Kecantikan
Jerawat Pustula - Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobatinya

Table of Contents
Jerawat pustula adalah jenis jerawat yang disertai nanah. Jenis jerawat ini biasanya terlihat meradang, kemerahan, dan berwarna putih di tengahnya. Jerawat pustula dapat terjadi di mana saja, namun umumnya muncul di area kelenjar minyak seperti wajah, bahu, punggung, dan dada.
Jerawat pustula yang berada di permukaan sebenarnya bisa sembuh dengan sendirinya. Namun, apabila kondisinya cukup parah atau berada di lapisan kulit yang lebih dalam, akan lebih baik apabila mendapatkan pengobatan dari dokter untuk membantu mempercepat pemulihannya.
Mari ketahui lebih lanjut tentang penyebab, gejala, dan cara mengatasi jerawat pustula dalam ulasan berikut ini.
Apa itu Jerawat Pustula?
Jerawat pustula adalah benjolan kecil berisi nanah yang tumbuh di lapisan kulit, sehingga kondisi ini dikenal juga dengan jerawat nanah. Jerawat ini ditandai dengan warna putih di tengah-tengah dan kemerahan di kulit sekitarnya.
Jerawat ini sering kali muncul di area wajah. Namun, tak menutup kemungkinan bahwa jerawat pustula juga tumbuh di bagian tubuh lain yang cenderung berminyak, seperti dada dan punggung. Kondisi ini kerap dialami oleh remaja yang memasuki masa pubertas.
Penyebab Jerawat Pustula
Penyebab jerawat pustula adalah penyumbatan sel-sel kulit mati dan minyak berlebih pada saluran kelenjar minyak. Kondisi ini juga bisa dipicu oleh bakteri Propionibacterium acnes yang menginfeksi melalui saluran tersebut, sehingga terjadi peradangan.
Ketika terjadi infeksi, sel darah putih sebagai bagian sistem kekebalan tubuh akan berkumpul di pori-pori untuk memeranginya. Kumpulan sel darah putih itulah yang menyebabkan terbentuknya nanah di dalam jerawat pustula.
Selain infeksi bakteri, jerawat pustula juga bisa disebabkan oleh reaksi alergi. Kondisi ini bisa terjadi ketika seseorang alergi terhadap makanan tertentu atau terkena gigitan serangga beracun.
Faktor Risiko Jerawat Pustula
Salah satu pemicu utama jerawat pustula adalah perubahan hormon, biasanya terjadi saat kehamilan, menopause, atau pubertas. Selain itu, beberapa faktor lain yang dapat meningkatkan risiko timbulnya jerawat pustula adalah:
- Mengonsumsi makanan tinggi gula dalam jumlah banyak.
- Kurang menjaga kebersihan kulit.
- Menggunakan kosmetik yang berbahan minyak.
- Dalam kondisi stres.
- Memiliki kebiasaan merokok.
- Memiliki faktor genetik atau keluarga dengan riwayat keluhan jerawat pustula.
- Efek samping mengonsumsi obat-obatan tertentu.
Gejala Jerawat Pustula
Gejala jerawat pustula pada setiap orang bisa saja berbeda. Akan tetapi, sejumlah gejala yang umumnya ditimbulkan oleh jerawat pustula adalah sebagai berikut:
- Terasa nyeri saat disentuh.
- Ukuran benjolan sekitar 5–10 milimeter.
- Bagian puncaknya berwarna putih.
- Kulit di sekeliling jerawat mengalami kemerahan karena meradang.
- Sering kali muncul di area wajah, leher, punggung, dan vagina.
- Terkadang disertai dengan munculnya jerawat papula.
Kapan Harus Periksa ke Dokter?
Usahakan untuk segera berkonsultasi dengan dokter apabila kemunculan jerawat menimbulkan kondisi, seperti:
- Jerawat menimbulkan rasa tidak nyaman dan mengganggu.
- Muncul efek samping berupa kemerahan, gatal, dan sensasi terbakar setelah menggunakan obat jerawat tertentu.
- Mengalami iritasi dan alergi terhadap obat.
- Jerawat pecah dan terasa nyeri yang menandakan adanya infeksi.
- Reaksi demam yang diakibatkan dari munculnya jerawat.
Apabila mengalami infeksi, biasanya beberapa gejala yang muncul adalah demam, kulit di sekitar jerawat terasa lembap dan hangat, serta gejala mual, muntah, dan diare.
Cara Mengobati Jerawat Pustula
Cara menghilangkan jerawat pustula bisa dilakukan melalui pengobatan yang akan disesuaikan dengan tingkat keparahan jerawat. Beberapa pilihan pengobatan jerawat pustula adalah sebagai berikut:
1. Obat Jerawat Topikal
Untuk mengatasi jerawat pustula yang ringan, penderita bisa menggunakan obat salep jerawat dengan kandungan asam salisilat, benzoil peroksida, retinoid, dan obat antibiotik. Namun, untuk mengatasi jerawat yang parah dan meluas, dibutuhkan kadar salep lebih kuat. Dalam hal ini, penderita dapat berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter.
2. Obat Antibiotik
Tujuan pemberian antibiotik untuk jerawat pustula adalah membunuh bakteri penyebab jerawat. Selain itu, antibiotik juga memiliki efek anti radang yang bisa meredakan jerawat yang memerah dan membengkak. Antibiotik yang diberikan bisa berupa obat oles atau oral.
3. Terapi Fotodinamik
Terapi fotodinamik adalah pengobatan yang disarankan dokter jika kondisi jerawat pustula cukup parah. Terapi ini dilakukan dengan mengoleskan larutan khusus pada area kulit berjerawat. Lalu, dokter akan menggunakan laser untuk menghilangkan jerawat dan mengecilkan kelenjar minyak pada kulit.
Perawatan Jerawat Pustula di Rumah
Guna mempercepat penyembuhan jerawat pustula, penderita perlu melakukan perawatan yang tepat saat di rumah. Berikut adalah beberapa cara merawat kulit berjerawat yang bisa diterapkan:
- Membersihkan wajah dan tubuh secara rutin, minimal dua kali sehari. Pilihlah sabun pembersih yang mengandung asam salisilat atau benzoil peroksida.
- Menghindari produk kecantikan berbahan dasar minyak dan usahakan memilih produk berlabel oil free dan non-comedogenic.
- Hindari memecahkan jerawat, hal ini justru dapat meningkatkan risiko penyebaran bakteri ke area kulit lainnya.
Di samping itu, Anda juga disarankan untuk menghindari makanan penyebab jerawat, mengelola stres, dan menjaga kelembapan kulit dengan mencukupi kebutuhan cairan tubuh agar terhindar dari kemunculan jerawat.
Apabila Anda mengalami keluhan lain terkait kesehatan kulit, segera konsultasikan dengan dokter Siloam Hospitals terdekat untuk memperoleh diagnosis dan penanganan medis secara tepat.
Anda dapat menggunakan fitur Cari Dokter untuk menemukan jadwal dokter, booking, dan buat janji dengan dokter terkait. Atau, download aplikasi MySiloam untuk mengakses semua fitur kesehatan yang Anda butuhkan dengan mudah dan cepat. Mari unduh aplikasinya sekarang dan jaga kesehatan Anda #BersamaSiloam!
Artikel Terkait
Dokter Kami
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Marsia Rusfianti, SpKK, M.Kes
Dermatologi (Kulit)
Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika
Siloam Hospitals Lippo Cikarang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Armina Haramaini, SpKK
Dermatologi (Kulit)
Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika
Siloam Hospitals Purwakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Epi Panjaitan, MSc, SpKK
Dermatologi (Kulit)
Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika
Siloam Hospitals Purwakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini







