Kesehatan Tubuh
Whiplash Injury - Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

Table of Contents
Whiplash injury adalah cedera pada leher yang terjadi akibat kepala bergerak secara cepat dan mendadak dari arah depan ke belakang atau sebaliknya. Kondisi ini dapat menimbulkan gejala yang beragam, mulai dari ringan hingga berat. Pada kasus yang parah, whiplash injury bisa menekan saraf di area leher hingga memicu nyeri kronis. Simak ulasan mengenai whiplash injury selengkapnya dalam artikel berikut ini.
Apa itu Whiplash Injury?
Cedera lecutan atau whiplash injury adalah gangguan pada leher yang disebabkan oleh gerakan kepala dari arah depan ke belakang maupun sebaliknya secara mendadak. Dalam kebanyakan kasus, whiplash injury dapat sembuh selama beberapa minggu setelah menjalani pengobatan.
Whiplash injury merupakan cedera paling umum yang terkait dengan kecelakaan kendaraan bermotor. Kondisi ini dapat terjadi hingga 83% pasien yang terlibat dalam kecelakaan dan merupakan penyebab umum dari kecacatan kronis.
Penyebab Whiplash Injury
Penyebab utama whiplash injury adalah gerakan kepala yang terlalu cepat dan mendadak dari arah depan ke belakang maupun sebaliknya. Literatur terbaru menunjukkan bahwa cedera whiplash dapat terjadi akibat hiperekstensi (mendongak) tulang belakang leher bagian bawah sehubungan dengan fleksi relatif (menunduk) vertebra tulang belakang leher bagian atas, sehingga menghasilkan tulang belakang leher berbentuk “S” pada saat benturan terjadi.
Beberapa kondisi yang dapat menimbulkan gerakan kepala secara mendadak dan memicu terjadinya whiplash injury adalah sebagai berikut:
-
Tabrakan motor atau mobil.
-
Kekerasan fisik.
-
Guncangan keras, seperti pada shaken baby syndrome.
-
Cedera saat berolahraga.
-
Terjatuh saat mengendarai sepeda.
-
Terpeleset atau terjatuh dengan posisi kepala tersentak keras ke belakang.
Gejala Whiplash Injury
Gejala whiplash injury biasanya akan muncul dalam waktu 24 jam setelah terjadinya cedera. Gejala tersebut juga bisa bertahan selama beberapa minggu yang tergantung tingkat keparahannya. Adapun beberapa gejala umum dari whiplash injury adalah sebagai berikut:
-
Nyeri pada leher. Rasa nyeri tersebut bisa semakin bertambah parah saat leher digerakkan.
-
Leher kaku.
-
Gerakan leher menjadi terbatas.
-
Bengkak dan kemerahan
-
Pusing dan nyeri kepala, paling sering dimulai dari pangkal tengkorak.
-
Nyeri tekan pada bahu, punggung bagian atas, atau lengan.
-
Kesemutan atau mati rasa pada lengan.
-
Kelelahan.
-
Susah tidur.
-
Kelelahan.
Selain itu, dalam beberapa kasus, whiplash injury juga bisa menimbulkan beberapa gejala berikut ini:
-
Tinitus atau telinga berdenging.
-
Kesulitan untuk mengunyah dan menelan.
-
Perubahan suasana hati (mood) tanpa alasan yang jelas.
-
Kesulitan untuk mengingat atau berkonsentrasi.
Diagnosis Whiplash Injury
Langkah awal yang dapat dilakukan untuk menegakkan diagnosis whiplash injury adalah anamnesis atau wawancara medis terkait dengan keluhan serta kronologi terjadinya cedera. Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk mengevaluasi kondisi leher pasien yang mengalami cedera.
Lalu, dokter juga dapat melakukan beberapa pemeriksaan tambahan untuk membantu menegakkan diagnosis whiplash injury. Beberapa pemeriksaan tersebut, di antaranya:
Pengobatan Whiplash Injury
Tujuan utama pengobatan whiplash injury adalah untuk meredakan nyeri, mengoptimalkan rentang gerak leher, serta mengembalikan kemampuan pasien dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Dalam hal ini, dokter dapat melakukan beberapa prosedur pengobatan, di antaranya sebagai berikut:
-
Memasang alat penyangga leher untuk mencegah gerakan yang berlebihan.
-
Meletakkan kompres dingin atau hangat. Kompres dingin dapat dilakukan saat awal-awal terjadi cedera untuk mengurangi pembengkakan dan nyeri pada leher. Setelah itu, dapat dilanjutkan dengan kompres hangat untuk melancarkan aliran darah ke area leher yang mengalami cedera.
-
Pemberian obat-obatan tertentu, seperti obat obat pereda nyeri (parasetamol, ibuprofen, dan aspirin) serta pelemas otot (tizanidine, diazepam, dan metaxalone).
-
Fisioterapi untuk membantu meredakan nyeri serta mengembalikan kekuatan dan kelenturan otot yang mengalami cedera.
-
Pengobatan alternatif sesuai dengan rekomendasi dokter, seperti akupuntur, transcutaneous electrical nerve stimulation (TENS).
Komplikasi Whiplash Injury
Whiplash injury biasanya tidak menimbulkan efek cedera dalam jangka waktu yang lama dan dapat membaik selama beberapa minggu. Namun, dalam beberapa kasus, whiplash injury bisa menimbulkan rasa nyeri kronis yang bertahan selama beberapa bulan atau bahkan bertahun-tahun. Adapun beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami nyeri kronis akibat whiplash injury adalah:
-
Pernah mengalami whiplash injury sebelumnya.
-
Lanjut usia.
-
Menderita low back pain atau neck pain.
-
Cedera parah akibat kecelakaan dengan berkecepatan tinggi.
Selain itu, pasien juga dianjurkan untuk melakukan latihan peregangan leher secara rutin guna membantu mengoptimalkan pemulihan whiplash injury. Latihan tersebut dapat dilakukan dengan mengikuti langkah-langkah berikut ini:
-
Memutar leher ke setiap sisi.
-
Memiringkan kepala dari satu sisi ke sisi lain.
-
Menekuk leher ke arah dada secara perlahan.
-
Memutar bahu secara perlahan.
Dapat disimpulkan, whiplash injury adalah kondisi medis yang bisa memengaruhi aktivitas sehari-hari. Karena itu, diperlukan penanganan medis yang tepat guna mengobati masalah kesehatan tersebut. Dalam hal ini, Anda bisa berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Ortopedi dari Siloam Hospitals jika mengalami gejala-gejala yang mengarah pada whiplash injury.
Selain itu, tersedia pula paket Fisioterapi dari layanan Siloam at Home yang memungkinkan Anda untuk memperoleh terapi pemulihan pascacedera, termasuk whiplash injury, secara praktis dari rumah. Pemesanan paket Fisioterapi ini dapat dilakukan melalui fitur yang tersedia pada aplikasi MySiloam.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Kelvin Yuwanda, SpN, CIPS, AIFO-K
Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)
Spesialis Neurologi
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Jerry Hartawan Saputra, SpN, M.Si.Med
Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)
Spesialis Neurologi
Siloam Hospitals Putera Bahagia
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Dorothea Fortuna Meita Caturwulan, M.Kes, Sp.N, F.MIN, CIPS, FIPP
Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)
Spesialis Neurologi
Siloam Hospitals Purwakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
Kunjungan Dokter Umum - Homecare
Kunjungan Dokter Umum
Rp650.000
Kunjungan Dokter Spesialis Syaraf - Homecare
Rp640.000
TERPOPULER
Vert. Cervicalis AP + Lateral / Rontgen Tulang Leher
Rontgen / X-Ray
Rp405.000
TERPOPULER
MRI Tulang Leher/Spine Cervical (Non Kontras)
MRI / MRA
Rp2.870.000
TERPOPULER
USG Leher
USG
Rp613.000







