Infeksi Virus Nipah - Penyebab, Gejala, dan Penanganannya
Kesehatan Tubuh

Infeksi Virus Nipah - Penyebab, Gejala, dan Penanganannya

21 Oktober 2025 4 menit waktu baca
mengenal virus nipah

Virus Nipah adalah jenis virus yang dapat menular dari hewan ke manusia (zoonosis). Awalnya, virus ini menyebar dari kelelawar buah (codot) ke hewan ternak dan peliharaan, seperti babi, kambing, kuda, anjing, dan kucing.

 

Saat menginfeksi manusia, virus Nipah dapat menyebabkan radang otak hingga berisiko mengancam nyawa. Untuk mewaspadai kondisi tersebut, mari kenali gejala, diagnosis, hingga penanganan infeksi virus Nipah selengkapnya melalui ulasan di bawah ini.

 

Apa itu Virus Nipah?

 

Nipah virus (NiV) merupakan virus penyebab zoonosis (penyakit yang menular dari hewan ke manusia) yang masuk ke dalam genus Henipavirus dan famili Paramyxoviridae.

 

Wabah virus Nipah pertama kali ditemukan pada tahun 1999 di peternakan babi dekat sungai Nipah, Malaysia. Wabah virus ini terjadi akibat adanya penebangan hutan besar-besaran sehingga menyebabkan kelelawar berpindah ke kawasan peternakan dan mulai menularkan virus tersebut ke babi.

 

Wabah virus ini hampir terjadi setiap tahun pada beberapa negara di benua Asia, terutama Bangladesh dan India. Lantas, bagaimana dengan keberadaan wabah virus Nipah di Indonesia? Hingga saat ini, masih belum ditemukan kasus infeksi virus Nipah pada manusia di wilayah Indonesia.

 

Kendati demikian, virus tersebut tergolong mudah menular dari hewan maupun orang yang sudah terinfeksi sehingga penting untuk mewaspadainya karena berpotensi menjadi pandemi.

 

Penyebab Virus Nipah

 

Seperti yang telah dijelaskan di atas, awal mula penyebaran virus Nipah terjadi dari kelelawar buah ke hewan ternak atau hewan peliharaan yang sering memiliki kontak langsung dengan manusia. Selain itu, virus ini juga dapat menginfeksi manusia melalui beberapa cara, di antaranya sebagai berikut.

 

  • Kontak langsung dengan darah, feses, urine, atau percikan air liur hewan/orang yang terinfeksi.

  • Mengonsumsi hewan ternak yang terinfeksi.

  • Mengonsumsi buah atau makanan yang sudah terkontaminasi oleh virus tersebut.

  • Riwayat bepergian ke daerah yang sedang terjadi wabah virus Nipah.

 

Gejala Virus Nipah

 

Gejala infeksi Nipah virus pada manusia cenderung beragam, sesuai dengan tingkat keparahannya. Pada kasus yang tergolong ringan, infeksi virus Nipah bisa bersifat asimtomatik atau dengan kata lain tidak menimbulkan gejala. Pada sebagian kasus lainnya, penyakit ini dapat menimbulkan gejala awal yang muncul 4–14 hari setelah penderita terinfeksi virus. Gejala tersebut biasanya menyerupai gejala flu biasa, seperti:

 

  • Demam.

  • Batuk.

  • Nyeri kepala.

  • Nyeri otot dan kelemahan yang berat.

  • Nyeri tenggorokan.

  • Mual dan muntah.

  • Sesak napas.

  • Diare.

 

Infeksi virus Nipah yang semakin parah dapat memicu terjadinya penyakit radang otak atau ensefalitis. Kondisi ini bisa menimbulkan sejumlah gejala berat, di antaranya sebagai berikut.

 

  • Rasa mengantuk yang berat.

  • Sulit untuk memusatkan fokus dan berkonsentrasi.

  • Disorientasi, yaitu kondisi ketika seseorang merasa kebingungan, tidak mengetahui waktu dan tempat mereka berada pada saat itu.

  • Otot lemas atau gaya berjalan tidak stabil.

  • Kejang.

  • Penurunan kesadaran hingga koma.

  • Pengucapan yang terdengar tidak jelas (slurred speech).

  • Terjadinya sindrom gangguan pernapasan akut (acute respiratory distress syndrome/ARDS).

 

Perlu diketahui, gejala radang otak tersebut bisa memburuk dengan cepat, bahkan hanya dalam kurun waktu 24–48 jam. Jika tidak segera ditangani dengan tepat, kondisi tersebut dapat menyebabkan kerusakan otak permanen hingga kematian.

 

Diagnosis Virus Nipah

 

Sebelum menegakkan diagnosis, dokter dapat melakukan wawancara medis (anamnesis) dengan pasien untuk mengetahui keluhan dan riwayat kesehatan pasien secara keseluruhan. Kemudian, dilanjutkan dengan melakukan pemeriksaan fisik untuk mengidentifikasi gejala infeksi Nipah virus yang muncul secara fisik.

 

Untuk mengonfirmasi diagnosis, dokter dapat melakukan pengambilan sampel air liur, cairan serebrospinal (CSF), urine, dan darah untuk diuji melalui tes PCR (polymerase chain reaction). Dokter juga dapat melakukan pemeriksaan antibodi melalui tes enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA) untuk mengonfirmasi diagnosis infeksi Nipah virus.

 

Penanganan Infeksi Virus Nipah

 

Hingga saat ini, belum diketahui apa metode pengobatan yang dapat dilakukan untuk mengatasi infeksi virus ini. Pada dasarnya, penanganan infeksi Nipah virus lebih difokuskan untuk mengendalikan gejala, mencegah terjadinya dehidrasi, dan mencegah perburukan kondisi. 

 

Adapun sejumlah penanganan medis yang dapat dilakukan untuk mengoptimalkan pemulihan infeksi Nipah virus adalah:

 

  • Memberikan ibuprofen dan acetaminophen untuk mengurangi rasa nyeri.

  • Menggunakan nebulizer atau inhaler bagi pasien yang kesulitan bernapas.

  • Memberikan obat antikejang apabila pasien mengalami kejang.

  • Mengarahkan pasien untuk istirahat yang cukup dan memperbanyak minum air putih.

 

Saat ini, beberapa penelitian sedang dikembangkan untuk menemukan obat-obatan yang dapat digunakan dalam penanganan infeksi virus Nipah. Adapun beberapa obat yang dinilai berpotensi untuk mengobati infeksi virus Nipah dan sedang diteliti efektivitasnya lebih lanjut, yaitu imunoterapi dengan antibodi monoklonal, remdesivir, dan ribavirin.

 

Pencegahan Infeksi Virus Nipah

 

Hingga saat ini, masih belum ditemukan vaksin yang dapat melawan virus Nipah. Kendati demikian, terdapat beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko penularan virus tersebut, di antaranya sebagai berikut.

 

  • Menghindari kontak langsung dengan hewan, terutama babi dan kelelawar buah yang sedang sakit.

  • Menghindari kontak langsung dengan orang yang sedang sakit, terutama di daerah yang terdapat wabah infeksi virus Nipah.

  • Membersihkan kandang ternak babi secara rutin menggunakan cairan desinfektan.

  • Membuang buah yang sudah digigit oleh kelelawar.

  • Mencuci tangan menggunakan sabun antiseptik dan air mengalir setelah mengunjungi orang yang sakit serta sesudah kontak langsung dengan hewan.

  • Menerapkan protokol pencegahan infeksi dengan menggunakan alat pelindung diri saat sedang merawat orang yang diduga terinfeksi virus Nipah, seperti mengenakan gaun isolasi untuk melindungi diri dari cipratan cairan tubuh, menggunakan sarung tangan medis, pelindung mata, dan memakai masker medis. 

 

Apabila Anda mengalami atau menemukan orang lain dengan gejala-gejala yang mengarah pada kecurigaan infeksi virus Nipah seperti ulasan di atas, segera kunjungi Siloam Hospitals terdekat untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan medis yang tepat dari dokter spesialis berpengalaman. Manfaatkan fitur Cari Dokter yang menyediakan informasi jadwal dan pembuatan janji temu dengan dokter terkait.

 

Atau, gunakan juga aplikasi MySiloam yang dapat memudahkan Anda dalam memesan paket kesehatan, check in mandiri, hingga konsultasi langsung dengan dokter secara virtual. Unduh aplikasinya sekarang dan jaga selalu kesehatan Anda #BersamaSiloam!

 

Siloam at Home (1)

Dokter Kami
dr-albertus-daniel-sppd

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Albertus Daniel, SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ra-aditya-adhi-puruhita-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ra Aditya Adhi Puruhita, M.M.R., SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-juliyanti-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Juliyanti, SpPD, FINASIM

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Kelapa Dua

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail