Ibu dan Anak
Manfaat Nebulizer untuk Anak, Solusi Ketika Si Kecil Batuk Pilek

Table of Contents
- Apa itu Nebulizer?
- Manfaat Nebulizer untuk Anak
- Penggunaan Nebulizer pada Anak di Rumah
- 1. Mencuci Tangan hingga Bersih
- 2. Mengecek Kebersihan Alat Nebulizer dan Mesin Kompresor
- 3. Meletakkan Alat Nebulizer di Permukaan yang Rata
- 4. Mempersiapkan Obat
- 5. Pasangkan Masker pada Anak
- 6. Menyalakan Mesin Kompresor
- 7. Membersihkan Alat Nebulizer dan Mesin Kompresor
- 8. Membilas Wajah Anak Setelah Selesai
Nebulizer adalah alat yang digunakan untuk membantu melancarkan pernapasan pada seseorang yang mengalami kesulitan bernapas, termasuk padaanak kecil. Manfaat nebulizer untuk anak diketahui bisa melancarkan saluran pernapasan yang tersumbat karena peradangan atau dahak.
Peran nebulizer cukup penting dalam menunjang pengobatan penyakit yang berkaitan dengan saluran pernapasan. Prosesnya yang cukup cepat menjadikan alat medis ini pilihan efektif bagi orang dewasa maupun anak-anak. Agar dapat memahami penggunaan nebulizer pada anak dengan lebih baik, mari simak pembahasannya berikut ini.
Apa itu Nebulizer?
Nebulizer adalah alat yang dapat mengubah obat cair menjadi uap. Alat yang dipasang di hidung ini terhubung dengan suatu mesin yang berfungsi mendorong gas bertekanan dan berkecepatan tinggi untuk membuat obat cair tersebut berubah menjadi uap.
Fungsi nebulizer untuk anak tidak ada bedanya dengan orang dewasa. Nebulizer yang menutupi mulut dan hidung anak ini akan mendorong obat cair yang sudah berubah menjadi uap untuk dihirup masuk ke dalam saluran pernapasan. Maka dari itu, penggunaan nebulizer juga sering disebut sebagai terapi pernapasan atau terapi nebulizer.
Lantas, kapan nebulizer diperlukan? Nebulizer bisa digunakan ketika seseorang mengalami gangguan pernapasan, seperti kesulitan bernapas akibat asma, batuk pilek, atau reaksi alergi berat. Seseorang yang mengalami sesak napas memerlukan pengobatan yang cepat, yaitu dengan cara memasukkan obat langsung ke dalam saluran pernapasan melalui lubang hidung dan mulut dalam bentuk uap.
Manfaat Nebulizer untuk Anak
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, nebulizer bisa digunakan untuk mengobati gangguan pernapasan pada orang dewasa maupun anak-anak, baik itu asma, reaksi alergi berat, maupun batuk disertai pilek. Ketika batuk dan pilek tidak kunjung reda hingga membuat anak kesulitan bernapas, nebulizer bisa menjadi pilihan pengobatan yang tepat. Adapun beberapa manfaat nebulizer untuk anak yang lainnya adalah:
-
Meredakan pembengkakan pada saluran pernapasan.
-
Meredakan gejala sesak napas dengan membuka dan melebarkan saluran pernapasan yang menyempit.
-
Mengencerkan dahak yang sulit dikeluarkan.
-
Membantu optimalisasi proses pengobatan infeksi pada saluran pernapasan dengan antibiotik.
Penggunaan Nebulizer pada Anak di Rumah
Perlu diketahui, proses nebulizer yang dilakukan di rumah sakit biasanya menggunakan mesin berteknologi ultrasonik. Sementara itu, jenis nebulizer yang umumnya digunakan untuk pengobatan sendiri di rumah adalah masker dengan alat nebulizer portabel. Berikut adalah cara penggunaan nebulizer pada anak yang aman diterapkan di rumah.
1. Mencuci Tangan hingga Bersih
Sebelum memasangkan alat nebulizer untuk anak, pastikan untuk mencuci tangan terlebih dahulu menggunakan sabun antiseptik dan air mengalir. Hal ini bertujuan untuk meminimalkan risiko berpindahnya kuman atau bakteri dari tangan ke alat nebulizer.
2. Mengecek Kebersihan Alat Nebulizer dan Mesin Kompresor
Selain menjaga kebersihan tangan, kebersihan alat nebulizer pun juga perlu dicek. Periksa alat nebulizer secara menyeluruh mulai dari selang, mesin kompresor, hingga masker. Pastikan tidak ada debu pada selang yang terhubung dengan kompresor. Masker pun harus dalam keadaan bersih dan bebas dari kotoran. Apabila ditemukan debu yang menempel, cobalah bersihkan dengan air hingga bersih dan lap hingga kering sebelum digunakan.
3. Meletakkan Alat Nebulizer di Permukaan yang Rata
Setelah memastikan alat nebulizer benar-benar bersih, mulailah menata alat nebulizer. Pastikan untuk meletakkan seluruh komponen alat nebulizer di permukaan yang rata. Apabila anak sensitif terhadap suara kencang, coba redam suara mesin kompresor dengan menaruh handuk di atasnya. Dengan begitu, suara mesin akan teredam dan si kecil tidak akan takut menjalani pengobatan dengan nebulizer.
4. Mempersiapkan Obat
Selanjutnya, siapkan obat cair yang akan digunakan. Letakkan obat ke dalam wadah pada nebulizer dan pastikan dosis obat yang digunakan sudah sesuai dengan resep dokter. Kemudian, sambungkan selang yang terhubung dengan kompresor udara ke wadah obat.
5. Pasangkan Masker pada Anak
Pastikan anak duduk dalam posisi yang nyaman. Jika perlu, pangku anak sambil memasangkan masker di wajahnya dan letakkan tali pengait di belakang telinganya. Apabila anak merasa kurang nyaman dengan tali pengait yang dirasa terlalu kencang, orang tua bisa memegangi masker untuk menutupi area hidung dan mulut secara menyeluruh.
6. Menyalakan Mesin Kompresor
Setelah masker terpasang dengan tepat, saatnya menyalakan mesin kompresor. Di sini, kompresor udara akan memproduksi uap di dalam alat nebulizer dengan baik agar obat bisa ditransfer langsung ke dalam saluran pernapasan anak melalui masker. Apabila uap keluar dari mesin kompresor, segera matikan mesin dan periksa kembali apakah ada bagian dari mesin yang rusak dan perlu diperbaiki.
7. Membersihkan Alat Nebulizer dan Mesin Kompresor
Jaga kebersihan alat nebulizer agar tidak menjadi tempat tumbuhnya bakteri dan jamur. Segera bersihkan mesin kompresor udara, tabung, dan wadah obat setelah pemakaian. Cukup rendam tabung dan wadah obat di air hangat selama kurang lebih 5 menit, lalu keringkan di tempat yang bersih. Kemudian, simpan alat dan mesinnya hingga dibutuhkan kembali.
8. Membilas Wajah Anak Setelah Selesai
Setelah pengobatan selesai, bilas wajah anak dengan air bersih. Pastikan area di sekitar hidung dan mulut bersih dari sisa-sisa uap yang mungkin masih menempel di kulit wajah. Gunakan sabun wajah yang aman untuk membersihkan wajah anak bila perlu. Secara keseluruhan, proses pengobatan nebulizer membutuhkan waktu sekitar 15 menit. Pengobatan dianggap selesai apabila sudah tidak ada lagi uap yang nampak keluar dari alat nebulizer.
Penting untuk diketahui bahwa informasi pada artikel ini bertujuan untuk edukasi semata dan tidak bisa menggantikan saran dari tenaga medis profesional. Oleh karenanya, orang tua disarankan untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Pediatri (Anak) di Siloam Hospitals terdekat apabila si kecil mengalami sesak napas, baik karena gangguan pernapasan tertentu atau batuk pilek. Hal ini bertujuan untuk memperoleh saran penanganan medis yang tepat sesuai kondisi anak.
Agar lebih praktis, manfaatkan pula aplikasi MySiloam yang dilengkapi dengan fitur untuk menemukan informasi jadwal praktik hingga reservasi pertemuan dengan dokter terkait. Melalui aplikasi ini, Anda juga dapat melakukan konsultasi virtual dengan dokter pilihan dari mana pun dan kapan pun.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Sriwijaya Palembang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Ifo Faujiah Sihite, M.Ked (Ped), SpA
Pediatrik (Anak)
Spesialis Ilmu Kesehatan Anak
Siloam Hospitals Jambi
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Anggun Kusumasari, SpA, MSc, AIFO-K
Pediatrik (Anak)
Spesialis Ilmu Kesehatan Anak
Siloam Hospitals Balikpapan
Tersedia :
Tersedia hari ini







