Perbedaan Kasein dan Whey Protein yang Perlu Diketahui
Pola Hidup Sehat

Perbedaan Kasein dan Whey Protein yang Perlu Diketahui

22 Agustus 2024 4 menit waktu baca
perbedaan kasein dan whey

Protein adalah nutrisi esensial yang diperlukan oleh tubuh untuk pertumbuhan, perbaikan jaringan, dan berbagai fungsi biologis lainnya. Di antara berbagai sumber protein yang tersedia, kasein dan whey protein merupakan yang paling populer. Keduanya sama-sama berasal dari susu namun mempunyai karakteristik yang berbeda. Mari pahami perbedaan kasein dan whey protein dalam ulasan di bawah ini.

 

Perbedaan Kasein dan Whey Protein

 

Kasein dan whey protein adalah dua jenis protein yang ditemukan dalam susu sapi, masing-masing menyumbang 80% dan 20% protein susu. Selain itu, keduanya juga merupakan protein berkualitas tinggi karena mengandung semua jenis asam amino esensial yang tidak diproduksi oleh tubuh. 

 

Kendati demikian, kasein dan whey protein tetap merupakan dua jenis protein yang berbeda sehingga memiliki karakteristik yang tidak sama. Berikut uraian selengkapnya tentang perbedaan whey protein dan kasein.

 

1. Proses Penyerapan

 

Salah satu perbedaan kasein dan whey protein yang signifikan adalah seberapa cepat proses penyerapannya dalam tubuh. Tubuh akan memecah protein menjadi molekul kecil dalam jumlah yang banyak, yang disebut dengan asam amino. Kemudian, asam amino akan bersirkulasi dalam aliran darah dan akan diserap oleh tubuh.

 

Sebagai informasi, proses penyerapan kasein lebih lambat daripada whey protein. Kadar asam amino di dalam darah tetap tinggi selama 4–5 jam setelah seseorang mengonsumsi kasein. Sementara itu, proses penyerapan whey protein hanya 30–90 menit setelah seseorang mengonsumsinya. 

 

Hal tersebut dikarenakan protein tersebut dicerna dengan kecepatan yang berbeda. Sifat protein whey yang cepat dicerna membuatnya sangat baik untuk dikonsumsi sebelum, selama, atau setelah latihan karena akan memberi bahan bakar pada otot.

 

Mengingat bahwa kecepatan penyerapannya yang lebih lama, protein kasein akan memberikan tubuh pelepasan asam amino yang lambat dan stabil, menjadikannya asupan yang ideal sebelum situasi puasa karena Anda bisa kenyang lebih lama. 

 

Contoh waktu yang ideal untuk mengonsumsi protein ini adalah sebelum tidur atau kegiatan selain olahraga selama seharian yang panjang tanpa henti, karena pelepasan asam amino secara perlahan akan meningkatkan rasa kenyang. Protein jenis ini juga cocok ditambahkan ke makanan.

 

Protein kasein kurang cocok jika dikonsumsi sebelum atau sesudah latihan, karena asam amino akan diserap tubuh secara lambat. Namun, hal ini bermanfaat untuk menahan rasa lapar dan dalam proses katabolisme (proses pemecahan molekul besar dan kompleks menjadi bentuk yang lebih sederhana) ketika sedang berusaha menghilangkan lemak.

 

2. Kemampuan dalam Membangun Otot

 

Perbedaan kasein dan whey protein berikutnya terlihat dalam kemampuannya untuk membangun otot. Whey protein tidak hanya lebih cocok untuk olahraga karena cepat diserap, tetapi juga karena kadar asam amino di dalamnya. Whey protein mengandung lebih banyak asam amino rantai cabang (branched-chain amino acids/BCAA) leusin, isoleusin, dan valin.

 

Meskipun semua asam amino esensial penting untuk membangun otot, namun leusin adalah asam amino yang memulai proses tersebut. Karena kandungan leusinnya yang tinggi, jenis protein tersebut lebih cepat dalam merangsang sintesis protein otot (proses pertumbuhan otot) daripada kasein.

 

3. Kandungan Senyawa

 

Kandungan senyawa di dalam keduanya juga menjadi salah satu indikator perbedaan kasein dan whey protein. Sebagai informasi, kasein mengandung beberapa peptida bioaktif yang telah terbukti bermanfaat bagi sistem kekebalan tubuh dan saluran pencernaan.

 

Selain itu, beberapa peptida bioaktif yang ditemukan dalam kasein juga bermanfaat untuk membantu menjaga kesehatan jantung dengan cara menurunkan tekanan darah dan mengurangi pembentukan bekuan darah. Peptida ini bekerja mirip dengan penghambat angiotensin-converting enzyme (ACE), golongan obat yang diresepkan untuk mengontrol tekanan darah.  

 

Sementara itu, protein whey mengandung sejumlah protein aktif yang disebut imunoglobulin yang dapat meningkatkan sistem kekebalan Anda. Imunoglobulin dalam whey protein diketahui memiliki sifat antimikroba yang dapat membunuh atau memperlambat pertumbuhan mikroba berbahaya, seperti bakteri dan virus. Selain itu, beberapa imunoglobulin mengangkut nutrisi penting, seperti vitamin A, ke seluruh tubuh Anda dan meningkatkan penyerapan nutrisi lain seperti zat besi.

 

Mana yang Lebih Baik Dipilih, Kasein atau Whey Protein?

 

Kasein dan whey protein sama-sama bermanfaat bagi tubuh. Mana yang lebih baik dikonsumsi? Hal ini tergantung dari kebutuhan Anda. Kualitas whey protein yang bekerja cepat menjadikannya pilihan yang tepat dikonsumsi sebelum atau sesudah latihan. Di sisi lain, kasein yang bekerja lebih lambat adalah pilihan terbaik untuk hari-hari ketika Anda tidak melakukan aktivitas fisik yang intens.

 

Kendati demikian, Anda tetap bisa mengonsumsi keduanya dalam rutinitas harian Anda untuk memenuhi kebutuhan protein harian tubuh. Misalnya, mengonsumsi protein whey setelah berolahraga dan mengonsumsi protein kasein sebelum tidur. 

 

Perlu diingat bahwa penggunaan kasein dan whey protein bisa menimbulkan reaksi atau efek samping yang berbeda pada masing-masing orang. Maka dari itu, penjelasan di atas tidak bisa menjadi acuan satu-satunya dan tidak bisa menggantikan saran dari tenaga medis profesional. 

 

Guna memastikan penggunaan kasein dan whey protein telah sesuai dan aman untuk dikonsumsi sesuai kondisi medis Anda, silakan mengunjungi Siloam Hospitals terdekat untuk mendapatkan rekomendasi penggunaan kasein dan whey protein yang tepat dari Dokter Spesialis Gizi Klinik


Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk melihat jadwal praktik dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, serta memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

 

Aplikasi My Siloam

Dokter Kami
dr-lanny-christiawati-spgk

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Lanny Christiawati, SpGK

Gizi Klinik

Spesialis Gizi Klinik


Siloam Hospitals TB Simatupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-samuel-oetoro-spgk

Kunjungi Rumah Sakit

Dr. dr. Samuel Oetoro, MS, SpGK (K)

Gizi Klinik

Subspesialis Nutrisi pada Kelainan Metabolisme Gizi


MRCCC Siloam Hospitals Semanggi

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-christopher-andrian-mgizi-spgk

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Christopher Andrian, M.Gizi, SpGK

Gizi Klinik

Spesialis Gizi Klinik


Siloam Hospitals TB Simatupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail