Operasi GERD (Fundoplikasi), Kapan Tindakan Ini Dibutuhkan?
Kesehatan Tubuh

Operasi GERD (Fundoplikasi), Kapan Tindakan Ini Dibutuhkan?

15 Mei 2025 4 menit waktu baca
operasi gerd

 

Operasi GERD adalah salah satu metode pengobatan untuk mengatasi penyakit refluks asam lambung atau GERD (gastroesophageal reflux disease). Namun, kapan dokter dapat merekomendasikan tindakan ini dan bagaimana prosedurnya? Mari simak penjelasan selengkapnya berikut ini.

 

Apa Itu Operasi GERD (Fundoplikasi)?

 

Operasi GERD atau operasi antirefluks atau fundoplikasi adalah prosedur pembedahan yang dilakukan untuk memperkuat otot sfingter agar asam lambung tidak naik ke kerongkongan. Prosedur ini melibatkan pembungkusan bagian atas lambung di dekat esofagus bagian bawah.

 

Esofagus adalah saluran panjang yang menghubungkan rongga mulut dan lambung. Di bagian bawah esofagus, terdapat sebuah otot berbentuk seperti cincin yang terbuka ketika seseorang sedang menelan. Namun, pada penderita GERD, cincin otot esofagus tersebut melemah sehingga asam lambung dapat terdorong kembali ke atas dan mengiritasi dinding esofagus serta menimbulkan berbagai gejala.

 

Terdapat beberapa jenis fundoplikasi sebagai pengobatan GERD, yaitu fundoplikasi Nissen dan parsial. Berikut masing-masing penjelasannya.

 

  • Fundoplikasi Nissen. Operasi yang dilakukan dengan membungkus lambung bagian atas di sepanjang bagian bawah esofagus.

  • Fundoplikasi parsial. Pada operasi ini, pembungkusan hanya dilakukan pada bagian lambung yang berada di sekitar esofagus.

 

Kapan Operasi GERD Dibutuhkan?

 

Operasi GERD dilakukan untuk memperkuat sfingter esofagus bagian bawah (lower esophageal sphincter atau LES). Dalam prosedur ini, dokter bedah akan membungkus bagian atas lambung di sekitar esofagus bagian bawah. Hal ini dapat memperkuat LES sehingga memperkecil kemungkinan asam lambung untuk naik kembali ke esofagus.

 

Dokter dapat merekomendasikan operasi GERD untuk mengatasi gejala GERD yang tidak membaik dengan obat-obatan, mengalami perubahan gaya hidup, atau ketika penderita tidak dapat mengonsumsi obat-obatan dalam jangka panjang. Selain itu, fundoplikasi biasanya juga dilakukan untuk mengatasi hernia hiatal (hernia hiatus), yaitu kondisi ketika organ lambung menonjol ke dalam rongga dada dan mendorong asam lambung naik ke esofagus.

 

Prosedur Operasi GERD

 

Sebelum menjalani operasi, dokter akan memberikan beberapa anjuran kepada pasien sebagai persiapan. Umumnya, pasien diminta untuk menghentikan kebiasaan merokok beberapa hari sebelum operasi, menyiapkan baju rawat inap, dan berpuasa selama 24–48 jam.

 

Pasien hanya diperbolehkan untuk mengonsumsi cairan, tidak boleh ada makanan atau jus. Pasien juga mungkin disarankan untuk minum obat pencahar 24 jam sebelum prosedur agar sistem pencernaan kosong.

 

Dokter juga akan memberikan suntikan obat antipembekuan darah kepada pasien dan menyarankan pasien untuk tidak mengonsumsi obat-obatan antiinflamasi serta pengencer darah. Pasien akan diminta untuk memberikan informasi kepada dokter terkait obat-obatan apa saja yang rutin dikonsumsi.

 

Prosedur operasi GERD dilakukan dengan teknik laparoskopi. Ketika anestesi sudah bekerja, dokter akan memberikan anestesi umum agar pasien tidak sadarkan diri selama operasi berlangsung. Kemudian, dokter akan membuat sayatan kecil di perut untuk memasukkan alat laparoskop.

 

Laparoskop adalah alat berbentuk tabung tipis yang dilengkapi dengan kamera dan terhubung ke monitor untuk melihat kondisi dalam perut pasien. Pada pasien dengan hernia hiatal, dokter akan mengobati kondisi tersebut terlebih dahulu.

 

Selain itu, prosedur operasi GERD juga dapat dilakukan secara terbuka dengan sayatan yang lebih besar. Hal ini memungkinkan dokter bedah untuk mengakses bagian dalam tubuh dengan instrumen yang lebih besar dan rentang gerak lebih luas. Setelah hernia hiatal pada pasien sudah ditangani, dokter akan membungkus bagian atas perut di area esofagus bagian bawah. Apabila prosedur pembedahan sudah selesai dilakukan, sayatan tersebut akan dijahit.

 

Pascaprosedur Operasi GERD

 

Operasi GERD yang dilakukan melalui laparoskopi memerlukan waktu lebih cepat untuk pulih daripada operasi terbuka. Biasanya, pasien akan menjalani rawat inap selama 2–3 hari dan bisa kembali beraktivitas dengan normal dalam 2–3 minggu setelah operasi. Langkah perawatan yang disarankan pascaprosedur operasi GERD di antaranya sebagai berikut:

 

  • Pasien diperbolehkan pulang ke rumah dalam 36–48 jam setelah operasi.

  • Pasien diminta untuk tetap melakukan kontrol secara rutin ke rumah sakit.

  • Bekas operasi akan tetap dibalut dengan perekat dan biasanya dapat dilepas dalam 2–7 hari setelah operasi.

  • Pasien perlu mengikuti anjuran dokter mengenai makanan atau minuman yang tidak boleh dikonsumsi.

  • Pasien tidak diperbolehkan mandi hingga perban atau perekat dilepas.

  • Menjaga kebersihan area sayatan menggunakan air hangat secara perlahan.

 

Risiko Efek Samping Operasi GERD

 

Prosedur ini cukup aman dilakukan, namun, seperti halnya prosedur operasi lainnya, fundoplikasi juga dapat menimbulkan sejumlah efek samping yang bisa membuat pasien merasa tidak nyaman. Efek samping tersebut di antaranya:

 

  • Kesulitan menelan (disfagia).

  • Gejala sakit maag.

  • Perut kembung.

  • Reaksi anestesi.

  • Risiko infeksi.

  • Risiko perdarahan.

  • Bengkak di area sekitar sayatan operasi.

  • Demam.

  • Muntah.

  • Kulit memerah atau terasa panas di area sekitar sayatan operasi.

 

Penting untuk diketahui bahwa prosedur operasi GERD hanya direkomendasikan bagi pasien setelah diagnosis ditegakkan. Dokter akan mempertimbangkan kondisi medis pasien terlebih dahulu untuk memastikan pasien telah memenuhi persyaratan dalam menjalani tindakan ini.

 

Kemungkinan komplikasi dan efek samping setelah operasi GERD pada dasarnya kecil, sehingga penanganannya akan disesuaikan dengan komplikasi yang dialami oleh pasien. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengikuti jadwal kontrol pascaoperasi dengan disiplin.

 

Jika terdapat tanda-tanda komplikasi, segera konsultasikan dengan Dokter Spesialis Bedah Subspesialis Bedah Digestif di Siloam Hospitals terdekat. Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk melihat jadwal praktik dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, serta memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang mempermudah perjalanan kesehatan Anda.

 

Siloam at Home

 

message

ArticleDetail