Kenali Kondisi Pura-Pura Sakit, Bisa karena Gangguan Mental!
Kesehatan Mental

Kenali Kondisi Pura-Pura Sakit, Bisa karena Gangguan Mental!

20 Oktober 2025 3 menit waktu baca
Mengenal kondisi pura-pura sakit

Pura-pura sakit merupakan perilaku yang mungkin pernah dilakukan oleh hampir setiap individu untuk menghindari kewajiban dan tanggung jawabnya. Namun, jika dilakukan secara terus-menerus, perilaku ini bisa mengarah pada kondisi tertentu, seperti factitious disorder dan malingering.

 

Mari kenali berbagai macam kondisi yang ditandai dengan perilaku pura-pura sakit selengkapnya melalui ulasan di bawah ini.

 

Mengenal Macam-Macam Kondisi Pura-Pura Sakit

 

Secara umum, terdapat dua kondisi yang terkait dengan perilaku pura-pura sakit, yaitu factitious disorder dan malingering. Berikut masing-masing penjelasannya.

 

1. Factitious Disorder

 

Factitious disorder adalah gangguan kesehatan mental yang membuat seseorang  pura-pura sakit atau sengaja melebih-lebihkan kondisi kesehatannya untuk mendapatkan atensi atau perhatian serta simpati dari orang lain maupun lingkungan sosial di sekitarnya. 

 

Pada dasarnya, kondisi ini dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu sebagai berikut:

 

  • Factitious disorder imposed on self atau sindrom Munchausen adalah jenis factitious disorder ketika seseorang memalsukan kondisi kesehatan dirinya sendiri.

  • Factitious disorder imposed on another atau Munchausen syndrome by proxy adalah gangguan mental ketika seseorang berbohong atau melebih-lebihkan kondisi kesehatan orang lain. Gangguan ini biasanya dapat ditemukan pada pengasuh atau orang tua yang sengaja mencederai atau memalsukan kondisi kesehatan anaknya demi mendapatkan perhatian.

 

Belum diketahui apa penyebab dari gangguan ini. Namun, terdapat dugaan bahwa factitious disorder dapat dipicu oleh berbagai faktor, seperti:

 

  • Trauma masa kecil, seperti pernah mengalami kekerasan fisik, pelecehan seksual, kekerasan psikis, atau ditinggal oleh orang terdekat.

  • Menderita penyakit kronis pada masa kanak-kanak. Kondisi ini dapat membuat anak terbiasa mendapatkan perhatian lebih, sehingga mereka berharap akan tetap memperoleh tingkat perhatian yang sama atau lebih meskipun sudah sembuh.

  • Menderita gangguan mental lainnya, seperti gangguan kepribadian narsistik dan depresi.

  • Rendahnya tingkat kepercayaan diri dan kesadaran akan jati diri.

 

2. Malingering

 

Dilansir dari buku Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder 5th Edition (DSM-5), malingering adalah suatu gangguan ketika seseorang pura-pura sakit dengan menunjukkan gejala-gejala dari gangguan mental atau penyakit fisik yang palsu ataupun berlebihan demi mendapatkan keuntungan pribadi.

 

Terdapat beberapa alasan yang membuat seseorang melakukan perilaku malingering, di antaranya sebagai berikut.

 

  • Untuk menghindari tanggung jawab hukum dan pekerjaan.

  • Untuk mengeklaim asuransi, insentif, atau tunjangan kecelakaan kerja.

  • Untuk menghindari kewajiban militer.

  • Untuk mendapatkan dan menyalahgunakan obat-obatan.

 

Selain itu, menurut buku DSM-5, kondisi ini juga bisa berkaitan dengan gangguan kepribadian antisosial. Hal ini dikarenakan orang dengan gangguan kepribadian antisosial biasanya menunjukkan perilaku yang tidak bertanggung jawab, bahkan bisa melakukan tindakan kriminal.

 

Perbedaan Malingering dan Factitious Disorder

 

Meski sama-sama menunjukkan perilaku pura-pura sakit, terdapat perbedaan antara factitious disorder dan malingering yang penting untuk dipahami.

 

Seperti yang telah dijelaskan di atas, factitious disorder dan malingering memiliki perbedaan jika dilihat dari tujuannya. Factitious disorder ditandai dengan perilaku seseorang yang pura-pura sakit demi mendapatkan perhatian dan simpati dari orang lain, namun tidak untuk mendapatkan keuntungan pribadi. Sementara itu, malingering ditandai dengan perilaku pura-pura sakit yang bertujuan untuk memperoleh keuntungan pribadi dan menghindari tanggung jawab.

 

Selain itu, berbeda dengan factitious disorder yang digolongkan sebagai gangguan mental yang serius, para ahli tidak mengklasifikasikan malingering sebagai masalah kesehatan mental karena dilakukan secara sadar dan disengaja.

 

Dapat disimpulkan, pura-pura sakit adalah perilaku yang bisa berhubungan dengan gangguan mental. Oleh karenanya, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater lewat layanan Telekonsultasi apabila mengeluhkan kondisi yang terkait dengan gangguan mental.

 

Layanan ini memungkinkan pasien untuk mendapatkan resep obat dari dokter dan memperoleh obat tersebut tanpa harus keluar rumah. Namun, untuk beberapa jenis obat tertentu, seperti antipsikotik dan antidepresan, pasien wajib mengambilnya secara langsung (self pick up).

 

Dalam memudahkan Anda mengakses layanan kesehatan, manfaatkan juga aplikasi MySiloam yang dilengkapi dengan fitur check in mandiri serta antre secara online sebelum mengunjungi Siloam Hospitals terdekat di kota Anda. Unduh MySiloam sekarang dan jaga selalu kesehatan fisik dan mental Anda #BersamaSiloam!

 

telechat

message

ArticleDetail