Mengenal Kejang Hemifasial, Penyebab Kedutan pada Wajah
Kesehatan Tubuh

Mengenal Kejang Hemifasial, Penyebab Kedutan pada Wajah

14 Februari 2025 4 menit waktu baca
Kejang hemifasial

 

Kejang hemifasial adalah kondisi kronis yang menyebabkan kedutan di wajah secara tidak sengaja. Kondisi ini tidak bisa diobati sepenuhnya, namun beberapa perawatan dapat membantu pasien meredakan gejalanya. Perubahan gaya hidup juga bisa membantu mengurangi timbulnya gejala. Mari pelajari lebih lanjut tentang kejang hemifasial melalui ulasan di bawah ini.

 

Apa itu Kejang Hemifasial?

 

Kejang hemifasial adalah gangguan neuromuskular yang melibatkan kontraksi atau kejang otot 

yang sering terjadi di salah satu sisi wajah. Kejang ini terjadi dengan sendirinya, artinya tidak disengaja oleh penderitanya. Kejang hemifasial dapat menyerang pria maupun wanita, namun lebih sering terjadi pada wanita berusia di atas 40 tahun.

 

Penyebab Kejang Hemifasial

 

Kejang hemifasial disebabkan oleh adanya tekanan pada saraf wajah. Sebagai catatan, saraf merupakan organ yang mengirimkan impuls listrik dari satu bagian tubuh ke bagian tubuh lainnya. Jaringan impuls atau sinyal listrik ini membentuk sistem saraf. Sering kali, kedutan terjadi ketika pembuluh darah menekan saraf wajah.

 

Selain itu, tumor jinak (non kanker) yang berada di kepala dan leher juga dapat menekan saraf. Terkadang, kedutan pada wajah tidak memiliki penyebab yang jelas. Apabila tidak diketahui penyebabnya, kondisi ini disebut juga sebagai kejang hemifasial idiopatik.

 

Selain tekanan pada saraf wajah, beberapa penyebab lain kejang hemifasial adalah sebagai berikut:

 

  • Perpindahan otot di wajah.

  • Kecemasan.

  • Stres.

  • Terlalu lelah.

 

Adapun beberapa kondisi medis lain yang memengaruhi saraf wajah dan dapat berkaitan dengan kejang hemifasial adalah:

 

  • Bell’s palsy: Kondisi lumpuhnya saraf wajah akibat peradangan dan pembengkakan saraf yang mengontrol otot pada salah satu sisi wajah.

  • Trigeminal neuralgia: Kondisi yang ditandai dengan gejala nyeri wajah yang muncul secara tiba-tiba dan terasa seperti tertusuk atau tersengat listrik.

  • Trauma.

  • Tumor jinak (non kanker) yang menekan saraf di kepala.

  • Kelainan pembuluh darah seperti aneurisma, fistula arteri vena, dan angioma.

  • Infeksi mastoid dan telinga (otitis media dan kolesteatoma).

  • Tumor kelenjar parotis.

 

Gejala Kejang Hemifasial

 

Gejala umum kejang hemifasial adalah otot-otot wajah yang menyentak. Sentakan ini ditandai dengan karakteristik berikut:

 

  • Terjadi di salah satu sisi wajah.

  • Tidak bisa dikontrol.

  • Tidak menimbulkan rasa sakit.

 

Sentakan otot ini juga bisa disebut sebagai kontraksi, sering kali dimulai di kelopak mata lalu berpindah ke pipi dan mulut di sisi wajah yang sama. Pada mulanya, gejala ini hilang timbul. Namun, setelah berlangsung selama berbulan-bulan hingga bertahun-tahun, kejang ini bisa terjadi hampir setiap saat. 

 

Diagnosis Kejang Hemifasial

 

Untuk menegakkan diagnosis kejang hemifasial, dokter akan terlebih dahulu melakukan anamnesis (wawancara medis) guna mencari tahu gejala dan riwayat kesehatan pasien. Kemudian, dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik. Guna mengonfirmasi diagnosis, dokter dapat meminta pasien menjalani pemeriksaan fisik dan saraf secara menyeluruh untuk mengevaluasi fungsi otak dan saraf. 

 

Selain itu, dokter juga dapat merekomendasikan pemeriksaan penunjang berupa tes pencitraan, seperti magnetic resonance imaging (MRI). MRI menggunakan medan magnet dan gelombang radio untuk menghasilkan gambar kepala secara rinci. Hasil tes ini dapat membantu dokter menemukan penyebab kejang hemifasial. Pasalnya, pewarna kontras yang dimasukkan dalam pembuluh darah dapat menunjukkan apakah pembuluh darah menekan saraf wajah. Pemeriksaan ini disebut juga dengan magnetic resonance angiogram.  

 

Pengobatan Kejang Hemifasial

 

Secara umum, perawatan untuk kejang hemifasial meliputi:

 

  • Suntikan botulinum: Suntikan botulinum toxin (botox) ke dalam otot yang terkena membuat otot tidak bergerak untuk sementara waktu. Perawatan ini perlu diulang setiap beberapa bulan. Terapi ini dianggap efektif untuk mengendalikan gejala pada kebanyakan orang.

  • Obat-obatan oral: Beberapa obat, seperti antikonvulsan, dapat membantu meredakan kejang pada sebagian orang.

  • Operasi: Mengatasi kondisi ini dapat dilakukan dengan beberapa pilihan pembedahan, salah satunya microvascular decompression (MVD). Pada operasi MVD, dokter bedah menggunakan pelat logam kecil untuk meredakan kompresi. Selama prosedur berlangsung, dokter akan:

    • Mengangkat sebagian kecil tengkorak.

    • Mengidentifikasi pembuluh darah yang menekan saraf wajah.

    • Menempatkan pelat logam di antara saraf dan pembuluh darah.

    • Menutup tengkorak dengan pelat logam kecil dan sekrup.

  • Prosedur medis lain, seperti radiofrequency thermocoagulation. Prosedur ini dapat menghancurkan sebagian saraf wajah dengan pembedahan, panas, dan gelombang radio.

 

Perlu dipahami bahwa penyebab dan gejala terkait kejang hemifasial di atas tidak bisa dijadikan sebagai acuan utama yang mewakili kondisi tersebut. Bukan tidak mungkin, beberapa gejala yang disebutkan di atas juga terjadi pada kondisi medis lain. Kendati demikian, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Neurologi di Siloam Hospitals terdekat jika mengalami kejang atau rasa tidak nyaman di salah satu sisi atau kedua wajah.

 

Setiap rumah sakit mungkin memiliki tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang berbeda-beda, tergantung dari fasilitas kesehatan yang tersedia. Namun, tenaga medis profesional akan mempertimbangkan kondisi kesehatan pasien terlebih dahulu guna menentukan langkah pemeriksaan dan pengobatan yang tepat.

 

Untuk membuat janji temu dengan Dokter Spesialis Neurologi, Anda bisa memanfaatkan fitur yang tersedia di aplikasi MySiloam. Melalui aplikasi ini, Anda juga dapat melihat riwayat kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

Sumber

National Institute of Neurological Disorders and Stroke. Hemifacial Spasm. Diakses pada 2024 | Mayo Clinic. Hemifacial spasm. Diakses pada 2024 | Cleveland Clinic. Hemifacial Spasm (Face Twitching). Diakses pada 2024 | StatPearls Publishing. Hemifacial Spasm. Diakses pada 2024 |

Dokter Kami
dr-kelvin-yuwanda-spn

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Kelvin Yuwanda, SpN, CIPS, AIFO-K

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-jerry-hartawan--sps

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Jerry Hartawan Saputra, SpN, M.Si.Med

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-dorothea-fortuna-meita-caturwulan-sps

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Dorothea Fortuna Meita Caturwulan, M.Kes, Sp.N, F.MIN, CIPS, FIPP

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail