Sindrom Adie: Penyebab, Gejala, Diagnosis, dan Pengobatannya
Kesehatan Tubuh

Sindrom Adie: Penyebab, Gejala, Diagnosis, dan Pengobatannya

15 Mei 2025 4 menit waktu baca
sindrom adie

 

Sindrom Adie adalah kelainan neurologis yang memengaruhi fungsi kerja pupil mata. Pupil adalah bagian tengah mata yang berbentuk bulat yang berfungsi untuk mengatur intensitas cahaya yang masuk ke mata. Penderita sindrom Adie memiliki pupil mata yang tidak menyempit sebagaimana mestinya. Hal ini menyebabkan keburaman dan kepekaan terhadap cahaya. Untuk mengetahui sindrom Adie selengkapnya, simak pembahasan di bawah ini.

 

Apa itu Sindrom Adie?

 

Sindrom Adie, atau sindrom Holmes-Adie, merupakan kelainan neurologis langka yang memengaruhi pupil mata. Sindrom ini dinamai menurut William John Adie, ahli saraf Inggris keturunan Australia, dan Sir Gordon Morgan Holmes, seorang ahli saraf Irlandia. Mereka berdua melaporkan kondisi tersebut pada tahun 1931.

 

Sebagai informasi, pupil akan mengecil (konstriksi) saat terkena cahaya atau saat fokus pada objek yang berada di dekat mata. Sebaliknya, pupil akan melebar (dilatasi) saat cahaya redup atau gelap atau saat sedang fokus pada objek yang jauh.

 

Pada sebagian penderita sindrom Adie, pupil yang terdampak akan berukuran lebih besar dari normal (melebar) dan bereaksi lebih lambat terhadap cahaya. Pada sebagian besar kasus, kondisi ini hanya memengaruhi satu mata. Seiring dengan berjalannya waktu, setelah berbulan-bulan atau bertahun-tahun, pupil yang terdampak tersebut dapat menjadi lebih kecil daripada pupil yang tidak terdampak. 

 

Insiden sindrom Adie adalah sekitar 4,7/100.000 penduduk per tahun dengan prevalensi dua kasus/1000 penduduk. Kasus ini paling sering ditemukan pada orang dewasa-muda biasanya berusia antara 25 hingga 45 tahun. Sindrom ini lebih sering ditemukan pada perempuan dibandingkan laki-laki dengan perbandingan 2.6:1.

 

Penyebab Sindrom Adie

 

Secara umum, penyebab sindrom Adie masih belum ditemukan. Kondisi ini disebut juga sebagai idiopatik karena faktor penyebabnya masih belum bisa diidentifikasi. Namun, gangguan pada pupil ini biasanya ditandai dengan kerusakan sekelompok saraf yang terletak di antara saraf optik dan otot rektus lateralis (ganglion siliaris). Adapun beberapa kemungkinan penyebabnya adalah sebagai berikut:

 

  • Infeksi virus yang terkadang menyerang saraf optik dan jaringan di sekitarnya, seperti gondongan, herpes simpleks, herpes zoster, dan campak.

  • Infeksi bakteri yang mungkin memengaruhi saraf optik dan jaringan di sekitarnya, seperti penyakit Lyme, sifilis, dan lain-lain.

  • Trauma atau cedera mata, termasuk kerusakan saraf setelah menjalani prosedur operasi mata.

  • Penyakit autoimun.

  • Tumor.

  • Faktor genetik atau diwariskan dari orang tua.

 

Gejala Sindrom Adie

 

Penderita sindrom Adie kebanyakan adalah wanita dengan rentang usia antara 20 hingga 40 tahun. Seperti yang disebutkan sebelumnya, sindrom Adie dapat membuat pupil yang terdampak lebih besar daripada normal dan tidak menyempit saat terkena cahaya terang. Selain itu, gejala sindrom Adie lainnya yang bisa diperhatikan adalah:

 

  • Sensitif terhadap cahaya.

  • Penglihatan kabur.

  • Nyeri kepala.

  • Nyeri pada wajah.

  • Fluktuasi emosi.

  • Cenderung mengeluarkan keringat berlebih (hiperhidrosis).

  • Depigmentasi atau kehilangan sebagian besar warna iris pada mata yang terdampak.

  • Berkurangnya refleks tendon dalam (deep tendon reflex).

  • Kesulitan membaca atau memfokuskan mata pada jarak dekat.

  • Kesulitan melakukan keterampilan motorik halus, seperti memasukkan benang ke jarum.

 

Diagnosis Sindrom Adie

 

Sindrom Adie dapat didiagnosis oleh dengan cara tes mata dengan dokter spesialis oftalmologi. Namun sebelumnya, dokter akan menegakkan anamnesis (wawancara medis) untuk memastikan gejala yang dialami oleh pasien. Setelahnya, dokter akan mengarahkan pasien untuk menjalani tes-tes berikut:

 

  • Tetes mata diagnostik khusus: Dokter memberikan obat tetes untuk mengetahui respons pupil.

  • Pemeriksaan dengan lampu celah: Untuk memperbesar dan menyinari pupil agar bisa melihat tanda-tanda sindrom Adie dari dekat.

  • Pengujian respons pupil: Dokter mengamati respons pupil terhadap cahaya terang dan cahaya redup. Selain itu, dokter juga bisa melihat bagaimana pupil berakomodasi atau fokus saat objek ditempatkan sangat dekat dengan mata. Kemudian, respons mata yang terdampak akan dibandingkan dengan mata yang tidak terdampak.

 

Pengobatan Sindrom Adie

 

Hingga saat ini, masih belum ditemukan pengobatan yang dapat mengatasi sindrom Adie. Namun, terdapat beberapa cara untuk mengatasi gejala-gejalanya, seperti:

 

  • Memakai kacamata baca atau lensa bifokal untuk meningkatkan kemampuan membaca atau penglihatan jarak dekat.

  • Mengenakan kacamata hitam untuk mengurangi sensitivitas mata terhadap cahaya.

  • Menggunakan obat tetes mata untuk mengecilkan pupil dan mengurangi sensitivitas cahaya atau mengurangi silau saat mengemudi di malam hari.

 

Sindrom Adie termasuk kondisi yang jarang terjadi, namun efeknya bisa datang dan pergi sehingga bisa mengganggu kenyamanan. Akan tetapi, perlu diingat bahwa gejala-gejala yang disebutkan di atas bisa mengindikasikan kondisi medis lain. Apabila menderita gejala yang dimaksudkan, Anda bisa berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Oftalmologi (Mata) di Siloam Hospitals terdekat untuk mendapatkan evaluasi, diagnosis, dan penanganan yang tepat.

 

Setiap pasien akan melalui prosedur diagnosis dan pengobatan yang sesuai dengan kondisi medisnya. Dokter pun akan menyesuaikan pemeriksaan dan penanganan berdasarkan ketersediaan fasilitas kesehatan di masing-masing rumah sakit sehingga tahapannya bisa berbeda-beda.


Untuk memudahkan konsultasi dengan dokter, Anda bisa menggunakan fitur aplikasi MySiloam. Aplikasi ini memungkinkan Anda untuk mengetahui jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, dan mengecek hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh MySiloam dan gunakan fitur-fiturnya untuk memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

Sumber

National Organization for Rare Disorders. Adie Syndrome. Diakses pada 2024 | National Library of Medicine. Adie Syndrome. Diakses pada 2024 | National Institute of Neurological Disorders and Stroke. Holmes-Adie Syndrome. Diakses pada 2024 | American Academy of Ophthalmology. What Is Adie's Pupil?. Diakses pada 2024 | MedicalNewsToday. What to Know About Adie Syndrome. Diakses pada 2024 | Verywell Health. Causes of Adie's Pupil and How It Is Treated. Diakses pada 2024 |

Dokter Kami
dr-kelvin-yuwanda-spn

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Kelvin Yuwanda, SpN, CIPS, AIFO-K

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-jerry-hartawan--sps

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Jerry Hartawan Saputra, SpN, M.Si.Med

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-dorothea-fortuna-meita-caturwulan-sps

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Dorothea Fortuna Meita Caturwulan, M.Kes, Sp.N, F.MIN, CIPS, FIPP

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail