Manfaat Tempe Bisa untuk Kesehatan Jantung, Sayang Dilewatkan
Pola Hidup Sehat

Manfaat Tempe Bisa untuk Kesehatan Jantung, Sayang Dilewatkan

07 Januari 2025 6 menit waktu baca
manfaat tempe

 

Tempe adalah makanan berbahan dasar kedelai yang sering digunakan sebagai pengganti daging oleh kalangan vegan dan vegetarian. Pasalnya, tempe mengandung vitamin B12 dan protein yang lengkap. Dengan kata lain, tempe memiliki 9 asam amino yang diperlukan untuk menjaga kesehatan tubuh. Mari simak apa saja manfaat tempe untuk kesehatan tubuh selengkapnya melalui ulasan di bawah ini.

 

Kandungan Tempe

 

Tempe adalah makanan tradisional yang berasal dari Indonesia dan terbuat dari kedelai yang difermentasi. Makanan ini terkenal akan kandungan proteinnya yang tinggi sehingga kerap dijadikan sebagai makanan alternatif pengganti daging, terutama bagi mereka yang menjalani pola makan vegetarian atau vegan. Bahkan, tempe adalah satu-satunya sumber nabati yang memiliki kandungan vitamin B12, yang mana kandungan ini sebagian besar dimiliki oleh produk hewani.

 

Selain protein dan vitamin B12, tempe juga mengandung berbagai nutrisi lain yang penting bagi tubuh. Pasalnya, dalam 100 gram tempe diketahui memiliki kandungan gizi sebagai berikut:

 

  • Kalori: 201 kal.

  • Protein: 20,8 g.

  • Karbohidrat: 13,5 g.

  • Total lemak: 8,8 g.

  • Serat: 1,4 g.

  • Fosfor: 326 mg.

  • Kalium: 234 mg.

  • Kalsium: 155 mg.

  • Natrium 9 mg.

  • Niasin: 4,9 mg.

  • Zat besi: 4 mg.

  • Seng: 1,7 mg.

  • Riboflavin: 0,59 mg.

  • Tembaga: 0,57 mg.

  • Tiamin: 0,19 mg.

 

Zat gizi di dalam tempe lebih mudah dicerna, diserap, dan dimanfaatkan oleh tubuh dibandingkan dengan zat gizi yang terdapat dalam kedelai dan produk turunan lainnya. Selain itu, nilai gizi tempe juga lebih tinggi daripada nilai gizi kedelai sebelum difermentasi karena proses fermentasi tempe oleh jamur Rhizopus Oligosporous atau jamur Rhizopus oryzae meningkatkan setiap kandungan gizi tempe.

 

Manfaat Tempe

 

Kelebihan utama tempe adalah bisa menjadi pengganti sumber protein yang bagus bagi seseorang yang ingin mengurangi atau tidak mengonsumsi daging. Namun, secara umum, beberapa manfaat tempe untuk kesehatan adalah sebagai berikut.

 

1. Menjaga Keseimbangan Mikrobiota Usus

 

Pola makan adalah salah satu faktor paling signifikan yang dapat memengaruhi mikrobiota usus, yaitu mikroorganisme baik yang secara alami ada di usus dan bekerja untuk menjaga kesehatan saluran pencernaan. Manfaat tempe yang utama adalah kandungan probiotik yang dihasilkan dari proses fermentasi memberikan pengaruh baik terhadap mikrobiota usus, membantu proses pencernaan, dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

 

Penelitian dalam International Journal of Molecular Science menunjukkan bahwa konsumsi tempe dapat menurunkan jumlah bakteri Proteobacteria, termasuk bakteri E. coli yang jika jumlahnya berlebihan dapat menyebabkan infeksi dan peradangan saluran cerna.

 

Sebaliknya, tempe dapat meningkatkan hingga sepuluh kali lipat Actinobacteria, yang mencakup bakteri seperti Bifidobacterium yang bekerja mendukung kesehatan usus dengan menjaga keseimbangan mikrobiota dan meningkatkan kesehatan pencernaan.

 

Tidak sampai di situ, penelitian tersebut juga mengungkapkan bahwa konsumsi tempe berperan dalam peningkatan kadar faktor neurotropik turunan otak (BDNF) yang berhubungan dengan kesehatan otak serta berimplikasi pada pengaturan suasana hati.

 

2. Membantu Mencegah Kanker

 

Manfaat tempe berikutnya adalah membantu mencegah kanker. Penelitian dalam Journal of Bioscience and Bioengineering menyebutkan bahwa tempe adalah makanan fermentasi berbahan dasar kedelai yang mengandung peptida bioaktif serta isoflavon yang melimpah, seperti genistein dan daidzein. 

 

Senyawa-senyawa ini diketahui memiliki aktivitas antikanker khususnya terhadap jenis kanker seperti kanker payudara, kanker serviks, dan kanker ovarium. Kandungan isoflavon, atau disebut juga fitoestrogen, di dalam tempe diketahui dapat menghambat pertumbuhan sel kanker yang terkait dengan hormon. Misalnya, dapat membantu menurunkan risiko berkembangnya kanker payudara.

 

Selain itu, jurnal berjudul Anticancer properties of soy-based tempe: A proposed opinion for future meal juga menyebutkan bahwa senyawa-senyawa dalam tempe menunjukkan potensi sebagai antikanker atau antitumor dengan menghambat proliferasi sel kanker (pertumbuhan sel kanker), mencegah terjadinya angiogenesis (pembentukan pembuluh darah baru yang mendukung pertumbuhan kanker), dan menginduksi apoptosis (proses kematian sel terencana) pada sel kanker. 

 

3. Menurunkan Kadar Kolesterol

 

Penurunan kadar kolesterol juga menjadi salah satu manfaat tempe yang bisa Anda dapatkan 

dengan mengonsumsinya secara rutin setiap hari. Pasalnya, penelitian terbaru pada tahun 2023 menyimpulkan bahwa asupan harian kacang kedelai dan tempe yang mengandung 25 g protein kedelai selama enam minggu menunjukkan kecenderungan penurunan kadar kolesterol total pada pasien dengan hiperkolesterolemia. Penurunan kadar kolesterol tentunya dapat melindungi seseorang dari risiko penyakit jantung koroner, stroke, dan lain-lain.

 

4. Meningkatkan Fungsi Kognitif

 

Fermentasi kedelai diketahui memiliki sifat antioksidan yang berkaitan dengan peningkatan fungsi kognitif. Penelitian berjudul Effects of Tempeh Probiotics on Elderly With Cognitive Impairment menunjukkan bahwa senyawa bioaktif yang ditemukan dalam tempe, termasuk senyawa antioksidan dan agen antiinflamasi terbukti memberikan pengaruh positif terhadap fungsi kognitif.

 

Pasalnya, kandungan antioksidan dan antiinflamasi yang terkandung di dalam tempe bisa membantu melindungi sel-sel otak dari kerusakan oksidatif dan peradangan. Hal ini merupakan faktor penting dalam menjaga kesehatan otak dan memori seiring bertambahnya usia.

 

5. Membantu Menjaga kesehatan Tulang

 

Dalam setiap 100 gram tempe, terdapat kandungan kalsium sebesar 155 mg. Oleh karena itu, tempe menjadi makanan yang bisa dikonsumsi untuk membantu memenuhi kebutuhan kalsium harian. Selain kalsium, tempe juga kaya akan fosfor. Kalsium dan fosfor sama-sama berperan penting dalam menjaga, memperkuat serta mempertahankan kekuatan tulang dan gigi.

 

Ketika tubuh kekurangan asupan kalsium dan fosfor, tubuh akan mengambilnya dari tulang. Jika hal ini terjadi terus-menerus, maka kepadatan tulang akan menurun dan tulang menjadi lebih lemah, keropos, dan mudah retak atau patah (osteoporosis). Mengingat bahwa tubuh tidak dapat memproduksi kalsium dan fosfor sendiri, maka kebutuhannya perlu dipenuhi dengan mengonsumsi suplemen atau makanan tinggi kalsium dan fosfor, salah satunya seperti tempe.

 

6. Menurunkan Tekanan Darah dan Mencegah Diabetes Mellitus

 

Konsumsi tempe diketahui dapat membantu menurunkan tekanan darah. Hal ini dikarenakan tempe mengandung kalium yang dibutuhkan oleh tubuh untuk mengeluarkan garam berlebih dari dalam tubuh melalui urine. Selain itu, kalium juga dapat merilekskan dinding pembuluh darah sehingga dapat menurunkan tekanan darah.

 

Kandungan isoflavon, flavonoid, serat, dan protein dalam tempe juga dapat membantu menjaga keseimbangan kadar gula darah dan memperbaiki resistensi insulin sehingga dapat mencegah diabetes mellitus. 

 

Risiko Efek Samping dari Konsumsi Tempe

 

Tempe adalah makanan yang aman dikonsumsi, bahkan kaya akan gizi yang dibutuhkan oleh tubuh, seperti yang sudah dijelaskan di atas. Namun, makanan ini mungkin tidak cocok untuk dikonsumsi semua orang, terutama orang-orang yang memiliki kondisi kesehatan tertentu. Orang yang memiliki riwayat alergi kedelai sebaiknya menghindari mengonsumsi tempe.

 

Selain itu, penderita gangguan tiroid juga perlu berhati-hati saat mengonsumsinya. Kedelai  mengandung senyawa goitrogenik yang diketahui dapat memengaruhi cara kerja kelenjar tiroid dengan menghambat penyerapan yodium yang dibutuhkan tubuh untuk memproduksi hormon tiroid. Kedelai juga dapat memengaruhi cara tubuh dalam menyerap obat tiroid. Diskusikan dengan dokter mengenai konsumsi tempe terlebih dahulu bila Anda memiliki gangguan tiroid.

 

Itulah penjelasan mengenai manfaat tempe yang perlu Anda ketahui. Penting untuk dipahami bahwa informasi di atas bertujuan untuk mengedukasi dan tidak bisa menggantikan saran dari tim medis profesional. Manfaat dan risikonya bisa berbeda-beda, tergantung kondisi kesehatan masing-masing orang.

 

Apabila ingin melakukan konsultasi lebih lanjut mengenai jenis diet yang sesuai untuk Anda, jangan ragu mengunjungi Dokter Spesialis Gizi Klinik di Siloam Hospitals terdekat. Bersama Siloam Hospitals, Anda juga dapat memperoleh saran kesehatan lebih lanjut sesuai dengan kondisi tubuh. 

 

Guna menunjang kesehatan tubuh, selain beraktivitas fisik, Anda juga bisa memesan layanan Healthy Catering Homecare dari Siloam Hospitals. Paket makanan ini bisa disesuaikan dengan kondisi kesehatan Anda, serta sudah dilengkapi dengan sesi konsultasi bersama ahli gizi kami. Praktis, anda bisa memesannya secara virtual melalui aplikasi MySiloam.

Sumber

WebMD. Tempeh: Health Benefits & Nutrition. Diakses pada 2024 | Cleveland Clinic. Is Tempeh Just Tofu? Not Exactly — But Here’s Why It’s So Good for You. Diakses pada 2024 | Healthline. Why Tempeh Is Incredibly Healthy and Nutritious. Diakses pada 2024 | Kemenkes. Interaksi Mikrobiota Usus dan Sistem Kekebalan Tubuh Manusia. Diakses pada 2024 | Kemenkes. Manfaat Tempe Bagi Kesehatan. Diakses pada 2024 | Kemenkes. Tempe Makanan Sederhana yang Bergizi. Diakses pada 2024 |

Dokter Kami
dr-lanny-christiawati-spgk

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Lanny Christiawati, SpGK

Gizi Klinik

Spesialis Gizi Klinik


Siloam Hospitals TB Simatupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-samuel-oetoro-spgk

Kunjungi Rumah Sakit

Dr. dr. Samuel Oetoro, MS, SpGK (K)

Gizi Klinik

Subspesialis Nutrisi pada Kelainan Metabolisme Gizi


MRCCC Siloam Hospitals Semanggi

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-christopher-andrian-mgizi-spgk

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Christopher Andrian, M.Gizi, SpGK

Gizi Klinik

Spesialis Gizi Klinik


Siloam Hospitals TB Simatupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail