Kesehatan Tubuh
Osteosarcoma pada Anak, Kanker Tulang yang Sering Terabaikan

Table of Contents
Osteosarcoma pada anak adalah salah satu jenis kanker tulang yang paling sering terjadi pada anak-anak dan remaja. Penyakit ini termasuk cukup langka, namun tetap perlu diwaspadai karena dapat berkembang secara agresif dan memengaruhi kualitas hidup anak jika tidak terdeteksi sejak dini.
Mengenali osteosarcoma sejak awal, termasuk gejala, penyebab, dan pentingnya penanganan medis yang tepat menjadi langkah awal yang krusial untuk meningkatkan peluang kesembuhan. Mari simak ulasan selengkapnya mengenai osteosarcoma pada anak di bawah ini.
Apa Itu Osteosarcoma pada Anak?
Osteosarcoma adalah salah satu jenis kanker tulang ganas yang paling sering ditemukan pada anak-anak, remaja, dan dewasa muda. Kondisi ini paling sering muncul pada usia 10–20 tahun, dan lebih banyak terjadi pada anak laki-laki.
Sebuah penelitian berjudul Clinical and Pathological Profile of Children and Adolescents with Osteosarcoma (2025) menyebutkan bahwa penyakit ini dapat menyerang tulang mana saja, namun paling sering tulang panjang yang sedang aktif tumbuh, seperti tulang paha dan tulang kering, terutama di area dekat sendi lutut.
Penyebab Osteosarcoma pada Anak
Hingga kini, belum diketahui secara pasti apa penyebab osteosarcoma pada anak. Namun, terdapat beberapa faktor yang diketahui dapat meningkatkan risikonya. Penelitian berjudul Clinical and Pathological Profile of Children and Adolescents with Osteosarcoma (2023) menyebutkan bahwa osteosarkoma diduga terjadi akibat mutasi genetik pada sel tulang.
Perubahan ini menyebabkan pertumbuhan jaringan tulang berlangsung tidak terkendali hingga membentuk tumor yang dapat merusak jaringan sehat di sekitarnya dan menyebar ke bagian tubuh lain.
Beberapa faktor risiko yang diketahui berkaitan dengan osteosarkoma pada anak antara lain:
-
Kelainan genetik atau sindrom keturunan tertentu yang meningkatkan risiko kanker, seperti Li-Fraumeni syndrome, hereditary retinoblastoma, Rothmund-Thomson type II, Werner syndrome, Bloom syndrome, dan Diamond-Blackfan anemia.
-
Pasien dengan kelainan tulang tertentu, seperti Paget’s disease juga berisiko menderita osteosarcoma, meskipun kondisi ini lebih jarang ditemukan.
-
Riwayat paparan radiasi.
-
Riwayat kemoterapi sebelumnya.
Gejala Osteosarcoma pada Anak
Gejala yang ditimbulkan oleh osteosarcoma tergantung dari ukuran dan lokasi tumor, serta usia dan kondisi kesehatan secara menyeluruh. Secara umum, gejala osteosarcoma adalah sebagai berikut:
-
Nyeri di area tulang yang terkena tumor.
-
Pembengkakan atau benjolan di sekitar tulang yang terdampak.
-
Keterbatasan gerak sendi.
-
Kesulitan berjalan atau pincang.
-
Tulang menjadi lemah dan mudah patah (fraktur patologis).
Diagnosis Osteosarcoma pada Anak
Diagnosis osteosarcoma yang cepat dan tepat sangat berpengaruh terhadap keberhasilan pengobatan. Oleh karena itu, pemeriksaan harus dilakukan secara menyeluruh dan terencana.
Langkah awal diagnosis dimulai dengan melakukan anamnesis (wawancara medis) mengenai gejala dan riwayat kesehatan pasien. Kemudian, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk menilai adanya nyeri tekan, pembengkakan, keterbatasan gerak, atau tanda lain yang mengarah pada kelainan tulang.
Untuk menegakkan diagnosis, dokter biasanya mengajukan pemeriksaan penunjang, seperti pemeriksaan darah lengkap serta biomarker alkaline fosfatase (AFP) dan laktaat dehidrogenase (LDH) untuk mengevaluasi derajat keparahan dan prognosis osteosarcoma. Selain itu, dokter akan melakukan pemeriksaan radiologi seperti:
-
Rontgen, sebagai pemeriksaan awal untuk mendeteksi kelainan struktur tulang.
-
MRI, untuk menentukan luas tumor di tulang dan struktur saraf dan pembuluh darah di sekitarnya.
-
PET scan, untuk menilai penyebaran sel kanker ke anggota tubuh lain (metastasis), dilakukan sesuai kondisi medis pasien.
-
Pemeriksaan biopsi (core needle biopsy) adalah pemeriksaan gold standard yang dilakukan untuk menganalisis apakah benjolan merupakan kanker. Dokter akan melakukan satu tusukan jarum pada benjolan untuk mendapatkan sampel jaringan yang akan dianalisis secara histopatologi.
Pengobatan Osteosarcoma pada Anak
Pengobatan osteosarcoma akan disesuaikan dengan kondisi masing-masing anak. Secara umum, pengobatan utama osteosarcoma pada anak meliputi kemoterapi dan operasi. Berikut masing-masing penjelasannya:
-
Kemoterapi: Pada sebagian besar kasus osteosarcoma derajat tinggi, prosedur ini diberikan sebelum dan sesudah operasi untuk membunuh sel kanker, termasuk yang mungkin sudah menyebar namun belum terdeteksi. Kemoterapi dilakukan dengan memberikan obat-obatan untuk melawan sel kanker.
-
Operasi: Prosedur ini bertujuan untuk mengangkat tumor dan mempertahankan atau mengembalikan fungsi anggota tubuh di area tumor. Pada beberapa kasus, operasi dilakukan untuk mengangkat area yang terkena kanker. Pilihan operasi untuk osteosarcoma pada anak bervariasi, tergantung pada lokasi dan penyebaran tumor, serta respon lesi terhadap kemoterapi.
Selain kemoterapi dan operasi, terapi radiasi juga bisa digunakan dalam beberapa kasus tertentu. Terapi ini dilakukan dengan menggunakan energi tinggi seperti sinar-X untuk membunuh atau mengecilkan sel kanker.
Itulah penjelasan mengenai osteosarcoma pada anak yang perlu Anda ketahui. Namun, perlu diingat bahwa informasi di atas hanya bersifat edukatif dan tidak dapat menggantikan diagnosis yang akurat secara medis.
Oleh sebab itu, bila Anda mengalami sejumlah gejala yang mengarah pada osteosarcoma, seperti nyeri, bengkak, dan tumbuh benjolan di sekitar tulang, jangan ragu berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Tulang Subspesialis Onkologi Ortopedi dan Rekonstruksi di Siloam Hospitals terdekat.
Namun, tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang Anda jalani terkait kondisi ini mungkin berbeda di satu fasilitas kesehatan dengan yang lain. Tenaga medis akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang tepat sesuai dengan kondisi medis setiap pasien.
Jika ingin mendapatkan perawatan yang efektif dan tepercaya terhadap kanker, Anda dapat mengunjungi MRCCC Siloam Hospitals Semanggi. Sebagai pusat unggulan kanker, MRCCC menyediakan beragam layanan kesehatan untuk menangani kanker, mulai dari deteksi dini, onkologi bedah, kemoterapi, radioterapi, dan lain sebagainya.
Manfaatkan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai fitur kesehatan yang memudahkan Anda, mulai dari melihat jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Dapatkan layanan kesehatan yang lebih praktis dengan mengunduh aplikasi MySiloam sekarang juga.
Sumber
Children’s Hospital of Philadelphia. Osteosarcoma (bone cancer in children). Diakses pada 2026 | EJC Paediatric Oncology. European standard clinical practice recommendations for children and adolescents with primary and recurrent osteosarcoma. Diakses pada 2026 | Diagnostics. Clinical and Pathological Profile of Children and Adolescents with Osteosarcoma. Diakses pada 2026 |
Artikel Terkait
Dokter Kami
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Made Oka Mahendra, SpOT, M.Biomed
Ortopedi (Tulang)
Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Su Djie To Rante, M. Biomed., SpOT, Subsp. P.L(K)
Ortopedi (Tulang)
Subspesialis Panggul dan Lutut
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Henry Tanzil, M. Kes, SpOT (K), FICS
Ortopedi (Tulang)
Subspesialis Panggul dan Lutut
Siloam Hospitals Makassar
Tersedia :
Tersedia hari ini







