Kesehatan Tubuh
Kista Epidermoid - Penyebab, Gejala, & Pengobatannya

Table of Contents
Kista epidermoid adalah kista yang tumbuh di bawah lapisan epidermis kulit dan tidak berbahaya. Kista ini paling sering ditemukan di area wajah, leher, dan batang tubuh. Namun, terkadang, kista tersebut berada di skrotum (pada pria), organ genital, serta jari-jari tangan. Mari pahami lebih jauh tentang apa itu kista epidermoid melalui ulasan di bawah ini.
Apa itu Kista Epidermoid?
Seperti yang sudah dijelaskan, kista epidermoid adalah benjolan kecil nonkanker yang berkembang di bawah kulit. Kista ini biasanya tidak menimbulkan rasa sakit atau komplikasi. Kista epidermoid sering kali ditemukan di kepala, punggung, leher, atau alat kelamin. Kista ini umumnya dikenal sebagai lesi jinak. Namun, dalam kasus yang sangat jarang terjadi, epidermoid cysts dapat berubah menjadi ganas.
Kista ini tampak seperti benjolan kecil dan kulit di atasnya mungkin berwarna keputihan, warna kulit, atau kekuningan. Benjolan kista tersebut dipenuhi dengan serpihan keratin. Meski umumnya tidak menimbulkan nyeri, namun kista ini dapat meradang dan memicu iritasi.
Meskipun terkadang kista epidermoid disebut juga dengan kista sebasea atau kista pilar, kista epidermoid sebenarnya tidak melibatkan kelenjar sebasea. Kista epidermoid sendiri dapat berkembang di dalam infundibulum folikel. Kondisi ini juga dapat disebut sebagai kista infundibular, kista epidermal, dan kista inklusi epidermal.
Penyebab Kista Epidermoid
Kista epidermoid bisa terbentuk ketika sel-sel kulit mati yang seharusnya luruh, justru bergerak ke dalam kulit. Pada beberapa kasus, kondisi ini juga bisa disebabkan oleh iritasi atau cedera pada kulit atau folikel rambut. Sinar UV dan infeksi HPV (human papillomavirus) juga diketahui terlibat sebagai penyebab kista epidermoid.
Sel-sel epidermis membentuk dinding kista yang kemudian mengeluarkan keratin ke dalam kista. Kondisi ini bisa terjadi pada siapa saja, namun risiko kista epidermoid cenderung lebih tinggi pada orang-orang dengan kriteria berikut:
-
Sedang melewati masa pubertas.
-
Mengalami cedera pada kulit.
-
Memiliki kondisi langka yang diwariskan, seperti sindrom Gardner.
Gejala Kista Epidermoid
Umumnya, kista tidak menunjukkan gejala apa pun hingga pecah. Ketika kista pecah, maka akan terjadi peradangan akibat berpindahnya keratin dari dalam kista ke dalam dermis dan jaringan di sekitarnya. Adapun beberapa tanda dan gejala umum kista epidermoid adalah sebagai berikut:
-
Benjolan bulat kecil di bawah kulit, biasanya di wajah, leher, atau batang tubuh.
-
Terdapat komedo yang menyumbat lubang tengah kista.
-
Benjolan meradang atau terinfeksi.
-
Ketika benjolan pecah, keluar zat kental dan berbau seperti keju dari kista.
Diagnosis Kista Epidermoid
Untuk mendiagnosis kista epidermoid, dokter akan melakukan anamnesis (wawancara medis) terlebih dahulu mengenai gejala dan riwayat kesehatan pasien beserta keluarga. Kemudian, dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik untuk melihat benjolan yang tumbuh. Apabila diperlukan, dokter akan melakukan biopsi, yaitu mengambil sampel kulit untuk diuji di laboratorium.
Pengobatan Kista Epidermoid
Kista yang tidak menimbulkan gejala, seperti rasa sakit, serta tidak memengaruhi penampilan biasanya tidak memerlukan perawatan. Namun, bila penderita menghendaki penanganan untuk menghilangkan kista, dokter dapat merekomendasikan beberapa pilihan perawatan berikut ini:
-
Injeksi steroid. Menyuntikkan steroid ke dalam kista untuk meredakan pembengkakan dan peradangan.
-
Insisi dan drainase. Metode ini dilakukan dengan membuat sayatan (insisi) kecil pada kista, kemudian mengeluarkan isinya (drainase) untuk meredakan gejala. Namun, kista mungkin saja kambuh setelah perawatan ini.
-
Pembedahan kecil. Dokter akan melakukan pembedahan untuk mengangkat seluruh kista. Pada prosedur ini, dokter biasanya menggunakan jahitan yang dapat terserap oleh kulit sehingga tidak perlu dilepas. Prosedur ini cukup aman dan bisa mencegah kambuhnya kista, namun bisa meninggalkan bekas luka. Namun, jika kista meradang, prosedur ini mungkin perlu ditunda.
Perlu dipahami bahwa penyebab serta gejala yang disebutkan di atas tidak spesifik mewakili kondisi kista epidermoid. Dengan kata lain, tanda dan gejala yang disebutkan mungkin terjadi pada kondisi medis lainnya, sehingga penting untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Dermatologi (Kulit) di Siloam Hospitals terdekat agar mendapatkan diagnosis yang akurat.
Penting pula untuk dicatat bahwa proses pemeriksaan dan pengobatan di setiap rumah sakit bisa berbeda, tergantung dari fasilitas kesehatan yang disediakan. Namun, tenaga medis tentu akan memastikan bahwa tahapan pemeriksaan dan pengobatan sesuai dengan kondisi masing-masing pasien.
Lebih lanjut, apabila Anda membutuhkan perawatan komprehensif untuk kanker, Anda dapat mengunjungi MRCCC Siloam Hospitals Semanggi. MRCCC Siloam Hospitals menyediakan berbagai layanan kesehatan untuk penanganan kanker, mulai dari deteksi dini, onkologi, kemoterapi, radioterapi, dan berbagai prosedur lain beserta tim dokter yang berpengalaman.
Sumber
Mayo Clinic. Epidermoid cysts. Diakses pada 2024 | Zito, Patrick M.; Scharf, Richard. Epidermoid Cyst. Diakses pada 2024 |
Artikel Terkait
Dokter Kami
Kunjungi Rumah Sakit
Dr. dr. William Hamdani, SpB (K) Onk
Bedah Onkologi (Kanker)
Spesialis Bedah Subspesialis Bedah Onkologi
Siloam Hospitals Makassar
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Rachmat Christian Nikijuluw, SpB (K) Onk
Bedah Onkologi (Kanker)
Spesialis Bedah Subspesialis Bedah Onkologi
MRCCC Siloam Hospitals Semanggi
Tersedia :
Tersedia hari ini
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Marselus A. Merung, SpB (K) Onk
Bedah Onkologi (Kanker)
Spesialis Bedah Subspesialis Bedah Onkologi
Siloam Hospitals Manado
Tersedia :
Tersedia hari ini






