Kesehatan Tubuh
Ginjal Tapal Kuda - Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Table of Contents
Ginjal tapal kuda, horseshoe kidney, atau renal fusion adalah kondisi ketika dua ginjal menyatu atau melebur menjadi satu dan berbentuk seperti tapal kuda. Kondisi ini umumnya sudah berkembang sejak bayi masih di dalam kandungan. Sering kali, kelainan ini tidak menunjukkan gejala apa pun, namun dapat memicu komplikasi berupa infeksi saluran kemih dan batu ginjal.
Lantas, apa penyebab terbentuknya ginjal tapal kuda? Bisakah kondisi ini disembuhkan? Mari simak informasi selengkapnya melalui ulasan di bawah ini.
Apa itu Ginjal Tapal Kuda (Horseshoe Kidney)?
Seperti yang sudah dijelaskan, horseshoe kidney atau ginjal tapal kuda adalah kondisi di mana dua ginjal melebur tergabung menjadi satu. Hal ini menyebabkan kelainan baik pada posisi, rotasi, maupun pembuluh darah yang memberi nutrisi ginjal. Tidak seperti posisi ginjal pada umumnya, horseshoe kidney terletak pada posisi yang lebih rendah di panggul dan lebih dekat dengan bagian depan tubuh.
Normalnya, pada semua bayi, ginjal pertama kali terbentuk di bagian bawah perut. Kemudian, ginjal akan bergerak naik ke daerah panggul bagian atas, lalu menuju ke daerah pinggang belakang di kedua sisi tulang belakang. Namun, pada kondisi horseshoe kidney, ginjal justru saling menempel di ujung bawahnya, sehingga bentuknya seperti huruf U atau tapal kuda. Seringnya kelainan tersebut terjadi pada minggu ke 4 maupun 6 kehamilan.
Kondisi ini sering kali tidak menunjukkan gejala apa pun, namun dapat menyebabkan penderitanya rentan mengalami masalah kesehatan, seperti infeksi saluran kemih (ISK) dan permasalahan pada aliran urine, seperti batu saluran kemih.
Penyebab Ginjal Tapal Kuda
Hingga kini, belum diketahui secara pasti apa penyebab terbentuknya horseshoe kidney. Namun, kondisi tersebut diduga berkaitan dengan faktor genetik yang memengaruhi proses pembentukan ginjal. Dengan kata lain, kelainan ini sudah terjadi sebelum bayi dilahirkan.
Selain itu, faktor lingkungan juga diketahui dapat memengaruhi terjadinya kelainan ini. Pasalnya, sebagian bayi yang terlahir dengan ginjal tapal kuda pernah terpapar zat toksik, seperti narkoba dan alkohol, saat masih berada di dalam kandungan. Bahan teratogenik juga dapat meningkatkan angka kejadian ginjal tapal kuda yang disertai dengan berkembangnya neoplasia ginjal, seperti tumor Wilms.
Horseshoe kidney juga sering ditemukan pada bayi yang terlahir dengan sindrom tertentu, seperti:
-
Sindrom Ellis-van Creveld.
-
Fanconi anemia.
-
Sindrom Goltz.
-
Sindrom Kabuki.
-
Sindrom Pallister-Hall.
-
VACTERL association.
-
Sindrom Turner.
-
Sindrom Patau dan sindrom Edwards yang memicu terjadinya berbagai cacat lahir pada bayi.
Gejala Ginjal Tapal Kuda
Kelainan ini biasanya tidak menunjukkan gejala apa pun. Sering kali, kondisi ini terdeteksi secara tidak sengaja ketika anak sedang menjalani pemeriksaan pencitraan maupun yang lain. Namun, gejala dapat muncul karena adanya komplikasi dari ginjal tapal kuda, seperti infeksi saluran kemih, vesicoureteral reflux, dan lain-lain.
Sebagian besar penderita renal fusion, baik anak-anak maupun orang dewasa, sering kali mengalami gejala yang berkaitan dengan ginjal. Adapun gejala tersebut bisa meliputi:
-
Nyeri perut.
-
Mual.
-
Infeksi saluran kemih.
-
Nyeri pinggang.
-
Hipertensi Renovaskular (hipertensi yang terjadi karena gangguan pada arteri di ginjal).
Orang dengan horseshoe kidney juga memiliki risiko lebih besar terkena tumor ginjal dibandingkan orang yang memiliki ginjal normal. Ketika terbentuk tumor pada ginjal, maka beberapa gejala yang ditimbulkan adalah sebagai berikut:
-
Urine berdarah (hematuria).
-
Munculnya massa (benjolan) di perut.
-
Nyeri pinggang yang tidak kunjung membaik.
-
Penurunan berat badan dan nafsu makan yang signifikan.
-
Kelelahan yang dirasakan secara terus menerus.
Pada penderita ginjal tapal kuda juga sering ditemukan kelainan lain, seperti hipospadia (letak lubang kencing pada anak laki-laki di posisi yang tidak seharusnya, yaitu terletak di sisi bawah penis alih-alih di ujung penis), undesensus testis (testis tidak turun ke salah satu atau kedua sisi skrotum), spina bifida, duplikasi ureter, dan kelainan bawaan lainnya.
Diagnosis Ginjal Tapal Kuda
Mengingat bahwa kondisi ini jarang menimbulkan gejala, ginjal tapal kuda biasanya terdiagnosis secara tidak sengaja ketika penderitanya sedang menjalani pemeriksaan untuk masalah kesehatan yang berbeda. Ketika seorang pasien sedang memeriksakan keluhan yang berkaitan dengan ginjal, maka dokter akan melakukan awal, yaitu pemeriksaan fisik dan tes urine (urinalisis).
Dokter mungkin juga akan melakukan pemeriksaan lanjutan untuk memantau fungsi ginjal. Pemeriksaan tersebut, di antaranya:
-
Estimated glomerular filtration rate (eGFR).
-
Blood urea nitrogen (BUN) test.
-
Creatinine test.
-
Tes pencitraan, seperti USG ginjal, intravenous pyelogram, voiding cystourethrogram (VCUG), radionuclide scan, CT scan, atau MRI.
Penanganan Ginjal Tapal Kuda
Hingga kini, belum ada metode yang bisa dilakukan untuk menyembuhkan ginjal tapal kuda. Bila penderita tidak mengalami gejala, biasanya tidak diperlukan tatalaksana apa pun. Namun, jika muncul gejala, dokter dapat menyarankan penanganan untuk mengatasi gejala tersebut, misalnya antibiotik guna mengobati infeksi bakteri. Dokter juga dapat memberikan pengobatan jika ditemukan kelainan metabolik yang disebabkan ginjal tapal kuda.
Jika diperlukan, dokter juga bisa melakukan tindakan pembedahan untuk mengatasi gejala obstruksi (penyumbatan) saluran kemih, seperti menghilangkan batu ginjal dan memperbaiki vesicoureteral reflux. Anak dengan kelainan ini disarankan untuk menghindari olahraga dengan paparan kontak fisik yang keras.
Komplikasi Ginjal Tapal Kuda
Apabila tidak menunjukkan gejala apa pun, penderita ginjal tapal kuda biasanya tidak memerlukan penanganan khusus. Kendati demikian, dokter akan tetap melakukan monitoring terhadap perkembangan kondisi penderita untuk mencegah atau mendeteksi terjadinya komplikasi, seperti:
-
Vesicoureteral reflux (VUR).
-
Obstruksi ureteropelvic junction (UPJ).
-
Penyakit ginjal polikistik.
-
Hipertensi renovaskular.
-
Ureteronefrolitiasis (batu ginjal dan ureter)
Meski terkadang tidak menunjukkan gejala apa pun, kondisi ginjal tapal kuda tetap perlu diwaspadai dan dipantau secara rutin oleh dokter. Akan lebih baik bila kondisi ini bisa terdeteksi lebih dini, sehingga dapat dilakukan diagnosis dan penanganan lebih awal.
Untuk itu, tidak ada salahnya melakukan Pemeriksaan Fungsi Ginjal di Siloam Hospitals terdekat sebagai langkah menjaga kesehatan ginjal. Namun, jika Anda atau keluarga sudah mengalami gejala yang mengarah pada kondisi ini, seperti nyeri perut, nyeri pinggang, atau mual, segera diskusikan dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam untuk pemeriksaan lebih lanjut dan penanganan yang tepat.
Anda dapat memanfaatkan fitur Siloam Digital Lab & Radiologi di aplikasi MySiloam untuk menemukan berbagai paket Cek Laboratorium dan Cek Radiologi yang sesuai dengan anjuran dokter. Dengan begitu, Anda bisa memperoleh jadwal lebih pasti dan tidak perlu lagi mengantre lama di rumah sakit.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Putera Bahagia
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Kelapa Dua
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
Paket Ginjal Basic
Skrining Ginjal, Skrining Lite
7 Service/Item
Rp400.000
TERPOPULER
Paket Ginjal Prima
Skrining Lite
8 Service/Item
Rp700.000
TERPOPULER
Paket Ginjal Sehat
Skrining Ginjal, Skrining Pria & Wanita
7 Service/Item
Rp3.000.000
TERPOPULER
Paket Cek Fungsi Ginjal
Darah, Skrining Ginjal
3 Service/Item
Rp189.550
TERPOPULER
Complete Abdomen USG / USG Perut
USG
Rp676.000







