Rekomendasi Minuman & Makanan untuk Redakan Anxiety Disorder
Pola Hidup Sehat

Rekomendasi Minuman & Makanan untuk Redakan Anxiety Disorder

22 Agustus 2024 4 menit waktu baca
makanan untuk anxiety disorder

Mengatasi kecemasan tidak hanya dengan terapi atau obat-obatan. Pola makan yang sehat dan seimbang juga dapat membantu mengurangi gejala anxiety disorder atau gangguan kecemasan. Mulai dari makanan yang mengandung lemak sehat, seperti salmon hingga beberapa jenis minuman herbal, seperti chamomile. Simak beberapa rekomendasi minuman dan makanan untuk anxiety disorder dalam artikel berikut ini.

 

Rekomendasi Minuman dan Makanan untuk Membantu Mengurangi Anxiety Disorder

 

Beberapa jenis makanan diketahui memiliki efek menenangkan otak sehingga bisa membantu meredakan gejala kecemasan atau anxiety disorder. Oleh karenanya, selain melakukan terapi atau mengonsumsi obat-obatan, penderita anxiety disorder juga disarankan untuk menerapkan diet sehat. Berikut adalah uraian mengenai sejumlah minuman dan makanan yang bisa membantu mengatasi anxiety disorder.

 

1. Cokelat Hitam

 

Rekomendasi makanan untuk penderita anxiety disorder yang pertama adalah cokelat hitam. Cokelat hitam mengandung flavonoid, seperti katekin dan epikatekin, yang berperan sebagai antioksidan. Kandungan tersebut dapat bermanfaat bagi fungsi otak serta memiliki efek pelindung saraf. Secara khusus, flavonoid bisa meningkatkan aliran darah ke otak sekaligus jalur sinyal sel.

 

Sejumlah efek tersebut memungkinkan seseorang untuk menyesuaikan diri lebih baik terhadap situasi stres yang bisa menyebabkan kecemasan dan gangguan suasana hati lainnya. Selain itu, cokelat hitam juga dinilai memiliki rasa yang menenangkan bagi seseorang yang mengalami gangguan suasana hati.

 

Saat memilih cokelat hitam, usahakan yang mengandung 70% kakao atau lebih. Perlu diingat juga bahwa cokelat hitam masih mengandung tambahan gula dan lemak. Anda dapat mengonsumsinya dalam porsi kecil, yaitu sekitar 1–3 gram cokelat hitam.

 

2. Salmon

 

Makanan sehat untuk membantu mengurangi gejala anxiety disorder lainnya adalah salmon. Jenis ikan ini mengandung lemak sehat, yaitu omega-3 eicosapentaenoic acid (EPA) dan docosahexanoic acid (DHA), serta vitamin D yang dapat meningkatkan kesehatan otak. Nutrisi tersebut membantu mengatur neurotransmitter (molekul kimia yang membawa pesan atau sinyal dari satu sel saraf ke sel target berikutnya), seperti dopamin dan serotonin, yang membantu menenangkan serta membuat tubuh lebih rileks.

 

Secara khusus, diet yang kaya akan EPA dan DHA dinilai dapat mengurangi tingkat kecemasan. Asam lemak ini dipercaya mampu mengurangi peradangan dan mencegah disfungsi sel otak. Hal tersebut juga mendukung penderita untuk beradaptasi dengan perubahan sehingga bisa lebih baik dalam menangani stresor yang memicu kecemasan.

 

3. Kunyit

 

Kunyit merupakan rempah-rempah yang banyak digunakan sebagai bumbu tambahan masakan tertentu, terutama di Asia Tenggara dan India. Namun, sebenarnya peran kunyit lebih dari itu. Kunyit mengandung kurkumin yang diketahui dapat membantu menurunkan kecemasan dengan mengurangi peradangan stres oksidatif yang cenderung meningkat pada penderita anxiety disorder.

 

Penelitian dalam BBA - Molecular Basis of Disease  juga membuktikan bahwa peningkatan kurkumin dalam makanan dapat meningkatkan kadar DHA dan mengurangi kecemasan. Itulah sebabnya, kunyit direkomendasikan sebagai salah satu makanan untuk membantu mengurangi gejala anxiety disorder. Untuk mengonsumsi kunyit, tambahkan rempah-rempah ini ke dalam makanan. 

 

4. Teh Chamomile

 

Teh chamomile adalah ramuan herbal yang juga diketahui dapat membantu mengurangi kecemasan. Hal ini dikarenakan chamomile mengandung sifat antioksidan dan antiinflamasi (antiradang) yang bisa membantu menurunkan peradangan yang berkaitan dengan kecemasan.

 

Chamomile juga dipercaya dapat membantu mengatur neurotransmitter yang berhubungan dengan suasana hati, seperti dopamin, serotonin, dan GABA (gamma-aminobutyric acid). Namun, belum diketahui secara pasti terkait mekanismenya.

 

Penelitian dalam National Library of Medicine mencatat bahwa 179 orang dengan anxiety disorder yang mengonsumsi 1.500 miligram ekstrak chamomile per hari secara rutin selama 38 minggu diketahui mengalami penurunan gejala yang jauh lebih besar dibandingkan orang yang tidak mengonsumsinya.

 

5. Yoghurt

 

Yoghurt menjadi salah satu pilihan minuman yang mengandung bakteri sehat Lactobacillus dan Bifidobacteria yang diketahui memiliki efek positif terhadap kesehatan otak. Yoghurt serta beberapa produk susu lainnya dapat menghasilkan efek antiinflamasi pada tubuh. Pasalnya, peradangan kronis diyakini terlibat dalam terjadinya kecemasan, stres, dan depresi.

 

Sebuah psychiatry research menunjukkan bahwa makanan fermentasi dapat membantu mengurangi kecemasan sosial pada beberapa anak muda. Sementara itu, penelitian lain dalam Clinical Psychopharmacology and Neuroscience mencatat bahwa mengonsumsi bakteri sehat dapat meningkatkan kebahagiaan pada beberapa orang.

 

Oleh karenanya, memasukkan yoghurt dan makanan atau minuman fermentasi lainnya ke dalam menu harian dapat bermanfaat bagi bakteri usus alami, serta membantu mengurangi kecemasan dan stres.

 

6. Almond

 

Makanan untuk anxiety disorder lainnya adalah kacang almond. Almond adalah sumber beberapa nutrisi, termasuk vitamin E dan lemak sehat, yang dianggap dapat meningkatkan fungsi otak. Almond juga menawarkan manfaat lain, yakni meningkatkan suasana hati.

 

Hal tersebut didukung oleh penelitian yang dipublikasikan dalam National Library of Medicine yang mencatat bahwa peningkatan konsumsi kacang-kacangan, termasuk almond, berkaitan dengan penurunan gejala depresi.

 

7. Telur

 

Telur merupakan sumber protein yang sangat baik karena mengandung semua asam amino esensial yang dibutuhkan oleh tubuh, salah satunya triptofan. Asam amino tersebut diketahui dapat membantu menciptakan serotonin, yakni neurotransmitter kimia yang ditemukan di otak, usus, dan trombosit darah yang membantu mengatur suasana hati, memori, pola tidur, dan perilaku.

 

Namun, serotonin tidak bisa melewati sawar darah-otak (blood–brain barrier/BBB) sehingga makanan dan perawatan yang mengandung serotonin tidak langsung menambah serotonin di otak. Tetapi, bisa memicu reaksi kimia yang meningkatkan serotonin di otak.

 

Itulah beberapa rekomendasi makanan untuk penderita anxiety disorder. Namun, perlu diingat bahwa sejumlah rekomendasi makanan untuk meredakan gejala anxiety disorder yang disebutkan di atas tidak dapat menggantikan saran dari tenaga medis profesional. Guna memastikan hal tersebut telah sesuai dengan kondisi Anda dan aman untuk dilakukan, silakan mengunjungi Siloam Hospitals terdekat untuk mendapatkan rekomendasi asupan yang tepat dari Dokter Spesialis Gizi Klinik


Selanjutnya, jika direkomendasikan oleh dokter, Anda dapat memesan paket Homecare Catering Sehat dari Siloam Hospitals. Paket ini dapat disesuaikan dengan kebutuhan nutrisi tubuh Anda. Pemesanan paket Homecare Catering Sehat dapat dilakukan secara mudah melalui aplikasi MySiloam.

 

Siloam at Home (1)

Dokter Kami
dr-lanny-christiawati-spgk

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Lanny Christiawati, SpGK

Gizi Klinik

Spesialis Gizi Klinik


Siloam Hospitals TB Simatupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-samuel-oetoro-spgk

Kunjungi Rumah Sakit

Dr. dr. Samuel Oetoro, MS, SpGK (K)

Gizi Klinik

Subspesialis Nutrisi pada Kelainan Metabolisme Gizi


MRCCC Siloam Hospitals Semanggi

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-christopher-andrian-mgizi-spgk

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Christopher Andrian, M.Gizi, SpGK

Gizi Klinik

Spesialis Gizi Klinik


Siloam Hospitals TB Simatupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail