Patent Foramen Ovale: Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya
Ibu dan Anak

Patent Foramen Ovale: Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

22 Agustus 2025 4 menit waktu baca
patent foramen ovale

Patent foramen ovale adalah kelainan kongenital (bawaan lahir) yang ditandai dengan lubang pada jantung janin yang tidak menutup setelah dilahirkan. Secara umum, kondisi ini jarang menimbulkan gejala tertentu, namun penting untuk tetap mewaspadainya karena dapat meningkatkan risiko penyakit tertentu ketika sudah beranjak dewasa. Mari simak informasi selengkapnya mengenai patent foramen ovale dalam pembahasan di bawah ini.

 

Apa itu Patent Foramen Ovale (PFO)?

 

Patent foramen ovale (PFO) adalah kondisi ketika lubang di jantung janin tidak menutup sebagaimana mestinya setelah lahir. Saat berada di dalam kandungan, janin memiliki sebuah lubang yang disebut foramen ovale yang terletak di antara ruang jantung bagian atas (serambi jantung) untuk memudahkan peredaran darah janin.

 

Selama berada di dalam kandungan, paru-paru janin masih belum berfungsi secara optimal. Janin akan mendapatkan oksigen dari darah ibu yang mengalir melalui plasenta menuju serambi kanan jantung. Dalam hal ini, foramen ovale berfungsi mengalirkan darah dari serambi kanan ke serambi kiri jantung, lalu diteruskan ke bilik kiri untuk diedarkan ke seluruh tubuh.

 

Dalam kondisi normal, lubang tersebut akan tertutup dengan sendirinya beberapa saat setelah bayi dilahirkan. Pada beberapa kasus, mungkin saja foramen ovale baru menutup saat anak berusia 1–2 tahun. Namun, pada kasus patent foramen ovale, lubang foramen ovale tidak menutup, sehingga memungkinkan darah mengalir di antara serambi jantung.

 

Penyebab Patent Foramen Ovale

 

Pada dasarnya, tidak diketahui secara pasti apa penyebab terjadinya patent foramen ovale. Namun, terdapat dugaan bahwa kondisi ini berkaitan faktor genetik yang diturunkan. Maka dari itu, orang yang memiliki keluarga dekat (ibu, ayah, dan saudara kandung) dengan riwayat PFO lebih berisiko mengalami kondisi serupa.

 

Gejala Patent Foramen Ovale

 

Patent foramen ovale sering kali tidak menimbulkan gejala, sehingga kerap tidak disadari oleh penderitanya. Sebagian besar penderita PFO baru menyadari kondisinya ketika menjalani pemeriksaan untuk kondisi medis lain. Meski demikian, dalam beberapa kasus, PFO dapat menimbulkan beberapa gejala berikut ini:

 

  • Sakit kepala atau migrain.

  • Gangguan keseimbangan.

  • Lemah atau mati rasa di lengan maupun kaki.

  • Nyeri dada.

 

Diagnosis Patent Foramen Ovale

 

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, patent foramen ovale biasanya baru terdeteksi ketika pasien menjalani pemeriksaan untuk kondisi medis lainnya. Jika dokter mencurigai pasien mengalami PFO, pemeriksaan akan dilanjutkan dengan wawancara medis (anamnesis) untuk mengetahui keluhan dan riwayat kesehatan pasien.

 

Kemudian, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, salah satunya mendengarkan suara jantung pasien menggunakan stetoskop. Selanjutnya, beberapa pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan untuk membantu menegakkan diagnosis PFO adalah:

 

  • Ekokardiogram. Terdapat dua metode ekokardiogram yang dapat digunakan, yaitu:

    • Transthoracic echocardiogram: Menggunakan gelombang suara yang diarahkan ke jantung melalui dinding dada. Prosedur ini biasanya juga menggunakan zat kontras untuk melihat kecepatan dan arah aliran darah. Atau, dokter juga dapat menggunakan larutan garam (saline) untuk memeriksa lubang yang ada di antara serambi jantung.

    • Transesophageal echocardiogram: Dilakukan dengan memasukkan alat USG ke kerongkongan melalui prosedur endoskopi untuk mendapatkan gambar kondisi jantung yang lebih jelas. Prosedur ini biasanya dilakukan apabila transthoracic echocardiogram tidak dapat menangkap gambar jantung dengan jelas.

  • Transcranial doppler (TCD) ultrasound, yaitu prosedur medis yang menggunakan gelombang suara untuk melihat aliran darah dari dan menuju otak.

 

Pengobatan Patent Foramen Ovale

 

Patent foramen ovale biasanya tidak menunjukkan gejala tertentu, sehingga kerap tidak memerlukan penanganan medis dari dokter. Namun, apabila penderita PFO berisiko mengalami stroke atau pembekuan darah, maka dokter dapat melakukan tindakan medis untuk menangani kondisi tersebut. Adapun beberapa metode yang dapat dilakukan untuk menangani PFO, di antaranya:

 

  • Penggunaan obat-obatan, seperti warfarin atau aspirin untuk mencegah penggumpalan darah.

  • Kateterisasi jantung untuk menutup lubang foramen ovale di antara serambi jantung.

  • Operasi jantung (open heart surgery) untuk menutup dan menjahit lubang di antara serambi jantung. 

 

Komplikasi Patent Foramen Ovale

 

PFO jarang menimbulkan komplikasi tertentu. Namun, beberapa orang dengan kondisi ini juga bisa mengalami kelainan jantung lainnya. Di samping itu, meski jarang terjadi, penting untuk tetap mewaspadai terjadinya sejumlah masalah kesehatan akibat PFO seperti berikut ini:

 

  • Rendahnya kadar oksigen dalam darah. PFO dapat menyebabkan sebagian besar darah mengalir ke sekitar paru-paru, sehingga menyebabkan darah kaya oksigen bercampur dengan darah minim oksigen. Hal inilah yang dapat menurunkan kadar oksigen dalam darah (hipoksemia).

  • Platypnea-orthodeoxia syndrome, yaitu kondisi ketika seseorang merasakan sesak napas saat dalam posisi tegak yang disertai dengan rendahnya kadar oksigen dalam darah.

  • Serangan jantung (infark miokard).

  • Stroke. Terkadang, gumpalan darah kecil di pembuluh darah bisa mengalir ke jantung. Hal tersebut mungkin akan melewati lubang pada PFO dan masuk ke sisi kiri jantung. Akibatnya, gumpalan darah tersebut bisa mengalir menuju otak dan menyumbat pembuluh darah, sehingga turut meningkatkan risiko terjadinya stroke iskemik.

 

Perlu diketahui bahwa penyebab dan gejala yang dijelaskan di atas tidak bisa digunakan untuk memastikan seseorang benar-benar mengidap PFO. Bahkan, hal tersebut juga bisa terjadi pada kondisi medis lainnya. Informasi di atas juga tidak dapat menggantikan diagnosis, konsultasi, serta saran dari tim medis profesional.

 

Oleh karenanya, sangat penting untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Pediatri (Anak) di Siloam Hospitals terdekat guna mendapatkan diagnosis yang akurat dan penanganan yang tepat terkait dengan patent foramen ovale. Jika benar terdiagnosis, dokter mungkin saja merujuk ke spesialis lain sesuai dengan rencana pengobatan yang diperlukan.

 

Sebagai informasi, tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang dijalani pasien terkait dengan kondisi ini bisa bervariasi, tergantung pada fasilitas kesehatan yang tersedia di setiap rumah sakit. Namun, tenaga medis profesional akan menentukan tindakan medis yang dilakukan sesuai dengan kondisi tubuh pasien.


Siloam Hospitals juga menyediakan aplikasi MySiloam yang memungkinkan Anda untuk melihat informasi jadwal praktik, membuat janji temu dengan dokter, check in mandiri, hingga antre secara online. Bahkan, aplikasi ini juga dapat digunakan untuk konsultasi langsung dengan dokter pilihan secara virtual.

 

Aplikasi My Siloam

Dokter Kami
dr-liem-eremius-arifin-spa

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Liem Eremius Arifin, SpA

Pediatrik (Anak)

Spesialis Ilmu Kesehatan Anak


Siloam Sriwijaya Palembang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ifo-faujiah-sihite-mked-ped-spa

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ifo Faujiah Sihite, M.Ked (Ped), SpA

Pediatrik (Anak)

Spesialis Ilmu Kesehatan Anak


Siloam Hospitals Jambi

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-anggun-kusumasari-spa-msc

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Anggun Kusumasari, SpA, MSc, AIFO-K

Pediatrik (Anak)

Spesialis Ilmu Kesehatan Anak


Siloam Hospitals Balikpapan

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail