Mengenal Impostor Syndrome, Penyebab, & Cara Mengatasinya
Kesehatan Mental

Mengenal Impostor Syndrome, Penyebab, & Cara Mengatasinya

21 Oktober 2025 5 menit waktu baca
mengenal impostor syndrome

Impostor syndrome adalah sebutan untuk seseorang yang tidak memiliki rasa kepercayaan diri, merendahkan dirinya sendiri, dan cenderung merasa tidak pantas akan pencapaian dan kesuksesannya.

 

Orang dengan impostor syndrome merasa bahwa ia tidak secerdas dan sekreatif orang lain, sehingga ia meyakini bahwa keberhasilan yang diraihnya hanya karena keberuntungan semata. Lantas apa yang memicu terjadinya sindrom ini? Simak penjelasannya di sini.

 

Apa itu Impostor Syndrome?

 

Impostor syndrome adalah suatu gangguan psikologis yang membuat seseorang merasa tidak pantas atas kesuksesan yang didapatkannya. Perasaan tersebut disertai dengan ketakutan bahwa orang lain akan menganggapnya sebagai penipu, sehingga ia merasa tidak berhak menerima prestasi maupun penghargaan apapun.

 

Impostor syndrome adalah masalah perilaku yang pertama kali dikenalkan oleh seorang psikolog bernama Pauline Clance dan Suzzanne Imes pada tahun 1970-an. Sebenarnya, sindrom ini tidak tergolong sebagai penyakit mental karena tidak termasuk dalam Pedoman Penggolongan dan Diagnosis Gangguan Jiwa (PPDGJ).

 

Meski begitu, kondisi ini rupanya cukup sering ditemukan di kalangan masyarakat. Biasanya, impostor syndrome juga disertai dengan gangguan cemas dan depresi. Misalnya, mahasiswa yang baru saja lulus merasa belum atau tidak pantas masuk ke dalam dunia kerja karena merasa dirinya tidak memiliki kemampuan yang cukup.

 

Penyebab Impostor Syndrome

 

Beberapa faktor yang dapat menyebabkan seseorang mengalami sindrom ini adalah sebagai berikut:

 

  • Tinggal di lingkungan yang kompetitif.

  • Pola asuh orang tua yang selalu mengutamakan pencapaian ketimbang proses.

  • Memiliki sifat perfeksionis.

  • Memiliki sifat ambisius dengan standar kesuksesan yang tinggi.

  • Sedang menjalani peran baru, misalnya sebagai mahasiswa atau pekerja kantoran.

 

Gejala Impostor Syndrome

 

Impostor syndrome adalah permasalahan yang sering dialami oleh orang dengan sifat perfeksionis dan ambisius. Karena standar yang ia ciptakan untuk diri sendiri cukup tinggi, pencapaian yang sudah diraih saat ini hanya dianggap sebagai suatu kebetulan, bukan atas dasar kemampuannya.

 

Adapun beberapa ciri-ciri yang ditunjukkan oleh orang dengan impostor syndrome adalah sebagai berikut:

 

  • Terlalu fokus pada pekerjaan saat ini, sehingga mengabaikan pekerjaan lain yang sebenarnya dapat meningkatkan kinerjanya.

  • Tidak bisa menilai kemampuan diri sendiri secara realistis.

  • Memiliki tingkat kepercayaan diri yang rendah.

  • Mudah merasa frustasi, yang berujung pada depresi apabila mengalami kegagalan.

  • Mudah merasa cemas.

  • Terbiasa menyabotase kesuksesannya sendiri.

  • Menginginkan segala sesuatunya sempurna.

  • Selalu mengaitkan kesuksesan yang diraih dengan faktor atau kontribusi dari luar.

  • Selalu khawatir terhadap performa kerjanya. Sering kali merasa takut jika rekan kerjanya mempunyai harapan atau ekspektasi yang lebih terhadap dirinya.

  • Sering kali menahan untuk tidak menunjukkan potensi dirinya untuk menghindari kesalahan.

  • Enggan merayakan pencapaiannya, bahkan merasa lebih khawatir apabila ia tidak bisa mempertahankannya.

  • Tidak merasa puas dengan kinerjanya.

  • Menghindari promosi posisi karena merasa ia tidak pantas menerimanya.

 

Cara Mengatasi Impostor Syndrome

 

Sebenarnya, sindrom ini bisa memotivasi seseorang untuk bekerja lebih baik lagi demi mencapai target yang ditentukan. Hanya saja, sering kali dorongan tersebut juga disertai dengan rasa cemas yang terjadi secara terus-menerus sehingga ketika target telah tercapai, mereka akan merasa bahwa hal itu dapat diraih bukan karena kemampuannya.

 

Perasaan tersebut tentu akan membuat seseorang menjadi sulit berkembang dan selalu merasa ragu-ragu dalam mengambil keputusan ataupun memaksimalkan peluang baru. 

 

Agar tidak terus terjadi dalam jangka panjang, beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi impostor syndrome adalah sebagai berikut:

 

1. Mengubah Pola Pikir

 

Orang dengan sindrom impostor perlu mengubah pola pikirnya dengan menekankan pada diri sendiri bahwa tidak ada hal yang sempurna di dunia ini. Alih-alih mengejar hasil yang sempurna, fokuslah pada prosesnya dalam menghasilkan sesuatu secara optimal sesuai dengan kemampuan diri sendiri.

 

2. Bercerita dengan Orang Terpercaya

 

Sindrom ini sering kali memunculkan pikiran yang tidak rasional pada pengidapnya. Jika hanya dipendam seorang diri, pikiran negatif tersebut bisa saja semakin memburuk, dan membuat pengidapnya terjebak dalam ketakutan dan kecemasan.

 

Hal ini bisa diminimalkan dengan membuka diri dan mau berdiskusi dengan orang-orang terdekat. Dengan begitu, munculnya pikiran yang tidak rasional tersebut bisa diminimalkan dengan sudut pandang yang lebih positif dari orang lain.

 

3. Memberikan Penghargaan pada Diri Sendiri

 

Sindrom impostor adalah gangguan psikologis yang kerap membuat pengidapnya mengabaikan kesuksesannya sendiri. Sebaiknya, cobalah untuk menerima ucapan selamat atau apresiasi dari orang lain atas kesuksesan yang sudah diraih.

 

Bila perlu, tanyakan apa saja keunggulan yang perlu dipertahankan untuk meningkatkan kinerja di masa depan. Bagi pengidap sindrom impostor, hal ini dapat membantu menyadarkan potensi di dalam dirinya.

 

4. Mengontrol Pikiran Negatif yang Muncul

 

Jika muncul pikiran negatif tentang pencapaian diri sendiri, cobalah untuk mengontrolnya dengan melakukan positive self-talk. Cobalah mengingat kerja keras yang sudah dilewati untuk mencapai kesuksesan tersebut sehingga pikiran negatif tentang diri sendiri bisa menghilang.

 

5. Mindfulness

 

Jika muncul perasaan yang mengarah pada impostor syndrome, cobalah mencari tahu apa pemicunya. Kemudian, buat langkah untuk melatih mindfulness mengenai apa yang bisa dilakukan untuk menghadapinya. Hal ini dapat membantu melatih pengidap sindrom ini untuk lebih fokus dalam mengerjakan tugas berikutnya tanpa memikirkan kesalahan di masa lalu atau di masa depan nanti.

 

6. Mengenali Kelemahan dan Kelebihan Diri Sendiri

 

Salah satu cara menghadapi impostor syndrome adalah mengenali kelebihan dan kelemahan diri sendiri. Hal ini akan membantu pengidapnya dalam memanfaatkan kelebihan dan mengatasi kekurangan demi mencapai pertumbuhan diri yang berkelanjutan, serta menerima kenyataan bahwa setiap orang pasti memiliki kelebihan dan kelemahannya masing-masing.

 

7. Cobalah Menikmati Kesuksesan

 

Langkah penting dalam menghadapi sindrom impostor adalah menikmati kesuksesan yang sudah didapatkan. Usahakan untuk melakukan self appreciation dengan mengakui bahwa kesuksesan tersebut merupakan hasil kerja keras, kemampuan, dan kecerdasan diri sendiri.

 

Itulah penjelasan mengenai impostor syndrome yang perlu Anda ketahui. Ingat, setiap kerja keras yang Anda lakukan pantas untuk diapresiasi, jadi jangan menganggap diri sendiri tidak berhak memperoleh hal tersebut.

 

Jika Anda merasa memiliki gangguan psikologis yang berkaitan dengan impostor syndrome atau masalah-masalah psikologis lain dan membutuhkan bantuan langsung dari tenaga profesional, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater melalui layanan Telekonsultasi.

 

Dengan menggunakan layanan telekonsultasi, dokter dapat meresepkan obat-obatan sesuai kondisi pasien, dan pasien pun bisa mendapatkan obat tersebut tanpa perlu keluar rumah. Namun, untuk beberapa jenis obat tertentu, seperti antipsikotik dan antidepresan, pasien perlu mengambilnya secara langsung (self pick up).

 

Anda juga bisa memanfaatkan aplikasi MySiloam yang menghadirkan fitur Patient Portal untuk memeriksa dan memantau hasil pemeriksaan, melakukan check in secara mandiri, hingga membuat janji temu dengan dokter Siloam Hospitals terdekat. Unduh aplikasi MySiloam sekarang dan jaga selalu kesehatan fisik serta mental Anda #BersamaSiloam!

 

telechat

message

ArticleDetail