Kecantikan
Operasi Rahang: Kenali Jenis, Tujuan, Prosedur, dan Risikonya

Table of Contents
Operasi rahang (jaw surgery), yang juga dikenal sebagai bedah ortognatik, adalah prosedur pembedahan yang bertujuan untuk memperbaiki struktur rahang dan gigi yang tidak beraturan. Selain memperbaiki, tindakan pembedahan ini juga sering digunakan untuk meningkatkan nilai estetika wajah atau penampilan seseorang.
Mari simak lebih dalam prosedur, tujuan, serta efek samping bedah rahang melalui artikel ini.
Apa itu Jaw Surgery (Operasi Rahang)?
Operasi rahang adalah tindakan operasi plastik yang dilakukan untuk memperbaiki posisi dan struktur tulang rahang. Tindakan ini biasanya bertujuan untuk menangani kelainan struktur rahang dan posisi gigi yang tidak rapi atau tidak beraturan.
Selain itu, operasi ini juga dapat dilakukan untuk memperbaiki kelainan pada fungsi anggota tubuh lain, seperti masalah pada sendi temporomandibular/TMJ (sendi yang berperan dalam aktivitas mengunyah, menguap, dan berbicara), bibir sumbing, atau permasalahan tulang rahang lainnya.
Namun, perlu diketahui bahwa prosedur tidak diperuntukkan untuk segala usia. Tindakan ini hanya direkomendasikan ketika proses pertumbuhan telah berhenti, yaitu saat menginjak usia 14–16 tahun (pada wanita) dan 17–21 tahun (pada pria).
Jenis-Jenis Operasi Rahang
Berdasarkan posisi rahang yang dioperasi, terdapat tiga jenis bedah ortognatik yang umum dilakukan, yaitu maxillary osteotomy, mandibular osteotomy, dan genioplasty.
1. Maxillary Osteotomy
Maxillary osteotomy merupakan salah satu cara memperbaiki posisi rahang yang dilakukan dengan cara membedah dan memotong tulang di atas gigi. Setelah memotong tulang di atas gigi tersebut, seluruh bagian rahang atas termasuk langit-langit mulut dan gigi atas dapat bergerak sebagai satu kesatuan. Kemudian, rahang dan gigi bagian atas dimajukan ke depan sampai pas dengan gigi bagian bawah.
2. Mandibular Osteotomy
Mandibular osteotomy merupakan prosedur pembedahan untuk memperbaiki struktur rahang bawah. Dalam prosedur ini, dokter akan membuat sayatan di belakang gigi geraham yang memanjang ke bawah tulang rahang sehingga bagian depan tulang rahang dapat bergerak sebagai satu kesatuan. Lalu, bagian depan dari tulang rahang bawah tersebut dipindahkan ke sisi depan atau belakang, kemudian diamankan dengan plat atau sekrup sampai pulih kembali.
3. Genioplasty
Genioplasty atau operasi dagu adalah prosedur restrukturisasi dagu yang dilakukan dengan memotong sebagian kecil tulang dagu pada bagian depan rahang bawah, lalu memindahkannya ke depan, kemudian mengamankan dagu pada posisi baru tersebut dengan plat dan sekrup.
Tujuan dan Indikasi Operasi Rahang
Seperti yang telah dijelaskan, operasi rahang dapat dilakukan untuk alasan estetika maupun kondisi medis tertentu, seperti:
-
Gangguan mengunyah, menelan, menggigit, dan berbicara.
-
Kesulitan bernapas akibat sleep apnea.
-
Cacat lahir, seperti bibir sumbing.
-
Bentuk wajah yang tidak simetris, seperti gigi atas yang tidak sejajar dengan gigi bawah, dagu kecil, atau gigi yang terlalu menjorok ke dalam.
-
Open bite, yaitu kondisi yang ditandai dengan adanya celah di antara gigi atas dan bawah saat mulut tertutup.
-
Gangguan yang menyebabkan mulut tidak dapat menutup sepenuhnya.
-
Bau mulut kronis.
-
Temporomandibular joint (TMJ) syndrome.
Peringatan dan Kontraindikasi Operasi Rahang
Operasi rahang tidak dianjurkan untuk individu yang masih dalam fase pertumbuhan, yaitu wanita yang berusia di bawah 14 tahun atau pria yang berusia di bawah 17 tahun. Selain itu, terdapat beberapa hal yang perlu diinformasikan kepada dokter sebelum menjalani operasi rahang, yaitu:
-
Jenis obat-obatan dan suplemen yang sedang dikonsumsi.
-
Riwayat kesehatan, terutama jika terdapat gangguan mata, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, diabetes, dan lain-lain.
-
Riwayat alergi.
-
Tindakan operasi yang pernah dilakukan sebelumnya.
-
Kebiasaan merokok atau mengonsumsi minuman beralkohol.
-
Penyalahgunaan obat-obatan terlarang.
Pasien juga perlu memberitahu dokter apabila memiliki riwayat gangguan pembekuan darah atau sedang mengonsumsi obat-obatan pengencer darah. Pasalnya, kedua hal ini berpotensi menyebabkan perdarahan pada saat operasi.
Prosedur Operasi Rahang
Prosedur operasi rahang dapat dilakukan melalui beberapa tahap, yaitu persiapan, prosedur pelaksanaan, dan pemulihan pascaoperasi. Berikut masing-masing penjelasannya.
1. Persiapan
Sebelum melaksanakan bedah ortognatik, dokter dapat melakukan rontgen untuk memeriksa bentuk dan struktur rahang serta gigi yang akan ditindaklanjuti. Lalu, akan dilakukan pemasangan kawat gigi pada pasien selama 12–18 bulan sebelum operasi rahang untuk membantu memperbaiki struktur gigi.
2. Prosedur Pelaksanaan
Prosedur ini umumnya berlangsung selama 2–5 jam, tergantung dari kondisi rahang yang memerlukan perbaikan. Prosedur operasi rahang perlu disesuaikan dengan bagian rahang yang akan diperbaiki, baik itu bagian rahang atas, bawah, atau keduanya.
Secara umum, tindakan pembedahan ini dapat dilakukan melalui langkah-langkah berikut.
-
Mengarahkan pasien untuk berbaring pada meja operasi.
-
Memberikan bius total pada pasien.
-
Setelah obat bius bekerja dan pasien telah tertidur, dokter dapat membuat sayatan di dalam mulut pada rahang bagian atas ataupun bawah.
-
Memotong atau menggeser tulang rahang untuk memperbaiki bentuk dan posisi rahang.
-
Memasang alat khusus, seperti sekrup dan plat khusus untuk mempertahankan posisi rahang, apabila rahang sudah berada di posisi yang benar.
-
Jika diperlukan, dokter juga dapat mengambil sedikit tulang dari rusuk, panggul, atau kaki untuk mencangkoknya pada tulang rahang.
3. Pascaoperasi
Setelah operasi selesai dilakukan, pasien akan diobservasi hingga efek obat bius hilang dan kondisi pasien pascaoperasi telah stabil. Selama masa observasi tersebut, pasien mungkin akan merasakan kantuk, kesemutan, serta nyeri di sekitar mulut dan wajah. Dokter juga dapat menyarankan pasien untuk menjalani rawat inap selama 1–4 hari setelah operasi guna memantau efek samping yang muncul.
Setelah diperbolehkan pulang ke rumah, pasien akan disarankan untuk lebih menjaga kebersihan mulut dan gigi. Selain itu, pasien juga diminta untuk tidak merokok, membatasi aktivitas fisik berat, serta mengonsumsi makanan yang bertekstur lunak dan mudah ditelan. Jika diperlukan, dokter juga dapat meresepkan obat analgesik untuk meredakan rasa nyeri.
Secara umum, masa pemulihan pascaoperasi rahang memerlukan waktu hingga 2–3 bulan, tergantung dari usia dan kondisi kesehatan pasien. Namun, pasien masih perlu melakukan kontrol rutin setidaknya sampai 6 bulan setelah operasi. Sementara itu, alat khusus yang terpasang pada tulang rahang akan tetap digunakan hingga beberapa tahun ke depan agar posisi rahang tetap terjaga dan tidak berubah.
Risiko dan Efek Samping Operasi Rahang
Apakah operasi rahang berbahaya? Perlu diketahui bahwa tindakan pembedahan ini cenderung aman untuk dilakukan. Namun, pada beberapa kasus yang jarang terjadi, operasi rahang dapat menimbulkan beberapa komplikasi, seperti:
-
Infeksi luka operasi.
-
Perdarahan.
-
Wajah membengkak.
-
Rahang retak.
-
Sensasi mati rasa pada bibir.
-
Cedera saraf.
-
Nyeri pada sendi rahang.
-
Rahang bergeser dan kembali pada posisi sebelum operasi sehingga memerlukan operasi untuk mengoreksinya kembali.
Apabila Anda memiliki keluhan terkait dengan struktur rahang dan gigi, ada baiknya untuk berkonsultasi dengan dokter Siloam Hospitals terdekat guna mendapatkan penanganan medis yang tepat dan sesuai kondisi tubuh.
Temukan informasi jadwal, booking, dan buat janji temu dengan dokter secara praktis menggunakan fitur Cari Dokter. Atau, download dan gunakan aplikasi MySiloam untuk memudahkan Anda dalam mengakses semua layanan kesehatan dari Siloam Hospitals, seperti pesan paket medical check up hingga konsultasi dengan dokter secara online. Mari download MySiloam sekarang dan jaga selalu kesehatan Anda #BersamaSiloam!
Artikel Terkait
Dokter Kami
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Marsia Rusfianti, SpKK, M.Kes
Dermatologi (Kulit)
Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika
Siloam Hospitals Lippo Cikarang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Armina Haramaini, SpKK
Dermatologi (Kulit)
Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika
Siloam Hospitals Purwakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Epi Panjaitan, MSc, SpKK
Dermatologi (Kulit)
Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika
Siloam Hospitals Purwakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
Rontgen Panoramic (Gigi dan Rahang)
Rontgen / X-Ray
Rp237.000
TERPOPULER
Vert. Cervicalis AP + Lateral / Rontgen Tulang Leher
Rontgen / X-Ray
Rp405.000
TERPOPULER
MRI Head Non-CNTRS / MRI Kepala
MRI / MRA
Rp2.870.000
TERPOPULER
MRI Tulang Leher/Spine Cervical (Non Kontras)
MRI / MRA
Rp2.870.000
TERPOPULER
USG Leher
USG
Rp613.000







