Penyebab Muntah Cairan Empedu dan Cara Mengatasinya
Kesehatan Tubuh

Penyebab Muntah Cairan Empedu dan Cara Mengatasinya

19 Mei 2025 5 menit waktu baca
muntah cairan empedu

Muntah sering kali dianggap sebagai gejala yang sepele. Namun, sebenarnya hal ini bisa menjadi tanda kondisi kesehatan tertentu. Salah satu jenis muntah yang perlu diwaspadai adalah muntah cairan empedu yang berwarna hijau kekuningan. Sebenarnya, apa yang membuat seseorang bisa muntah cairan empedu? Mari simak penjelasan selengkapnya melalui ulasan di bawah ini.

 

Penyebab Muntah Cairan Empedu

 

Muntah cairan empedu ditandai dengan muntah yang mengeluarkan cairan berwarna kuning atau kehijauan. Hal ini dapat disebabkan oleh berbagai alasan, mulai dari kehamilan, refluks empedu, atau kondisi medis lainnya. Berikut uraian selengkapnya mengenai penyebab muntah cairan empedu.

 

1. Muntah saat Perut Kosong

 

Muntah cairan empedu dapat terjadi ketika seseorang muntah dalam keadaan perut kosong. Biasanya, hal ini dipicu oleh flu perut (gastroenteritis) atau keracunan makanan dan sudah memuntahkan seluruh isi perutnya sebelumnya. Selain itu, bisa juga terjadi karena seseorang telat makan atau tidak makan dalam waktu yang sangat lama.

 

2. Konsumsi Alkohol Berlebihan

 

Sering kali, seseorang muntah setelah mengonsumsi minuman beralkohol dalam jumlah yang berlebihan. Jika alkohol dikonsumsi dalam kondisi perut kosong, muntah yang mungkin keluar adalah cairan empedu berwarna kuning kehijauan. 

 

Karena itu, orang yang sering mengonsumsi alkohol secara berlebihan dan sulit menghentikannya sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan saran yang tepat, guna membatasi asupan alkoholnya.

 

3. Kehamilan

 

Kehamilan juga bisa menjadi penyebab muntah cairan empedu selanjutnya. Di awal kehamilan, ibu sering mengalami morning sickness yang ditandai dengan mual dan muntah. Pada kondisi ini, beberapa orang mungkin muntah cairan empedu saat morning sickness.

 

Pada kondisi yang lebih parah, dokter menyebut muntah cairan empedu akibat morning sickness sebagai hiperemesis gravidarum. Kondisi ini dapat menyebabkan muntah hebat hingga membahayakan ibu dan janin. 

 

4. Refluks Empedu

 

Refluks empedu adalah kondisi yang terjadi ketika saluran otot antara lambung dan usus halus (sfingter pilorus) tidak berfungsi dengan baik. Hal ini menyebabkan cairan empedu masuk ke lambung, kemudian naik ke kerongkongan. Kondisi ini dapat disebabkan oleh tukak lambung atau efek samping setelah operasi organ perut bagian atas (seperti operasi kantong empedu maupun operasi gastric bypass).

 

Selain muntah cairan empedu, refluks empedu juga dapat memicu gejala lain, seperti nyeri ulu hati, diare, nyeri perut, serta rasa tidak enak di dalam mulut. Gejala ini bisa terjadi sendiri atau bersamaan dengan refluks empedu dan asam lambung.

 

5. Obstruksi Usus

 

Penyebab muntah cairan empedu lainnya adalah obstruksi usus. Apabila usus tersumbat, empedu dapat terkumpul dan kembali ke lambung, alih-alih dikeluarkan melalui tinja. Beberapa gejala lain yang bisa ditimbulkan penyumbatan usus selain muntah cairan empedu adalah:

 

  • Nyeri dan kram perut yang parah.

  • Perut terasa penuh dan bengkak.

  • Kembung.

  • Ketidakmampuan untuk buang angin.

  • Suara perut yang keras.

 

6. Hernia Hiatus

 

Hernia hiatus adalah kondisi ketika bagian lambung menonjol ke dada melalui otot tipis yang disebut dengan diafragma. Kondisi ini biasanya dialami oleh orang dewasa yang lebih tua atau penderita obesitas. Selain muntah cairan empedu, hernia hiatus dapat disertai dengan gejala nyeri ulu hati, nyeri perut, iritasi tenggorokan, dan bersendawa.

 

Diagnosis Penyebab Muntah Cairan Empedu

 

Guna mendiagnosis penyebab dari muntah kuning kehijauan yang dialami pasien, dokter akan melakukan anamnesis (wawancara medis) atau tanya jawab medis mengenai gejala dan riwayat kesehatan pasien. Kemudian, dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik. Guna mengonfirmasi diagnosis, dokter biasanya meminta pasien menjalani tes penunjang. Tes tersebut, di antaranya:

 

  • Tes darah, termasuk tes fungsi hati dan tes amilase atau lipase guna mengetahui kondisi pencernaan, kantong empedu, atau hati.

  • Upper endoscopy, untuk melihat bagian dalam kerongkongan, lambung, dan katup lambung.

  • Tes pencitraan, seperti CT scan dan MRI untuk memeriksa adanya hernia hiatus, obstruksi usus, atau masalah pencernaan lainnya.

  • Hepatobiliary iminodiacetic acid (HIDA) scan, untuk memeriksa aliran empedu dari hati ke usus halus dengan cara menyuntikkan zat radioaktif ke pembuluh darah.

  • Manometri esofagus, digunakan untuk menilai pergerakan otot esofagus saat proses menelan.

  • Impedansi esofagus, pemeriksaan ini menggunakan tabung dengan probe kecil yang dimasukkan ke dalam esofagus melalui hidung, untuk melihat ada atau tidaknya cairan empedu yang terdeteksi selama 24 jam.

 

Cara Mengatasi Muntah Cairan Empedu

 

Penanganan muntah cairan empedu akan disesuaikan dengan penyebab yang mendasarinya. Bila tidak ditemukan penyebab yang jelas, biasanya dokter akan menunggu hingga kondisi pasien membaik. Namun, jika kondisi ini terjadi pada bayi, dokter mungkin akan menganggapnya sebagai keadaan darurat dan melakukan pembedahan jika muntah cairan empedu disebabkan oleh penyumbatan, (seperti atresia duodenum).

 

Sementara itu, secara umum, penanganan untuk pasien yang muntah cairan empedu bisa meliputi:

 

  • Memberikan obat antimual untuk menghentikan muntah.

  • Memberikan cairan intravena untuk menghindari dehidrasi.

  • Mengobati infeksi yang mendasarinya.

  • Mengangkat kantong empedu bila pasien memiliki batu empedu.

  • Melakukan pembedahan untuk mengangkat sumbatan.



Sebagai langkah penanganan mandiri di rumah, pasien biasa menerapkan beberapa cara berikut ini:

 

  • Makan dalam porsi kecil dengan frekuensi lebih sering daripada tiga kali sehari dengan porsi besar.

  • Hindari berbaring atau tidur setelah makan.

  • Makan terakhir 2–3 jam sebelum tidur.

  • Minum cukup air untuk mencegah dehidrasi.

  • Menempatkan beberapa bantal di bawah punggung dan kepala saat berbaring untuk mencegah aliran balik empedu.

  • Menurunkan berat badan jika mengalami overweight atau obesitas.

  • Mengelola stres dengan latihan pernapasan, meditasi, atau yoga.

  • Berhenti merokok.

  • Membatasi konsumsi alkohol.

 

Sebagai informasi, berbagai penyebab muntah cairan empedu yang disebutkan di atas tidak dapat menggantikan konfirmasi diagnosis dari tenaga medis profesional. Artinya, masih ada sejumlah pemicu lain yang bisa menjadi penyebab seseorang mengalami muntah cairan empedu. 

 

Untuk itu, bila Anda mengalami sejumlah keluhan yang mengarah pada kondisi ini, jangan ragu mengunjungi Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Siloam Hospitals agar memperoleh diagnosis sekaligus pengobatan yang tepat.

 

Tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang direkomendasikan oleh dokter atau tenaga medis lainnya terkait dengan kondisi ini juga bisa berbeda-beda setiap rumah sakit, tergantung dari fasilitas yang tersedia. Kendati demikian, tenaga medis akan memastikan tahapan pemeriksaan dan pengobatan sesuai dengan kondisi medis setiap pasien.

 

Untuk membuat janji temu dengan dokter terkait, Anda bisa memanfaatkan fitur yang tersedia di aplikasi MySiloam. Melalui aplikasi ini, Anda juga dapat melihat riwayat kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

 

Aplikasi My Siloam

Dokter Kami
dr-albertus-daniel-sppd

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Albertus Daniel, SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ra-aditya-adhi-puruhita-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ra Aditya Adhi Puruhita, M.M.R., SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-juliyanti-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Juliyanti, SpPD, FINASIM

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Kelapa Dua

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail