya. Jika merasakan gejala-gejala tersebut, Anda bisa berkonsultasi ke Dokter Spesialis Ortopedi di Siloam Hospitals terdekat untuk mendapatkan evaluasi, diagnosis, dan penanganan secara tepat.

 

Dokter akan menyesuaikan tahapan diagnosis dan penanganan fraktur patella sesuaikan dengan kondisi setiap pasien. Selain itu, dokter juga dapat menegakkan prosedur pemeriksaan dan perawatan sesuai dengan ketersediaan fasilitas kesehatan di masing-masing rumah sakit sehingga tahapannya pun bisa berbeda-beda.


Jika ingin berkonsultasi dengan lebih mudah, Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam. Anda bisa menggunakan aplikasi ini untuk mengecek jadwal praktik dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, dan mendapatkan hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh MySiloam dan gunakan fitur-fiturnya untuk membantu memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

Sumber

National Library of Medicine. Patella Fractures. Diakses pada 2024 | Cleveland Clinic. Patella Fracture. Diakses pada 2024 | Johns Hopkins Medicine. Kneecap Fractures (Patella Fractures). Diakses pada 2024 |

Dokter Kami
dr-made-o-mahendra-spot-mbiomed

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Made Oka Mahendra, SpOT, M.Biomed

Ortopedi (Tulang)

Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-su-djie-to-rante-m-biomed-spot

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Su Djie To Rante, M. Biomed., SpOT, Subsp. P.L(K)

Ortopedi (Tulang)

Subspesialis Panggul dan Lutut


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-henry-tanzil-spotk

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Henry Tanzil, M. Kes, SpOT (K), FICS

Ortopedi (Tulang)

Subspesialis Panggul dan Lutut


Siloam Hospitals Makassar

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail