Kesehatan Tubuh
PECD Uniportal: Prosedur Minimal Invasif untuk Saraf Kejepit di Leher

Table of Contents
Percutaneous endoscopic cervical discectomy (PECD) uniportal adalah prosedur bedah tulang belakang yang dilakukan secara minimal invasif dan hanya melalui satu sayatan kecil dari belakang leher. Teknik ini meminimalkan kerusakan jaringan dan pemulihan yang lebih cepat bagi pasien. Lantas, apakah PECD cocok untuk semua indikasi saraf terjepit? Simak informasi selengkapnya dalam artikel berikut ini.
Apa Itu PECD Uniportal?
PECD uniportal adalah salah satu teknik operasi endoskopi minimal invasif untuk menangani saraf terjepit di tulang belakang leher. Prosedur ini dilakukan melalui satu sayatan kecil (uniportal), sebagai jalur kamera endoskop dan instrumen operasi.
Berbeda dengan metode lain, seperti tubular system (yang menggunakan tabung dan mikroskop) atau endoskopi biportal (dua sayatan), uniportal memungkinkan seluruh tindakan dilakukan melalui satu akses saja. Medan kerja pada teknik ini sangat kecil, sekitar 7 mm, dengan lapang pandang efektif 2–3 mm, sehingga hanya jaringan yang benar-benar bermasalah yang ditangani.
Indikasi PECD Uniportal
PECD uniportal tidak ditujukan untuk semua kasus saraf leher terjepit. Oleh karena itu, pemeriksaan menyeluruh seperti MRI dan evaluasi klinis oleh dokter spesialis tetap sangat penting sebelum menentukan metode operasi.
PECD uniportal diindikasikan terutama untuk:
-
Nyeri radikular (radicular pain), yaitu nyeri yang menjalar dari leher ke lengan akibat penekanan pada saraf cabang.
-
Herniasi diskus servikal yang masih terlokalisasi.
-
Pasien dengan keluhan yang relatif masih baru atau belum menimbulkan kerusakan saraf menetap.
Sementara itu, PECD uniportal tidak direkomendasikan untuk:
-
Stenosis sentral (penyempitan kanal tulang belakang bagian tengah).
-
Neuropati kronis, di mana saraf sudah mengalami kerusakan permanen.
-
Kasus kompleks yang memerlukan area dekompresi luas.
Keunggulan PECD Uniportal
Dibandingkan teknik lain, PECD uniportal menawarkan sejumlah keunggulan yang signifikan, baik dari sisi medis maupun kenyamanan pasien. Berikut keunggulannya:
-
Kerusakan jaringan sangat minimal. Karena hanya menggunakan satu sayatan kecil, otot-otot leher dapat dipertahankan. Hal ini berbeda dengan operasi terbuka atau teknik lain yang masih berpotensi menyebabkan peregangan dan atrofi otot.
-
Pemulihan lebih cepat. Umumnya pasien dapat pulang ke rumah keesokan harinya dan kembali beraktivitas ringan.
-
Bekas luka lebih baik. Bekas luka operasi sangat kecil dan sering kali hampir tidak terlihat, sehingga pasien lebih percaya diri.
-
Risiko jangka panjang lebih rendah. Dibandingkan operasi dengan penggantian bantalan tulang belakang yang memerlukan sayatan lebih besar, uniportal memiliki risiko perlengketan jaringan dan komplikasi lanjutan yang lebih minimal.
Bagaimana Prosedur PECD Uniportal Dilakukan?
PECD uniportal dilakukan melalui pendekatan posterior, yaitu dari belakang leher. Saat ini, sebagian besar prosedur dilakukan dengan anestesi umum agar pasien lebih nyaman dan dokter dapat bekerja lebih optimal.
Melalui satu sayatan kecil, dokter memasukkan endoskop berdiameter kecil yang dilengkapi kamera beresolusi tinggi. Sistem pompa air presisi tinggi digunakan untuk menjaga area operasi tetap bersih dan memberikan visualisasi yang jelas.
Instrumen mikro berdiameter 2,5–3 mm kemudian digunakan untuk mengikis bagian tulang atau jaringan yang menekan saraf. Pada kasus sederhana, prosedur dapat berlangsung sekitar 30–40 menit. Namun, pada kasus dengan stenosis atau artropati sendi, durasi operasi dapat mencapai 1–1,5 jam untuk tiap ruas tulang belakang yang ditangani.
Karena medan kerja yang sangat sempit, prosedur ini memerlukan keahlian dokter dengan pengalaman yang sangat baik, yakni pengalaman dalam operasi terbuka serta pelatihan khusus endoskopi tulang belakang.
Risiko dan Efek Samping PECD Uniportal
Meski minimal invasif, prosedur PECD uniportal memiliki risiko dan efek samping yang perlu diperhatikan, di antaranya:
-
Nyeri menjalar (radikular).
-
Risiko infeksi, perdarahan, atau cedera saraf.
-
Tidak semua nyeri leher akan langsung hilang, terutama bila sebelumnya sudah terjadi kerusakan saraf jangka panjang.
Kendati demikian, penelitian dalam Journal of Spinal Surgery (2025) menunjukkan bahwa PECD uniportal menghasilkan penurunan nyeri radikular (VAS) yang signifikan, perbaikan fungsi tubuh pasien (NDI), dan tingkat komplikasi yang rendah (sekitar ~3.8 % pada studi tersebut).
Karena itu, komunikasi yang baik antara pasien dan dokter, termasuk pemahaman tentang manfaat dan keterbatasan prosedur, menjadi bagian penting dari proses pengobatan. PECD uniportal memberikan harapan baru bagi pasien dengan saraf kejepit di leher yang membutuhkan tindakan operasi, namun menginginkan prosedur yang lebih ringan dan pemulihan lebih cepat.
Namun, penting untuk diketahui bahwa prosedur PECD uniportal hanya direkomendasikan bagi pasien setelah diagnosis dikonfirmasi. Dokter akan terlebih dahulu mendiskusikan dan mempertimbangkan dengan seluruh tim medis terkait kondisi pasien, untuk memastikan pasien telah memenuhi persyaratan dalam menjalani tindakan ini.
Oleh karena itu, jika memiliki gejala atau keluhan kondisi medis yang berkaitan dengan penyakit tulang belakang seperti saraf kejepit, Anda dapat langsung mengunjungi Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi di Siloam Hospitals terdekat untuk mendapatkan diagnosis dan saran perawatan yang tepat sesuai kondisi Anda.
Setiap tahapan pemeriksaan dan metode pengobatan yang Anda jalani terkait gangguan tulang, jaringan ikat, dan sendi dapat berbeda berdasarkan fasilitas kesehatan rumah sakit. Tenaga medis profesional akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang disesuaikan dengan kondisi medis setiap pasien.
Gunakan aplikasi MySiloam untuk melihat jadwal praktik dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, serta memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.
Sumber
Journal of Spinal Surgery. Full Endoscopic Posterior Cervical Foraminotomy and Discectomy: Technical Note and Institutional Experience. Diakses pada 2025 | Journal of Orthopaedic Surgery and Research. Clinical efficacy and learning curve of percutaneous endoscopic cervical discectomy for symptomatic cervical spondylotic radiculopathy. Diakses pada 2025 | Journal of Clinical Medicine. Minimally Invasive Percutaneous Techniques for the Treatment of Cervical Disc Herniation: A Systematic Review and Meta-Analysis. Diakses pada 2025 |
Artikel Terkait
Dokter Kami
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Perwira Bintang Hari, SpOT, Subsp.O.T.B (K)
Ortopedi (Tulang)
Subspesialis Tulang Belakang
Siloam Hospitals Palangkaraya
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Made Oka Mahendra, SpOT, M.Biomed
Ortopedi (Tulang)
Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Su Djie To Rante, M. Biomed., SpOT, Subsp. P.L(K)
Ortopedi (Tulang)
Subspesialis Panggul dan Lutut
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
Rontgen Tulang Belakang Bawah Dan Ekor/VERT. Lumbosacral AP + LAT
Rontgen / X-Ray
Rp509.000
CT Scan Tulang Belakang Bawah Dan Ekor/Lumbosacral (Non Kontras)
CT Scan, Tulang/ Ortopedi
Rp2.808.000
MRI Tulang Belakang Tengah/Punggung/Spine Thoracic (Non Kontras)
MRI / MRA
Rp2.870.000
TERPOPULER
1.5T MRI LUMBAL NON CONTRAST
MRI / MRA, Tulang/ Ortopedi
Rp2.870.000
TERPOPULER
MRI Tulang Leher/Spine Cervical (Non Kontras)
MRI / MRA
Rp2.870.000





