Perbedaan Vegetarian dan Vegan yang Perlu Dipahami
Pola Hidup Sehat

Perbedaan Vegetarian dan Vegan yang Perlu Dipahami

22 Agustus 2024 4 menit waktu baca
perbedaan vegetarian dan vegan

Vegetarian dan vegan adalah dua gaya hidup yang sering disalahartikan sebagai hal yang sama, namun sebenarnya memiliki perbedaan mendasar. Keduanya memang menghindari konsumsi daging, tetapi alasan dan cara mereka mengelola pola makan serta gaya hidup cenderung berbeda. Pahami tentang perbedaan vegetarian dan vegan selengkapnya melalui ulasan di bawah ini.

 

Perbedaan Vegetarian dan Vegan

 

Setiap orang melakukan diet vegetarian atau vegan karena alasan yang berbeda-beda, mulai dari kesehatan, lingkungan, atau keyakinan yang dianut. Namun, beberapa orang mungkin belum memahami apa perbedaan vegan dan vegetarian, bahkan menganggapnya sebagai satu hal yang sama.

 

1. Pola Makan

 

Perbedaan vegetarian dan vegan yang pertama bisa dilihat dari pola makannya. Vegetarian adalah diet yang menerapkan pola makan dengan menghindari makanan yang berasal dari hewan, seperti daging-dagingan serta makanan laut. Alhasil, seorang vegetarian hanya mengonsumsi buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, biji-bijian, dan jamur.

 

Kendati demikian, terdapat beberapa pelaku diet vegetarian yang masih mengonsumsi produk dari hewan, seperti telur, susu, olahan susu, dan madu. Hal ini dikarenakan pengolahan telur, susu, dan madu sudah tidak melibatkan penyembelihan hewan.

 

Di sisi lain, vegan merupakan salah satu tipe vegetarian dengan pola makan yang lebih ketat. Seorang vegan menghindari semua produk yang berasal dari hewan, bukan hanya makanan tetapi juga pakaian, kosmetik, dan lain-lain. Jadi, tidak hanya sebatas pada makanan yang dikonsumsi, namun vegan sudah menjadi gaya hidup.

 

Vegan didasari pada prinsip menghindari segala bentuk eksploitasi terhadap hewan, sehingga mereka benar-benar menghindari produk hasil eksploitasi hewan, termasuk susu, telur, madu, bahkan barang-barang yang berasal dari hewan, seperti jaket kulit.

 

2. Jenis-Jenisnya

 

Perbedaan vegetarian dan vegan berikutnya adalah jenisnya. Adapun jenis-jenis diet vegetarian, yaitu: 

 

  • Lacto ovo vegetarian (menghindari daging tapi tetap mengonsumsi susu dan telur). 

  • Lacto vegetarian (menghindari daging dan telur tapi masih mengonsumsi produk susu)

  • Ovo vegetarian (menghindari segala jenis produk dari hewan kecuali telur).

 

Orang yang tidak makan daging atau unggas tetapi mengonsumsi ikan dianggap pescatarian, sedangkan vegetarian paruh waktu sering disebut sebagai flexitarian, yaitu orang yang secara utama vegetarian atau vegan namun sesekali memakan daging. 

 

Sementara itu, vegan terbagi menjadi dua jenis, yaitu gluten-free vegan diet dan raw vegan diet. Berikut masing-masing penjelasannya:

 

  • Gluten-free diet: Vegan yang menerapkan pola makan bebas gluten, misalnya gandum, serealia, dan jelai. Pola makan ini biasanya diterapkan oleh penderita penyakit celiac.

  • Raw vegan diet: Vegan yang mengonsumsi jenis makanan dari nabati dalam kondisi mentah. Tujuannya agar zat gizi yang ada dalam makanan tersebut tidak hilang. Namun, terkadang seorang vegan tetap memasaknya dengan suhu rendah, tidak lebih dari 40 derajat Celsius.

 

3. Manfaat

 

Pada dasarnya, baik vegetarian maupun vegan menawarkan manfaat yang serupa. Dengan menerapkan pola makan ini, Anda akan lebih banyak mengonsumsi sayur dan buah yang diperkaya antioksidan serta gizi yang tentunya berpengaruh positif pada kesehatan tubuh.

 

Namun, terdapat beberapa perbedaan di dalamnya. Orang yang menerapkan lacto-vegetarian cenderung memperoleh mineral dan vitamin, seperti kalsium, fosfor, dan vitamin D, lebih banyak dari vegan karena mereka mengonsumsi susu.

 

Meski seorang vegan kesulitan memperoleh zat gizi tersebut, namun menghindari susu dan telur juga akan membantu mereka mengontrol kadar kolesterol agar tetap normal. Dengan begitu, risiko berbagai penyakit pun bisa diminimalkan.

 

4. Risiko

 

Perbedaan vegetarian dan vegan yang perlu diperhatikan lainnya adalah risikonya. Meski lebih banyak manfaat yang bisa diperoleh, namun ada beberapa risiko yang mungkin perlu diwaspadai. Pasalnya, seseorang yang menjalani diet vegetarian berisiko tidak mendapatkan asupan vitamin B6 (piridoksin) dan vitamin B3 niasin dari makanan yang dikonsumsi.

 

Sementara itu, seseorang yang menjalani diet vegan berisiko kekurangan seng dan omega-3, terutama EPA (Eicosa-Pentaenoic Acid) dan DHA (Docosa-Hexaenoic Acid), karena tidak mengonsumsi makanan dari sumber hewani sama sekali. Jadi, baik seorang vegetarian atau vegan tetap perlu memperhatikan dan mencukupi kebutuhan nutrisi yang diperlukan.

 

Asupan nutrisi yang tidak mencukupi seperti kekurangan asam lemak omega-3, kalsium, serta vitamin D dan B12 dapat berdampak negatif pada berbagai aspek kesehatan, termasuk kesehatan mental dan fisik. 

 

Baik vegetarian maupun vegan harus memberikan perhatian khusus pada strategi nutrisi yang dimaksudkan untuk meningkatkan penyerapan nutrisi dari makanan nabati. Suplemen terutama nutrisi seperti zat besi, kalsium, omega-3, serta vitamin D dan B12 juga mungkin dibutuhkan.

 

Berikut adalah hal-hal yang perlu diperhatikan apabila Anda memutuskan untuk menjadi vegetarian atau vegan:

 

  • Menganalisis kebutuhan asupan nutrisi harian.

  • Mengukur kadar nutrisi dalam darah.

  • Mengonsumsi suplemen yang sesuai.

 

Itulah penjelasan mengenai perbedaan vegetarian dan vegan yang perlu Anda pahami. Apabila Anda ingin tahu lebih lanjut mengenai gaya hidup ini, Anda bisa berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Gizi Klinik berpengalaman dari Siloam Hospitals.

 

Bagi Anda yang ingin mendapatkan asupan makanan sesuai kondisi tubuh secara praktis, Anda bisa memesan paket katering sehat Homecare Catering Sehat dari Siloam Hospitals. Paket ini dapat disesuaikan dengan preferensi dan kondisi kesehatan. Bahkan, juga sudah mencakup konsultasi gratis dengan ahli gizi.

 

Siloam at Home

 

Dokter Kami
dr-lanny-christiawati-spgk

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Lanny Christiawati, SpGK

Gizi Klinik

Spesialis Gizi Klinik


Siloam Hospitals TB Simatupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-samuel-oetoro-spgk

Kunjungi Rumah Sakit

Dr. dr. Samuel Oetoro, MS, SpGK (K)

Gizi Klinik

Subspesialis Nutrisi pada Kelainan Metabolisme Gizi


MRCCC Siloam Hospitals Semanggi

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-christopher-andrian-mgizi-spgk

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Christopher Andrian, M.Gizi, SpGK

Gizi Klinik

Spesialis Gizi Klinik


Siloam Hospitals TB Simatupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail