Reversible Cerebral Vasoconstriction - Penyebab & Gejalanya
Kesehatan Tubuh

Reversible Cerebral Vasoconstriction - Penyebab & Gejalanya

28 Maret 2025 4 menit waktu baca
Reversible cerebral vasoconstriction

 

Reversible cerebral vasoconstriction (RCVS) adalah suatu kondisi yang dapat menyebabkan sakit kepala berat secara tiba-tiba. Kondisi ini terbilang cukup serius, bahkan bisa mengancam jiwa, sehingga seseorang yang menunjukkan gejala RCVS perlu ditangani dengan cepat. Simak ulasan selengkapnya mengenai RCVS di bawah ini.

 

Apa itu Reversible Cerebral Vasoconstriction?

 

Reversible cerebral vasoconstriction (RCVS) adalah suatu kondisi ketika pembuluh darah di dalam otak mengalami vasokonstriksi atau penyempitan secara tiba-tiba, sehingga dapat menyebabkan sakit kepala berat. Kondisi ini langka dan tergolong serius.

 

RCVS juga dikenal sebagai sindrom Call-Fleming. Nama ini diambil dari nama dua dokter, George Call dan Marie Flaming, yang menemukan RCVS pada tahun 1988. Kondisi ini melibatkan pembuluh darah yang menyuplai darah ke otak. Biasanya penyempitan pembuluh darah akan mengalami perbaikan atau sembuh dalam kurun waktu tiga bulan, sehingga disebut reversible vasoconstriction (penyempitan pembuluh darah yang dapat kembali ke normal)

 

Penyebab Reversible Cerebral Vasoconstriction

 

Sebagai informasi, pembuluh darah memiliki lapisan otot polos yang dapat membuatnya  menyempit dan melebar untuk membatasi dan meningkatkan aliran darah. Lapisan otot tersebut bisa mengalami spasme atau kontraksi sehingga mengganggu aliran darah. Kondisi ini disebut juga sebagai vasospasme.

 

Mengingat bahwa otak membutuhkan suplai darah yang besar, maka sedikit saja pengurangan aliran darah dapat mengganggu cara kerja otak. Vasospasme inilah yang memicu terjadinya RCVS. Secara umum, terdapat beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko vasospasme hingga menyebabkan RCVS, di antaranya sebagai berikut:

 

  • Kehamilan. Kehamilan merupakan faktor paling umum yang berkontribusi terhadap RCVS. Pasalnya, sebagian besar kasus RCVS terjadi setelah melahirkan, terutama dalam enam minggu pertama. Para ahli menduga bahwa hal ini berkaitan dengan perubahan kadar hormon. RCVS bahkan bisa terjadi meski ibu hamil tidak memiliki gangguan kehamilan, seperti preeklamsia

  • Penggunaan obat dan zat medis maupun nonmedis. Adapun beberapa jenis obat yang memengaruhi sistem peredaran darah dan bisa menyebabkan RCVS adalah:

    • Antidepresan, terutama golongan SSRIs (selective serotonin reuptake inhibitors).

    • Obat migrain.

    • Obat imunosupresan, yaitu obat yang berfungsi menekan sistem imun tubuh.

    • Obat penyakit Parkinson.

    • Stimulan, seperti amfetamin dan kokain.

    • Kafein dan minuman energi.

    • Koyo nikotin.

    • Halusinogen, seperti LSD atau MDMA (ekstasi).

  • Kondisi kesehatan tertentu, seperti:

    • Migrain.

    • Posterior reversible encephalopathy syndrome.

    • Faktor dan kondisi yang berhubungan dengan hormon, terutama estrogen.

    • Kondisi genetik, seperti pheochromocytoma yang menyebabkan tumor (kanker/nonkanker) yang bisa melepaskan adrenalin ekstra ke dalam darah.

 

Gejala Reversible Cerebral Vasoconstriction

 

Gejala reversible cerebral vasoconstriction muncul akibat adanya gangguan pada sirkulasi darah di seluruh otak. Kondisi ini dapat menyebabkan:

 

  • Sakit kepala yang terasa sangat berat. Kondisi ini disebut juga sebagai “thunderclap" headaches (TCHs).

  • Sensitif terhadap cahaya (fotofobia).

  • Sensitif terhadap suara (sonofobia).

  • Mual dan muntah.

  • Perubahan penglihatan atau penglihatan tidak jelas.

  • Kejang epilepsi.

  • Kelemahan otot.

  • Kebingungan.

  • Kesulitan berbicara dan memahami orang lain saat mereka berbicara (afasia).

 

RCVS juga dapat menyebabkan subarachnoid hemorrhage atau SAH (perdarahan antara otak dan tengkorak) yang juga dikenal sebagai perdarahan otak. Ini merupakan kondisi darurat medis yang gejalanya meliputi:

 

  • Leher kaku atau nyeri otot pada leher dan bahu.

  • Perubahan kepribadian dan suasana hati, seperti mudah tersinggung.

  • Kesulitan mengontrol bagian tubuh.

 

Diagnosis Reversible Cerebral Vasoconstriction

 

Sebelum menegakkan diagnosis RCVS, dokter akan terlebih dahulu melakukan anamnesis (wawancara medis) mengenai gejala dan riwayat kesehatan pasien. Kemudian, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik yang meliputi pemeriksaan tanda-tanda vital, penilaian tingkat kesadaran dan pasien, kekuatan otot, refleks, saraf kranial, dan lain-lain.

 

Dokter juga dapat melakukan pemeriksaan laboratorium darah untuk melihat apakah terdapat gangguan pembekuan darah, infeksi, ketidakseimbangan elektrolit, dan lain-lain. Selanjutnya, guna mengonfirmasi diagnosis reversible cerebral vasoconstriction, dokter akan menggunakan tes pencitraan. Tes tersebut meliputi:

 

  • CT angiography.

  • MRI angiography.

  • USG doppler transkranial, yaitu pemeriksaan USG yang digunakan untuk memeriksa aliran darah di otak.

 

Pengobatan Reversible Cerebral Vasoconstriction

 

Pendekatan pengobatan RCVS saat ini didasarkan pada teori bahwa kondisi tersebut sebagian besar kasus dapat sembuh dengan sendirinya. Tujuan pengobatan RCVS adalah untuk menghindari kesalahan diagnosis yang dapat menyebabkan pemeriksaan invasif yang tidak diperlukan. 

 

Dokter akan memberikan obat-obatan untuk menangani gejala yang dialami pasien, seperti obat antinyeri, calcium channel blockers, obat antiepilepsi jika terjadi kejang epilepsi, obat antiemetik untuk gejala mual dan muntah, dan lain-lain. Selain itu, dokter juga dapat memberikan obat sesuai dengan penyebab RCVS pada masing-masing pasien.

 

Perlu diketahui bahwa penyebab dan gejala yang telah disebutkan di atas tidak semerta-merta merepresentasikan RCVS. Artinya, penyebab serta gejalanya tersebut mungkin mirip dengan kondisi medis lainnya. Itulah sebabnya, bila Anda mengalami sejumlah keluhan yang mengarah pada kondisi ini, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Neurologi di Siloam Hospitals terdekat agar memperoleh diagnosis sekaligus pengobatan yang tepat.

 

Tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang direkomendasikan oleh dokter atau tenaga medis lainnya terkait dengan kondisi ini juga bisa berbeda-beda setiap rumah sakit, tergantung dari fasilitas yang tersedia. Kendati demikian, tenaga medis akan memastikan tahapan pemeriksaan dan pengobatan sesuai dengan kondisi medis setiap pasien.

 

Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk menemukan Siloam Hospitals terdekat. Melalui aplikasi ini, Anda juga dapat membuat janji temu dengan dokter terkait serta memeriksa riwayat kesehatan secara virtual. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

 

Sumber

StatPearls [Internet]. Reversible Cerebral Vasoconstriction Syndromes. Diakses pada 2024 | Cleveland Clinic. Reversible Cerebral Vasoconstriction Syndrome. Diakses pada 2024 | NHS. Reversible cerebral vasoconstriction syndrome (RCVS). Diakses pada 2024 | American Heart Association Journals. Article on Stroke. Diakses pada 2024 | SpringerOpen. Article on Neurology and Psychiatry. Diakses pada 2024 |

Dokter Kami
dr-kelvin-yuwanda-spn

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Kelvin Yuwanda, SpN, CIPS, AIFO-K

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-jerry-hartawan--sps

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Jerry Hartawan Saputra, SpN, M.Si.Med

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-dorothea-fortuna-meita-caturwulan-sps

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Dorothea Fortuna Meita Caturwulan, M.Kes, Sp.N, F.MIN, CIPS, FIPP

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail