Screen Time pada Anak, Pahami Dampak dan Panduannya!
Ibu dan Anak

Screen Time pada Anak, Pahami Dampak dan Panduannya!

04 Desember 2025 5 menit waktu baca
screen time pada anak

Di masa kini, banyak anak-anak telah dibiasakan menggunakan media elektronik sejak dini, sehingga tidak sedikit dari mereka yang menghabiskan banyak waktu di depan layar. Sebagai orang tua, penting untuk memahami panduan screen time anak untuk mencegah dampak negatifnya. Simak lebih lanjut di sini.

 

Apa Itu Screen Time?

 

Menurut World Health Organization (WHO), screen time pada anak adalah lamanya waktu yang dihabiskan oleh anak untuk menonton berbagai media hiburan yang berbasis layar, seperti TV, komputer, perangkat seluler, tablet, dan sebagainya. Bagi anak-anak, aturan screen time perlu diterapkan sedini mungkin. Hal ini dikarenakan terlalu banyak menatap layar dapat membuat anak menjadi pasif. 

 

Perlu diperhatikan bahwa screen time yang tidak diimbangi dengan aktivitas fisik cukup dapat menjadi salah satu faktor penyebab masalah kesehatan seperti obesitas, gangguan fungsi penglihatan, atau kecanduan gadget, masalah tumbuh kembang, dan gangguan perilaku dan kognitif.

 

Hubungan antara Screen Time dan Tumbuh Kembang Anak

 

Screen time dapat memengaruhi tumbuh kembang anak, baik secara langsung maupun tidak. Dampak yang diberikan dapat berbeda-beda karena fase perkembangan kognitif dan emosional anak di setiap periode usia tertentu tidaklah sama.

 

0–2 Tahun

 

Pada usia ini, struktur dan fungsi otak anak masih terbatas dalam hal kemampuan untuk atensi, mengenali, menyimpan dalam bentuk memori, dan mentransfernya dalam bentuk tiga dimensi, Karena itu, pengenalan media digital berlayar pada usia ini tidak dapat membantu anak menguasai berbagai pengetahuan baru.

 

3–6 Tahun

 

Pada usia pra-sekolah, struktur dan fungsi otak anak telah berkembang hingga lebih kompleks dalam hal daya pikir, kreativitas, dan kontrol emosi. Kemampuan ini dapat berkembang secara optimal melalui kegiatan interaktif yang bersifat responsif antara anak dengan orang tua atau pengasuh. Namun, sebagian besar program di media digital tidak dirancang untuk meningkatkan interaksi tersebut. 

 

Dampak Positif Screen Time pada Anak

 

Meskipun seringkali dikaitkan dengan risiko kesehatan pada anak, screen time tidak selalu berdampak buruk. Jika terkontrol dengan baik dan digunakan secukupnya, media digital, seperti media sosial, bisa berperan positif pada fase remaja, misalnya dalam hal berikut:

 

  • Koneksi sosial. Remaja dapat berinteraksi dengan teman dan keluarga secara daring.

  • Identitas, ekspresi diri, dan afirmasi diri. Remaja dapat mengeksplor jati diri dengan berbagi aktivitas yang disukai melalui teks, video, dan gambar.

  • Dukungan komunitas. Media sosial dapat berperan sebagai ruang aman untuk memperoleh dukungan sosial, sehingga remaja dapat belajar dari kisah satu sama lain.

  • Eksplorasi berbasis minat. Remaja dapat menemukan dan mendalami ide dan hobi baru secara daring.

  • Pemberdayaan masyarakat. Remaja dapat mempelajari lebih lanjut tentang hal yang mereka pedulikan dan terhubung dengan orang-orang serupa.

  • Kesenangan dan hiburan. Media sosial dapat membantu remaja bersantai dan bersenang-senang melalui video, games, ataupun musik.

 

Dampak Negatif Screen Time pada Anak

 

Sementara itu, penggunaan gawai juga dapat memberikan dampak buruk jika digunakan secara berlebihan, seperti:

 

  • Gangguan tidur. Penggunaan perangkat seluler sebelum tidur dapat mengurangi kualitas tidur remaja. 

  • Gangguan perkembangan kognitif. Screen time berlebih berisiko mengganggu fokus, kreativitas, dan komunikasi anak. Konten berbahaya seperti pornografi juga dapat mengganggu perkembangan kognitif anak.

  • Masalah citra diri dan citra tubuh. Hal ini bisa terjadi akibat cyberbullying dan perbandingan sosial. Contohnya, filter foto yang tidak realistis dapat menimbulkan gangguan makan.

  • Gangguan berat badan. Penggunaan gawai secara terus-menerus dapat membuat remaja kurang beraktivitas fisik sehingga meningkatkan risiko obesitas.

  • Masalah suasana hati. Akses ke berbagai konten sosial bisa menimbulkan rasa cemas tentang like dan interaksi atau perasaan fear of missing out (FOMO) saat jauh dari gawai, serta stres akibat ekspektasi dari media sosial.

  • Gangguan fungsi penglihatan, dapat terjadi karena terus-menerus menatap layar. Contohnya, mata lelah atau rabun jauh.

 

Selain itu, screen time anak yang terlalu lama juga bisa menyebabkan masalah akademik seperti nilai yang menurun dan kurangnya waktu untuk hal lain yang positif. 

Panduan Screen Time Anak

 

Agar anak dapat berkembang dengan baik tanpa hambatan dari kebiasaan menatap layar yang terlalu lama, cobalah atur screen time pada anak sesuai anjuran berikut:

 

  • Hingga usia 18 bulan, batasi penggunaan layar hanya untuk video call bersama orang dewasa (misalnya, dengan orang tua yang sedang berada di luar kota).

  • Antara usia 18–24 bulan, waktu menonton layar sebaiknya dibatasi untuk menonton program edukasi bersama orang tua atau pengasuh.

  • Untuk anak usia 2–5 tahun, batasi waktu menonton layar non-edukatif sekitar 1 jam per hari kerja dan 3 jam di akhir pekan.

  • Untuk usia 6 tahun ke atas, dorong kebiasaan sehat dan batasi aktivitas yang melibatkan layar.

  • Matikan semua layar saat makan bersama keluarga dan kegiatan di luar rumah.

  • Pelajari dan gunakan kontrol orang tua.

  • Hindari menggunakan layar sebagai pengganti dot, pengasuh anak, atau untuk menghentikan tantrum.

  • Matikan layar dan singkirkan dari kamar tidur 30–60 menit sebelum waktu tidur.

 

Di sisi lain, tidak jarang anak-anak usia sekolah dan remaja perlu menggunakan media layar untuk aktivitas sekolah, media sosial, hiburan, interaksi daring, dan sebagainya. Dalam hal ini, American Academy of Pediatrics menyarankan untuk juga mempertimbangkan kualitas interaksi dengan media digital, bukan hanya lamanya screen time.

 

Tips Tambahan agar Screen Time Anak Lebih Terarah

 

Selain panduan screen time anak di atas, berikut beberapa tips tambahan yang dapat diikuti untuk membantu anak membangun kebiasaan screen time yang lebih sehat:

 

  • Pertimbangkan tingkat kedewasaan anak sebelum mengizinkan akses ke perangkat baru.

  • Pastikan bahwa konten yang dilihat anak sesuai dengan usianya. 

  • Bicara dengan anak tentang media yang dikonsumsi dengan perilaku baik. 

  • Waspadai iklan dan pengaruhnya terhadap pilihan.

  • Dorong anak untuk terlibat dalam aktivitas lain yang tidak melibatkan layar.

  • Ajari anak tentang privasi dan keamanan online.

  • Dorong penggunaan layar untuk hal positif, seperti membangun kreativitas dan hubungan dengan keluarga dan teman.

 

Penting untuk diketahui bahwa informasi di atas bertujuan untuk edukasi semata. Jika membutuhkan konsultasi lebih lanjut untuk mendapatkan arahan khusus dalam mengelola screen time anak untuk tumbuh kembang yang optimal, orang tua disarankan untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Pediatri (Anak) di Siloam Hospitals terdekat.

 


Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk melihat jadwal praktik dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, serta memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

 

telechat (1)

Dokter Kami
dr-regina-nur-b-zalukhu-spa-s-pd-m-biomed

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Regina Nur B. Zalukhu, SpA, S.Pd, M.Biomed

Pediatrik (Anak)

Spesialis Ilmu Kesehatan Anak


Siloam Hospitals Bangka Belitung

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-liem-eremius-arifin-spa

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Liem Eremius Arifin, SpA

Pediatrik (Anak)

Spesialis Ilmu Kesehatan Anak


Siloam Sriwijaya Palembang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ifo-faujiah-sihite-mked-ped-spa

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ifo Faujiah Sihite, M.Ked (Ped), SpA

Pediatrik (Anak)

Spesialis Ilmu Kesehatan Anak


Siloam Hospitals Jambi

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail