Kesehatan Tubuh
Jenis-Jenis Pemeriksaan Mata pada Anak Berdasarkan Usianya

Table of Contents
Menjaga kesehatan mata merupakan hal yang penting dilakukan oleh setiap individu, baik bagi orang dewasa maupun anak-anak. Pada dasarnya, terdapat berbagai upaya yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan mata si kecil secara keseluruhan, salah satunya adalah dengan menjalani pemeriksaan mata pada anak.
Secara umum, prosedur pemeriksaan mata pada anak cenderung beragam, tergantung pada kelompok usianya. Untuk mengenal jenis pemeriksaan mata pada anak serta waktu tepat melakukannya, Anda dapat menyimak ulasan berikut ini sampai tuntas.
Pentingnya Pemeriksaan Mata pada Anak
Gangguan penglihatan merupakan kondisi yang bisa dialami oleh siapa saja, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Pada anak-anak, gangguan penglihatan dapat menghambat proses pembelajaran anak sehingga berisiko memengaruhi pertumbuhan dan perkembangannya.
Penelitian menunjukkan bahwa deteksi dan intervensi dini gangguan penglihatan pada anak sangat penting karena sistem visual atau penglihatan berkembang dengan sangat pesat pada awal masa kanak-kanak.
Apabila seorang anak mengalami gangguan penglihatan seperti ambliopia, strabismus, gangguan penglihatan binokular, atau gangguan refraksi signifikan namun tidak pernah terdeteksi sebelumnya, hal tersebut dapat menyebabkan konsekuensi jangka panjang, seperti kehilangan penglihatan secara signifikan, penurunan kesempatan di lingkup pendidikan dan pekerjaan, hingga penurunan kualitas hidup secara keseluruhan.
Karena itu, penting bagi setiap anak untuk melakukan pemeriksaan mata sedini mungkin. Pada dasarnya, tujuan pemeriksaan mata pada anak adalah untuk mengevaluasi beberapa aspek, di antaranya:
-
Ketajaman visual untuk melihat objek dari berbagai jarak.
-
Keterampilan kerja sama mata.
-
Keterampilan koordinasi mata dan tangan.
-
Keterampilan motorik halus.
-
Keterampilan fokus mata.
Selain itu, pemeriksaan ini juga penting dilakukan untuk mengidentifikasi berbagai gangguan penglihatan yang kerap terjadi selama masa kanak-kanak, seperti:
-
Strabismus (mata juling).
-
Ambliopia (mata malas).
-
Kelainan refraksi mata, seperti miopi (rabun jauh), hipermetropi (rabun dekat), atau astigmatisme (mata silinder).
Kapan Perlu Melakukan Pemeriksaan Mata pada Anak?
Secara umum, anak-anak direkomendasikan untuk menjalani pemeriksaan mata secara komprehensif pada usia 6 bulan guna memastikan apakah mata anak sudah berkembang dengan baik. Setelah itu, pemeriksaan dapat dilanjutkan secara berkala pada usia prasekolah (2–5 tahun) dan usia sekolah (6–18 tahun).
Pada usia sekolah, anak-anak dianjurkan untuk menjalani pemeriksaan mata setiap dua tahun sekali, terutama jika tidak mengalami gangguan penglihatan tertentu. Namun, apabila menggunakan kacamata atau lensa kontak, anak perlu melakukan pemeriksaan mata setiap satu tahun sekali atau sesuai dengan anjuran dokter spesialis mata.
Selain itu, orang tua juga perlu segera membawa anak untuk menjalani pemeriksaan mata jika si kecil mengalami beberapa kondisi berikut.
-
Kesulitan untuk melihat objek yang berjarak jauh, seperti tulisan pada papan tulis sekolah.
-
Sering menonton televisi atau membaca buku dari jarak yang sangat dekat.
-
Sering mengeluhkan sakit kepala.
-
Mengalami penglihatan ganda.
-
Sering menyipitkan mata saat melihat objek dari jarak tertentu.
Jenis Pemeriksaan Mata pada Anak Berdasarkan Usianya
Jenis pemeriksaan mata pada anak dapat dibedakan menjadi beberapa jenis yang disesuaikan dengan kelompok usia anak. Secara umum, berikut adalah penjelasan lengkap mengenai jenis-jenis pemeriksaan mata pada anak berdasarkan kelompok usianya.
1. Jenis Pemeriksaan Mata pada Anak Usia 0–6 Bulan
Dokter akan melakukan pemeriksaan pada mata bayi baru lahir untuk mengetahui indikator dasar kesehatan mata, seperti apakah terdapat kelainan kongenital, infeksi, katarak, dan glaukoma. Adapun bentuk pemeriksaannya terbagi menjadi dua, yaitu:
-
Red reflex. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mendeteksi apakah terdapat gangguan refraksi, retinoblastoma, katarak, abnormalitas retina, dan lain-lain. Dokter akan melakukan pemeriksaan menggunakan oftalmoskopi di ruangan dengan pencahayaan redup untuk melihat refleks pupil. Pada kondisi mata normal, refleks cahaya pada pupil akan terlihat berbentuk bulat, berwarna kuning-kemerahan terang, dan simetris pada kedua mata. Hasil pemeriksaan dikatakan abnormal jika pada refleks cahaya pupil terlihat bintik atau bercak kehitaman, atau tidak simetris antara mata kanan dan kiri, atau berwarna putih seperti susu.
-
Respons kedipan mata dan pupil.
Bayi dengan kondisi lahir prematur, memiliki tanda adanya penyakit pada mata, atau memiliki riwayat keluarga dengan penyakit mata pada masa kanak-kanak sebaiknya menjalani pemeriksaan mata secara komprehensif di dokter spesialis mata. Pemeriksaan mata komprehensif dilakukan dengan memberikan obat tetes mata untuk memperlebar pupil selama pemeriksaan.
2. Jenis Pemeriksaan Mata pada Anak Usia 6 Bulan–2 Tahun
Pemeriksaan mata pada anak berusia 6 bulan umumnya dilakukan untuk mengevaluasi keterampilan fokus mata, persepsi kedalaman (depth perception), serta kemampuannya dalam melihat warna. Dalam hal ini, dokter dapat melakukan tiga jenis pemeriksaan mata anak, yaitu:
-
Tes respons pupil: Dilakukan untuk mengukur respons pupil anak ketika mendapatkan rangsangan cahaya.
-
Fixate and follow response test: Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengukur kemampuan anak untuk melihat secara terpaku dan mengikuti suatu objek saat bergerak.
-
Preferential looking test: Jenis pemeriksaan mata anak yang dilakukan untuk mengevaluasi kemampuan penglihatan si Kecil menggunakan kartu khusus yang kosong pada satu sisi dan terdapat pola garis pada sisi lainnya guna menarik pandangan si Kecil.
3. Jenis Pemeriksaan Mata pada Anak Usia 2–5 Tahun
Pemeriksaan mata pada anak berusia 2–5 tahun sangat penting dilakukan untuk mempersiapkan mereka menghadapi masa sekolah nantinya. Adapun beberapa jenis pemeriksaan mata yang direkomendasikan untuk anak berusia 2–5 tahun adalah sebagai berikut.
-
Tes simbol LEA: Dilakukan menggunakan simbol atau gambar tertentu, seperti apel, rumah, bangun persegi, dan lingkaran. Lalu, anak akan diminta untuk mengidentifikasi simbol-simbol tersebut dari jarak tertentu sehingga memungkinkan dokter untuk mengevaluasi ketajaman penglihatan si Kecil.
-
Retinoskopi: Dilakukan dengan cara menyinari mata anak menggunakan cahaya untuk mengamati pantulan dari belakang mata (retina). Pemeriksaan ini dapat membantu dokter untuk menentukan apakah anak mengalami katarak kongenital atau kelainan refraksi.
-
Random dot stereopsis (pengujian dot stereopsis acak): Pemeriksaan yang menggunakan pola titik-titik dan kacamata 3 dimensi untuk mengetahui kemampuan koordinasi kedua mata anak.
-
Pemeriksaan okular: Dilakukan dengan mengevaluasi kondisi kornea, iris, lensa, retina, serta kelopak mata anak. Pemeriksaan okular dapat membantu dokter untuk mengidentifikasi kemungkinan masalah penglihatan tertentu, seperti katarak kongenital, glaukoma, dan tumor mata.
-
Color vision test: Pemeriksaan yang melibatkan gambar dengan warna tertentu untuk mengetahui apakah anak mengalami buta warna.
4. Jenis Pemeriksaan Mata pada Anak Usia 6–18 Tahun
Pemeriksaan mata pada anak berusia 6–18 tahun umumnya tidak berbeda jauh dengan kelompok usia di bawahnya. Namun, terdapat beberapa pemeriksaan tambahan yang perlu dilakukan guna mengevaluasi keterampilan membaca, belajar, hingga kemampuan untuk melakukan aktivitas fisik tertentu.
Beberapa keterampilan yang perlu dievaluasi dalam prosedur pemeriksaan mata anak berusia 6–18 tahun adalah:
-
Ketajaman penglihatan: Dokter akan memeriksa ketajaman penglihatan dengan menggunakan beberapa bagan, seperti Snellen chart ataupun early treatment of diabetic retinopathy study (ERDS) visual acuity chart. Kemampuan untuk melihat objek dengan jelas pada jarak tertentu, yaitu jarak dekat (untuk membaca buku), jarak menengah (untuk menggunakan komputer), dan jarak jauh (untuk melihat papan tulis di depan kelas).
-
Fokus mata: Kemampuan untuk mempertahankan penglihatan yang jelas saat mengalihkan fokus dari objek berjarak dekat ke objek berjarak jauh, serta melihat suatu objek dalam jangka waktu tertentu.
-
Koordinasi tangan-mata: Kemampuan menggunakan informasi visual untuk mengarahkan tangan secara akurat, seperti saat menggambar atau menendang bola.
-
Eye tracking: Kemampuan untuk menggerakkan mata mengikuti satu baris tulisan atau mengikuti objek yang bergerak seperti bola yang dilempar ke udara.
-
Eye teaming: Kemampuan untuk menggerakkan kedua mata secara bersamaan.
-
Color vision test.
-
Persepsi visual: Kemampuan mengolah gambar atau visual menjadi suatu huruf, kata, atau ide, serta untuk memahami dan mengingat suatu tulisan. Keterampilan ini dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu:
-
Recognition: Kemampuan untuk membedakan huruf yang terlihat mirip, seperti “b” dan “d”.
-
Comprehension: Kemampuan untuk membayangkan pikiran menjadi sebuah cerita atau adegan tertentu.
-
Retention: Kemampuan untuk mengingat hal-hal detail.
Itu dia informasi lengkap mengenai jenis-jenis pemeriksaan mata pada anak beserta prosedurnya. Jika Anda ingin melakukan pemeriksaan lebih lanjut terkait dengan kondisi mata si kecil, jangan ragu untuk mengunjungi Siloam Hospitals terdekat di kota Anda.
Atau, Anda juga dapat menggunakan aplikasi MySiloam untuk memesan layanan Homecare - Kunjungan Dokter Umum dan Perawat dari Siloam at Home. Layanan ini memungkinkan Anda serta keluarga untuk memperoleh 1x kunjungan dokter umum dan perawat, serta pemeriksaan tanda-tanda vital tubuh tanpa harus keluar rumah. Mari jaga selalu kesehatan Anda dan keluarga #BersamaSiloam!
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Makassar
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya
Tersedia :
Tersedia hari ini







