Gigi Patah Jangan Diabaikan! Ini Penyebab dan Pengobatannya
Kesehatan Tubuh

Gigi Patah Jangan Diabaikan! Ini Penyebab dan Pengobatannya

05 Juni 2025 5 menit waktu baca
gigi patah

 

Gigi patah merupakan kondisi yang terjadi ketika lapisan terluar gigi yang kuat, yaitu enamel terlepas, dengan atau tanpa keterlibatan pulpa. Kondisi ini dapat diakibatkan oleh benturan, cedera, atau trauma, dan termasuk salah satu cedera gigi yang paling umum dialami oleh banyak orang. Lantas, bagaimana cara mengobati gigi patah? Untuk mengetahuinya, simak penjelasan di bawah ini.

 

Apa itu Gigi Patah?

 

Gigi patah atau fraktur gigi merujuk pada sebagian kecil atau besar lapisan terluar gigi (enamel) yang terlepas akibat sejumlah penyebab, seperti menggigit sesuatu yang keras atau terjatuh dari kendaraan. Enamel gigi merupakan salah satu bagian yang terkuat dalam tubuh dan berfungsi untuk melindungi gigi dari kerusakan.

 

Meskipun keras dan kuat, enamel gigi tetap memiliki keterbatasan. Benturan yang kuat atau keausan (wear and tear) bisa membuat gigi patah atau terkelupas, serta permukaan gigi menjadi bergerigi yang dapat terasa tajam atau lunak.

 

Umumnya, gigi patah tidak menimbulkan masalah kesehatan yang serius. Namun, kondisi ini bisa berpengaruh pada penampilan seseorang. Adapun gigi patah yang parah dapat mengekspos jaringan di bawah enamel sehingga dibutuhkan penanganan untuk melindungi gigi.

 

Perlu dicatat bahwa gigi patah dan gigi retak merupakan dua kondisi yang berbeda. Pada gigi patah, sebagian enamel gigi (dan mungkin dentin) terlepas. Sementara itu, gigi yang retak ditandai dengan retakan, namun gigi masih utuh dengan garis patahan yang terlihat melintasi gigi. Meskipun bukan termasuk kondisi yang berbahaya, gigi patah maupun gigi retak tetap memerlukan penanganan.

 

Penyebab Gigi Patah

 

Berikut adalah beberapa penyebab atau faktor risiko yang bisa memicu terjadinya gigi patah, yaitu:

 

  • Cedera pada area wajah atau rahang akibat pukulan, terjatuh atau kecelakaan.

  • Berolahraga yang melibatkan kontak tubuh tanpa pelindung mulut atau wajah, seperti hoki dan tinju. 

  • Merobek bungkus makanan dengan gigi.

  • Menggigit atau mengunyah makanan bertekstur keras, seperti es batu dan permen.

  • Kebiasaan menggigit kuku.

  • Kebiasaan menggeretakkan gigi (bruxism).

  • Riwayat memiliki gigi berlubang sehingga membuat gigi lebih rentan terhadap cedera.

  • Mengonsumsi banyak makanan manis atau asam yang dapat mengikis enamel gigi seiring waktu sehingga akhirnya gigi menjadi lebih mudah patah.

  • Bertambahnya usia, terutama ketika sudah melebihi 50 tahun di mana gigi akan melemah seiring berjalannya waktu dan lebih mungkin patah.

  • Refluks asam lambung yang telah berlangsung lama (seperti pada GERD) dapat merusak enamel gigi seiring waktu karena asam lambung yang mengalir balik ke dalam mulut.

 

Gejala Gigi Patah

 

Gigi patah bisa dilihat dari hilangnya sebagian fragmen gigi. Gigi yang patah juga memiliki permukaan yang kasar dan bergerigi ketika dirasakan oleh lidah. Apabila gigi bagian depan yang patah, penderita pun bisa melihatnya secara langsung ketika bercermin.

 

Kehilangan fragmen gigi yang cukup besar dapat mengekspos saraf di dalamnya sehingga menyebabkan nyeri gigi. Hal ini pun juga berpotensi mengakibatkan gigi sensitif saat mengonsumsi makanan atau minuman panas atau dingin. Di samping itu, gigi patah juga bisa menimbulkan masalah pada area sekitar gigi, seperti:

 

  • Iritasi pada gusi yang berada di sekitar gigi patah.

  • Iritasi pada lidah yang terkena tepi gigi dengan tekstur kasar dan tidak rata.

 

Diagnosis Gigi Patah

 

Layaknya penegakan diagnosis pada umumnya, dokter akan melakukan anamnesis (wawancara medis) terlebih dahulu untuk mengetahui tentang riwayat medis dan gejala yang diderita pasien. Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dengan mengecek gigi yang patah. 

 

Apabila kondisi gigi dianggap parah, dokter bisa merekomendasikan pemeriksaan rontgen gigi untuk menilai kondisi gigi, gusi, rahang, dan rongga mulut secara keseluruhan guna menentukan diagnosis dan langkah penanganan yang tepat.

 

Pengobatan Gigi Patah

 

Penanganan gigi patah umumnya bergantung pada lokasi, tingkat keparahan, dan gejalanya. Pasien dianjurkan untuk segera memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut guna menghindari terjadinya infeksi, nekrosis pulpa (kematian jaringan pulpa), atau kerusakan lebih lanjut pada gigi. Langkah-langkah penanganan yang dapat diberikan, di antaranya:

 

A. Pertolongan Pertama

 

Berikut merupakan pertolongan pertama untuk gigi patah yang bisa dilakukan sebelum pergi ke dokter gigi sebagai berikut:

 

  • Temukan gigi yang patah, bersihkan dengan air bersih, dan rendam gigi dalam wadah berisi susu (kandungan kalsium dalam susu dapat membantu menjaga kondisi gigi) sebelum dibawa ke dokter gigi.

  • Menempelkan es yang dibalut dengan kain atau handuk pada pipi atau bagian luar gigi patah untuk mengurangi rasa sakit dan bengkak.

  • Mengonsumsi obat penghilang rasa sakit, misalnya ibuprofen.

  • Gigit kain atau tekan dengan kain kasa pada daerah gigi yang patah untuk menstabilkan posisi gigi.

 

B. Penanganan Medis

 

Setelah melakukan pertolongan pertama, segera periksakan diri ke dokter gigi untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut, seperti:

 

  • Pemolesan atau penghalusan pada bagian patahan gigi yang kecil.

  • Memberikan veneer (lapisan gigi) untuk menutupi ketidaksempurnaan pada gigi bagian depan yang patah.

  • Pengikatan (bonding) menggunakan bahan resin komposit untuk mengisi bagian patahan agar gigi yang patah bisa cocok dengan gigi lainnya.

  • Memasang mahkota gigi untuk melindungi gigi yang mengalami kerusakan parah atau apabila bagian gigi yang hilang cukup besar.

  • Mengisi bagian gigi yang hilang dengan tambalan, biasanya untuk gigi bagian belakang.

  • Perawatan saluran akar gigi (root canal) untuk mengobati infeksi pada bagian dalam gigi.

 

Pada dasarnya, gigi patah merupakan kondisi yang tetap memerlukan pemeriksaan dan penanganan segera dari dokter gigi guna mencegah terjadinya komplikasi lebih lanjut seperti infeksi dan nekrosis pulpa. Oleh karena itu, jika Anda mengalami gigi patah, segera konsultasikan kondisi tersebut dengan Dokter Gigi di Siloam Hospitals terdekat untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

 

Dokter gigi akan memeriksa gigi yang patah dan merekomendasikan penanganan sesuai dengan kondisi setiap pasien. Prosedur pemeriksaan dan perawatan pun akan disesuaikan dengan ketersediaan fasilitas kesehatan di masing-masing rumah sakit sehingga tahapannya bisa berbeda-beda.

 

Untuk mencegah masalah gigi yang lebih serius, Anda bisa melakukan perawatan gigi secara rutin dengan memesan Paket Perawatan Gigi menggunakan aplikasi MySiloam. Aplikasi ini juga memungkinkan Anda untuk membuat janji temu dengan dokter dan mengecek dan mengecek hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh MySiloam sekarang untuk memanfaatkan berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

Sumber

Cleveland Clinic. Chipped Tooth. Diakses pada 2024 | Verywell Health. How to Fix a Chipped Tooth. Diakses pada 2024 | Healthline. Chipped Tooth. Diakses pada 2024 | National Library of Medicine. Tooth Fracture. Diakses pada 2024 |

Dokter Kami
besar-riyantospkg

Kunjungi Rumah Sakit

drg. Besar Riyanto, SpKG

Kedokteran Gigi

Spesialis Konservasi Gigi Subspesialis Endodontik


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

drg-rudy-spkg

Kunjungi Rumah Sakit

drg. Rudy, SpKG, SH, FISQua, FICD

Kedokteran Gigi

Spesialis Konservasi Gigi Subspesialis Endodontik


Siloam Hospitals Makassar

Tersedia :

Tersedia hari ini

drg-halida-

Kunjungi Rumah Sakit

drg. Halida

Kedokteran Gigi

Dokter Gigi


Siloam Hospitals Mataram

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail