Mengenal Penyakit Kista - Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya
Kesehatan Tubuh

Mengenal Penyakit Kista - Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

02 Juni 2025 5 menit waktu baca
Kista adalah

Kista adalah benjolan yang berbentuk kantong yang berisi cairan, zat padat, atau udara yang berada di bawah permukaan kulit. Kista dapat muncul di berbagai bagian tubuh, seperti lengan, lutut, leher, wajah, punggung, dan lain sebagainya.

 

Mari pahami lebih lanjut mengenai penyebab, gejala, diagnosis, serta pengobatan kista melalui artikel di bawah ini.

 

Apa itu Kista?

 

Kista adalah benjolan yang terbentuk dari jaringan membran dan berisi zat-zat tertentu, seperti cairan, zat semisolid, nanah, udara, atau rambut. Kista biasanya muncul di bawah permukaan kulit. Selain itu, benjolan ini juga bisa tumbuh di jaringan organ dalam tubuh, misalnya di ovarium atau indung telur.

 

Kista adalah benjolan yang tidak bersifat ganas. Umumnya, kista membesar dengan lambat dan tidak menimbulkan nyeri. Kendati demikian, rasa nyeri dapat muncul apabila kista telah berkembang cukup besar hingga menekan organ di sekitarnya, terinfeksi, pecah, atau tumbuh pada bagian tubuh yang sensitif.

 

Penyebab Kista

 

Terdapat beberapa kondisi yang dapat menyebabkan terbentuknya kista, di antaranya sebagai berikut.

  • Infeksi.

  • Penyakit bawaan lahir.

  • Peradangan kronis.

  • Penyumbatan pada saluran di dalam tubuh.

 

Selain itu, penyebab kista juga cenderung bervariasi tergantung dengan jenisnya. Berikut penjelasan lengkapnya.

  • Kista epidermoid: Jenis kista yang tumbuh di kulit kepala, leher, wajah, atau punggung. Jenis kista ini biasanya disebabkan oleh penumpukan keratin, yaitu protein yang terkandung dalam rambut, kuku, dan kulit.

  • Kista popliteal atau kista Baker: Benjolan berisi cairan yang tumbuh di belakang lutut. Penyebab utama kista popliteal adalah cedera lutut atau radang sendi.

  • Kista ganglion: Benjolan yang tumbuh pada tendon, yaitu jaringan ikat penghubung otot dan tulang.

  • Kista celah brankial: Jenis kista yang merupakan penyakit bawaan lahir. Kondisi ini ditandai dengan munculnya benjolan pada leher atau di bawah tulang selangka.

  • Mucocele: Kista berisi cairan yang tumbuh di sekitar bibir atau mulut. Jenis kista ini muncul akibat adanya penyumbatan pada kelenjar air liur.

  • Kalazion: Benjolan yang muncul pada kelopak mata, baik pada kelopak mata bagian bawah, atas, ataupun keduanya. Pembentukan kalazion disebabkan oleh penyumbatan pada kelenjar minyak di sekitar kelopak mata.

  • Kista payudara: Jenis kista yang terbentuk di sekitar payudara. Kista ini disebabkan oleh penumpukan cairan di dalam kelenjar payudara.

  • Kista ovarium: Benjolan berisi cairan yang terbentuk di dalam atau pada permukaan ovarium.

  • Kista pilonidal: Benjolan yang muncul pada bagian atas belahan bokong. Jenis kista ini biasanya berisi kotoran dan rambut, serta dapat menimbulkan rasa nyeri.

  • Kista pilar atau kista trikilemal: Benjolan yang tumbuh pada permukaan kulit. Meski dapat tumbuh di bagian tubuh mana pun, kista pilar lebih sering tumbuh di sekitar kulit kepala. Penyebab utama kista pilar adalah penumpukan keratin pada folikel rambut.

  • Kista aterom atau kista sebaseus: Kista berisi cairan yang tumbuh di wajah, leher, punggung, atau dada. Benjolan ini terbentuk akibat penyumbatan pada kelenjar minyak.

  • Jerawat kista: Penyebab munculnya jerawat kista adalah penumpukan bakteri, sel-sel kulit mati, dan sebum/minyak berlebih pada pori-pori kulit.

 

Faktor Risiko Kista

 

Adapun sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko terbentuknya kista adalah sebagai berikut.

  • Terdapat riwayat keluarga yang mempunyai kista.

  • Proses peradangan (inflamasi) kronis.

  • Kelainan pada saat perkembangan embrio selama kehamilan.

  • Faktor usia. Wanita usia reproduktif hingga memasuki masa menopause, terutama yang berusia 30–54 tahun cenderung lebih berisiko mengalami kista ovarium.

  • Wanita yang mengalami sindrom ovarium polikistik (PCOS) dan endometriosis berisiko lebih tinggi untuk mengalami kista ovarium.

  • Mengonsumsi obat penyubur kandungan, seperti clomiphene citrate, gonadotropin, atau letrozole.

  • Kelainan atau cedera pada organ tubuh tertentu.

  • Efek samping perawatan kemoterapi.

 

Gejala Kista

 

Gejala utama kista adalah munculnya benjolan pada bagian tubuh tertentu, seperti kulit kepala, wajah, leher, telapak tangan, dada, punggung, pergelangan kaki, dan lain sebagainya. Di samping itu, sejumlah gejala umum dari kista adalah:

  • Kesemutan atau kaku pada bagian tubuh yang terdapat kista.

  • Ruam kemerahan pada kulit di sekitar kista.

  • Nyeri akibat adanya infeksi pada kista.

  • Keluar nanah yang berbau tidak sedap atau darah dari benjolan.

 

Sementara itu, pada kasus kista ovarium, sejumlah gejala yang umum terjadinya adalah sebagai berikut.

  • Demam.

  • Nyeri kepala.

  • Mual dan muntah.

  • Nyeri saat menstruasi atau berhubungan intim.

  • Nyeri pada bagian bawah perut.

  • Perut bagian bawah terasa penuh.

 

Komplikasi Kista

 

Kista yang membesar dapat menimbulkan rasa tidak nyaman pada penderitanya. Komplikasi juga dapat terjadi apabila kista yang telah membesar tersebut menekan dan mendesak organ di sekitarnya. Misalnya, kista ovarium yang telah membesar dapat menekan kandung kemih sehingga berisiko memicu terjadinya infeksi saluran kemih atau inkontinensia urine.

 

Selain itu, kista yang sudah terinfeksi dan tumbuh di organ dalam tubuh juga berisiko pecah dan mengeluarkan nanah. Jika tidak segera ditangani dengan tepat, kondisi tersebut dapat menyebabkan sepsis serta perlengketan pada organ di sekitar kista.

 

Diagnosis Kista

 

Sebelum menegakkan diagnosis kista, dokter dapat melakukan wawancara medis (anamnesis) dengan pasien untuk mengetahui keluhan serta riwayat kesehatan pasien secara keseluruhan.  Umumnya, diagnosis kista dapat ditegakkan melalui pemeriksaan fisik pada benjolan tersebut. Namun, untuk mengonfirmasi diagnosis kista dengan lebih akurat, terdapat sejumlah pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan, yaitu:

  • Pemindaian, seperti CT scan, USG, atau MRI jika kista tidak dapat dilihat atau diraba secara fisik dan tumbuh di dalam organ tubuh. Prosedur pemeriksaan ini bertujuan untuk mendeteksi isi benjolan serta mengonfirmasi apakah kista bersifat ganas atau jinak.

  • Biopsi, yaitu prosedur pengambilan sampel jaringan pada benjolan kista untuk diperiksa di laboratorium. Pemeriksaan ini dapat membantu dokter untuk mendapatkan diagnosis yang paling akurat.

 

Pengobatan Kista

 

Apakah kista berbahaya? Perlu diketahui, kista biasanya tidak berbahaya dan dapat hilang dengan sendirinya tanpa memerlukan tindakan medis tertentu. Namun, pasien dapat mempercepat proses pemulihan dengan meletakkan kompres hangat pada bagian tubuh yang terdapat kista. Selain itu, hindari memencet atau memecahkan kista guna meminimalkan risiko infeksi.

 

Apabila benjolan tersebut tidak kunjung hilang, sejumlah tindakan medis yang dapat dilakukan untuk menangani kista adalah:

  • Penyuntikkan kortikosteroid untuk meredakan peradangan pada kista.

  • Aspirasi jarum halus (fine needle aspiration), yaitu prosedur medis yang dilakukan dengan menusuk kista menggunakan jarum untuk menyedot cairan di dalam kista dan sampel cairan dikirim ke laboratorium untuk memeriksa jenis kandungan pada cairan kista.

  • Apabila prosedur aspirasi tidak berhasil menghilangkan benjolan tersebut, dokter dapat melakukan tindakan pembedahan untuk mengangkat kista.

 

Pencegahan Kista

 

Pada dasarnya, kista adalah kondisi yang cenderung sulit dicegah. Kendati demikian, terdapat beberapa cara yang bisa dilakukan untuk meminimalkan risiko terbentuknya beberapa jenis kista, seperti:

  • Membersihkan kelopak mata secara rutin menggunakan produk pembersih yang lembut untuk mengurangi risiko terbentuknya kalazion.

  • Mengonsumsi pil KB sesuai anjuran dokter bagi wanita yang berisiko tinggi mengalami kista ovarium.

  • Menjaga kebersihan kulit dan mengurangi kebiasaan duduk terlalu lama untuk meminimalkan risiko terbentuknya kista pilonidal.

 

Kista adalah penyakit yang tidak berbahaya tetapi perlu ditangani dengan segera dan tepat untuk menghindari risiko komplikasi. Jika Anda mengalami ciri-ciri penyakit kista yang telah dijelaskan di atas, segera kunjungi Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Siloam Hospitals terdekat untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat. 

 

Digital Booking Lab&Rad - KV 3

Dokter Kami
dr-widjoyo-spb

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Widjoyo, SpB

Bedah Umum

Spesialis Bedah


Siloam Hospitals Makassar

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-roland-octavianus-karema-spb

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Roland Octavianus Karema, SpB

Bedah Umum

Spesialis Bedah


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ade-chandra-spb

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ade Chandra, SpB

Bedah Umum

Spesialis Bedah


Siloam Hospitals Denpasar

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail