Kesehatan Tubuh
Mengenal Perbedaan Crohn’s Disease dan Kolitis Ulseratif

Table of Contents
Penyakit Crohn (Crohn’s disease) dan kolitis ulseratif merupakan dua jenis gangguan pencernaan yang terjadi karena peradangan kronis. Kedua penyakit ini dapat menimbulkan gejala yang mirip. Meski demikian, ada beberapa perbedaan antara kedua penyakit ini. Agar lebih memahaminya, mari simak masing-masing penjelasan tentang perbedaan Crohn’s disease dan kolitis ulseratif melalui ulasan di bawah ini.
Perbedaan Crohn’s Disease dan Kolitis Ulseratif
Crohn’s disease dan kolitis ulseratif merupakan dua jenis inflammatory bowel disease (IBD) yang paling umum terjadi. Artinya, kedua kondisi tersebut terjadi ketika ada peradangan di sistem pencernaan. Lantas, apa bedanya? Berikut adalah penjelasan selengkapnya mengenai perbedaan kolitis ulseratif dan Crohn’s disease.
1. Lokasi yang Terdampak
Perbedaan Crohn’s disease dan kolitis ulseratif yang pertama bisa dilihat dari bagian sistem pencernaan yang terdampak. Crohn’s disease adalah peradangan yang dapat menyerang seluruh bagian saluran pencernaan, mulai dari mulut, kerongkongan, lambung, hingga anus. Namun, penyakit Crohn paling sering terjadi pada usus halus.
Sementara itu, kolitis ulseratif adalah peradangan kronis pada usus besar (kolon dan rektum). Peradangan tersebut bisa menyebabkan terbentuknya luka (ulkus) di dinding usus. Luka tersebut bisa terjadi pada beberapa segmen usus besar, misalnya kolon sigmoid.
2. Peradangan yang Terjadi
Kolitis ulseratif dan Crohn’s disease sama-sama disebabkan karena peradangan. Akan tetapi, pada Crohn’s disease, dapat ditemukan area yang sehat di antara bagian-bagian yang meradang. Sedangkan pada kolitis ulseratif, bagian usus besar meradang secara kontinu. Artinya, tidak ada bagian yang sehat di antara peradangan tersebut.
3. Lapisan yang Terkena
Perbedaan Crohn’s disease dan Kolitis ulseratif berikutnya adalah lapisan yang terkena. Usus merupakan organ yang terdiri dari beberapa lapisan. Pada kolitis ulseratif, lapisan yang meradang adalah lapisan usus bagian dalam. Sementara pada Crohn’s disease, peradangan dapat terjadi di lapisan usus mana saja.
Persamaan Crohn’s Disease dan Kolitis Ulseratif
Setelah memahami perbedaan kolitis ulseratif dan penyakit Crohn, Anda mungkin juga perlu mengetahui persamaan yang membuat kedua kondisi ini sering disalahartikan. Keduanya memiliki kemiripan untuk penyebab, gejala, pemeriksaan penunjang, bahkan pengobatan. Berikut masing-masing penjelasannya.
a. Penyebab
Baik Crohn's disease dan kolitis ulseratif disebabkan karena reaksi autoimun, yaitu ketika sel-sel kekebalan tubuh menyerang sel-sel yang sehat. Namun, penyebab reaksi autoimun belum diketahui secara pasti. Akan tetapi, diduga genetik memegang peranan dalam kedua penyakit tersebut.
b. Gejala
Gejala yang ditimbulkan oleh penyakit Crohn dan kolitis ulseratif juga hampir sama. Hal inilah yang sering menimbulkan kesalahpahaman. Pasalnya, baik penyakit Crohn maupun kolitis ulseratif dapat menyebabkan nyeri dan kram perut, diare berdarah, lemas, dan penurunan berat badan tanpa sebab.
c. Pemeriksaan Penunjang
Guna mengonfirmasi diagnosis inflammatory bowel disease, termasuk penyakit Crohn dan kolitis ulseratif, dokter akan melakukan endoskopi. Namun, pada penyakit Crohn, endoskopi umumnya dilakukan di seluruh bagian sistem pencernaan. Sedangkan pada kolitis ulseratif, endoskopi hanya dilakukan di bagian kolon (usus besar) atau rektum saja.
d. Pengobatan
Perlu dipahami bahwa Crohn’s disease dan kolitis ulseratif adalah penyakit yang belum bisa disembuhkan sepenuhnya. Namun, dokter biasanya memberikan obat-obatan untuk meredakan gejala yang dialami pasien, misalnya obat golongan antibiotik, kortikosteroid, atau obat-obatan lain sesuai dengan hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter.
Selain itu, dokter juga akan serta menyarankan sejumlah pola hidup sehat yang perlu diterapkan oleh pasien, seperti mengonsumsi makanan bergizi seimbang, dan membatasi makanan yang diproses berlebih.
Namun, apabila obat-obatan dan pola hidup belum bisa mengatasi kedua kondisi tersebut, dokter akan menyarankan tindakan operasi. Metode operasi akan disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien.
Penting untuk diingat bahwa Crohn’s disease dan kolitis ulseratif merupakan kondisi yang hampir mirip. Artinya, untuk menentukan pengobatan yang optimal, diperlukan diagnosis yang akurat dari tenaga medis profesional. Oleh karenanya, untuk memperoleh diagnosis yang tepat dan akurat, Anda dapat mengunjungi Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Siloam Hospitals terdekat.
Sebagai informasi, tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang Anda jalani terkait kondisi esophageal rupture dapat berbeda bergantung pada fasilitas kesehatan masing-masing rumah sakit. Tenaga medis profesional akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang disesuaikan dengan kondisi medis setiap pasien.
Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk melihat jadwal praktik dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, serta memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Putera Bahagia
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Kelapa Dua
Tersedia :
Tersedia hari ini







