Mengenal Nutrigenetik & Perannya dalam Penyesuaian Pola Makan
Pola Hidup Sehat

Mengenal Nutrigenetik & Perannya dalam Penyesuaian Pola Makan

22 Agustus 2024 4 menit waktu baca
nutrigenetik adalah

Nutrigenetik adalah salah satu cabang ilmu yang mempelajari peran genetik dalam merespons diet atau pola makan seseorang. Pada dasarnya, nutrigenetik berasal dari gabungan beberapa bidang ilmu, yaitu ilmu gizi, ilmu molekuler, dan ilmu kesehatan. Untuk mengetahui informasi mengenai manfaat nutrigenetik dalam kesehatan dan penyesuaian pola makan selengkapnya, Anda bisa menyimak artikel berikut ini.

 

Apa itu Nutrigenetik?

 

Seperti yang telah dijelaskan, nutrigenetik adalah bidang ilmu yang mempelajari peran faktor genetik terhadap respons diet atau pola makan seseorang. Sebagai informasi, genetik adalah informasi yang dimiliki oleh setiap sel makhluk hidup dan bisa diwariskan kepada keturunannya.

 

Secara umum, hampir keseluruhan sistem dalam tubuh manusia dikendalikan oleh protein. Protein tersebut saling berinteraksi satu sama lain, baik dalam bentuk enzim, sinyal hormonal, maupun sinyal tertentu pada sel. Protein-protein inilah yang dikode oleh gen-gen dalam nukleus sel-sel pada tubuh manusia.

 

Seiring dengan perkembangan bidang sains dan teknologi, manusia bisa mempelajari genetik di dalam tubuh serta perannya pada berbagai fungsi fisiologis, salah satunya adalah bagaimana respons gen tersebut terhadap pola makan seseorang.

 

Adapun hal-hal yang mendasari perkembangan cabang ilmu nutrigenetik adalah sebagai berikut:

 

  • Zat gizi bisa berdampak pada kondisi kesehatan dengan memengaruhi ekspresi gen pada sistem metabolisme tubuh secara langsung. Selain itu, hal ini juga bisa memengaruhi kejadian mutasi genetik pada urutan dasar ataupun tingkat kromosom yang dapat menyebabkan perubahan dalam dosis serta ekspresi gen.

  • Pengaruh nutrisi terhadap kondisi kesehatan seseorang bergantung pada varian genetik yang diturunkan. Hal tersebut bisa memengaruhi proses penyerapan serta metabolisme zat gizi tertentu dan/atau interaksi molekuler enzim dengan kofaktor nutrisinya. Inilah yang bisa berdampak pada aktivitas reaksi biokimia zat gizi tertentu di dalam tubuh.

  • Kondisi kesehatan seseorang bisa dioptimalkan dengan menyesuaikan serta mempertimbangkan kebutuhan nutrisi setiap individu berdasarkan karakteristik genetik yang dimiliki. Ini juga bisa disesuaikan dengan faktor usia, preferensi makanan, dan kondisi tubuh secara keseluruhan.

 

Perbedaan Nutrigenomik dan Nutrigenetik

 

Pada dasarnya, perkembangan keilmuan di bidang molekuler dan bidang gizi melahirkan dua cabang keilmuan baru, yaitu nutrigenomik dan nutrigenetik. Namun, meski berasal dari cabang ilmu yang sama, nutrigenomik dan nutrigenetik adalah dua hal yang berbeda.

 

Nutrigenomik berfokus mempelajari pengaruh zat gizi pada ekspresi gen. Hal ini dapat membantu seseorang dalam memahami efek dari status gizi dan/atau diet yang sedang dijalani terhadap berbagai proses biologis menggunakan beragam teknik molekuler.

 

Ekspresi genetik yang dimaksud dalam cabang ilmu nutrigenomik adalah respons genomik (kerusakan DNA dan telomer), transkriptomik (mRNA), proteomik (protein yang dihasilkan), serta metabolomik (metabolit efek dari perubahan yang diinduksi oleh protein). Ekspresi genetik inilah yang bisa dijadikan acuan awal untuk mengetahui hubungan antara status gizi maupun zat gizi terhadap kejadian penyakit serta mekanisme yang mendasarinya.

 

Sementara itu, nutrigenetik adalah ilmu yang mempelajari peran dari faktor variasi genetik terhadap status gizi seseorang. Cabang ilmu ini juga mempelajari bagaimana interaksi antara zat gizi terhadap status kesehatan atau kondisi medis seseorang sesuai dengan faktor genetik yang dimiliki. Adapun beberapa pemeriksaan genetik untuk menunjang bidang ilmu nutrigenetik adalah single nucleotide polymorphism (SNP), copy number variant (CNV), serta haplotype.

 

Secara umum, nutrigenetik dapat menggambarkan interaksi variasi genetik dengan lingkungan, termasuk nutrisi yang terkandung di dalam makanan. Sedangkan, nutrigenomik mempertimbangkan dampak asupan nutrisi (makronutrien, mikronutrien, dan bioaktif) terhadap ekspresi gen.

 

Sebab, nutrisi diketahui dapat mengaktifkan atau menonaktifkan gen tertentu. Dengan demikian, nutrigenetik berperan dalam memberikan gambaran respons individu terhadap lingkungan dan nutrigenomik akan memberikan rekomendasi pola makan yang tepat.

 

Peranan Nutrigenetik dalam Penyesuaian Rekomendasi Asupan Gizi Individu

 

Secara umum, hubungan antara gen serta asupan gizi seseorang secara spesifik dikenal dengan istilah personalized nutrition. Berdasarkan konsep tersebut, setiap individu memiliki keunikan dan karakteristik gen tersendiri untuk beradaptasi dengan nutrisi, lingkungan, hingga risiko penyakit tertentu.

 

Salah satu contoh penerapan personalized nutrition adalah penyesuaian asupan gizi pada individu yang memiliki variasi gen FTO. Gen tersebut diketahui berperan penting dalam proses metabolisme karbohidrat dan berkaitan dengan faktor risiko obesitas. Maka dari itu, individu yang memiliki variasi gen FTO disarankan untuk membatasi atau mengurangi asupan makanan tinggi karbohidrat guna meminimalkan risiko terjadinya obesitas.

 

Di samping itu, salah satu contoh penerapan nutrigenetik untuk menggambarkan interaksi gen dan nutrisi adalah aktivitas enzim metilen-tetra-hidro folat reduktase (MTHFR). Enzim MTHFR terlibat dalam metabolisme asam folat dan pemeliharaan kadar homosistein (salah satu asam amino penting dalam tubuh).

 

Gen MTHFR tertentu dikaitkan dengan peningkatan kadar homosistein darah, terutama pada kondisi kekurangan asupan asam folat. Selain itu, individu dengan aktivitas enzim MTHFR yang rendah biasanya disertai dengan peningkatan kadar homosistein.

 

Hal tersebut dikaitkan dengan peradangan dan penyakit jantung, kesulitan untuk hamil, cacat lahir, dan potensi gangguan kemampuan detoksifikasi. Oleh karena itu, penting bagi individu dengan gen tersebut untuk memperhatikan asupan zat gizi mikro, termasuk asam folat, vitamin B6, dan B12 guna menjaga kadar homosistein.

 

Saat ini, penelitian di bidang nutrigenetik dan nutrigenomik yang berkaitan dengan pencegahan serta pengobatan penyakit sudah semakin banyak, termasuk pada beberapa penyakit kronis, seperti obesitas, diabetes melitus tipe 2, kanker, dan penyakit kardiovaskular. Personalized nutrition tentunya berguna bagi seorang dokter spesialis gizi klinik dalam memberikan rekomendasi nutrisi yang tepat sesuai dengan karakteristik genetik individu.

 

Dapat disimpulkan, nutrigenetik adalah ilmu yang dapat digunakan untuk membantu menyesuaikan pola makan yang tepat serta sesuai dengan kondisi tubuh. Di samping itu, Anda juga bisa berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Gizi Klinik di Siloam Hospitals terdekat jika ingin mengetahui saran penerapan pola makan yang baik untuk kesehatan berdasarkan profil genomik Anda.

 

Selain itu, Siloam Hospitals juga menyediakan sejumlah varian Paket Nutrigenomik Siloam GeneFit yang memungkinkan Anda untuk memperoleh pemeriksaan nutrigenomik sekaligus konsultasi dengan dokter spesialis gizi klinik. Pemesanan paket tersebut dapat dilakukan secara praktis melalui aplikasi MySiloam.

 

Aplikasi My Siloam (1)

 

Dokter Kami
dr-yoga-yuniadi-spjp

Kunjungi Rumah Sakit

Prof. Dr. dr. Yoga Yuniadi, SpJP (K), FIHA

Kardiologi (Jantung)

Subspesialis Kardiologi Intervensi


Siloam Hospitals TB Simatupang

Tersedia :

-

dr-lanny-christiawati-spgk

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Lanny Christiawati, SpGK

Gizi Klinik

Spesialis Gizi Klinik


Siloam Hospitals TB Simatupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-samuel-oetoro-spgk

Kunjungi Rumah Sakit

Dr. dr. Samuel Oetoro, MS, SpGK (K)

Gizi Klinik

Subspesialis Nutrisi pada Kelainan Metabolisme Gizi


MRCCC Siloam Hospitals Semanggi

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail