Muntah Setelah Radioterapi, Ini Penyebab & Cara Mengatasinya
Kesehatan Tubuh

Muntah Setelah Radioterapi, Ini Penyebab & Cara Mengatasinya

28 Mei 2025 3 menit waktu baca
muntah setelah radioterapi

Radioterapi adalah metode pengobatan kanker yang memanfaatkan teknologi radiasi untuk menghambat pertumbuhan sel-sel kanker. Karena menggunakan teknologi radiasi, radioterapi dapat menimbulkan sejumlah efek samping, salah satunya adalah muntah dan mual. Sebetulnya, apa penyebab muntah dan mual setelah radioterapi?

 

Untuk mengetahuinya, mari simak informasi lengkap mengenai penyebab muntah setelah radioterapi dan bagaimana cara mengatasinya melalui artikel berikut ini.

 

Jenis-Jenis Muntah Setelah Radioterapi

 

Muntah dan mual merupakan salah satu efek samping yang kerap muncul setelah menjalani berbagai pengobatan kanker, seperti kemoterapi serta radioterapi. Secara umum, muntah dan mual akibat efek samping pengobatan kanker dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, di antaranya sebagai berikut:

 

  • Akut: Muntah dan mual yang terjadi dalam kurun waktu 24 jam setelah menjalani pengobatan.

  • Delayed: Muntah dan mual yang terjadi dalam kurun waktu lebih dari 24 jam setelah menjalani pengobatan.

  • Anticipatory: Muntah dan mual yang terjadi sebelum pengobatan, biasanya terjadi saat memasuki sesi ke-3 atau ke-4. Pasien sudah mulai merasa ‘antisipasi’ terhadap aroma, penglihatan, dan suara dari ruangan perawatan kemoterapi sehingga men-trigger muntah dan mual.

  • Breakthrough: Muntah dan mual yang terjadi pada 5 hari setelah mengonsumsi obat antimual. Jika terjadi muntah jenis breakthrough, dibutuhkan obat antimual jenis lain.

  • Refractory: Kondisi ketika muntah dan mual tidak dapat mereda meski telah mengonsumsi obat antimual berbagai jenis.

  • Kronis: Muntah dan mual yang terjadi dalam jangka waktu yang lama setelah selesai menjalani pengobatan.

 

Penyebab Muntah Setelah Radioterapi

 

Secara umum, muntah dan mual dapat terjadi ketika pasien mendapatkan perawatan radioterapi di area kepala, perut, atau punggung bagian tengah. Tingkat keparahan efek samping radioterapi ini tergantung pada bagian dan luas area tubuh yang mendapatkan perawatan, serta dosis sinar radiasi. Reaksi muntah dan mual juga bisa muncul apabila pasien sedang menjalani perawatan radioterapi dan kemoterapi secara bersamaan.

 

Selain itu, sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami muntah setelah radioterapi adalah sebagai berikut:

 

  • Berusia di bawah 55 tahun.

  • Berjenis kelamin wanita.

  • Cemas berlebih.

  • Mengalami dehidrasi selama menjalani perawatan radioterapi sehingga terdapat ketidakseimbangan cairan dan/atau elektrolit.

  • Pernah mengalami muntah dan mual yang parah setelah menjalani perawatan radioterapi sebelumnya.

  • Memiliki tumor di saluran pencernaan, hati, atau otak (terutama jika sudah berukuran besar di otak).

  • Sedang mengonsumsi obat antinyeri kuat, seperti opioid.

 

Cara Mengatasi Muntah Setelah Radioterapi

 

Terdapat berbagai cara yang bisa dilakukan untuk mengontrol maupun mengurangi efek samping muntah dan mual setelah menjalani perawatan radioterapi. Secara umum, beberapa cara yang dapat dilakukan dan disarankan oleh dokter untuk mengatasi kondisi tersebut adalah sebagai berikut:

 

  • Meresepkan obat antimual yang bisa dikonsumsi 30 menit–1 jam sebelum makan, dan sebelum menjalani radioterapi.

  • Mengonsumsi makanan dengan porsi sedikit, namun sering.

  • Mengonsumsi makanan yang mudah dicerna sebelum menjalani perawatan radioterapi. Sebaiknya, hindari konsumsi gorengan, makanan berlemak, dan makanan pedas karena dapat memperburuk sakit perut.

  • Disarankan untuk mengonsumsi cairan bening, seperti air putih dan sari buah apel, serta bland foods, seperti roti, crackers, dan lain-lain.

  • Mengonsumsi air rebusan jahe atau peppermint untuk membantu meredakan muntah dan mual.

  • Melakukan terapi akupuntur dan akupresur.

  • Melakukan terapi perilaku kognitif.

  • Melakukan terapi relaksasi, seperti hipnosis untuk membantu meredakan kecemasan yang kerap memicu reaksi muntah dan mual setelah perawatan radioterapi.

 

Demikian informasi lengkap mengenai penyebab muntah setelah radioterapi dan cara mengatasinya. Apabila mengalami berbagai efek samping setelah menjalani pengobatan kanker, sebaiknya segera konsultasikan hal tersebut dengan dokter agar bisa mendapatkan penanganan yang tepat.

 

Jangan ragu untuk mengunjungi MRCCC Siloam Hospitals Semanggi jika membutuhkan pengobatan dan perawatan kanker secara berkelanjutan. MRCCC Siloam Hospitals Semanggi menyediakan fasilitas medis yang lengkap dan mutakhir sehingga dapat memberikan diagnosis, terapi kanker, hingga perawatan pascapengobatan yang komprehensif.

 

Agar lebih praktis, Anda dapat memanfaatkan fitur Cari Dokter atau aplikasi MySiloam untuk menjadwalkan pertemuan dengan dokter pilihan secara online. Bahkan, aplikasi MySiloam juga bisa digunakan untuk memesan paket kesehatan hingga berkonsultasi dengan dokter dari mana saja dan kapan saja. Mari jaga selalu kesehatan Anda #BersamaSiloam.

 

Aplikasi My Siloam

Dokter Kami
drdr-fielda-djuita-sponkrad

Online & Kunjungi Rumah Sakit

Dr. dr. Fielda Djuita, SpRad (K) Onk.Rad

Onkologi Radiasi

Spesialis Onkologi Radiasi


MRCCC Siloam Hospitals Semanggi

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-dr-dewi-syafriyetti-soeis-spradkonkrad

Kunjungi Rumah Sakit

DR. dr. Dewi Syafriyetti Soeis, SpRad (K) Onk

Onkologi Radiasi

Spesialis Onkologi Radiasi


MRCCC Siloam Hospitals Semanggi

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-defrizal-sponkrad

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Defrizal, SpRad (K) Onk.Rad

Onkologi Radiasi

Spesialis Onkologi Radiasi


MRCCC Siloam Hospitals Semanggi

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail