Kesehatan Tubuh
Mengenal Perbedaan Sakit Kepala Cluster dan Migrain

Table of Contents
Sakit atau nyeri kepala terdiri dari berbagai jenis, beberapa di antaranya adalah sakit kepala cluster dan migrain. Meski gejalanya hampir sama, sakit kepala cluster dan migrain memiliki sejumlah perbedaan, termasuk lama durasi nyeri berlangsung, seberapa sering sakit kepala terjadi, dan area kepala yang terasa sakit. Simak lebih lanjut perbedaan sakit kepala cluster dan migrain melalui ulasan di bawah ini.
Perbedaan Sakit Kepala Cluster dan Migrain
Sakit kepala cluster dan migrain adalah jenis sakit kepala yang dapat menyebabkan nyeri hebat. Kendati demikian, kedua kondisi ini bisa dibedakan melalui berbagai aspek, mulai dari area terasa sakit hingga frekuensi sakit kepala yang dirasakan oleh penderitanya. Berikut penjelasan selengkapnya tentang perbedaan sakit kepala cluster dan migrain.
1. Area Kepala yang Terasa Sakit
Perbedaan sakit kepala cluster dan migrain yang pertama adalah lokasi atau area kepala yang terdampak. Sakit kepala cluster bersifat unilateral, artinya kondisi ini biasanya hanya memengaruhi satu sisi kepala. Kondisi ini juga dapat menyebabkan rasa sakit di belakang mata atau di sisi dahi. Rasa sakit tersebut juga bisa berpindah dari sisi satu ke sisi lain pada serangan lain. Namun, tidak akan berpindah selama satu episode serangan.
Sementara itu, migrain juga memengaruhi salah satu sisi kepala, hanya sedikit pasien yang merasakan nyeri pada kedua sisi kepala. Namun, serangan migrain biasanya lebih luas, bisa di belakang mata, di dekat pelipis, di kedua sisi, atau di bagian depan/belakang kepala. Jika hanya berdasarkan area yang terdampak, mungkin masih sulit untuk membedakan sakit kepala cluster dan migrain.
2. Gejala
Sakit kepala cluster dan migrain memiliki beberapa gejala yang sama. Inilah sebabnya, kedua kondisi tersebut sering tertukar. Namun, sebenarnya terdapat sejumlah faktor yang membedakan keduanya. Pasalnya, sakit kepala cluster kerap membuat penderitanya merasa gelisah. Selain itu, sakit kepala cluster juga menyebabkan wajah atau dahi berkeringat.
Sakit kepala cluster juga dapat menyebabkan nyeri yang konstan, disertai dengan beberapa gejala berikut ini:
-
Mata berair atau merah.
-
Hidung berair.
-
Hidung tersumbat.
-
Kelopak mata bengkak.
-
Kelopak mata terkulai.
Migrain memang dapat menyebabkan nyeri yang konstan, tetapi sering kali disertai sensasi berdenyut atau seperti ditusuk-tusuk. Berbeda dengan sakit kepala cluster yang biasanya membaik ketika penderita bergerak, migrain justru cenderung memburuk saat pasien beraktivitas dan biasanya akan berkurang jika pasien beristirahat.
Gejala migrain ini juga bisa disertai mual, dengan atau tanpa muntah, serta sensitivitas terhadap cahaya atau suara. Selain itu, migrain juga dapat menyebabkan perubahan visual, gangguan bicara, atau gangguan sensorik lainnya.
Kendati demikian, terkadang migrain juga dapat menyebabkan mata berair, mata merah, atau hidung tersumbat, seperti halnya sakit kepala cluster. Jadi, perbedaan gejala yang paling menonjol antara kedua kondisi ini adalah bergerak dan beraktivitas membuat sakit kepala migrain semakin berat, sedangkan membuat sakit kepala cluster semakin membaik.
3. Durasi
Perbedaan sakit kepala cluster dan migrain berikutnya adalah durasi sakit kepala. Bisa dibilang, durasi ini merupakan perbedaan utama antara kedua kondisi ini. Sakit kepala cluster cenderung terjadi dalam suatu kelompok serangan (cluster), yang mana setiap serangan dapat berlangsung antara 15 menit hingga 3 jam. Biasanya nyeri yang dirasakan akan memuncak dalam waktu 10–15 menit setelah serangan terjadi dan menghilang dalam waktu 15 menit hingga 2 jam.
Sementara itu, rasa nyeri pada sakit kepala migrain cenderung meningkat secara perlahan dan berlangsung lama. Bila tidak diobati, kondisi ini bisa bertahan hingga 4–72 jam. Gejalanya tentu akan memengaruhi aktivitas sehari-hari. Meski demikian, serangan pada sakit kepala migrain tidak seintens sakit kepala cluster. Intensitas nyeri pada migrain adalah sedang atau berat.
4. Frekuensi
Frekuensi atau seberapa sering serangan terjadi juga menjadi salah satu aspek perbedaan sakit kepala cluster dan migrain. Nyeri kepala cluster merupakan salah satu jenis nyeri kepala yang paling hebat namun jarang terjadi. Kondisi ini sering terjadi saat malam hari, dapat membangunkan pasien saat tertidur, dan terjadi berulang setiap hari pada waktu yang sama dalam jangka waktu mingguan hingga bulanan.
Setelah nyeri kepala hilang, biasanya akan ada jeda atau periode pasien bebas dari sakit kepala cluster selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun. Frekuensi nyeri kepala cluster adalah mulai dari satu kali setiap dua hari sampai delapan kali sehari.
Sementara itu, nyeri pada sakit kepala migrain bisa naik dan turun sepanjang hari, namun secara umum serangan hanya terjadi hanya sekali dalam satu periode. Pada saat serangan nyeri kepala, penderita biasanya tidak dapat melakukan aktivitas sehari-hari.
Tanda dan gejala yang disebutkan di atas tidak serta-merta mewakili sakit kepala cluster maupun migrain. Informasi di atas hanya bersifat edukatif sehingga tidak bisa menggantikan diagnosis dari dokter. Sehingga, penting untuk mendapatkan diagnosis yang tepat dari Dokter Spesialis Neurologi yang bisa Anda temui di Siloam Hospitals terdekat.
Manfaatkan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai fitur kesehatan yang memudahkan Anda, mulai dari melihat jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.
Sumber
Mayo Clinic. Mayo Clinic Q and A: What’s the difference between cluster and migraine headaches?. Diakses pada 2024 | Healthline. What’s the Difference Between Cluster Headaches and Migraine?. Diakses pada 2024 | WebMD. Migraine vs. Cluster Headache. Diakses pada 2024 | EMHA. Cluster Headache vs. Migraine. Diakses pada 2024 | Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (Perdossi). Pedoman Praktik Klinik Neurologi 2023. Diakses pada 2024 |
Artikel Terkait
Dokter Kami
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Kelvin Yuwanda, SpN, CIPS, AIFO-K
Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)
Spesialis Neurologi
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Jerry Hartawan Saputra, SpN, M.Si.Med
Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)
Spesialis Neurologi
Siloam Hospitals Putera Bahagia
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Dorothea Fortuna Meita Caturwulan, M.Kes, Sp.N, F.MIN, CIPS, FIPP
Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)
Spesialis Neurologi
Siloam Hospitals Purwakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini






