Kesehatan Tubuh
Stenosis Mitral dan Regurgitasi Mitral, Pahami Bedanya Sebelum Terlambat!

Table of Contents
Katup jantung adalah bagian vital dari jantung yang memastikan aliran darah berjalan dengan lancar dan ke arah yang tepat. Jantung memiliki empat buah katup jantung, salah satunya adalah katup mitral, yang berada di antara serambi (atrium) kiri dan bilik (ventrikel) kiri. Stenosis mitral dan regurgitasi mitral adalah dua kondisi yang memengaruhi katup mitral. Mari pahami secara mendalam tentang perbedaan stenosis mitral dan regurgitasi mitral melalui ulasan di bawah ini.
Perbedaan Stenosis Mitral dan Regurgitasi Mitral
Stenosis mitral dan regurgitasi mitral adalah masalah yang memengaruhi katup mitral. Perbedaan keduanya dapat dilihat dari definisi, penyebab, dan pengobatannya. Berikut uraian selengkapnya.
1. Definisi
Perbedaan stenosis mitral dan regurgitasi mitral yang pertama dapat dilihat dari definisinya. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, katup mitral adalah katup yang terletak di antara serambi (atrium) kiri dan bilik (ventrikel) kiri jantung. Stenosis mitral adalah jenis penyakit katup jantung yang ditandai oleh penyempitan katup mitral. Penyempitan ini membuat aliran darah dari serambi kiri ke bilik kiri terganggu.
Di sisi lain, regurgitasi mitral adalah kondisi ketika katup mitral tidak menutup dengan baik. Akibatnya, darah mengalir kembali dari bilik kiri ke serambi kiri saat jantung berkontraksi untuk memompa darah ke seluruh tubuh (fase sistol). Hal ini dapat menyebabkan munculnya murmur jantung sistolik (murmur yang terdengar selama otot jantung sedang berkontraksi) yang bisa terdengar di bagian apeks jantung (bagian ujung jantung yang mengarah ke bawah) dan sering menjalar ke arah ketiak kiri.
2. Penyebab
Perbedaan stenosis mitral dan regurgitasi mitral selanjutnya dapat dilihat dari penyebabnya. Penyebab yang paling umum dari stenosis mitral adalah demam rematik (peradangan sistemik akibat infeksi bakteri Streptococcus group A). Penyebab lainnya dari stenosis mitral adalah:
-
Mitral annular calcification.
-
Endokarditis infektif.
-
Endomyocardial fibroelastosis.
-
Malignant carcinoid syndrome.
-
Systemic lupus erythematosus (SLE).
-
Fabry disease.
-
Penyakit jantung bawaan.
Beberapa faktor yang juga diketahui dapat meningkatkan risiko terjadinya stenosis mitral adalah proses penuaan, efek dari terapi radiasi, serta efek samping penggunaan obat-obatan tertentu.
Sementara itu, beberapa penyebab regurgitasi mitral adalah sebagai berikut:
-
Prolaps katup mitral.
-
Demam rematik.
-
Kerusakan jaringan korda yang menahan katup mitral.
-
Dilatasi (pelebaran) annulus mitral.
Selain itu, beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya regurgitasi mitral meliputi proses penuaan dan efek dari terapi radiasi pada area dada.
3. Gejala
Gejala yang timbul bisa bervariasi dari satu pasien dengan pasien lainnya, bahkan pada beberapa kasus, penderita stenosis maupun regurgitasi mitral mungkin tidak mengalami gejala apapun atau mungkin mereka hanya mengalami gejala ringan selama bertahun-tahun. Gejala yang dapat timbul pada stenosis mitral meliputi:
-
Sesak napas terutama saat sedang beraktivitas dan berbaring telentang.
-
Kelelahan, terutama saat intensitas aktivitas meningkat.
-
Jantung berdebar (palpitasi).
-
Pusing.
-
Nyeri atau ketidaknyamanan di dada.
-
Batuk darah (hemoptisis) pada kasus stenosis mitral yang berat.
-
Pembengkakan di kaki.
Sementara itu, gejala yang dapat timbul pada regurgitasi mitral adalah:
-
Pusing.
-
Sesak napas, terutama ketika sedang berbaring.
-
Kelelahan.
-
Nyeri atau ketidaknyamanan di dada.
-
Palpitasi jantung.
-
Pembengkakan di kaki.
Jika tidak segera ditangani dengan tepat, stenosis maupun regurgitasi katup mitral dapat menyebabkan beberapa komplikasi serius seperti:
-
Fibrilasi atrium: Kondisi ketika detak jantung tidak teratur dan cepat yang dapat meningkatkan risiko terbentuknya bekuan atau gumpalan darah.
-
Hipertensi pulmonal: Tekanan darah tinggi di pembuluh darah yang memasok paru-paru.
-
Gagal jantung: Kondisi ketika jantung tidak mampu memompa darah ke seluruh tubuh dengan baik.
4. Pengobatan
Perbedaan stenosis mitral dan regurgitasi mitral lainnya terletak pada pengobatannya. Apabila stenosis mitral menyebabkan gejala, beberapa pilihan pengobatan yang disarankan oleh dokter adalah:
-
Obat-obatan diuretik untuk mengurangi penumpukan cairan di paru-paru atau bagian lain dari tubuh.
-
Obat-obatan untuk mengatasi gangguan irama jantung.
-
Obat-obatan pengencer darah.
-
Obat-obatan lainnya seperti beta blocker, calcium channel blockers, dan lain-lain.
-
Operasi jantung terbuka, untuk memperbaiki atau mengganti katup mitral.
-
Balloon valvuloplasty, yaitu prosedur yang memasukkan kateter dengan balon di ujungnya ke dalam pembuluh darah arteri untuk memperlebar bukaan katup mitral.
Sementara itu, beberapa pengobatan yang direkomendasikan untuk menangani regurgitasi mitral adalah sebagai berikut:
-
Obat-obatan diuretik untuk mengurangi penumpukan cairan di paru-paru atau bagian tubuh lainnya.
-
Obat-obatan pengencer darah.
-
Obat-obatan antihipertensi jika pasien memiliki tekanan darah tinggi.
-
Obat-obatan untuk menangani gangguan irama jantung.
-
Operasi perbaikan atau penggantian katup mitral.
-
Prosedur perbaikan katup mitral lainnya, seperti prosedur annuloplasty (untuk mengencangkan atau memperkuat cincin di sekitar katup, yang disebut annulus), balloon valvuloplasty, mitral valve clip (prosedur yang menggunakan kateter dengan klip di ujungnya dan diarahkan ke katup mitral melalui pembuluh darah arteri di pangkal paha, untuk memperbaiki katup mitral).
Tips Mencegah Terjadinya Penyakit Jantung
Guna menjaga kesehatan jantung dan menurunkan risiko terjadinya penyakit jantung, termasuk masalah katup jantung, maka seseorang disarankan untuk melakukan perubahan gaya hidup. Perubahan tersebut meliputi:
-
Menerapkan pola makan sehat, seperti:
-
Mengonsumsi lebih banyak buah dan sayur.
-
Mengonsumsi sumber protein yang cukup dari kacang-kacangan dan polong-polongan, ikan dan makanan laut, daging ayam, daging tanpa lemak, dan lain-lain.
-
Mengurangi asupan garam, gula, lemak jenuh, dan kebiasaan mengonsumsi alkohol.
-
Menghindari makanan olahan, khususnya daging olahan (sosis, ham, dan bacon).
-
Menghindari asupan lemak jenuh, termasuk lemak hewani, minyak kelapa, dan minyak sawit.
-
Menyeimbangkan asupan dan pengeluaran energi.
-
Menghindari makan secara berlebihan.
-
Tetap menerapkan diet sehat meski sedang makan di luar.
-
Olahraga secara teratur. Beberapa rekomendasi olahraga untuk kesehatan jantung, di antaranya:
-
Senam jantung.
-
Berenang.
-
Lari pagi.
-
Bersepeda.
-
Yoga.
-
Menjaga kesehatan mulut dan gigi.
-
Berhenti merokok.
-
Melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Itulah penjelasan mengenai perbedaan stenosis mitral dan regurgitasi mitral yang perlu Anda ketahui. Namun, penting untuk dipahami bahwa informasi dalam artikel ini hanya bersifat edukatif sehingga tidak dapat menggantikan diagnosis maupun saran perawatan dari dokter secara langsung.
Apabila Anda atau kerabat Anda kerap mengalami sejumlah gejala, seperti jantung berdebar, nyeri dada, hingga sesak napas saat beraktivitas atau berbaring, jangan ragu untuk segera mengunjungi Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di Siloam Hospitals terdekat agar mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.
Penting pula untuk dicatat bahwa proses pemeriksaan dan pengobatan di setiap rumah sakit bisa berbeda-beda, tergantung dari fasilitas kesehatan yang disediakan. Namun, tenaga medis tentu akan memastikan bahwa tahapan pemeriksaan dan pengobatan sesuai dengan kondisi masing-masing pasien.
Siloam Hospitals juga menyediakan paket Skrining Jantung yang bisa Anda pesan secara praktis melalui aplikasi MySiloam. Anda dapat melakukan transaksi di aplikasi MySiloam dari mana saja, lalu tinggal datang ke rumah sakit sesuai tanggal janji temu yang sudah dijadwalkan.
Sumber
HealthCentral. Can You Strengthen Your Heart Valves?. Diakses pada 2024 | MedPark. 6 Lifestyle Modifications for Your Heart Valve Health. Diakses pada 2024 | StatPearls [Internet]. Mitral Stenosis. Diakses pada 2024 | StatPearls [Internet]. Mitral Regurgitation. Diakses pada 2024 | NHS UK. Mitral valve problems. Diakses pada 2024 | Stanford Medicine. Mitral Valve Stenosis and Regurgitation. Diakses pada 2024 | NHS UK. Mitral valve problems. Diakses pada 2024 |
Artikel Terkait
Dokter Kami
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Kadek Satrya Kurnia Suratna, SpJP
Kardiologi (Jantung)
Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah
Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya
Tersedia :
Tersedia hari ini
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Rinaldi Agustinus Ulaan, SpJP
Kardiologi (Jantung)
Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah
Rumah Sakit Umum Siloam Lippo Village
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Magma Purnawan Putra, SpJP (K), FIHA, FESC
Kardiologi (Jantung)
Subspesialis Kardiologi Intervensi
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
Skrining Premium Kesehatan Jantung
Skrining Jantung
13 Service/Item
Rp5.400.000
TERPOPULER
Paket Spesial Skrining Jantung
Skrining Jantung
6 Service/Item
Rp1.200.000
TERPOPULER
Jantung Kuat
Skrining Jantung
2 Service/Item
Rp499.000
TERPOPULER
Jantung Sehat
Skrining Jantung
6 Service/Item
Rp999.000
TERPOPULER
Jantung Prima
Skrining Jantung
7 Service/Item
Rp1.399.000






